30
Aug
10

TIME ~ Part 2 End

Title: Time

Author: Pea

Cast:

  • Yesung
  • Mon Geun Young
  • Lee Donghae
  • Lee Yong Soo (Me)

Genre: Romance, Friendship

Length: Series

Disclaimer: yesung, donghae, & moon geun young adalah sepenuhnya milik tuhan. Tapi saya berharap yesung bisa menjadi suami sayah *dicekek*

Image and video hosting by TinyPic
Jika kamu diantara dua pilihan,

Dimana kamu Cuma bisa menyelamatkan satu dari mereka,

Siapa yang akan kamu selamatkan?

Orang yang kamu cintai atau orang yang mencintai kamu?


“ argggh, sudahlah” kata Moon Pasrah, lalu melangkahkan kakinya ke rumahnya yang bersebelahan dengan yesung.

“ terima kasih ya tuhan, akhirnya kau telah mengabulkan do’a ku yang ingin dikirimi seorang Angel. Ah….. Moon adalah angel tercantik di dunia… SARANGHAE MOON!!”  teriak yesung.

Sementara Moon tengah mengintip yesung dibalik tirai jendela kamaranya sambil menggerutu tidak jelas. Yang pasti sekarang seorang moon geun young tengah benci sebenci-bencinya terhadap orang aneh bernama yesung, yang baru dikenalnya hari ini, dan langsung mengatakan cinta. It’s impossible, tidak mungkin ada orang yang baru kenal dan langsung cinta, itulah yang dipikirkannya.

Dan kenapa juga dia dan yesung selalu bertemu, entah disengaja tau tidak. Pertama, saat dia tengah jogging di taman dia tertabrak sepeda yesung, kedua.. tanpa ada firasat sedikit pun, dia dan yesung malah satu sekolah, sekelas, bahkan yang lebih parah sebangku.

Lalu yang paling super parah adalah letak rumahnya yang hanya berjarak 1 meter dari rumah yesung, yang berarti dia akan menghabiskan aktifitasnya dengan ditemani ocehan dari namja bawel itu.

“ Andwae……………..” Moon berteriak keras, sementara yesung malah  menarikan tarian gurita kelaparan, saking excited-nya.

“ Eomma aku pulang” teriak yesung sambil melemparkan tasnya sembarangan, tetapi tidak ada sahutan. Bahkan tidak terdengar suara aktifitas di dalam rumah itu.

“ Eomma, aku pulang” teriak yesung sekali lagi.

“ nah lo, pada ke mana semua penghuni rumah ini,!” gumam yesung.

“ oh iya, eomma kan sedang di butik, jongjin masih di sekolah, appa lagi di indonesia” pikir yesung.

Sejak  tadi Yesung mondar-mandir di rumahnya yang besar itu karena sangat bosan, sesaat kemudian mengajak kura-kura peliharaannya berbicara, tapi tidak ada respon dari kura-kuranya.

Moon Geun Young POV

‘Ting Tong’ suara bel rumahku berbunyi.

“Moon cepat buka pintunya!”  perintah eomma dari arah dapur. Dengan malas kulangkahkan kakiku ke arah pintu.

Haa siapa sih yang malam-malam begini  datang bertamu, mengganggu saja. Kubuka pintu dengan pelan. Dan apa yang kulihat?…..

“ Moonnnnnnn…………. boleh aku main ke rumahmu, di rumahku tidak ada orang. Dan aku merasa bosan, lalu kupikir aku….”

“ stop” kuhetikan ocehannya yang kuduga akan mencapai 1 jam, kalau tidak dihentikan seperti ini.

“ he he he, jadi boleh ya?” tanyanya dengan penuh harap.

‘huh aku benci sekali tatapan tanpa dosanya itu, wajahnya seperti ingin kuhajar saja’ batinku.

“ siapa Moon?” tanya eomma sambil berjalan menghampiriku.

“ oh, annyeong ahjumma. Yesung imnida, teman baik Moon sekaligus tetangga baru ahjumma” katanya dengan dimanis-maniskan.  Cih, apa katanya, teman baik… siapa yang mau berteman dengan orang sepertinya.

“ oh, ini toh yang namanya yesung. Ahjumma sudah tau tentang kau dari eommamu, tadi dia datang kemari dengan membawa banyak hadiah. Moon, kenapa kau tidak mempersilahkan yesung masuk?” kata eommaku.

“ tapi eomma dia…..”

“ ah maafkan moon yah, dia memang kadang suka erorr sedikit!” kata eomma yang membuat aku keki setengah mati.

“ maksud eomma apa, anakmu yang pintar ini dibilang sedang erorr” tanyaku dengan nada antara marah, kecewa, sebel, malu semua nya menjadi satu.

“ lalu kenapa kau tidak membiarkan  yesung masuk, kasihan kan kalau anak secakep ini harus kedinginan di luar rumah!” jawab eomma dengan muka oonnya.

“ arghh, ya sudah masuk” kataku sambil membuka pintu lebar-lebar.

“ gomawo moon-ah” katanya dengan senyum evil. ‘ah sekarang dia punya senjata baru untuk menguntitku terus, eomma….’

……….

“ wah kamu suka kura-kura juga ya?” tanyanya setelah menemukan kandang kura-kura di ruang tamuku, berarti dia suka kura-kura sama sepertiku.

”tidak, buat apa memelihara kura-kura. Membuang waktu saja, itu punya adikku” kataku terpaksa berbohong, aku tidak ingin dia mengeluarkan jurus pidato-nya lagi hanya untuk membicarakan kura-kura.

“ oh jadi adikmu suka kura-kura, wah jadi aku bakal dapet temen ngobrol buat saling sharing tentang kura-kura, terus apa dia juga suka bola, dia hobi main piano gak? Adikmu laki-laki atau perempuan sih?”  tanyanya dengan secepat dan sepanjang kereta api.

“ tapi adikku tidak mau punya temen kayak kamu, dia itu orang yang susah didekati” kataku meremehkannya.

“ ah aku jamin adikmu akan menyukaiku, buktinya kamu aja yang cuek banget bisa sedekat ini denganku he he he!!” kata-katanya membuat aku terlonjak, dan baru sadar kalau dari tadi aku terus menemaninya menjelajahi rumahku.

“ aku mau mengerjakan tugas dulu” kataku seraya berjalan meninggalkan yesung yang sedang sibuk memperhatikan kura-kura peliharaanku.

………

Tidak terasa 2 tahun berlalu sejak yesung hadir dalam kehidupanku, sekarang aku sedikit melunak kepadanya. Tapi aku tetap mempertahankan image jutek-ku dihadapannya.

Mungkin yang dulu dikatakan yesung benar, mungkin aku memang berjodoh dengannya. Bagaimana tidak? Sekarang dia satu kampus denganku dan mengambil jurusan yang sama.

“MUSIK” mungkin itulah satu-satunya hal yang dapat menyatukan kami berdua, karena sampai sekarang aku masih merasa benci setiap hal yang ada pada diri yesung kecuali kemampuan bermusiknya.

Ya, seperti sekarang ini.  Sekarang kami berdua tengah melakukan duet dalam acara bazar kampus, jujur kuakui, pada saat yesung bernyanyi semua sifat aslinya seakan hilang dikikis oleh penghayatannya yang dalam.

Orang-orang yang sekarang melihat penampilan yesung pasti tidak akan menyangka bahwa dibalik wajahnya yang cool *ralat: standar lah*itu, tersimpan berjuta sifat dan kelakuan yang sangat aneh.

Prok.. prok.. prok

Suara tepuk tangan yang sangat meriah mengakhiri penampilan kami berdua. Kulihat yesung tersenyum tipis sambil memegang dadanya. Kemudian dia berbalik menatap ke arahku yang sedang memperhatikannya.

Segurat rasa malu menyelubungiku karena telah ketahuan diam-diam mencuri pandang kearahnya. Aku tertunduk dan bersiap kembali ke belakang panggung.

17 januari 2010

Hah, hari itu adalah hari yang sangat membahagiakan untukku, karena apa? Karena tepat pada hari itu donghae kembali menyatakan cinta untuk kedua kalinya untukku.

Ya, dulu sewaktu masih SMA aku dan donghae pernah menjalin hubungan, tapi kandas ditengah jalan akibat tidak adanya restu dari orangtuaku. Tapi sekarang berbeda, keluargaku sudah menerimanya dengan terbuka.

Dan orang yang telah berjasa membuatku dan donghae bersatu kembali adalah yesung. Ya seorang  yesung si penggila bola sekaligus teman lama donghae sewaktu di jepang. Berkat kejadian itu aku dapat lebih terbuka dengan yesung, ya walaupun masih canggung.

Ah rasanya waktu berlalu dengan cepat……

Donghae…..

Sekarang aku dapat merasakan cinta yang sebenarnya ….

Tapi kenapa aku terlambat menyadarinya…..

Air mataku mengalir dengan deras di atas nisan Donghae…

Donghaeku……

Drrttt.. drttt…. hpku bergetar, 1 sms masuk.

From Big Head

“ Moon ah, aku ingin bertemu denganmu”

‘Tumben sms nya sedikit’ batinku

To Big head

“ Males” tulisku singkat.

Drrrttt Drrrt… SMS dari yesung lagi.

“kutunggu di danau” balasnya. Uh sebenarnya yesung itu baca SMS ku gak sih, kebiasaan.

Dengan amat sangat terpaksa kulangkahkan kakiku ke danau kota, tempat yang sama ketika donghae pertama kalinya mengucapakan SARANGHAE kepadaku. Sebenarnya bisa saja kuabaikan pesan yesung tadi, tapi mengingat kejadian yang telah lalu, ketika yesung menungguku walaupun aku tidak datang sehingga membuatnya sakit, kusingkirkan pikiran untuk tidak menemuinya.

Saat aku tiba di danau, yesung tengah duduk di pinggir danau sambil memainkan kura-kuranya. Hei, tapi sekarang dia membawa dua kura-kura. Eh tapi kura-kura yang satu lagi perasaan milikku deh.

“ ada apa?” tanyaku sambil duduk disampingnya.

“…..” yesung tidak menjawab, tumben dia diem.

“ heh kenapa kau sembarangan membawa kura-kura adikku” kataku sambil menatap wajahnya. Astaga wajahnya pucat sekali, pasti dia sudah lama menungguku, ah jangan sampai dia pingsan karena kedinginan lagi seperti waktu itu.

“ bohong” katanya

“ Mwo? Bohong, bohong apa maksudmu?” tanyaku heran.

“ kura-kura ini milikmu bukan milik adikmu” jawabnya.

“ darimana kau tahu, ah sudahlah memang itu milikku. Terus kenapa kau menyuruhku kemari?”

“aku ingin melihat bintang” katanya sambil melepaskan kura-kuranya dan kura-kura ku ke danau.

“ bintang…….. heh kenapa kau melepaskan kura-kura milikku?” tanyaku dengan marah.

“ biarkan mereka lepas, aku ingin mereka merasakan alam bebas” jawabnya datar dan menurutku sangat sangat singkat daripada biasanya.

Entah kenapa, aku merasa malam ini yesung sangat aneh. Memang biasanya dia aneh, tapi ini seperti bukan sifat yesung yang asli.

“yesung kau kenapa, kau aneh sekali, kau sakit?” tanyaku bertubi-tubi padanya.

“ kalau iya bagaimana? aku merasa malam ini sangat dingin sekali” katanya sambil membenarkan mantelnya. Kulihat bibirnya yang tipis bergetar. Sebersit rasa khawatir lewat dihatiku.

Dan entah kenapa, aku merengkuh tubuhnya yang kedinginan. Sepertinya dia kaget melihat aksiku. Hah biarlah, aku tidak ingin melihatnya mati kedinginan.

Sudah hampir jam 12 malam tapi yesung enggan beranjak dari tempat ini.

“ Moon-ah apa kau percaya takdir” tanya yesung yang membuatku terkesiap.

“ ah.. mengapa kau tanya hal itu. Tentu saja kau percaya!!” kataku.

“ berarti kau percaya bahwa kematian donghae adalah takdir” tanyanya kemudian.

“ ada apa denganmu? Tentu saja itu kematian adalah takdir” jawabku.

“ apakah kau akan memaafkanku” katanya.

“ maksudmu”

“ hoaammm.. sepertinya aku mulai mengantuk. Moon-ah ayo kita lomba mnghitung bintang-bintang  yang ada dilangit?” tantangnya

“ kamu itu ada-ada aja, mana bisa bintang dihitung?” kataku

“ah sudahlah, yang sudah selesai mengitung bintang duluan itu juaranya. Siap… 1.. 2… 3..!” katanya tidak menghiraukan ucapanku. Dan dengan refleks aku turut menghitung bintang.

Tidak berapa lama kemudian yesung jatuh kedalam pelukanku dengan tertidur. Ah dia kalah, masa lomba baru dimulai dia sudah tidur lagi.

Kupandangi setiap lekuk wajahnya, dari bibirnya terlukis segurat senyum yang kini sangat kurindukan……………

Aku merindukan waktu disaat kau berada disampingku

Aku rindu setiap tingkah laku mu yang menyebalkan itu

Aku rindu ocehanmu yang tidak bisa berhenti selama 2 jam

Aku rindu disaat kau mengikutiku kemanapun aku pergi

Aku rindu….

Rindu…..

Rindu disaat kau mencintaiku.

Pada akhirnya inilah kisah cintaku……….

Selamat jalan yesung, aku tau kau tak bisa mendengarkanku. Kini kau telah berada di tempat yang sangat jauh… jauh sekali..

Maaf aku tidak bisa menyelesaikan perlombaan, aku tidak bisa menghitung semua bintang yang ada dilangit, itu semua karena jantung mu.

Karena jantung mu yang sudah rusak itu, kenapa kau tidak bilang bahwa selama ini aku mengidap penyakit jantung.

Kau bilang kau mengantuk, ya kau tertidur. tapi kau tidak pernah bangun kembali… tidur mu sangat pulas sampai tidak bangun kembali….

Aku lelah…..

Sepertinya aku juga ingin tidur….

Finish


1 Response to “TIME ~ Part 2 End”


  1. April 16, 2011 at 10:55 am

    Huaaa Yesung~nya mati?? Omoo huaaaaa xDD #readers gaje xD


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

August 2010
M T W T F S S
    Sep »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: