14
Sep
10

Lonely Brother

Title: Lonely Brother

Author: Pea

Genre: Friendship, Family

Cast:

v  Lee TaeMin

v  Lee JinKi

v  Kang Yong Soo (it’s me) ha ha ha Cuma jd cameo

v  Choi Siwon (cameo juga)

Length: Oneshot

Summary: Taemin dibenci oleh Appanya sendiri karena telah membuat eommanya meninggal, sementara Jinki, kakak kandung taemin, hanya bisa diam melihat adiknya diperlakukan tidak adil. Apakah yang akan jinki lakukan untuk menebus kesalahannya?

P.s: kemungkian alur ceritanya akan terlalu cepat, terus juga nama Onew dicampur sama nama Jinki he he he jadi kalau gak suka jangan baca, OK!!!

Image and video hosting by TinyPic

Taemin tersadar dari dunia mimpi tepat pada saat sinar matahari pagi yang menyilaukan menyapa matanya. Dia sedikit mengucek-ucek matanya, lalu kembali menutupi tubuhnya dengan selimut. Kemudian seorang yeoja membuka pintu kamarnya dan menyibakkan selimut taemin lalu mengguncang-guncang badannya pelan.

“Taemin, ini sudah jam 8. Memangnya kamu tidak berangkat ke sekolah?”  “mmmmm..mmmmm…sialan..lawan… berani..” Taemin mengigau tidak jelas.

“ taemin, bangun dong… kamu udah terlambat” kata yeoja itu lagi, taemin melemparkan bantal yang ia pakai untuk tidur ke arah yeoja itu. Untungnya, sang yeoja itu sangat gesit, sehingga sang bantal *jiahh*.. mendarat mulus di lantai.

“ huhhhh… berisik banget sih…. pergi” taemin kembali menutupi tubuhnya dengan selimut.

“ dasar anak ini, baru tahu rasa dia kalo sudah mendapat jurus andalanku, jurus nyamuk menendang  komodo“ gerutu yeoja itu sambil bersiap mengambil ancang-ancang  untuk mengeluarkan jurus mautnya. Tapi sebelum itu terjadi, datanglah seorang malaikat penyelamat Taemin dari yeoja itu…. dan malaikat itu adalah Shin ahjumma, ketua pelayan di rumah taemin.

“ Nona , apakah nona sudah berhasil membangunkan tuan muda?” tanyan pelayan itu.

“ ohh.. ehhh… belum , tapi pasti sebentar lagi dia akan bangun… he he he”  jawab yeoja itu salah tingkah karena ketahuan hampir meninju muka Taemin. Setelah shin ahjumma keluar, yeoja itu kembali melancarkan aksinya.

“Taemin, kalau kau tidak bangun juga, akan kubuka rahasia besar-mu kepada Onew Oppa” bisiknya di telinga Taemin yang berhasil membuat taemin langsung bangun dari tempat tidurnya.

“ jangannnnnnn…… “ teriak  taemin sampai-sampai membuat kaca-kaca dirumahnya pecah dan tanpa disiadari Es di kutub utara juga telah mencair gara-gara Global warming *beneran lebay gw*.

“ Ha ha ha…. mudah banget yah ternyata ngerjain kamu.. ha ha ha ekspresi kamu tuh lucu banget tau?” Yeoja itu terbahak-bahak sambil memegangi perutnya yang sakit karena telalu banyak tertawa.

“ Kang Yong Soo…… dasar yeoja sialan… kamu pikir itu lucu”  taemin memarahi yeoja yang bernama Kang Yong Soo itu sambil berkejar-kejaran.

“ ya, bukannya kau menyambut Noonamu yang cantik ini dengan senyum manis. Ini malah, menindasku.. hosh.. hosh..” Yong Soo berhenti berlari sambil terengah-engah, kemudian duduk di sofa dengan posisi terlentang. Taemin duduk disebelah Yong Soo.

“ haaa… buat apa aku menyambutmu, seorang yeoja usil tidak perlu disambut. Lagipula siapa suruh

Untuk membocorkan RAHASIA-ku kepada Jin Ki”  kata Taemin dengan emosi.

“ Ckckck… Taemin.. Taemin.. sudah 2 tahun aku tinggal di Indonesia. Tapi kau masih saja tidak berubah, Onew oppa itu hyungmu,  seharusnya kau itu memanggilnya… gini nih: Onew Hyung, apa kabar?” Yong Soo memperagakan cara menyapa yang baik sambil senyum-senyum.

“ha ha…” taemin tertawa hambar

“Loh kok malah ketawa sih, jinki oppa baru aja pulang dari studinya, seharusnya kamu menyambutnya dengan hangat?” Yong Soo memandang Taemin heran.

“buat apa coba aku menyapa seorang pangeran. Dia sudah banyak disapa orang…” Taemin kemudian beranjak dari Sofa menuju kamar mandi. Sementara Yong Soo memandang taemin prihatin.

Setengah jam kemudian taemin keluar dari kamarnya dengan pakaian seragam.

Dia menampakkan muka Cueknya pada saat melewati ruang makan.

“ Taemin, Appa mau bicara” kata seorang lelaki paruh baya yang merupakan Appa taemin, mendengar suara Appanya, taemin berhenti dan menoleh.

“ Apa?”  tanya taemin dengan enggan berjalan menuju meja makan.

“ kau ini tidak sopan, sudah terlambat sekolah. Sekarang, Yong Soo dan jinki juga tak kau anggap!” Appa taemin memarahinya.

“ ah.. sudahlah appa, aku sedang tidak mood untuk bertengkar sekarang, lagipula aku sudah telambat!!!” jawab taemin dengan nada datar sambil berjalan meninggalkan ruang makan. Sementara kakak taemin, JinKi menatapnya dengan sendu.

“ Sudahlah jangan pedulikan anak pembawa sial itu, appa berangkat dulu ke kantor!! Kata Appa Taemin dan Jinki lalu beranjak dari tempat duduknya.

“ Yong Soo, sampai kapan Taemin akan membenciku” kata JinKi setelah  appanya pergi.

“ taemin tidak pernah membencimu Oppa dia hanya…” kata-kata yong soo terhenti

“hanya apa?” tanya onew penasaran.

“mmm hanya Ta.. taemin sensitive” kata yong soo gugup

“ oh itu”

‘huh hampir saja aku membocorkan rahasia taemin’ batin yong soo.

…………….

“ Taemin.. taemin… tunggu?” ujar seorang yeoja imut bernama Choi Soo Ae sambil berlari-lari kecil mengejar Taemin di parkiran sekolah.

“ Ada apa sih, tumben baik sama aku?” kata taemin judes

“ Aishh ini anak, ehm.. ngomong-ngomong Jinki oppa sudah pulang dari Indonesia ya?” kata Soo Ae malu-malu.

‘Tuh kan dia jadi baik gini pasti ada maunya’ umpat taemin dalam hati.

“ Au ah Gelap” kata Taemin sambil menaiki motornya, kemudian dia melajukannya dengan kencang di jalanan kota Seoul.

Mendengar jawaban Taemin yang sangat menyebalkan itu, Soo Ae langsung memaki-maki taemin, walaupun Taemin sudah tidak ada didepannya.

………………

Ckittttttt……………….

Tiba-tiba taemin menghentikan laju motornya ketika melihat seorang Namja yang dikenalnya sedang dipukuli beberapa orang preman. Dan namja itu adalah kakak kandung Taemin yaitu Lee Jin Ki.

“ Jin Ki, kenapa dia dipukuli?” gumam Taemin sambil turun dari motornya dan segera berlari ke arah Jinki yang sudah babak belur dipukuli beberapa preman.

“ Heh kalian beraninya main keroyokan, hadapi aku kalau berani” tantang taemin sambil menampakkan muka angkuhnya.

Sementara para preman yang berjumlah 4 orang itu menghempaskan tubuh Jinki hingga terjerembab. Kemudian mereka memandang taemin dengan sinis.

“ Hei, liat ada anak kecil nyasar” kata salah seorang preman itu. Lalu mereka tertawa terbahak-bahak.

Mendengar ejekan para Preman itu hati Taemin semakin panas. Kemudian dia bergerak memukuli  4 orang preman itu hanya dalam waktu sekejap.

Sementara itu Onew masih  tergeletak pingsan tak berdaya dengan luka memar di sekujur tubuhnya.

“jin ki, bangun.. heh cepat bangun…” kata Taemin sambil menenpuk-nepuk pipi Jinki untuk menyadarkannya. Tapi Jinki tidak kunjung sadar, dan dengan sangat terpaksa taemin menggendong tubuh Jinki dan membawanya ke rumah sakit.

“ aduh berat banget sih, huh mana mau aku menggendong orang seberat kau kalau tidak mengingat kau adalah hyungku, lagian kenapa coba kamu bisa dipukuli preman ” taemin berbicara kepada jin ki yang masih pingsan.

@ Hospital

Sesaat kemudian jinki menggerak-gerakan jarinya dan mulai membuka mata.

“Arghhhh” disaat bersamaan tiba-tiba taemin merasakan sakit yang luar biasa.

“ arghhh kenapa penyakit sialan ini datang lagi” katanya sambil berjalan keluar kamar rawat jinki

Jinki yang sudah sadar sepenuhnya menyadari kepergian taemin, dia segera bangun dari ranjangnya. Jinki yang masih memakai infus dengan perlahan-lahan mengikuti kemana taemin pergi.

Sementara itu taemin semakin merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya. Dia segera mempercepat langkahnya, kemudian masuk ke sebuah ruangan bertuliskan ‘Dr. Choi Siwon’ di pintunya.

Seorang dokter muda terkaget begitu melihat taemin masuk keruangannya dan langsung terjatuh pingsan didalam pelukkan dokter itu, yang tidak lain adalah dr. Siwon.

“ taemin bangunlah” kata dr. siwon sambil menepuk-nepuk pipi taemin. Kemudian  Dr. Siwon melihat Jinki mematung di depan ruangan itu setelah melihat dongsaengnya tiba-tiba pingsan.

“ Lee JinKi” kata dr. Siwon kaget.

“ Taemin kenapa?” Jinki terlihat sangat cemas.

………………

Lee Jinki POV

Sekarang aku sedang ada di tempat yang sangat berkenang bagiku, aku sedang ada di kamar eomma. semenjak eomma meninggal, appa tidak ingin tidur lagi disini. Karena menurutnya terlalu banyak kenangan yang tersimpan di kamar ini yang bila terus diingat malah membuat sakit.

Kujelajahi kamar ini, tidak ada yang berubah. Semuanya masih terawat karena appa berpesan kepada para pelayan bahwa kamar ini harus tetap terjaga. Kubaringkan tubuhku di atas ranjang, tempat eomma dulu mendongengkan cerita sebelum tidur untukku.

Tiba-tiba kau teringat kejadian kemarin, ketika taemin tiba-tiba pingsan di ruangan dokter siwon, dokter pribadi keluargaku.

Flashback

“ ada apa dengan taemin?” tanyaku kepada dr. Siwon, setelah dia memeriksa taemin.

“ um… di.. dia hanya kelelahan” jawab dr. Siwon.

“ apakah dokter yakin, aku merasa dokter menyembunyikan sesuatu dariku. Dokter tolonglah jujur padaku?” tanyaku memastikan.

“ hmmm baiklah, sebenarnya taemin melarangku untuk menceritakan tentang keadaanya pada siapapun, apalagi kau. Tapi aku rasa, kau harus tau semuanya karena kau adalah hyungnya!” dokter siwon menghela nafas panjang. Aku sedikit deg-degan mendengar apa yang akan dikatakannya nanti, jangan-jangan………

“ taemin mengidap penyakit leukimia stadium akhir” katanya tegas.

“ Mwo…” seketika tubuhku terasa lemas…

“Se.. sejak kapan?” bibirku bergetar

“dua tahun lalu”.

Flasback end

“ Eomma apa yang bisa kulakukan untuk menolong taemin, eomma bantu aku. Aku tidak kuat menerima kenyataan ini, aku takut.. aku takut aku akan kehilangan orang yang aku cintai untuk kedua kalinya” kataku sambil menangis.

Setelah cukup puas berada di kamar eomma, kuputuskan untuk mengajak kang yong soo berjalan-jalan. Tapi ketika aku akan membuka pintu kamar, kurasakan kakiku menginjak sesuatu, setelah dilihat, ternyata yang kuinjak adalah sebuah buku.

Kuambil buku itu, Untuk sejenak aku tidak terlalu tertarik pada buku itu, tapi hei, setelah aku melihat covernya yang bertuliskan ‘TAEMIN NOTES’ , batinku tergelitik untuk melihat apa yang ada didalamnya. Ternyata ini adalah buku diary taemin.

Musim gugur.. ah aku tidak suka musim gugur …. aku tidak suka ketika dedaunan yang menguning berjatuhan mengenai kepalaku.. aku tidak suka melihat pohon kehilangan bagian tubuhnya.. aku tidak suka melihat dia berjalan di sore hari sambil menikmati musim kesukaannya… aku tidak suka musim gugur…  karena pada saat musim gugur Eomma  juga meninggalkanku seperti dedaunan ini yang menghujani tubuhku ini……

kemudian kubuka halaman selanjutnya………………….

Hei, eomma lihat aku….. aku bisa bermain piano sekarang, ah aku ingin menjadi seorang pianis seperti eomma dulu.. aku ingin menjadi pianis termahir di seluruh dunia. Apakah eomma mendengar suara dentingan piano yang kumainkan?… ah tentu iya kan. Aku berjanji akan memainkan lagu ini pada saat ulang tahun Onew hyung besok… semoga onew hyung suka!!! ^_^

Aku tersenyum kecil….

Eomma.. sepertinya akuharus masih banyak belajar bermain piano… atau aku memang tidak berbakat menjadi seorang pianis.. Appa tidak mengijinkanku bermain piano di ulang tahun onew hyung, bahkan aku tidak boleh keluar kamar selama pesta berlangsung…appa memarahiku dan mengatakan bahwa aku anak sial,  memangnya kenapa aku anak sial dan kenapa tidak boleh ikut merayakan ulang tahun hyungku sendiri??…

Tanpa terasa bulir-bulir air mata membasahi pipiku, pikiranku melayang pada 3 tahun yang lalu..

Flashback…

Taemin menghampiriku sambil tergopoh-gopoh..

“ Onew Hyung aku tidak terlambat kan…?” katanya… wajah taemin begitu lusuh dengan seragam sekolah yang masih menempel dibadannya.

“ Huh aku kira kau kenapa-napa? Pesta baru saja akan dimulai, eh tapi kenapa wajah dan bajumu kotor begitu?” tanyaku pada taemin.

“ emmmm tidak kok…” jawabnya dengan gugup.

“ oh” kataku singkat

Setelah itu terdengar suara panggilan MC yang memanggil namaku agar segera menaiki podium untuk meniup lilin ulang tahun.

“ ahhh hyung cepat naik, aku akan memberikan kado special untukmu!!” katanya bersemangat.

Kuturuti kata-kata Taemin,  kulihat Appa, kang yong soo, dan beberapa saudara dekatku menungguku di podium dengan posisi mengelilingi kue ulang tahunku. Tapi Eomma tidak ada disana, Andai eomma masih ada, pasti sekarang dia akan memeluk dan mencium keningku , sambil membisikan kalimat selamat ulang tahun dengan suara lembutnya.

“ Ayo onew buatlah suatu permintaan dan setelah itu tiup lilinnya” kata Appa sambil tersenyum.

Kupejamkan mataku dan membuat suatu permintaan.

“ aku ingin Eomma bahagia diatas sana” itulah permintaanku.

Sebelum aku meniup lilin ulang tahunku, terdengar sebuah lagu dari dentingan piano dari seberang kolam. Lagu ini adalah yang lagu yang sering eomma mainkan untukku. Kunikmati alunan lembut suara yang sudah sangat ku kenal. Ya.. taemin kembali menghidupkan sosok eomma di dalam dirinya dengan menyanyikan lagu itu kembali.

Tapi, kemudian dentingan piano itu terhenti di tengah-tengah lagu. Kulihat appa menyeret taemin masuk ke dalam rumah, karena jarakku dengan posisi taemin yang jauh, aku tidak bisa mendengar apa yang Appa katakan.. yang jelas raut muka appa penuh dengan kemarahan.

Flasback end.

…………………………..

Tangisku semakin menjadi-jadi… mianhe taemin .. aku bukanlah seorang hyung yang baik.. aku tidak pernah mengerti perasaanmu.. bahkan pada saat kau di sia-siakan oleh appa, aku hanya diam tidak peduli.

Lalu Kubuka lagi halaman selanjutnya..

Sakit………………..

Hanya sebuah kata itu yang tertulis di halaman ini, tapi tunggu ada beberapa bercak merah disini, Apa ini darah? lalu kubuka lagi halaman-halaman selanjutnya. Tapi semuanya kosong tidak ada goresan tinta sedikit pun.

Brakkkkkk……

Tiba-tiba pintu kamar  ini terbuka… kulihat taemin berada di depan pintu sambil memegangi hidungnya, tapi.. hei hidungnya berdarah. Kusembunyikan buku diary taemin di belakang punggungku dan Segera kuhampiri dia.

“ Taemin, ada apa denganmu?” tanyaku khawatir

“ ke.. kenapa kau disini?” tanyanya kembali.

“ a.. aku sedang mencari barangku yang hilang” jawabku bohong.

Taemin tidak menjawab, dia langsung berbalik menaiki tangga ke kamarnya.

“ Taemin .. hei.. taemin tunggu dulu, kamu kenapa?” kataku sambil berlari mengejar taemin. Tapi taemin malah semakin mempercepat langkahnya, kemudian masuk ke kamar dan menutup pintu dengan keras.

“ Taemin boleh aku masuk?” kataku setelah sampai di depan kamar taemin.

Tidak ada jawaban, sunyi. Kucoba untuk membuka pintu kamar taemin, loh ternyata tidak dikunci.

Kamar Taemin begitu berantakan, baju-baju tergeletak begitu saja di lantai tanpa dimasukkan ke lemari.ya sejak dulu Taemin melarang siapapun untuk masuk ke kamarnya, kecuali kang yong soo.

“ Taemin” kupanggil dia sekali lagi, tapi tetap tidak ada jawaban. Kudengar suara shower di kamar mandi taemin, pasti dia sedang mandi.

Kulihat pintu kamar mandinya terbuka, dan aku langsung terbelalak kaget ketika menyadari taemin sedang tergelak tidak berdaya di kamar mandi dengan darah yang sudah bercampur air di sekelilingnya.

Aku sangat panik, Taemin. Pasti karena penyakitnya.

Segera kutelpon ambulance, appa terheran-heran melihatku yang panik setengah mati setelah menelepon rumah sakit.

“ Jinki, kau kenapa?” Appa menyimpan kopinya di meja.

“ a.. a.. Appa.. taemin pingsan!!” jawabku panik

“Kenapa? Anak berandal itu bisa pingsan juga?” responnya datar.

“ Appa itu anak kandung Appa, kenapa Appa tidak memperdulikan taemin. Apakah respon Appa akan sama ketika aku yang pingsan?” kataku sedikit emosi.

“ Jinki apa yang kau…” kata-kata apa terhenti ketika terdengar sirine ambulance, taemin diangkat ke dalam mobil. Appa terlihat sangat kaget ketika melihat taemin yang berlumuran darah.

Aku tidak perduli dengan reaksi appa, yang jelas saat ini aku sangat cemas dengan keadaan taemin.

Sudah 3 hari sejak taemin pingsan , dia tidak membuka matanya, dongsaengku koma. Dr. Siwon mengatakan kalau penyakitnya semakin parah,dan kemungkinan kesempatan hidupnya juga sedikit.

Hari ini seperti biasa, aku menemani taemin di ruang tempatnya dirawat. Taemin belum menunjukan tanda-tanda akan sadar. Aku sudah putus asa. Tapi tiba-tiba kulihat jari-jarinya perlahan bergerak. Taemin membuka matanya, taemin sadar.

Sejak taemin tersadar dari koma-nya, sikapnya perlahan-lahan mulai berubah. dia tidak lagi se ketus dulu, dia mulai menganggapku ada.

dan viola, apa yang aku impi-impikan selama ini akhirnya terwujud, taemin mengajakku jalan-jalan ke lotte world. sebuah keajaiban bukan. selama seharian kami berdua mencoba semua permainan yang ada disana.

sampai kulihat taemin begitu kelelahan, dia memintaku untuk pulang. ditengah perjalanan pulang dia memberhentikan mobil.

” Ahjussi, stop disini” katanya pada Shin ahjussi yang menyetir mobil.

” taemin?” kataku dengan ekspressi bertanya.

” tapi tuan?” kata shin ahjussi

” Jinki, aku ingin pulang berjalan kaki dari sini” katanya

” baiklah, kau ini aneh sekali”

Aku dan taemin keluar mobil, udara malam yang dingin menyambut kami berdua. taemin menggosok-gosokkan tangannya, heuh pasti dia kedinginan. siapa suruh pulang jalan kaki? tapi aku kasian padanya, pasti dia belum sembuh benar.

“ Naik” kataku

“ Apa katamu?” temin membelalakan matanya

“ Naik, aku akan menggendongmu!!” ujarku sambil menepuk-nepuk punggung.

“ jangan berbuat yang tidak-tidak, itu sangat memalukan” sanggahnya.

“ selama ini aku belum pernah menggendong adikku sendiri, terus aku juga ingin membalas hutangku kepadamu!!” kataku dengan nada memaksa

“ hah memangnya kau punya hutang apa kepadaku?” katanya lagi

“ aduh banyak nanya banget sih, kamu inget kan waktu aku dipukuli preman, terus kamu gendong aku sampe rumah sakit!!!” aku tersenyum jahil.

“ kok kamu tau sih, jangan-jangan waktu itu kamu gak pingsan!!” katanya

“ ah sudahlah, sekarang kamu naik?” kataku lagi

“ hei, tapi ini memalukan sekali”  tolak taemin.

“ ya sudah kalau kamu tidak mau, ini kesempatan langka loh!!!” ancamku, diapun naik kepunggungku dengan enggan.

“Hyung..” ucap taemin pelan

“ Mwo… apa katamu, apa aku tidak salah dengar?” ujarku tidak percaya. Akhirnya setelah tujuh tahun yang lalu, taemin kembali memanggiku HYUNG.

“ Memangnya apa kataku?” katanya balik bertanya.

“ Aishh anak ini, sudahlah mengaku saja. Tadi kau memanggiku hyung kan?” kataku sambil tersenyum sumringah.

“ iya.. iya… Onew Hyung!!” katanya

“ Nah gitu dong, itu namanya dongsaeng yang baik”

“ Hyung boleh aku meminta sesuatu! Tanya taemin

“ tentu saja boleh, memang kau mau apa?” jawabku

“ aku ingin hyung bernyanyi untukku” permintaan itulah yang meluncur dari mulut taemin dan membuatku mengerutkan kening.

“ apa, bernyanyi. Tapi kau tau sendiri kan kalau aku tidak pandai bernyanyi!?”

“sudahlah hyung. Turuti saja permintaanku, selama ini kan aku tidak pernah meminta apa-apa padamu. Kau tidak sayang padaku yah?” tanyanya.

“hah terserahlah. Tapi jangan tertawa yah jika suaraku fals, kau mau kunyanyikan lagu apa” aku menyerah.

“ nah gitu dong. Itu baru hyung yang baik, mmm lagu yang sering eomma nyanyikan dulu. Hyung hafal kan?” tanyanya.

“baiklah” kuhembuskan nafas dalam-dalam dan….

‘………’  aku mulai bernanyi.

“Hyung Saranghae” kata Taemin, kemudian kepalanya terjatuh ke pundakku, hah pasti dia tertidur.

Akhirnya sampai juga kerumah.

“ taemin, taemin bangun ,kita sudah sampai” Taemin tetap terlelap digendonganku. Pasti dia lelah sekali setelah seharian menemaniku bermain di Lotte world.

“ taemin, bangun dong. Berat nih, atau kalau kau tidak bangun, nanti kau kujatuhkan loh?” kataku dengan nada mengancam. Tapi dia tetap tidak bergeming, aduh kok perasaanku jadi tidak enak gini ya. Masa sih dia tidur sampe segitunya.

Kuputuskan untuk menggendong taemin sampai ke kamarnya. Kubaringkan dia dengan perlahan-lahan, ya ampun wajahnya pucat sekali, apa dia sakit lagi?

“ Taemin” kupegang tangannya, astaga dingin sekali. kucoba untuk berpikiran positive. Mungkin saja dia kedinginan karena memang ini sedang musim dingin. Tapi ah, kenapa aku tidak mendengar suara hembusan nafasnya.

Kupegang pergelangan tangannya tepatnya nadinya yang dingin itu,  tidak ada detak jantung.

Tanpa kusadari air mataku jatuh, tuhan ada apa dengan dongsaengku.

…………………………

Daun-daun yang berwarna kemerahan berjatuhan mengenai kepalaku yang sedang tertunduk disamping gundukan tanah tempat dongsaengku tidur.

Ya taemin sedang tidur, tapi dia tidak akan pernah bangun kembali. Dia tertidur selamanya….

Angin berhembus, membuat dedaunan yang sudah tua ini kembali berjatuhan mengenaiku. Sama seperti diriku ya diibaratkan sebuah pohon yang ditinggalkan oleh bagian tubuhnya yaitu daun. Dan bila diibaratkan daun itu adalah taemin, karena taemin adalah bagian dari tubuhku. Separuh dari nyawaku, kini apakah aku harus melanjutkan hidupku bila separuh nyawaku pergi?

Sepasang tangan mungil merengkuhku dan menyadarkanku dari lamunan bodoh ini.

“ Jinki, sudahlah. Taemin pasti akan merasa sedih bila melihatmu seperti ini, dia pasti tidak akan tenang dalam istiratnya yang panjang itu bila kau terus menangisi kepergiannya. Kumohon berhentilah bersedih” kang yong soo mempererat pelukannya dan kurasakan tetesan air matanya jatuh mengenai tanganku.

“ Ha ha ha, aku menangis bukan karena kepergiannya. Tapi aku menangis karena kebodohanku” kataku sambil tertawa dipaksakan. Kang yong soo melepaskan pelukannya dan menatapku heran.

“aku nbodoh sekali. aku adalah seorang hyung yang gagal untuk taemin, aku tidak bisa melakukan apa-apa. Aku hanya bisa diam, taemin pasti tidak akan memaafkan kesalahanku” kataku lagi sambil tetap berusaha tertawa.

“Jinki ada apa denganmu? Ayo kita pulang, appa mu sudah menunggu” jawabnya sambil berusaha membopongku meninggalkan tempat peristirahatan taemin.

Kulihat sebuah mobil sedan hitam sedang menungguku diluar area pemakaman, kalian pasti bisa menebak siapa pemilik mobil itu? Disana duduk seorang lelaki paruh baya dengan gurat keangkuhan di wajahnya, dia sedikit melirik ke arahku ketika aku telah duduk disampingnya.

“ Apa kau sudah puas?” teriakku pada lelaki itu yang tidak lain adalah appaku sendiri. Dia tetap tidak bergeming mendengar teriakanku.

“ kau sudah puas hah,  Apa balas dendammu sudah terbalaskan, kau senang karena akhirnya anak kandungmu yang pembawa sial itu sudah  mati hah…. jawab aku?” kataku dengan emosi yang tidak terkendalikan.

Yong soo dan Paman Shin berusaha menenangkanku, tapi aku tidak memperdulikan mereka. Kupegang kerah baju Appa, tapi dia tetap diam.

setelah cukup bosan menunggu reaksi Appa, akhirnya kulepaskan cengkramanku darinya.

Kulirik Appa sekali lagi, dan apa yang kulihat? Setetes air mata jatuh dari balik kaca matanya.

Taemin apa kau melihatnya? Sekarang Appa menangisi kepergianmu.

Fin

Peas Note: hai readers *melambaikan tangan ala miss universe* ho ho, kalau kalian udah baca dan suka, pea mohon kesediaannya untuk meluangkan waktu, mengetik beberapa rangkai kata untuk mengkritik, membashing, menyukai, mensarankan sesuatu, atau apalah untuk FF saia diatas.

Kamsahamnida

-_^


16 Responses to “Lonely Brother”


  1. 1 DLkanginoppa
    September 17, 2010 at 4:20 pm

    Hiks2.. Ni ff sedih bgt.. Lain kali buat ff sedih lgi y.. Untk menghbr hti q.. Hiks2 di terakhir2 q nangis bcanya, bnr2 sedih..

  2. 6 Kha
    September 20, 2010 at 1:04 pm

    Peaaa,.. Umur kmu brp sih??? Ffnya bagus,. mski emang alurnya emang cepet bgt,.. Tp kena ke hati (?) n sukses bikin air mataku keluar,..
    Bikin yg bnyk yaaa,.. Trutama ttg anak2 ss ^^

  3. 7 pea
    September 21, 2010 at 8:07 am

    umurku 15, emang kenapa kha?…. makasi ya udah suka… he he kecepetan yaaa…. oke aku bikin yang lebih banyak kalo udah dapet ide bagus….tenang anak SS pasti dibanyakin… jangan lupa comment lagi ya….

  4. 8 Kha
    September 22, 2010 at 1:03 am

    Enggak,.. Cm mw tny aja,.. Hehee

    Hmmmm aq seneng deh Anak2 rmaja skrng pd kreatif yah, bnyk imajinasinya🙂

  5. 9 aniie
    December 28, 2010 at 5:50 pm

    anyeong pea..
    salam knal y…
    waw..
    ff’a bkin aku trharu..
    hhaahaa..
    ayo pea lanjutkan ff”mu..
    aku snang bca’a…
    hheehhee
    prbanyk cats’a onew,jung min

  6. April 19, 2011 at 12:25 pm

    DIBUNUH! TAEMINNYA DIBUNUH *nari tor2* ehehe, maaf. tapi daebakk!! saya suka angst–> alesan saya nari tor2. XDD

    hiks. saya jadi ngerasa punya kesamaan hobby sama kamu, Pea. sama2 suka nyiksa si Taem. I’m a sadist like that ^^ Feelnya dapet~ saya pengen ikutan nangis ma Jinki ;____; tapi saya suka endingnya~😀

    leukemi ya… hm, susah. mana uda stadium akhir. Siwon kok ga bilang Jinki sih?? Jangan mau disuruh2 taemin dong! kasian Jinkinya kan?? aaaaah ;____;

    GREAT FF!! -off to read some FF again tomorrow- XDD

  7. 12 anemia
    August 10, 2013 at 2:22 pm

    taemin bikin nangis aja………. hiks T.T
    thor……… ini epep keren banget, ternyata onew ama taem jadi brother in silent ya……

    request yg kayak ginian lagi ya thor ^^ tapi please taemnya jangan koit……….
    berkarya terus ya thor🙂

  8. March 19, 2014 at 7:45 pm

    Awesome blog! Is your theme custom made or did you download it from somewhere?

    A theme like yours with a ffew simple adjustements would really make my blog jump
    out. Pleazse let me know where yoou got your theme. Appreciate it

  9. March 22, 2014 at 9:15 pm

    Hello suplerb website! Does running a blog similar to this requir a lot of work?
    I have no knowledge of proggramming but I had been holing
    to start my own blog soon. Anyway, if you have any ideas or tkps for neew blog owners please share.

    I know this is off topic nevertheless I simply had to ask.

    Thanks!

  10. March 24, 2014 at 1:17 am

    Thanks to my father wwho shared with me about this website, this blog is iin fact
    remarkable.

  11. 16 tatta
    May 9, 2014 at 10:34 am

    cuma setetes doang air mata sang appa buat taemin,pengennya ada bagian si appa menyesal,tapi ya sudahlah,ini lumayan kok🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

September 2010
M T W T F S S
« Aug   Oct »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: