25
Nov
10

Never Again

Title: Never Again

Casts:

  • Super Junior Ryeowook
  • T-Ara Park Jiyeon
  • SHINee Lee Taemin

Genre: Romance

Length: Oneshot

Never Again

Why didn’t you tell me that there was someone else by your side
Even though it’d hurt me so much I’d want to die

Kulirik jam dinding besar ala Eropa yang berdiri tegak disamping meja nomor 12 yang sedang kududuki ini, menunggu seseorang yang sangat berarti.  Sudah dua jam yang lalu aku berada disini, di sebuah restoran yang sangat berarti tentunya. Karena ditempat ini, pertama kalinya aku mengungkapkan perasaanku kepada orang yang sedang kutunggu saat ini.

Flashback

“jadi apa yang mau Oppa katakan?” tanya seorang yeoja cantik yang tengah duduk manis didepanku.

Dilihat dari raut wajahnya dia sepertinya sangat penasaran sekali, tapi ah, apakah aku harus mengatakannya. Apa reaksinya bila aku mengatakan perasaanku ini? apa yang terjadi bila aku menyatakan bahwa aku menyukainya?

Aku takut persahabatan yang telah kubangun bersamanya selama 5 tahun ini hancur begitu saja hanya karena satu kalimat yang keluar dari mulutku. Aplagi aku sudah menganggap dia sebagai dongsaengku sendiri, begitu pun sebaliknya. Tapi, aku tidak mungkin memendam perasaan ini terus.

“A..a..a..aku..” tanganku berkeringat, hanya untuk mengatakan sebaris kalimat’itu’ saja sangat susah. Untuk sesaat aku ingin mengurungkan niatku. Tapi gejolak perasaan yang tidak bisa diredam ini sepertinya mulai membuncah.

“I think i love you, so,  would you to be my girfriend?” ucapku jelas dan cepat.

Aku menutup kedua mataku saat mengatakannya, takut sesuatu yang tidak kuinginkan terjadi. Lagipula pernyataan cinta apa yang kuucapkan tadi? Tidak ada romantisnya sama sekali. malah terkesan agak aneh untuk sebuah pernyataan cinta. Tapi biarlah, yang penting sekarang bagaimana reaksi Ji Yeon.

Keadaan menjadi hening, tidak ada yang mengeluarkan satu patah katapun sejak aku menutup mataku.

Yeoja yang kuceritakan adalah Park Ji Yeon, temanku dari lima tahun yang lalu. Tepatnya setelah aku pindah ke rumah baruku di Seoul ini, Ji yeon adalah orang yang pertama kali menjadi temanku. Walaupun usia kami terpaut empat tahun lebih. Jadi jiyeon sudah kuanggap sebagai dongsaengku sendiri.

Aku sangat menyayanginya, namun aku mulai merasa bahwa rasa sayangku ini bukanlah rasa sayang seorang sahabat biasa. Aku merasa telah jatuh cinta kepada Jiyeon,aku berusaha mati-matian menyembunyikan perasaanku ini. tapi melihat jiyeon bersama namja lain, hatiku merasa panas. Aku hanya ingin jiyeon bersamaku, bukan dengan orang lain.

“ Oppa, open your eyes!!” ucap jiyeon lembut.

Aku membuka mataku perlahan, menangkap sosok jiyeon dengan senyum tipis dari bibir merahnya.kutatap sosoknya lekat, tidak ada raut wajah kecewa ataupun kaget. Syukurlah, tapi eh..  Perlahan jiyeon menggenggam tanganku dengan lembut.

“Oppa boleh aku menjawab permintaanmu tadi?”

“course” jawabku singkat.

“Yes, i’m your girlfriend from Now..”

“Mwo?” ujarku tidak percaya.

Seucap kata yang meluncur mulus dari mulut Jiyeon itu membuatku ternganga lebar, tidak percaya. Apa katanya tadi?

Sekarang aku adalah kekasih Jiyeon, dan jiyeon adalah milikku. Aku tidak akan cemburu lagi bila jiyeon dengan namja lain karena sekarang jiyeon adalah milikku.

Flashback end

‘Drrrrt….Drrrrt…Drrrrttt..’ suara sekaligus getaran yang berasal dari Handphone yang ada dicelanaku berhasil membuyarkanku dari lamunan masa-masa yang paling indah dalam hidupku. Kulihat keluar jendela restoran, diluar sedang hujan, tapi jiyeon belum juga datang kemari?

From> Sweet Jie

Oppa, mianhe. Pasti oppa sudah menunggu lama. Aku sangat menyesal, tapi aku tidak bisa datang kesana. Lain kali saja ya oppa, aku janji.

Your Jie

Ternyata SMS dari jiyeon. Hah, sudah ketiga kalinya dia tidak bisa menepati janji. Padahal aku sudah mempersiapkan makan siang special untuknya. Tapi tidak apa-apalah, mungkin dia sedang sibuk!

Ada sedikit perasaan kecewa pada saat kulangkahkan kakikku keluar restoran, aku merasa akhir-akhir ini jiyeon sudah tidak memperhatikanku lagi. Atau apa dia sudah bosan denganku? Bagaimana kalau iya.

Rintik-rintik hujan yang turun dari langit menyambut permukaan kulitku, aku berlari-lari kecil ke arah taksi yang sudah menunggu di pinggir jalan. Huh seandainya saja tadi aku menurut perkataan umma yang menyuruhku diantar oleh supir saja, tapi aku terlalu keras kepala untuk menuruti kata-kata umma.

Dan sekarang beginilah jadinya, aku harus pulang naik taksi dengan perasaan hampa dan badan yang menggigil kedinginan. Aku menyenderkan kepalaku ke jok taksi dengan malas, lalu kemudian beralih memandang ke luar jendela mobil yang kacanya sudah dipenuhi oleh aliran air hujan yang semakin deras.

Tapi tiba-tiba aku tersentak kaget, diluar sana seorang yeoja, tepatnya  yeojachinguku, Park Jiyeon sedang berdiri didepan sebuah toko buku. Aku sedikit mengucek-ucek mataku, lalu kemudian segera tersadar bahwa itu memang benar-benar jiyeon dan segera menyuruh supir taksi untuk berhenti.

Dengan sedikit tergesa-gesa aku keluar dari taksi, memayungi kepalaku agar tidak terkena hujan dengan tangan, yah setidaknya lebih baik dan aku mulai berlari menembus hujan yang semakin mengganas, senyum terkembang menghiasi wajahku ketika jiyeon melihat kearahaku, sepertinya…

Aku berharap jiyeon sadar akan keberadaanku, tapi sepertinya harapanku tidak terjadi. Jiyeon malah mengalihkan pandangannya yang semula ke arah depan menjadi kearah samping. Aku menghentikan langkahku, dan bisa kulihat dengan jelas.

Seorang namja berjalan ke arah jiyeon dan melepaskan senyumnya, begitupun sebaliknya jiyeon balas tersenyum hangat ke arah namja itu, aku tahu namja itu. Dia Lee Taemin, rumahnya ada di sebelah kiri rumah jiyeon. Well, walaupun aku tidak begitu mengenalnya, tapi aku cukup mengenal wajahnya.

Tapi, untuk apa taemin bersama jiyeon. Apa jiyeon mengenal taemin? Tapi selama ini jiyeon tidak pernah menceritakan apa-apa tentang taemin, bahkan tidak menyinggung sedikitpun tentang dia.

Taemin merentangkan tangannya, dan jiyeon menyambut rentangan tangan itu dengan pelukan erat. Tanpa sadar tetes demi tetes air mataku mengalir, mengikuti aliran tetesan hujan yang terus menjatuhi wajah dan tubuhku. Hatiku panas sekali.

Taemin kemudian menciumi pipi dan kening jiyeon dengan mesra, bahkan aku pun yang mungkin pacar sahnya jiyeon tidak pernah melakukan itu. dadaku makin terasa sesak, aku tidak bisa membiarkan mataku ini melihat pemandangan yang menjijikan itu lagi.

Dengan tidak menunggu lama, aku segera berlari cepat ke arah mereka. Melepaskan tinjuan kerasku ke wajah dan perut namja perebut yeojaku. Dia tidak boleh menyentuh bahkan seinci pun badan yeojahinguku. Teriakan histeris dari suara jiyeon mengiringi tinjuanku yang semakin tak terkendali. Beberapa orang mulai berdatangan , berkerumun dan memisahkan kami berdua.

Tapi rupanya tenagaku sedang berpihak, karena semakin lama nafsu dan energiku semakin bertambah. Satu kali, dua kali, tiga kali, dan sudah tidak terhitung aku memukul ataupun menendang seluruh tubuh namja berengsek itu.

‘Plakkkk’ tiba-tiba sebuah tamparan keras menghentikanku, Taemin jatuh lemas ke tanah.

“Kau….” jiyeon berdiri di hadapanku dengan berurai air mata dan menunjukku dengan marah.

“apa kau sudah puas hah, sudah puas sekarang? Sadar,, setan apa yang merasuki tubuhmu hingga jadi begini. Kau lihat dia, taemin sekarang terluka gara-gara ulahmu, kau telah melakukan sebuah kesalahan yang besar. Dan aku tidak akan memaafkanmu !!??” jieyon mengatur nafasnya sebentar, lalu berbalik dan segera membopong taemin bersama yang lain ke dalam mobil.

“Jiyeon” bisikku lirih, bahkan dia tidak memanggilku ‘oppa’.

I was the one being in the way, standing between you and him
Honestly, I think I did the right thing letting you go
But it’s still hurting deep inside

Aku memandang keluar jendela kamarku, diluar sedang hujan deras seperti hari-hari sebelumnya….

Angin berhembus cukup keras, masuk ke dalam kamarku. Untuk beberapa saat aku merasa kedinginan, tapi tidak sedingin hatiku sekarang. Kuarasa hatiku telah mati rasa, sekarang aku tidak dapat mempercayai siapapun lagi. Semuanya bullshit, semuanya adalah kebohongan. Tidak ada satupun di dunia ini yang benar.

Dan sekarang aku percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang namanya cinta, yang ada hanya sebuah sandiwara murahan yang telah dibuat skenarionya oleh tuhan.

‘Tok.tok..tok’ terdengar pintu kamar diketuk, pasti ibuku lagi.

“Wookie, sampai kapan kamu akan terus mengurung dirimu terus, ini sudah hari kedua sejak kamu mengunci diri di kamar, dan kamu belum makan sedikitpun!!!” eomma berkata dengan nada yang cemas.

Tapi aku tahu, kecemasan eomma itu adalah kebohongan. Dia hanya ingin dianggap sebagai ibu yang baik dan perhatian olehku dan semua orang. Padalah sebenarnya tidak, perhatian, kasih sayang, dan cinta-nya kepadaku hanya topeng untuk menutupi keburukan hatinya.

“Pergi..” teriakku kasar.

“Sayang, kenapa kau jadi begini, ada apa sebenarnya? Apa terjadi sesuatu? Ceritakan kepada eomma, nak !!! hiksss” terdengar isakan keras dari balik pintu kamarku.

Damn. Jangan pernah menangis didepanku. Aku tidak suka suara isakan, aku tidak suka linangan air mata, aku tidak suka pandangan memelas, karena nyatanya semua itu adalah palsu.

“Hentikan..” kataku, mendengar suara tangisan eomma belum berhenti.

Aku melemparkan barang-barang yang ada di kamar, apa saja…

Gelas, lampu tidur, jam weker, bantal, handphone, bahkan laptop pun ikut ku lempar. Aku tidak butuh semua itu, hatiku sakit.. sangat sakit…. Ji Yeon apakah aku merasakan perasaanku sekarang? Apakah kau tahu rasa sakit?  Jika kau tahu, kenapa kau menyakitiku begitu dalam.. dalam.

Aku memegang dadaku yang terasa amat sakit.

Flashback

“Mianhe….” ucap jiyeon pelan.

“….” aku tidak mengeluarkan satu patah kata pun.

“Oppa, mianhe. Aku tidak bermaksud menyakitimu.. aku.. aku hanya tidak tahu harus berbuat apa. Aku terjebak dalam sebuah situasi sulit, sebenarnya aku ingin jujur. Tapi.. aku tidak bisa…!!” jiyeon meminta maaf kepadaku dan mulai mengalirkan cairan-cairan bening dari matanya.

“Wae…”

“Mwo..”

“Kenapa kau melakukan semua ini padaku. Apa aku telah berbuat salah kepadamu, jiyeon? Aku tidak menyangka bahwa kebaikan dan cinta yang selama ini kau berikan kepadaku hanya bohong belaka!?” ucapku lirih.

“A..aku tidak bermaksud begitu oppa” balasnya sambil  terisak keras.

Jiyeon bercerita padaku semuanya, semua kebohongan yang selama ini berada di sekelilingku.

Eomma meminta Jiyeon agar dia menjadi yeojachinguku, tentu bukan tanpa alasan.  Eomma sudah menangkap sinyal-sinyal cinta yang kuberikan pada jiyeon, Awalnya jiyeon menolak permintaan eomma, tapi karena eomma bercerita bahwa aku punya penyakit jantung yang sewaktu-waktu bisa kambuh,  jiyeon pun tidak kuasa menolak permintaan eomma.

Walaupun sebenarnya Jiyeon sudah mempunyai namjachingu, yaitu Taemin. Namun dia tetap merelakan hatinya demi kebahagianku.

Kenapa? Kenapa jiyeon melakukan semua itu. dia tidak tahu bahwa kenyataan bahwa dia hanya berpura-pura menyakitiku lebih menyakitkan, daripada dia bilang sejujurnya bahwa dia tidak mencintaiku, dan menolak pernyataan cintaku waktu itu.

Kalau saja waktu dulu dia tidak menerima pernyataan cintaku, mungkin semuanya tidak akan sesakit ini.

I don’t wanna love again
Baby I don’t wanna love again, I don’t want it to find me once more
I don’t wanna love again
Baby I know I’m being too selfish wanting someone like you, yeah

Aku tidak ingin mencintai lagi, aku tidak ingin melihatmu lagi, aku ingin pergi, menghilang tak berbekas. Aku tahu? Aku tidak akan pernah menemukan yeoja sepertimu lagi, walaupun ada. Tetap saja, kau tidak akan pernah tergantikan……

Aku membuka tirai jendela kamar, cahaya terang dari luar masuk,  berpendar ke seluruh ruangan kamarku yang sudah seperti kapal pecah. Untuk beberapa lama aku menyipitkan mataku yang silau melihat keluar jendela.

Aku memandang kosong ke taman yang berada tepat di depan kamarku. Tiba-tiba aku menangkap siluet seseorang yang berjalan di  luar pagar rumahku.

Itu Jiyeon, dia berjalan sambil bergandengan tangan mesra dengan seorang namja, Taemin.

Jiyeon..Apakah dia tidak memikirkan perasaanku? Baru saja beberapa hari dia lepas dari genggamanku, kini dia telah asyik berduaan dengan namja lain.

The last words I want to say to you, Always come out differently than I plan
You were my everything
But your cruelty devastated me, You were everything to me
So your cold eyes tear me apart

Aku tidak pernah menyangka bahwa semuanya akan seperti ini, tadinya aku pikir hidupku akan baik-baik saja. Menikah dengan Jiyeon, lalu hidup bahagia selamanya seperti yang ada di dongeng-dongeng.

Ternyata itu semua hanya tinggal mimpi, jiyeon yang semula adalah segalanya bagiku, kini dia telah terkubur dalam-dalam di dasar hatiku.

………..

Kujejakkan kedua kakikku ini keatas hamparan pasir putih, semilir angin menggoyangkan poni rambutku yang tipis.

Aku menghirup udara dalam-dalam, lalu menghembuskannya kembali.

Aku memandang laut biru yang kini membentang dihadapanku, merasakan aroma laut yang memberikan kedamaian. Disana, ombak-ombak saling berkejaran, menghantarkan sejumlah air yang mendarat dikakiku yang sekarang sudah berada di bibir pantai.

Laut, aku sangat menyukainya.

Laut adalah tempat yang paling kusukai, laut memberiku kedamaian.

Aku berjalan perlahan, menjejakan kakiku di pasir yang terasa lembut, aku memandang laut yang membentang di hadapanku lagi.

Dan dalam detik itu juga aku telah memutusakan sesuatu.

Baby I don’t wanna love again

I don’t wanna love again

I was a fool for not leaving before, yeah
I’ll erase all or your memories, yeah all at once

Aku rasa aku adalah manusia yang sangat bodoh karena tidak meninggalkanmu sebelumnya, yeah……

Aku akan menghapus semua memoriku tentang dirimu, semuanya..

Selamat tinggal cintaku

Aku janji aku tidak akan pernah mencintai lagi…

Aku tidak ingin merasakan sakit lagi

Tidak akan lagi…

NEVER AGAIN…..

FIN

 

Epilog

Wookie sudah bershabat sama jiyeon selama lima tahun, dan selama itu dia merasa telah jatuh cinta ama jiyeon. Tapi jiyeon terlihat tidak merespons perasaan ryeowook, bahkan dia sama sekali tidak mempunyai perasaan khusus kepada ryeowook.

Ryeowook di vonis menderita penyakit jantung ketika berumur 17 tahun, selain itu dia juga menderita semacam gangguan psikologis akibat perceraian kedua orang tuanya, itulah sebabnya dia sering bertingkah aneh dan tidak dapat mengendalikan diri.

Oleh karena itu, ibu ryeowook sangat antusias ketika mendengar anaknya menyukai seorang yeoja, apalagi yeoja itu adalah Jiyeon. Ia berharap dengan adanya Jiyeon di samping Ryeowook, akan membuat semangat hidup dan kebahagiaan ryeowook kembali.

Dan semua kebohongan itupun dimulai, ibu ryeowook meminta jiyeon agar menerima dan menjadi pacar ryeowook. Dengan sangat berat hati akhirnya jiyeon menyetujui permintaan ibu ryeowook dengan alasan agar Ryeowook bahagia.

Walaupun sebenarnya saat itu dia mempunyai namjachingu, yaitu tetangga jiyeon sendiri, Lee Taemin. Taemin yang memang baik hati itu pun merelakan jiyeon menjadi milik orang lain. Tapi jiyeon tetap ingin mempertahankan hubungannya dengan taemin.

Dan jadilah Jiyeon melakukan hubungan secara tersembunyi dibelakang Ryewook, tapi akhirnya semua kebohongan itu diketahui juga oleh Ryeowook. Ryeowook sangat Frustasi dan kecewa dengan semua kebohongan yang selama ini dilakukan oleh Jiyeon.

Dia sakit hati melihat kenyataan bahwa jiyeon sebenarnya tidak mencintainya dengan tulus, jiyeon terpaksa. dia kecewa pada ibunya yang semena-mena memperlakukan dirinya bagai seorang anak kecil yang gampang dibohongi, Ryeowook membenci Taemin yang rela memberikan Jiyeon, kekasih Taemin untuk menjadi pacarnya.

Ryeowook menenangkan dirinya dengan pergi ke pantai, tempat Favoritnya. Siapa sangka tempat kesukaanya itu malah menjadi media ryeowook untuk menghilangkan semua sakit dan beban yang selama ini memenuhi pikirannya.

Ryeowook menenggelamkan dirinya di air laut, dan akhirnya ditemukan meninggal beberapa jam kemudian oleh ibu ryeowook, Jiyeon, dan taemin yang sedang mencarinya.

Dia melakukan itu karena Dia tidak ingin lagi mengenal yang namanya cinta.

He Don’t Wanna Love again, and never again.


6 Responses to “Never Again”


  1. 1 kikotter0907
    November 27, 2010 at 4:46 am

    ya ampun ga nyangka wookie nya meninggal😦
    kirain cuma bilang gitu aja, mksudnya ga ngapa-ngapain gitu, lah ga taunya malah bunuh diri😦
    hehehe

  2. April 16, 2011 at 10:29 am

    Kasian wookie Oppa😦

  3. 6 Alin
    January 25, 2012 at 1:14 pm

    Annyeonghaseyo!
    Aq reader br d’sni. Hehe. .
    Waaahh. . . Ceritany sedih jg, tp keren chingu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

November 2010
M T W T F S S
« Oct   Dec »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: