11
Dec
10

I Can’t Be Yours (Part 1_2)

Author: Me (Minsaeng)

Genre: Melow Drama, Family

Cast : – Jung Min (SS501)

– GyuRi (KARA)

– SooHyun (U-Kiss)

– JaeKyung (Rainbow)

– SooMi (Co:Ed)

– JungShin (C.N. Blue)

– KiBum (U-Kiss)

– Park Bom <as BoMi> (2NE1)

Length : Chaptered / Series Fic

Rating : T

Read this too: Part 1_1

Part 1 : Autumn

Chapter : 2

JungMin POV

Kau sungguh membuatku bingung hari ini nunna. Apakah kau memikirkan kejadian itu lagi? Chebhal nunna , lupakan saja. Aku tau aku sangat bodoh saat itu, maafkan aku. Sebenarnya smpai skarang, akupun tak mengerti mengapa aku bisa melakukan itu semua. Tapi mungkin semua itu karna aku terlalu bdoh, karna cintaku yang terlalu besar  untuk SooMi. Cinta yang telah membutakanku, membutakan akal sehatku. Juga hampir saja merenggut nyawaku.

Aku dan GyuRi berdiam cukup lama.  Sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu, namun aku tak tau apa. Aku hanya takut GyuRi memikirkan kejadian’ itu lagi. Tapi tanpa terasa aku dan GyuRi sudah menyusuri jalan dengan diam seribu bahasa. Dan tepat di ujung jalan ini ada supermarket langganan kami. Kami semua memang terbiasa membeli kebutuhan rumah kami bersama disini. Jadi kuputuskan untuk membeli sedikit cemilan.

“Nunna bolehkan aku membeli sedikit cemilan?”

“Tentu..”

GyuRi terlihat sedikit terkejut dengan omonganku. Dia terlihat sedikit linglung. Huuhh , kini aku yakin dia memikirkan hal itu lagi. Tapi apa yang bisa aku lakukan??

GyuRi POV

Pikiranku jadi sangat kacau skarang. Entah kenapa, aneh rasanya. Bingung, khawatir, dan sedikit merasa bersalah untuk mengungkit hal itu lagi. Pasti JungMin juga khawatir denganku, dia menunduk saja sedari tadi. Suaranya juga datar sekali.. Huhh mengapa musim gugur ini jadi suram??

<Di sisi lain…>

SooHyun POV

Dehidrasi benar-benar menyerangku. Aku lupa membawa air minum tadi. Haah, untunglah aku sudah sampai di sini, sejuk, dan banyak air… hahaha.. Ya inilah tanda-tanda kegilaanku, aku sering bicara sendiri, tersenyum pada kaca. Huft jinjja michigetta..

Seperti orang linglung, aku memutar bola mataku untuk menangkap semuanya di dpan mataku. Sepertinya supermarket ini terasa berbeda, tapi apa?? Akupun tak mengerti di mana perbedaannya, tapi yang jelas sekarang tepat di depan mataku ada rak minuman yang penuh minuman dingin. Akupun langsung melangkah cepat ke arah sana.

Tapi tiba-tiba aku mendengar suara JungMin dari belakangku. Dan aku tak berhalusinasi karena dehidrasi, it benar-benar dia dan GyuRi. Tapi  Spertinya JungMin akan menabrakku sekarang dengan troleynya, namun aku tak bergeser, aku benar-benar linglung.

“Hyung.. Awas….”

Lalu aku mendengar suara decitan, dan semuanya jadi gelap..

**Di Mobil**

“Aigoo… Nan jinjja phabo.. Nunna.. ini pasti gara-gara aku.. SooHyun hyung..”

“Aniyo.. Jangan kuatir, dia cuman pingsan. Mungkin tadi dia belum sarapan.”

“Hahhhh nunna, tetap saja aku merasa bersalah.. mungkin tadi aku mengejutkannya.. Jadi dia tiba-tiba pingsan.”

“Haduuh JungMin diamlah.. dia cuman pingsan..”

“Ye,ye,ye..! Hajiman nunna…..”

“Sssshhttt…”

“Nunna..” tiba-tiba SooHyun bangun sambil memegang kepalanya.

“Ne, SooHyun-shi. Neon gwaenchana??”

“Ye, nunna nan gwaenchana..”

“Huft… Hyung mian.. Ini salahku.”

“Ani, aku memang lupa sarapan tadi jadi begini. Bukan salahmu..”

Jung Min POV

SooHyun hyung, aku benar-benar merasa bersalah.. Mianeyo..Duh.. JungMin lagi-lagi kau ceroboh, phabo,phabo.. Untunglah SooHyun gk sampe hrus msuk UGD (O_o???). Tapi tetap saja kecerobohanku lagi-lagi menyusahkan orang lain. JungMin-ah kapan kau ‘kan dewasa..?? Tapi tadi sebenarnya aku hampir saja menabrak SooHyun tapi untunglah kaki panjangku bisa mengerem troley tsb tepat pada waktunya. Nyaris…

SooHyun POV

Malunya aku sekarang.. Kenapa aku bisa selemah itu. Bukankah tadi aku sudah minum segelas susu? Kenapa bisa pingsan segala?? Di supermarket lagi.. Memalukan.. Hagh sudahlah nasi sudah jadi lontong, tak ada gunanya aku menggerutu. Tapi tetap saja itu memalukan, aku ini kan seorang namja.

Tiba-tiba aku menyadari sesuatu. Entah kenapa, di hari yang cerah ini, atmosfernya aneh sekali di sini.. JungMin terlihat ceria tapi sepertinya ada sesuatu di balik senyumnya. Sedangkan GyuRi, wajahnya biasa saja. Tapi saat mereka berdua mengira aku sedang tidak melihat mereka, sepertinya ekspresinya berubah menjadi sangat tegang. Aneh sekali.. Apa terjadi sesuatu yang tak kuketahui tadi? Huh, entahlah, mungkin hanya perasaanku saja.

“SooHyun-ah, kau belum sarapan kan? Kau mau makan apa?”

“Hugh?? Aku juga tidak tau..”

“Hyung bagaimana kalau kita pergi makan rammyun saja?”

“Ok.. ide bagus..”

“Nunna, kau mau ikut??”

“Hhhmm aku tidak berminat. Kalian pergi saja”

“Tapi, masa kami tinggal kau sendirian di sini?”

“Ahh, begini saja, kau temani aku makan dulu. Nunna, kau jalan’ saja dulu, mungkin kau mau ke salon? Nanti stelah selesai baru aku dan JungMin yang menjemputmu, baru kita lanjutkan belanjanya. Bagaimana??”

“Choa.. Aku sepertinya sudah lama tidak ke salon.” GyuRi memang sudah lama tidak ke salon, jadi dia terlihat sangat senang.

“Baiklah, sudah lama sepertinya aku tidak berdiskusi dengan dongsaengku yang satu ini..”

“Hyung.. diskusi apa?”

“Sudahlah.. ayo ikut… Nunna Anniyong…” tiba-tiba aku langsung bersemangat dan menggandeng JungMin yang masih sibuk da-da-da-da pada GyuRi.

GyuRi POV

Baguslah, sekarang aku bisa sedikit santai. Aku melangkah dengan semangat menuju salon kecantikan yang hanya 2 blok dari sini. Sesampainya di sanaaku memilih untuk facial dan mengecat ulang rambutku. Aku langsung memilih kursi paling ujung. Sambil menunggu dilayani, aku melihat-lihat majalah di depanku.

“Hagh? Bukankah ini SooMi?”

“Iya, dia benar-benar cantik, pasangannya juga. Sungguh serasi.” Tiba-tiba seorang pegawai salon sudah di sebelahku dan berbicara padaku tanpa kusadari. Apakah hari ini bisa lebih buruk lagi? SooMi, lagi-lagi SooMi…

**Di kedai Rammyun**

SooHyun POV

Haaahh aku lapar sekali, tapi aku berusha menikmati mi ramenku dengan perlahan. Karna aku merasa sepertinya sudah sangat lama aku tak menghabiskan wkatu bersama JungMin. Dulu saat aku dan JungMin masih kecil, kmi sangat kompak. Dulu kami sangat sering pergi memancing bersama atau ke taman untuk menangkap capung saat kecil. Ahh..tapi kenapa sekarang smuanya terasa sangat cepat, JungMin dan aku sudah 20-an. Sebenarnya aku sangat merindukan saat-saat itu, tapi seiring bertambahnya umur kami, sepertinya semua itu smakin berkurang.

Ya sudahlah, lagipula JungMin sekarang ada di sampingku, Bukankah sudah cukup dekat?? Bolehkah aku memeluknya sekali?? Aghh phabo..pzt memalukan disini banyak orang. Tapi kenyataannya aku sudah lupa kapan terakhir aku berpelukan dengan JungMin, GyuRi juga Appa. Atau mungkin aku bisa mencubit pipinya saja sekarang?

“Awwwhh? Hyung.. Apa apaan ini??”

“Kau sangat tembem, apa aku tidak boleh mencubit pipimu?”

“Hagh?? Benarkah?? Aku gendut sekarang?? Serius hyung?”

“Hahahaha tidak.. Kau terlihat lucu saat menyeruput mi jadi aku ingin mencubit pipimu.. Hahaha..”

“Sshhtt Hyung.. disini banyak orang..” entah kenapa pipi JungMin jadi merah. Apa karna cubitanku/ karena dia malu/ mungkin dia marah…??

“Ne,ne,ne.. Mian..”Apa melakukan kesalahan?? Aku hanya..ehm..hanya.. Hanya rindu padamu JungMin. Kenapa kau jadi begini? Bukankah kita dulu kompak?? Kenapa sekarang kau lebih dekat dengan GyuRi? Bagaimana dengan aku?? JungMin-ah aku kesepian..

JungMin POV

Halah.. apa yang baru kau lakukan hyung?? Disini kan banyak orang.. Aku malu. Tapi dia tidak salah sih.. Salahnya ada padaku kenapa aku jadi jaim begini? Memang sejujurnya aku senang dicubit oleh SooHyun. Tandanya dia masih peduli denganku, dia masih mau bermain denganku. Setelah skian lama dia sibuk dengan kuliahnya, aku pikir dia sudah tidak mau dekat-dekat denganku lagi. Tapi aku salah, dia masih menyayangiku. Gomawo, hyung.. Maaf juga, tadi aku terlalu ketus. Tapi sungguh tadi aku cuman malu dan terkejut. Mian..

Aku benar-benar merasa bersalah sekarang, SooHyun jadi manyun sekarang, sepertinya dia kecewa dengan tindakan ku tadi. JungMin-ah kau harus memperbaikinya.. Tapi bgaimana?? Haruskah aku mencubit pipinya juga, dan memperlihatkan sedikit aegyo di depannya? Mungkin..

“Yaa.. SooHyun hyung…..” aku berlari kecil menghampiri SooHyun yang ud jalan lumayan jauh. Saat di sampingnya, walau canggung rasanya, aku langsung mencubit pipinya jga..

“Hyung….. kau juga sangat lucu kalau begitu… pipimu merah…. Hahahaha.. “ aku berteriak dari  jauh. Aku melihat SooHyun hyung tersenyum lalu berlari mengejarku. Haghhhhh inilah saat‘ yang kurindukan.

SooHyun POV

“JungMin-ah…. awas kau…..” Aku berlari mengejar  JungMin yang sedang menertawaiku. Hatiku sekarang lega, dia belum berubah, dia tetap JungMin yang dulu.

“Aku tidak takut…” Terselip senyum jahil di akhir kalimatnya. Sungguh, dialah adikku Park Jung Min.

Huft.. Akhirnya aku dan JungMin puas saling mengejar. Aku sungguh bersyukur hari ini bisa mengulang saat-saat bermainku dengan JungMin.

“JungMin-ah, bagaimana kalau kita makan es krim?”

“ Mau mau.. Ide bagus. Di depan ada toko es krim kok. Kaja…”

JungMin POV

SooHyun hyung, U’re the best.. Hahhhh.. aku senang bisa menjadi anak kecil lagi hari ini. Mungkin tadi itu tralu kekanak-kanakkan, tapi inilah kami… Dan untunglah rencanaku tadi berhasil. Perfect…

Sambil menikmati es krim aku dan SooHyun jalan-jalan dari 1 toko ke toko lainnya. Toko sepatu, jam, baju, buku, permen, pernak pernik semuanya kita jelajahi. Dan sepertinya ini tampak seperti shopping bulanan, kami jadi membeli banyak barang. SooHyun membeli beberapa T-shirt, sneakers hitam, dan aksesori rambut untuk GyuRi. Sedangkan aku juga membeli T-shirt, jam tangan, keperluan alat tulis ku dan juga album terbaru SS501 dan U-Kiss. Sudah 2 jam berjalan, nyaris saja kami melupakan GyuRi. Pergi menjemput GyuRi.. Kaja..

GyuRi POV

“Haah.. pergi ke mana JungMin dan SooHyun?? Apa mereka melupakanku?? Huh menyedihkan” aku bergumam pada diriku sendiri, karna rambutku sudah selesai, tapi mereka belum datang  juga. Sepertinya mereka benar-benar lupa. Tapi untunglah dugaanku salah.

“Nunna.. aku datang”

“Hei.. Kalian akhirnya datang. Kenapa belanjaan kalian bnyak sekali??”

“Ya, begitulah.. Musim ini benar-benar bnyak barang menarik. Lagipula aku sudah menabung akhir’ ini. Jadi aku bisa membeli barang’ yang aku mau.” SooHyun tiba-tiba menjawab panjang lebar, yah, memang terkadang dia sedikit bawel seperti JungMin.

“Oh, apa ada sesuatu untukku?”

“Ada, aku membeli bbrapa aksesori rambut untukmu. Ini..” SooHyun memberikan sbuah kantong pink pada ku. Isinya?? Bando coklat, biru, hitam dan sebuah sisir.

“Bagus, aku suka… Gomawo SooHyun-shi.. Dan kau JungMin?”

“Ehhmm.. mian.. aku tidak membelikanmu apa-apa. Aku hanya membawa sedikit uang hari ini jadi.. Mian.. J” karna merasa bersalah JungMin menambahkan senyum aegyo nya pada ku, benar-benar senjata maut…

“Hahaha.. gwaenchana..Ayo kita pulang…”

“Hei… nunna, pemotretannya.!!” Tiba-tiba JungMin berseru pada ku.

“Oh iya.. untunglah kau mengingatkanku. SooHyun kau pulang saja dulu, aku dan JungMin mau ke butik.”

“Perlu aku antar? Sepertinya kalian buru-buru. ”

“Baiklah, ide bagus”

#Di Butik#

JungMin POV

Sebenarnya aku sedikit nervous tentang pemotretan ini. Hehehe.. tapi aku sangat penasaran bgaimana rasanya menjadi seorang model, jadi aku berusaha PEDE hari ini. Aku juga bersemangat karna ini pengalaman baru bagiku, dan tampaknya semua orang mendukungku.. J

Butik GyuRi berkembang cukup pesat, kini ia sudah punya 4 cabang dan juga sbuah toko online. Ya, aku tidak heran, nonna memang pekerja keras juga mencintai fashion. Aku juga tertarik pada bisnis GyuRi, tapi aku merasa belum siap. Bisa-bisa aku malah mengacaukannya…

Sekarang aku sdang duduk, atau lebih tepatnya aku sedang dirias. Aku sangat risih dengan lampu di meja rias ini, bedak, lipstick dan semuanya. Tapi aku menurut saja, kata GyuRi aku harus memakainya agar tidak terlihat pucat di kamera.

GyuRi duduk di sampingku, ia terus memperhatikan riasan di wajah dan rambutku. Aku menunggu dan menunggu, tapi hasilnya?? Aku tampak seperti badut, benar-benar aneh. Tanpa aba-aba ku GyuRi langsung ambil alih. GyuRi menyapukan semuanya dengan sangat tipis. Haghh ini lebih baik…

GyuRi POV

Aigoo, hari ini benar-benar melelahkan. JungMin sedang menjalani pemotretannya. Aku menatap wajahnya lekat’, Sungguh aku tidak pernah menyadari JungMin begitu dewasa dan tampan sekarang. Aku benar-benar bersyukur mempunyai adik seperti dia, juga SooHyun.. Sepertinya belum lama aku melamun, tiba-tiba ringtone Love Ya dari handphone ku berbunyi.

~SMS dari SooHyun~

Nunna.. Apa kalian akan pulang malam dan makan di luar ? Sebaiknya tidak.. Aku memasak sesuatu untuk kalian di rumah. Cepatlah pulang ! Akan ku tunggu…

Adikmu,

SooHyun ^_^

SooHyun memasak untuk kami?? Hahaha sudah jarang terjadi sepertinya. Masakannya memang enak, diantara kami dialah yang paling pintar memasak. Aku juga bisa, tapi tidak sebaik dia. Entah dari mana dia mempelajari rahasia-rahasia dapur, tapi yang pasti menurutku masakannya paling Daebak …!!

~ Reply GyuRi~

Baiklah tunggu kami.. Teruslah memasak, perutku masih benar-benar kosong..

GyuRi  ^^

JungMin POV

Aigoo.. Haaahhh.. Aku tak menyangka pemotretan saja bisa menghabiskan waktu selama ini. Tapi mungkin itu semua juga karna diriku sendiri, sebagai pemula, sepertinya aku terlalu kaku.

Setelah pemotretan aku langsung meminta Co-di disampingku untuk menghapus make-up ku, make- up benar-benar membuatku risih. Dan untunglah menghapusnya 2x lebih cepat daripada tadi saat memakainya. Langsung aku mengambil bajuku yang tadi dan mengggantinya di kamar mandi. Cuci muka pasti lebih segar pikirku. Jadi tanpa pikir panjang, aku langsung membasuh wajahku dengan air dari  wastafel yang dingin. Wajahku yang tadinya lengket sudah bersih sekarang. Senangnya… hahaha..

Dari ruang Co-Di aku melangkah keluar menuju ke ruangan GyuRi. Ia sedang duduk di depan laptopnya, tanpakanya ia sedang mengedit foto-fotoku tadi. Aku menutup matanya..

“Hey, tebak”

“JungMin…” GyuRi menjawab pelan.

“Hah.. kau tau.”

Tiba-tiba ia menggenggam tanganku erat, lalu memperhatikannya dengan tliti.

“Sepertinya tanganmu pucat sekali.. Apa kau sakit?”

“Ehm tidak, aku baik-baik saja”

“Tanganmu juga dingin sekali..” GyuRi berkata seraya menempelkan telapak tanganku di pipinya.

“Aku kan baru cuci tangan. Mungkin hanya perasaanmu saja.” Aku langsung menarik tanganku, aku tak mau GyuRi menduga-duga lebih dalam lagi.

“Tapi mana mungkin sedari tadi tanganmu masih dingin? ACnya tidak menyala dan juga ini bukan musim dingin.  Lebih baik kita periksa ke dokter saja, siapa tau kau sakit..”

“Shiro, nan gwaenchana.. Gokjjonghajimaseyo nunna..Aku sangat sehat, lihat..”

Aku langsung melompat-lompat untuk meyakinkan nunna aku baik-baik saja. Ia memang orang yang sering khawatir, tapi dia tidak salah, aku memang sering membuatnya khawatir.

SooHyun POV

“Huft.. sepi sekali di rumah.. Lama sekali mereka.. Bisa-bisa sayur ini dingin semua..” aku mulai resah dan bergumam pada diriku sendiri. Apa jangan-jangan mereka makan di luar?

“SooHyun kami pulang..”

“Ne..”

“Hyung kau masak apa hari ini?”

“Sup rumput laut , telur gulung, ikan..”

“Haahh Choa.. choa..” JungMin berseru kegirangan.

“Mokja, mokja..”

Untunglah mereka masih menyukai masakanku. Sudah lama aku tidak memasak untuk mereka, jadi aku merasa senang melihat mereka kenyang makan makananku.. Hemhh.. aku bersyukur atas musim gugur tahun ini…

########################


7 Responses to “I Can’t Be Yours (Part 1_2)”


  1. 1 pea
    December 11, 2010 at 10:18 am

    ha ha ha soohyun..soohyun..nasi itu berubah jadi bubur, bukan jadi lontong..ngakak pas bagian itu say…kkkkk

  2. 2 minsaeng
    December 11, 2010 at 10:25 am

    Hahaha.. bis bosen klo bubur mlu jd dganti lontong deh..
    Thanks Pea ud bca..😀

  3. 3 kikotter0907
    December 12, 2010 at 5:40 am

    haha..lucu lihat bagiannya gyuri sewaktu dia terlihat sgt senang pas diajak ke salon.
    hahahaha, lanjuut2 ya🙂 minsaeng!! aku panggilnya gmna ya?

    pea maaf blum bsa posting2 dulu, cz masih uas. mngkin mnggu depan bru bsa posting lgi hehehe
    mianhae😦

  4. 4 minsaeng
    January 14, 2011 at 1:18 pm

    Gpp panggil’a minsaeng az. Thanks suport’a y unni..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

December 2010
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: