18
Jan
11

[Oneshot] You’re My Dog

Title: You’re My Dog

Cast:

  • Choi Minho
  • Shin Soo Jung [OC]

Rating: PG-15

Genre: Romance, a little bit comedy

Length: Oneshot

Backrground Song: JYJ – Be My Girl, SNSD – Boys ang Girls, G.Na Ft. Rain – If You Want a Lover

“cih, wanita rendahan sepertimu tidak pantas untuk seorang pangeran sepertiku. Apa kau tidak sadar hah? Sudah miskin, jelek pula….”  kata seorang pria dengan pakaian kebesarannya, pakaian ala seorang pangeran. Wanita yang ada dihadapannya menunduk mendengar hal itu.

“Aku tidak menyangka pangeran akan berkata seperti itu, walaupun aku ini miskin dan jelek, tapi aku masih punya harga diri, pangeran!”

“huh, kau masih mengaku mempunyai harga diri, sementara barusan kau dengan tidak tahu malunya menyatakan cinta kepadaku. Hah, apa itu yang dinamakan masih mempunyai harga diri..ckckck!?”

pria yang dipanggil pangeran itu lalu berlalu sambil berjalan diiringi oleh para pengawalnya, berjalan angkuh, menganggap orang lain dengan rendah. Sementara wanita yang baru saja ditinggalkannya menatap kepergian pria itu dengan geram, matanya dipenuhi dengan emosi yang membara.

“Pangeran, suatu saat nanti kau akan menyesal telah berkata seperti tiu terhadapku!!” ucapnya pelan, hampir menyerupai sebuah bisikkan.

Dan wanita itu tidak tahu bahwa memang suatu saat nanti, kata-kata yang telah dia ucapkan sesaat yang lalu, akan menjadi sebuah bencana bagi sang pangeran yang telah mencapakkan dirinya.

Seoul, 17 Januari 2011-01-17

 

“Mianhe Soo Jung-ah, tapi kau bukan tipe-ku, sekali lagi mianhe..”  Kiseop membungkukan badannya ke arah yeoja didepannya yang bernama Soo Jung.

“gwenchana, kau tidak perlu merasa bersalah begitu. Tapi apa benar kau tidak mau menerimaku, tolong, pikirkan sekali lagi!!” kata Soo Jung penuh harap kepada namja yang merupakan ketua Klub Ilmiah disekolahnya itu.

“Ah, mian. Tapi aku sudah mempunyai seseorang yang special. Ehmm, aku sudah mempunyai pacar” jawab Kiseop malu-malu. Soo jung membelalakan matanya mendengar hal itu.

“Mwo, apa kau bilang? Na..na..namja  Culun sepertimu mempunyai seorang pacar. Apa aku tidak salah dengar?!” Soo Jung berkata dengan nada sedikit bercanda sekaligus meremehkan.

“Soo Jung-ah, ternyata kau hanya menilai orang dari luarnya saja. aku kecewa padamu, kukira kau gadis yang baik, ternyata kau tidak benar-benar menyukaiku. Aku pikir aku akan menyesal karena telah menolakmu, tapi setelah aku mengetahui sifatmu yang sebenarnya, aku sangat bersyukur karena tidak menerimamu!!!!” Kiseop menatap mata Soo Jung dibalik kaca matanya itu dengan tajam.

“Ou, bu..bukan, maksudku seperti itu!!!” Soo Jung mengibas-ibaskan tangannya di depan wajah ksieop, mencoba menyangkal apa yang kiseop katakan.

Soo Jung bukan bermaksud minta maaf kepada ksieop, dia sebenarnya tidak ingin, imagenya –yang terlihat anggun, cantik, baik hati dan ramah kepada semua orang- hancur begitu saja,  hanya karena Soo Jung mengatakan Kiseop anak culun dan tidak pantas mempunyai pacar. Oh my, dia bahkan rela berteman dengan orang-orang yang dianggap tidak populer untuk mendapat reputasinya sekarang yang dikenal sebagai Gadis-cantik-yang-baik-hati.

“ Mian, tapi ini sudah sore. Dan aku mau pulang, Selamat tinggal!” Kata Kiseop dengan nada yang ketus, lalu berjalan meninggalkan Soo Jung yang masih berdiri di depan pintu perpustakkan di kampusnya.

“ha…. what the? Dia, namja jelek itu menolakku..hhhh dasar kurang ajar, dia pasti akan menyesal seumur hidup karena telah menolakku!!” Soo Jung mengepalkan tangannya geram.

“arghhh” ‘Klontang’ Soo Jung berteriak keras sambil menendang Sebuah kaleng yang ada dihadapannya dengan keras juga.

“HEH BERISIK…” terdengar teriakan dari dalam perpustakan. Soo Jung langsung pucat dan berlari keluar dari kampusnya . dia membayangkan wajah  Penjaga Perpustakaan kampusnya yang super duper menyeramkan itu.

“Hosh..hoshhh” Soo Jung berhenti dari aktifitas berlarinya setelah merasa cukup aman dari Sang-Penjaga-perpustakaan-yang-menyeramkan-itu. dia mengatur nafasnya agar kembali normal, dia sedikit membungkuk ke bawah sambil menekuk lututnya, dan saat itu dia menemukan suatu yang menarik perhatiannya.

Butiran-butiran salju putih berjatuhan menghujani dirinya yang sedang berada disebuah halte bus yang sepi, yang terletak di dekat kampusnya. Dia, Soo Jung tersenyum lebar sambil menengadahkan tangannya, menikmati Satu-satunya hal yang paling ia sukai di dunia ini adalah benda berwarna putih itu, Salju, yang perlahan-lahan menyentuh tangannya dengan lembut.

“aaahhhhh, sakit…dingin sekali” terdengar sebuah suara yang berhasil membuat Soo Jung mengalihkan perhatiannya dari salju.

Soo Jung mengedarkan pandangannya kesekeliling halte, tidak ada siapa-siapa disitu. Tapi kenapa tadi dia mendengar suara seseorang sedang berbicara?

“Hhhh, hei kau?” suara asing itu terdengar kembali, Soo Jung menatap sekelilingnya dengan tatapn Hororr. Dia pernah mendengar dari orang-orang bahwa halte di dekat kampusnya adalah tempat angker yang dihuni banyak hantu. Jangan-jangan…

Dan sebelum pikiran buruk Soo Jung berkeliling ria di dalam otaknya itu, dia menangkap sesosok makhluk , atau tepatnya seekor Anjing dengan bulu warna coklat yang tebal dan basah, anjing itu tengah meringkuk dan terus menatap soo jung dengan mata besarnya yang berwarna senada dengan bulunya itu.

Soo Jung terus menatap anjing itu, memperhatikan lebih tepatnya. Kemudian mulut anjing itu bergerak-gerak.

“Hei, kau, tuli ya, atau kau buta. Dari tadi aku terus meminta tolong, kau bahkan tidak merespon sama sekali…huuh, benar-benar tidak punya rasa keperihewanan…” Anjing itu menggerutu kesal.

Tapi Soo Jung malah membelalakan matanya tidak percaya, anjing itu bisa bicara. Bagaimana mungkin?

“Hah, kkkau…yang berbicara barusan, kau, seekor anjing?” Soo Jung menunjuk anjing di depannya dengan gemetaran.

“Yeah, aku yang bicara padamu. Dan sepertinya memang hanya kau yang mengerti ucapanku, Eh, wait a minute, kkau, manusia, kau bisa mengerti ucapanku?” Anjing itu tampak terkaget dan berdiri dari posisi semulanya.

“Hah, dunia ini sepertinya sudah mau kiamat. Anjing bisa bicara, Ya ampun, aku bisa gila!!” Soo Jung terduduk di bangku Halte sambil memegangi kepalanyi, tapi tetap tidak melepaskan tatapannya pada sang ‘Anjing-yang-bisa-bicara’ itu.

Sementara orang-orang yang sepertinya mulai ramai memenuhi jalanan kota seoul, menikmati Hujan salju pertama di kota itu, mereka menatap aneh ke arah Soo Jung. Yang dilihat mereka sedang bercakap-cakap dengan seekor anjing, sementara anjing yang Soo Jung ajak bicara itu hanya mengeluarkan suara ‘Guk –Guk ..’

Soo Jung menyadari tatapan aneh dari orang-orang ke arahnya, tampak pikir panjang lagi dia membawa anjing yang bisa dibilang tidak cukup kecil itu ke dalam pelukkannya. Entah apa yang ada dipikiraanya , yang jelas dia berjalan dengan langkah-langkah yang cukup lebar melewati hujan salju agar segera sampai ke tempat yang ia tuju sekarang, apartementnya.

Soo Jung merogoh sesuatu dalam saku celana jinsnya, dan anjing itu ‘anjing-yang-bisa-bicara-itu’ masih ada dalam pelukkannya. Anjing itu tertidur lelap, akhirnya Soo Jung mendapatkan benda yang dia cari dalam saku-nya, Kunci.

Dia membuka pintu dengan perlahan-lahan, kemudian berjalan ke arah sofanya dan membaringkan anjing yang setelah ia pandangi dan perhatikan, ternyata cukup lucu dan juga manis untuk dijadikan peliharaan.

Anjing itu bergerak-gerak gelisah, Soo Jung merasakan sesuatu yang aneh. Ternyata kepala bagian belakang anjing itu mengeluarkan darah, sejak kapan? Pikirnya. Tanpa pikir panjang lagi, soo jung segera melesat mencari handuk dan beberapa perlatan obat-obatan.

Dia memperban kepala anjing itu agar darahnya berhenti keluar. Setelah selesai, dia membawa anjing yang masih terlelap itu ke dalam kamarnya, meletakkannya di kasur. Dan Soo Jung sendiri ikut berbaring disamping anjing itu.

Dia menatap langit-langit kamarnya yang berwarna coklat muda, dan akhirnya ia kembali teringat akan kejadian tadi pagi. Kejadian yang memalukan yang hampir saja dilupakkannya karena seekor anjing.

Beberapa bulan yang lalu, Soo Jung mencoba mendekati beberapa Namja yang cukup populer di Kampusnya. Tentu saja tidak butuh waktu yang lama bagi Seorang Shin Soo Jung yang notabene berwajah cantik itu untuk dekat dengan sederet namja paling populer.

Tapi, entah kenapa belum ada satupun dari para namja-namja itu yang meminta Soo Jung menjadi pacar mereka? Padahal banyak yang mengira Soo Jung dan para namja populer itu mempunyai hubungan spesial.  Dan karena tidak tahan, Soo Jung pun berinisiatif menembak namja-namja itu duluan. Cukup memalukkan memang, tapi daripada dia di cap sebagai Yeoja-yang-tidak-laku.

Tanpa disangka-sangka, mereka, para namja populer yang dekat dengan Soo Jung itu malah menolak Soo Jung mentah-mentah. Alasan mereka menolak Soo Jung hampir sama, karena Soo Jung bukan tipe mereka. Soo Jung tentu saja tidak menerima hal itu? apalagi setelah beberapa hari  setelah kejadia Soo Jung ditolak oleh ketua Club basket, Eli.

Dan karena hal itu Soo Jung menjadi objek pergunjingan seluruh kampusnya.

‘Hah, bagaimana seorang Shin Soo Jung yang super cantik itu ditolak oleh Eli. Bahkan artis pun sepertinya bisa Soo Jung dapatkan dengan kecantikannya..ckckck malang sekali..’

“Oh my god, yang bener? Kemarin Soo Jung ditolak lagi, heh, ditolak sama Taemin yang ketua Club Dance itu ya?”

“Guys, kalian tahu gak. Tadi pagi Soo Jung menyatakan cintanya sama Park Songsaenim…ha ha dan kalian tahu jawabannya? Dia ditolak. Ini berarti sudah ke 15 kalinya dalam sebulan dia ditolak…”

“Bener deh ya, kayaknya Soo Jung itu kena kutukan gak bisa punya namjachingu seumur hidup atau apa gitu. Bahkan sepertinya Namja terjelek di sini pun akan menolaknya”

Dan begitulah gunjingan-gunjingan itu cepat tersebar ke seluruh kampus, sehingga kini Soo Jung dicap sebagai Yeoja-yang-tidak-laku. Soo Jung geram, dia tidak terima dikatakan seperti itu. dan puncaknya, tadi siang dia menyatakan cinta dan meminta Kiseop, namja terculun di kampus untuk menjadi pacarnya.

Dan sudah bisa ditebak apa jawabanya?

Dan dengan memikirkan kembali semua kehidupan percintaan yang sangat sangat tidak beruntung dan rumit itu, mengantarkan dirinya kedalam dunia mimpi.

Soo Jung terbangun di hamparan rumput hijau yang luas, dia bangun dari posisi berbaringnya, duduk lalu menatap sekeliling dengan heran sekaligus kagum. Di hadapannnya terhampar pemandangan yang belum pernah ia lihat. Sangat indah.

Sebuah alunan musik  piano terdengar, Soo Jung berusah mencari asal suara itu. alunan piano itu masih mengalun, dan Soo Jung melihat dari balik pepohonan yang ada di hadapannya itu, seseorang tampaknya seorang laki-laki dengan pakaian serba putih tengah memainkan sebuah piano dengan posisi membelakanginya. Sehingga Soo Jung tidak bisa melihat wajah lelaki tiu.

“Guk..guk..”

“Heh..” Soo Jung mengerenyit. Suara anjing, darimana?

Soo Jung berbalik kebelakang, dan ia melihat seekor anjing berbulu coklat tengah berlari kencang ke arahnya. Dan sedetik kemudian anjing itu telah meloncat ke arahnya, menubruk soo jung tepatnya. Soo Jung terjatuh ke tanah dan berteriak keras.

“Aaaaa……”

‘Bruuuk’ dengan sukses Soo Jung terguling dari tempat tidurnya ke lantai. Dengan keadaan mata yang masih terpejam, Soo Jung mengusap-usap punggungnya yang terasa sakit.

“aissh sakit sekali!!” Soo Jung membuka matanya.

“Hah, ternyata barusan hanya mimpi…” Soo Jung bangun dari lantai dan naik ke tempat tidur. Dia menarik selimutnya. Sementara di sebelahnya seorang lelaki tengah tertidur denga pulas.

“Hah…” Soo Jung membuka matanya lebar-lebar.

“Huaaa…. siapa kau??” Soo Jung berteriak keras,  dia berdiri di atas tempat tidur, Lelaki itu tampak tidak terganggu dengan suara Soo Jung,  masih tertidur dengan damai.

Soo Jung menarik selimut yang menutupi tubuh sang lelaki asing itu. dia langsung terbelalak kaget.

“Huuuaaaa…” Soo Jung berteriak Dua kali lebih keras daripada sebelumnya, dia tidak perduli apakah mungkin sekarang para tetangganya sedang menyumpahinya karena telah berteriak-teriak di pagi buta.

Sosok lelaki itu, lelaki yang membuat Soo Jung berteriak itu kini menggeliat. Dan dia, telanjang. Ya laki-laki itu tidak mengenakan pakaian apa-apa, selain mengenakan sebuah kolor putih. Soo Jung memeriksa bagaimana keadaannya (?). dan untungnya Soo Jung masih aman, Soo Jung masih mengenakan piyamanya.

Soo Jung buru-buru melemparkan kembali selimutnya ke arah lelaki-asing-itu, jaga-jaga agar dia tidak melihat sesuatu yang tidak sepantasnya dia lihat. Lelaki itu akhirnya terbangun, dan mengucek-ucek matanya sambil mencoba duduk. Soo Jung memandang ke arah kepala lelaki itu yang dililiti perban.

Tiba-tiba Soo Jung teringat akan Anjing itu, anjing yang kemarin dia tolong dan dia bawa kemari, anjing yang dia perbani kepalanya karena mengeluarkan darah. Dimana anjing itu sekarang? Soo Jung memandang sekeliling.

“H..he..hei.kk.kau…” Seru Soo Jung terbata-bata.

Lelaki-asing-itu menatap Soo Jung dengan pandangan bertanya.

“Guk..guk..”

“heh..”

“Err…” lelaki itu memandang sekujur tubuhnya.

“hah, aku sudah berubah menjadi manusia lagi?” tanyanya kepada Soo Jung yang masih berdiri kaku di tempatnya.

Soo Jung hanya menggeleng pelan. Tidak percaya apa yang sedang dia lihat saat ini? Well, Soo Jung adalah orang yang pintar. Dan tentu saja dia sekarang dapat menyimpulkan  apa yang sedang terjadi saat ini? ANJING ITU TELAH MENJELMA MENJADI SEORANG LELAKI TAMPAN, ani, menjelma menjadi seorang PANGERAN.

Apa kau tahu cerita tentang seorang Putri yang mencium seekor katak karena telah menolongnya, lalu tiba-tiba sang katak berubah menjadi seorang Pangeran yang sangat tampan yang terkena kutukan? Kau tahu? Kalau kau ingin tahu, itulah yang ada dipikiran Soo Jung sekarang.

Hanya saja, tokoh utamanya bukan seorang putri dengan seekor katak. Melainkan, seorang Miss Korea [P.s: miss Korea adalah impian Soo Jung yang terpendam] yang menyelamatkan seekor anjing, kemudian Anjing itu berubah menjadi seorang Pangeran tampan  karena dia telah tidur dengan Soo Jung, yang membuat kutukannya sebagai anjing terlepas.

“ Ummm, Hello…” sebuah lambaian tangan bergerak-gerak didepan wajah soo Jung. Soo Jung mengerejapkan matanya beberapa kali, tersadar dari imajinasinya yang tinggi.

Lelaki-asing-itu berdiri di hadapan  Soo Jung, masih hanya dengan menggunakan Kolor.

“Hei, tutupi tubuhmu itu dulu!!” bentak soo Jung.

Lelaki itu cukup terkejut mendengar bentakan dari yeoja dihadapannya.

“Cantik-cantik kok galak amat” pikir lelaki itu dalam hati.

Lelaki-asing-itu mengambil selimut yang tergeletak di kasur, menutupi tubuhnya yang, err  yang telanjang dengan selimut.

*_*

“Ini, makanlah.. CHOI MINHO….” Soo Jung meletakan semangkok ramen di atas meja.

Lelaki-asing-itu yang mengaku bernama Choi Minho, memandang semangkuk ramen dihadapannya dengan kening berkerut.

“Apa ini…” tanya minho heran.

“Heh, kau tidak tahu ini apa, ya ampun. Ini namanya Mie ramen…” Jelas Soo Jung

“OoOo…. “ minho mulai mendekatkan wajahnya ke arah mangkuk di hadapnnya.

Soo Jung memperhatikan tingkah laku minho yang cukup aneh itu. sementara Minho mulai mengendus-endus mangkuk ramen itu. Minho mengangkat wajahnya dan menatap Soo Jung.

“Aku tidak suka makanan ini…” kata Minho.

“Mwo…? lalu kau mau apa? Pizza, burger?” tanya Soo Jung.

“Aku mau tulang..”

“heh…”

Beberapa minggu kemudian…

“Berikan…” Soo Jung mengambil paksa tulang yang tengah dijilati oleh minho.

“Mwo..” Minho menatap Soo Jung dengan Puppy eyesnya [Memang sudah dari sananya anjing].

“aishhh, aku sudah tidak mempan dengan puppy eyesmu itu. Sekarang kau harus belajar menjadi manusia seutuhnya, kau bukan lagi anjing, ingat?!”

“apa maskudmu?” tanya Minho. Soo Jung menghela nafas.

“Maksudku, kau itu sekarang manusia sebenarnya, bukanalah seekor anjing. Jadi kau harus bertingkah seperti mausia normal. Contohnya memakan makanan yang biasnya dimakan manusia. Mengerti?”

“eh, me..mengerti!!” ucap minho tidak yakin.

“dan satu lagi, kau tidak boleh mengeluarkan suara gonggonganmu itu” kata soo jung ketika ingat bahwa minho masih saja mengeluarkan suara gonggongan yang membuat para tetangga berpikir bahwa dia mempunyai seekor anjing.

Sudah tiga bulan berlalu sejak kejadian Soo Jung yang menemukan Minho yang merupakan jelmaan dari seekor anjing. Minho mengaku bahwa dia terkena kutukan yang diwariskan secara turun menurun dari leluhurnya.

Dia bercerita kepada soo Jung, bahwa dulu. Leluhurnya itu adalah seorang pangeran di salah satu kerajaan korea, pangeran yang dipanggil pangeran Choi itu dipuja-puja oleh seluruh wanita di seluruh kerajaan karena ketampannya.

Banyak yang sudah mencoba untuk menarik hati pangeran Choi dan menyatakan cinta padanya. Namun semuanya dia tolak, padhal sebenarnya wanita-wanita yang menyatakan cinta kepadanya kebanyakan berwajah cantik dan dan mempunyai kedudukan atau bisa dibilang terpandang.

Sampai suatu hari, seorang wanita bernama Shin, dengan wajah yang bisa dibilang cukup jelek dan berasal dari keluarga yang miskin memberanikan diri menyatakan cintanya pada pangeran Choi. Bukannya ditolak secara baik-baik, pangeran Choi malah menghina Shin habis-habisan.

Shin sangat sakit hati dan tidak menerima penghinaan yang dilakukan oleh pangeran Choi. Dan dengan bantuan keluarganya yang merupakan keluarga penyihir miskin, Shin menyihir atau tepatnya mengutuk Pangeran Choi dan generasi penerusnya menjadi  ANJING.

Dan keluarga kerajaan yang marah akan apa yang dilakukan kelaurga Shin itu, kemudian menyerang balik keluarga Shin, yaitu mengutuk Shin dan generasi penerusnya agar selalu ditolak oleh semua pria sampai umur 40 tahun.

O_o

‘Ting tong’ terdengar bunyi bel di apartemen Soo Jung.

“Soo Jung ada tamu?” teriak Minho.

Tetapi yang dipanggil tidak menyahut. Soo Jung tengah mandi dan tidak mendengar panggilan Minho.

“Aishhh…” gerutu Minho, dia melangkah ke arah pintu dengan malas.

Minho membukakan pintu, dan saat pintu benar-benar terbuka, seorang laki-laki langsung membungkuk dalam.

“Annyeong Soo Ju..” saapan lelaki itu terhenti ketika ia menegakan kembali badannya dan memandang Lelaki yang berdiri dihadapannya ternyata bukan seseorang yang ia harapkan.

“Kau siapa?” tanya lelaki itu cepat.

“Aku…”

“Jonghyun Oppa…” teriak Soo Jung menyela Minho yang baru saja ingin mengucapkan namanya.

“Ah, Soo Jung-ah… i miss you, My Boo!!” teriak jonghyun yang membuat minho harus menutup telinganya.

Soo Jung menarik laki-laki yang bernama Jonghyun itu kedalam.

Minho hanya memandang Soo Jung dan Jonghyun yang kini tengah duduk di sofa sambil berpegangan tangan. Minho meraskan sesuatu yang bergemuruh di dalam dadanya, apalagi setelah tadi mendengar Jonghyun memanggil Soo Jung dengan sebutan ‘MY BOO’.

^_-

Soo Jung hampir tidak bisa berkedip memandang Laki-laki dihadapannya. Minho.

“Bagaimana? Ah, pakaian ini sungguh aneh dan menggelikan buatku” minho melepaskan satu kancing kemeja  paling atas.

“OMO, tampannya…” Soo Jung bangkit dari duduknya di kursi tunggu di sebuah butik.

“Wah, benarkah? Tanpa kau harus bialng begitu pun aku sudah tahu bahwa aku memang tampan!” ucap minho pede.

‘Pletak’ Soo Jung melepaskan satu pukulan keras di kepala Minho.

“Aduh, kau kasar sekali!!” minho mengusap-usap kepalanya yang terkena jitakan itu.

“Makannya kau jangan terlalu pede, cih, bahkan kau tidak ada apa-apanya dibanding Jonghyun” Soo Jung menyilangkan tangan di dadanya.

“Ya sudah, pergi sana ke pesta dengan dia, siapa namanya tadi? Ah, Jonghyun. Pergi saja kau dengan si Jonghyun itu, lagipula untuk apa aku repot-repot datang ke pesta dengan kau, hanya untuk menyiksa diri sendiri dengan memakai pakaian yang membuatku tidak bisa bernafas ini!!” Minho terlihat marah.

Soo Jung tekaget dengan perkataan minho barusan, tapi sesaat kemudian sebuah senyuman lebar dengan seringaian  jahil yang khas tampak di bibir Soo Jung.

“Hei, kau cemburu ya?” tanya Soo Jung jahil.

“Apa katamu, cemburu? O..o..ma..mana mungkin!!” Minho berbalik membelakangi Soo Jung, wajahnya bersemu merah, Minho memegang dadanya, merasakan jantungnya berdetak dengan sangat keras.

@_@

Dengan malas Soo Jung menyeret kakinya memasuki ruangan pesta ulang tahun Jonghyun. Minho tidak bersamanya, padahal satu-satunya alasan dia ingin menghadiri pesta ulang tahun Jonghyun adalah karena dia ingin menunjukkan bahwa dia sudah pacar bernama Minho.

Pintu ruangan pesta terbuka, Soo Jung menatap sekeliling dengan malas. Padahal lagu kesukaannya sedang mengalun, mengajak semua yang ada disana menari. Soo Jung melihat semua orang mempunyai pasangan mereka masing-masing.

Soo Jung sudah ingin meninggalkan ruangan itu kalau saja seseorang tidak menepuk pundakknya.

“Hei…” soo Jung menoleh, mendapati Jonghyun dengan dengan setelan jas putihnya.

“Ooo…Hei..” sapa Soo Jung balik.

“Mana pacarmu itu?” tanya jonghyun.

“Heh, pacar?” tanya Soo Jung balik, berpura-pura tidak mengerti maksud Jonghyun.

“Iya, katamu kau akan membawa pacarmu itu!!”

“errr, dia tidak bisa datang!!” bohong Soo Jung.

“Oh, begitu ya!!”

“Ehm, iya” kata Soo Jung dengan malu.

‘Plok..plok..’ tiba-tiba sebuah tepukan tangan yang cukup keras terdengar. Jonghyun menyeringai ke arah Soo Jung dan membuat Soo Jung tidak mengerti.

“Guys, mohon perhatiannya sebentar..” kata jonghyun cukup keras

Semua yang ada di pesta itu mengentikan akitivitas mereka masing-masing. Lalu mereka beranjak mendekati jonghyun.

“Ehm, kalian tahu yeoja cantik ini?” tanya Jonghyun sambil menunjuk Soo Jung yang ada disebelahnya. Soo Jung tidak mengerti apa yang sedang dan akan Jonghyun lakukan.

“tentu saja..” teriak salah seorang dari kerumunan itu.

“uh, aku akan membayar siapa diantara kalian yang mau berpac aran dengan Soo Jung, bagaimana?”

Soo Jung membelalakan mata mendengar apa yang Jonghyun ucapkan barusan.

“Hahha…. walau dibayar berapa pun aku tidak akan mau berpacaran dengan gadis kutukan seperti dia…” sahut seseorang.

“Betul…” semua yang ada disana langsung menyetujui. Mata Soo Jung memanas, harga dirinya telah diinjak-injak bahkan oleh seseorang yang tidak disangka olehnya.

‘Plakkk’ sebuah tamparan keras mendarat di pipi jonghyun.

Jonghyun mengelus pipinya yang terkena tamparan itu. Jonghyun menatap Soo jung dengan tajam, dan begitu pun sebaliknya.

“Kau jahat jonghyun oppa…” teriak Soo Jung.

Soo Jung segera berlari dari ruangan itu, sebulir air mata jatuh di pipi mulusnya. Soo Jung buru-buru menyekanya. Dia terus berlari keluar, tidak perduli bahwa malam itu salju sedang turun dengan lebat. Sementara dirinya masih memakai gaun pesta yang tidak akan cukup untuk membuat Soo Jung tidak kedinginan.

Soo Jung duduk di halte tempat dulu dia menemukan minho yang berwujud anjing. Soo Jung jadi teringat minho. Kemarin Soo jung bertengar dengan Minho gara-gara Jonghyun, dan membuat Minho tidak mau menemani Soo Jung ke pesta.

‘Guk..guk….’

“bahkan sekarang aku masih bisa mendengar suara anjing itu….” gumam Soo Jung

“Guk..guk..”

“Heh..” Soo Jung berebalik dan melihat seekor anjing tengah berlari ke arahnya.

“Mi..mi..min…MINHO..” seru Soo Jung ketika menaydari bahwa anjing itu adalah anjing Minho.

“Heh, kau, cepat pulang?” Anjing itu menatap Soo Jung dengan tajam.

&_&

“ Ha..ha ha……” Soo Jung terus tertawa, dia tidak perduli bahwa dia sudah menghabiskan sepuluh menit waktunya untuk tertawa.

“Ya, tertawalah terus sampai mulutmu berbusa…” Minho berteriak marah. Minho kini telah kembali ke wujud manusianya.

“Ha ha, aku tidak menyangka kau akan berubah menjadi anjing lagi..”

“Ya.. diamlah…” seru Minho.

Soo Jung kembali mengingat kejadian tadi, sepulang dari halte itu. Soo Jung terus bertanya kepada Minho kenapa dia bisa berubah menjadi anjing lagi?

Minho menjawab bahwa sesaat setelah bertengkar dengan Soo Jung, minho berubah menjadi anjing. lalu Minho pun minta maaf karena telah membuat Soo Jung kecewa. Soo Jung mengerti dan mencium ‘anjing’ Minho.

Ajaibnya, setelah Soo Jung mencium wujud anjing Minho, Minho berubah kembali ke wujud manusianya. Dan setelah itu mereka, Minho dan Soo Jung tahu, bahwa…..

“Kau akan berubah menjadi anjing bila membuatku marah, Choi Minho. Ingat itu?”

“tentu saja aku akan selalu ingat. Dan cara mengembalikan wujud anjingku ke wujud manusiaku adalah dengan cara Kau harus menciumku…” ucap Minho dengan nada ketus.

Minho menggembungkan pipinya. Soo Jung menjadi gemas melihat hal itu.

“So Cute..” Soo Jung mencubit pipi Minho

“Aishhh…” gerutu Minho

“You’re my dog…. Choi minho, and I love you…”

“Heh..”

‘Chu..’

FIN

 



2 Responses to “[Oneshot] You’re My Dog”


  1. 1 fifi
    April 13, 2011 at 7:04 am

    uwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    oke bgt…
    suwer deh…

  2. 2 Sarsay501
    June 1, 2011 at 5:12 am

    iya,lucu bgt ceritanya. . hehe
    Minho ohh Minho..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

January 2011
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: