02
Mar
11

I Can’t Be Yours (Part 2; chapter 1)

Author: Me (Minsaeng)

Genre: Melow Drama, Family

Cast :  – Jung Min (SS501)

– GyuRi (KARA)

– SooHyun (U-Kiss)

– JaeKyung (Rainbow)

– SooMi (Co:Ed)

– JungShin (C.N. Blue)

– KiBum (U-Kiss)

– Park Bom <as BoMi> (2NE1)

Length : Chaptered / Series Fic

Rating : T

Read this too : Part 1_1, Part 1_2 .

Part 2 : Collage

Chapter : 1

Musim gugur GyuRi dan kedua adiknya berlalu dengan hangat. Kini liburan musim gugur telah usai. Mereka kembali seperti semula, GyuRi sebagai desainer, dan SooHyun dengan JungMin sebagai seorang mahasiswa. Mengikuti jejak GyuRi, SooHyun memulai bisnis café bersama JungMin. Berkat bisnis café ini SooHyun dan JungMin akhirnya bisa membiayai iuran kuliahnya sendiri.

SooHyun kini memasuki semester terakhirnya di jurusan arsitektur. Sedangkan  JungMin yang baru memasuki semester keduanya di jurusan hukum menemukan sesuatu yang baru. Sesuatu yang membuatnya bahagia dan juga membwtnya harus bersaing dengan SooHyun.

Masa’ kuliah dimulai…

JungMin POV

“Hari ini sudah masuk kuliah lagi, psti bkal membosankan… Huft..” keluhku di dalam hati. Mau diapakan lagi? Kuliahku memang membosankan, nilai’ ku biasa’ saja, teman’ ku juga sdikit di sini. Apa memang atmosfernya yang aneh disini, ataukah aku yang tidak bisa beradaptasi?  Aku tidak bisa bertahan dengan semuanya yang berjalan sangat lancar skarang, sebaliknya, aku lebih menyukai banyak masalah  di sekolah dulu. Saat sekolah dulu aku sering dihukum karena kecerobohanku, atau karena keisenganku, tapi sekarang?? Tidak ada hukuman lari kliling lapangan, lompat kodok atau membersihkan kelas, membosankan bukan??

“Huft~ michigetta..” aku tiba’ berbicara sendiri smbil mengacak-ngacak rambut.

“Neon waegeure JungMin-ah?” tiba teman sebangku ku JungShin menanyaiku dengan wajah prihatin. Apa dia pikir aku kesurupan?

“Hmmh aniyo.. hehehe..” aku sdkit nyengir kpdnya, jelas sekarang pst dia mengira aku kesurupan.

Aku langsung pergi ke toilet meninggalkan JungShin yang kebingungan. Dia teman yang plg dkt dgnku skarang, dia lebih pintar drku dan kadang sering membantu ulanganku.  Dia anak yang baik tapi sangat pemalu,  terutama pada BoMi. Ya bgitulah, apalagi kalau bkan karena ad bnih’ asmara. Sebenarnya aku mau membantunya karena aku cepat bergaul dengan yeoja, tapi BoMi, dia terlalu populer di kampus. Dan lagipula aku tidak mau repot’ mengurusi urusan orang, aku sendiri saja blum dapat pasangan…

Temanku yang satu lagi JunHyung, hari ini tidak klihatan. Memang seingatku dia masih di Amrik hari ini. Aku lupa untuk apa dia ke sana, yang jelas kepulangannya msih 1 minggu lagi.

SooHyun POV

“Ahh.. hari ini sepi skali klas ini. Apa masih pada liburan?” aku bergumam sendiri lagi skarang. Kenapa tadi aku begitu terburu- buru? Masih ada 20 menit, harusnya tadi aku msih bisa santai’ di kamar.

“Sunbae..” seorang yeoja sepertinya memanggilku. Itu sepertinya BoMi.

“Nae??” aku bertanya smbil menunjuk diriku sendiri, aku tidak yakin dia memanggilku. Dia tidak menawabnya tapi hanya mengangguk smbi tersenyum kcil. Aku berjalan menuju ke luar kelas. Apa yang mau dia katakan? Kita blum sling knal sblumnya, aku hanya tau namanya dari tmanku.

“Wae BoMi –shi?”

“Hhhm.. Oppa, namamu SooHyun  kan?? SooHyun oppa??”

“Ne, wae?”

“Dongsaeng mu JungMin kan? Ehmm.. maksudku JungMin yang sekelas dgnku. Dia adikmu kan?”

“Geurae.. Maljayo.. Waeyo BoMi –shi?”

“Mianhae, aku blum memperknalkan namaku. Aku buru’, aku mau titip ini untuk JungMin. Gomapseumnida.. bye..”

BoMi menarik tangan kananku dan menaruh sbuah kotak biru. Lalu pergi.. Ada apa dengan anak ini?? Aneh.. Dan terlebih lagi ini untuk JungMin. Apa ini tandanya dia naksir dengan adikku?? Wahh JungMin jinjja daebak.. Perempuan secantik BoMi bisa bertekuk lulut dgnnya. BoMi juga baik dan pintar setahuku, tapi knpa slama ini JungMin tidak crita apa-apa pdaku? Apa dia blum tau? Mungkin..

Aku penasaran dengan isi kotak ini, apa aku buka saja?? Ahh tidak, tidak, pst BoMi akan marah kalau dia tau. Lagipula tidak sopan kalau aku buka seenaknya. Hahh.. beruntung skali kau JungMin..

JungMin POV

Haahhh knapa kantin hari ini ramai skali?? Benar-benar mengurangi nafsu mkanku.. Kalau antriannya sepanjang ini bisa kburu mati klaperan aku.. Huft..

“Heii… JungMin-ah..!!” dari jauh seseorang melambai- lambai pdku. JungShin rupanya. Sepertinya dia memberi isyarat untuk ke mejanya. Tapi antrianku?? Sudahlah, lagipula aku malas mengantri. Mungkin dia membelikan makanan untukku.

“Wae?” aku menghampirinya dan langsung duduk di sbelah kanannya. Ada 1 paket makanan kantin disitu. Spertinya untukku. Beruntungnya..

“JungMin ini untukmu saja. Aku tidak nafsu makan.” Dia berkata sambil mendorong nampannya ke arahku.

“Huh?? Baiklah.. gomawo .. J Eh, tapi knapa? Oddie ampha?” sepertinya aku tralu sadis, tapi mau bgaimana lagi perutku sudah meraung-raung.

“Hobshi… Na tu moreugeseo..”

“Ada masalah?? Critalah pdku mungkin aku bisa membantu.”

“Emhh, ani..”

“Lalu??”

“Sudahlah lupakan.. Makan saja..”

“Ne, gomawoyo.. Nan jinjja paegopa.. hehehe.. tapi kalau ad apa-apa cari aku saja, Ok? “

“Tentu, makanlah yang banyak.. hahaha..”

“Nanti aku ke rumahmu ya? Rumahku membosankan.. Boleh kan?”

“Ehmm aku tak yakin. Lain kali saja ya.”

“Wae? “

“Andwaeyo.“

“Waeeee..?? JungShin-ah chebal…”

“Mothaeyo, jinjja mothae.. Mian..”

“Hmmhh… Ye, ye,ye. Gwaenchana…”

Kenapa ya akhir’ ini JungShin selalu melarangku ke rumahnya? Memangnya ada apa dengan rumahnya?  Rumahnya besar, sejuk, juga rapi. Apa salahnya mampir ke rumahnya sesekali? Pasti ada sesuatu… Huh.. JungShin-ah knapa kau tidak mau crita pdku? Apa mungkin itu masalah pribadi? Mungkin. Kalau iya, berarti aku tak boleh mengungkitnya lagi. Ya, lebih baik bgitu. Dia temanku, pasti dia akan crita kalau membutuhkanku.

Brarti aku harus menyusun rencana lain supaya tidak pulang cepat hari ini. Oya… !! Mampir saja ke café dulu. Hehehe.. btul-btul…

15:20 =>Bubaran kampus.

SooHyun POV

“Aigoo.. aku lupa hari ini ada janji interview dengan pegawai baru di café”  aku baru sadar stelah melihat surat lamaran kerjanya yang ada di tasku. Langsung aku buru’ memasukkan barang’ku ke tas dan bergegas ke café.

“Ahh spertinya hampir telat..” Bagaimana ini aku tidak mau di cap sebagai pemimpin yang tidak disiplin, walau kadang kenyataanya memang bgitu..Stelah sdikit ngebut , akhirnya sampai, dan belum terlambat. Untunglah, selamat sudah image ku.

Kantorku / lebih pantas disebut ruanganku ada di lantai dua. Di sana ad sbuah meja, laptop , 2 kursi biru dan 1 set sofa putih. Sederhana skali bukan? Sesuai dengan pekerjaanku. Karna sebenarnya aku tidak melakukan apapun di sini. Tugasku dan JungMin hanya mengontrol konsep luar café ini saja. Sedangkan urusan lainnya diurus oleh General Manager Wang.

Smbil menunggu pegawai itu datang, aku duduk di sofa dan membaca surat lamaran kerjanya. Namanya Kim JaeKyung , umurnya 2tahun lebih muda drku, pernah bekerja sebagai pegawai restoran, pegawai butik, cashier minimarket, guru les, penjaga perpustakaan. Hebat juga yeoja ini. Karna dia sudah sering jadi pegawai toko apa langsung aku terima saja? Ahh jangan, nanti pasti pegawai lain mengira aku tidak adil. Hahh susah skali mengmbil kputusan di sini..

Tiba-tiba ad ssorg masuk ke ruanganku, dan ternyata.. JungMin. Knapa dia bisa datang ke sini?

“Jung Min!!”

“Hehehe… Hyung..” dia spertinya tersenyum pahit padaku.

“Kenapa kau datang ke sini? Bukannya langsung pulang malah mau nongkrong di sini??”

“ Ah.. aniyo, aku bosan di rumah jadi aku ke sini. Lagipula kau juga di sini.”

“Hah aku memang ada urusan jadi ke sini. Ada pegawai baru yang harus di interview.”

“Bnarkah? Namja atau Yeoja??”

“Yeoja.. Dasar kau ini bukannya sudah punya BoMi?”

“BoMi????”

“Ia, tadi dia menitip ini utkmu. Bukalah, aku pnasaran dengan isinya.”

JungMin POV

Hagh.. Apa-apaan ini? Masa BoMi naksir dgnku? Lalu apa yang hrus kujelaskan pada JungShin nanti? Ahh semoga saja hadiah ini tak ada maksud apa-apa..

“Ne” sambil kubuka pita’ yang mengikat kotak biru ini, hati dan otakku benar-benar jadi cemas. Kubuka perlahan tutup kotaknya dan berharap kalau isinya kosong. Tapi aku malah menemukan spasang  gelang, spertinya gelang couple. Juga bertuliskan “JungMin-nie ” dan satunya lgi “ BoMi-nie ”. Ottokhae??

“Ahh.. yeppeun.. “ SooHyun berakata seraya mengambil kedua gelang tsb. Lalu ada terlihat ada sebuah surat tersisa di kotak itu. Aku membuka dan membacanya.

Kau pasti sudah tau aku BoMi dr SooHyun sunbae. Kau pasti mengerti maksud gelang ini. Aku suka padamu dr pertama melihatmu saat masuk kampus. Mungkin kau terkejut dengan smua ini, tapi perlu kau tau, perasaanku ini tulus. Jadi pakailah gelang ini besok kalau kau menerima perasaanku. Namun kalau kau tidak menerimanya, buang saja gelang ini dan pakai pita tadi di tasmu bsk. Arasseo?? Aku sangat berharap pdmu.

Saranghaeyo,

BoMi

Duhh, Ottokhae? Ottokhae?? Ottokhae??? Hahh BoMi-ah apa yang kau suka drku?? Kau seharusnya memberikan ini pada JungShin.. Bagaimanapun walau BoMi baik, cantik dan tulus, tetap saja aku tidak punya perasaan apa-apa pdnya. Jadi lebih baik aku menolaknya saja, memang ini pasti akan menyakiti perasaannya. Tapi, perasaan JungShin lebih penting.

Aku langsung merobek kertas it kcil’ dan membuangnya di tong sampah di dktku. Aku tak mau SooHyun tau soal ini. Kalau dia tau, pasti akan lebih rumit lagi. Lagipula dia bukan babysiter ku kan? Tidak semua masalahku hrus dibantu olehnya. Dan utunglah tiba-tiba calon waitress it datang dan mengalihkan perhatian SooHyun dari gelang itu.

“Annyonghaseyo..” yeoja itu berkata seraya tersenyum kecil.Aku hanya melihat wajahnya sekilas dan langsung menyimpan gelang itu. Semoga saja Hyung akan lupa..

SooHyun POV

“Ne, annyonghaseyo…” Aku tiba” menoleh ke arah pintu dan yeoja waitress itu ternyata. “Ah, yeppeun. Jinjja yeppeun. Ahhhh, phabo.. dia di sini untuk bekerja bukan untuk jadi pcarmu SooHyun … sadarlahh..” Sekarang aku sedang bergumam pda diriku sendiri sambil melangkah menuju mejaku yang letaknya hanya bbrapa ubin dari sofa ini. Lagipula kenyataannya mna mungkin yeoja putih , polos, lucu dan secantik dia blum punya pacar?

“Anjuseyo, JaeKyung-shi”

“Ne, gamsahamnida..”

“Bisa aku mulai skarang interviewnya?”

“Ne”

“Aku sudah tau pengalamanmu menjadi seorang waitress sudah banyak. Jadi aku hanya ingin bertanya, knpa menurutmu pekerjaan ini sangat penting?”

“Tentu, karna hidupku bergantung  pada pekerjaan ini. Aku butuh uang untk membiayai adikku. ”

“Orang tuamu tidak bekerja??”

“Ani, aku yatim piatu sejak 3thn yang lalu.”

“Mianhae, nan moreugeseo..”

“Gwenchana, apa aku diterima?”

“Emhh… Geurae… Kau kan sangat membutuhkan pekerjaan ini, lagipula kau sepertinya pekerja keras.”

“Ne, gomaseupnida..”

Dia langsung tersenyum lebar saat itu, matanya juga berseri-seri. Entah knapa aku menjadi merasa sangat phabo, dari tadi aku hanya melamun sambil memandang wajahnya. Apalagi jantungku. Jantungku jadi “gila” skarang, seperti habis dikejar king kong. Apa ini yang namanya “Love at first sight”? Spertinya, ya. Dan sekarang, malahan aku jadi bertatapan dgnnya. Ttpi untunglah sbelum aku terhipnotis lebih dalam, JungMin telah menyelamatkanku.

“Hyung, knpa nunna ini tidak membawa ijazah SMA nya? Nunna, apa kau elum lulus SMA?”

“Ne, bgitulah…”

“Mwo?? Jinjja?? Hyung, bagaimana bisa kita menerimanya kalau SMA saja dia belum lulus?”

“JungMin-ah.. Pelankan suaramu. Tidak sopan..” aku berbicara dengan sdikit berbisik pada JungMin. Aku juga tidak tahu harus berkata apa, karena kenyataannnya aku juga sdikit terkejut di sini.

“Aku tidak punya waktu dan uang untuk sekolah.  Aku yatim piatu dan tidak pny warisan apa-apa. Bagaimana aku bisa meneruskan sekolah? Aku juga harus membiayai adikku dan membantu perekonomian kakek dan nenekku di desa. Jadi ,aku putuskan untuk berhenti sekolah dan mulai bekerja.”

“Baiklah, aku mengerti. Dengan pengalamanmu saja aku sudah yakin kau bisa bekerja dengan baik.”

“Mianhae, harusnya aku jelaskan dari tadi.”

“Chihhh… Phabo.” Itulah apa yang kudengar dari JungMin. Entah ia mengatai siapa. Yang jelas aku sadar aku benar-benar phabo.

“Ya, bocah! Memang aku ini phabo. Tapi setidaknya aku tidak pernah menghina orang yang lebih bodoh drku. Aku tidak sombong seperti kau.”

“Ohh.. Ada yang marah rupanya.. Mianhae…. puas? Becanda saja tidak bisa..”

“Sudah-sudah… Jgn dipermasalahkan..”

JaeKyung POV

Aigoo… Anak ini sombong skali. Brani”nya dia mengatakan aku phabo. Memang’a dia lebih pintar drku? Kalau aku kuliah skarang , pzt juga aku bakal lebih pintar dari dia. Hahh.. siapa peduli? Yang penting aku sudah mendapatkan pekerjaan ini. Heii.. tunggu…. jadi kalau mereka bersaudara, brarti aku juga jadi bawahannya sekarang. Menyedihkan skali pny atasan seperti dia. Huuhh bocah ini mana bisa jadi manajer? Terlihat skali dia masih kekanak-kanakan. Tapi dia benar-benar berbeda dari kakaknya. SooHyun? Apa benar namanya SooHyun? Dia baik skali pdaku, dan dari matanya saja aku tau dia orang yang baik dan tulus. Ahh.. ye ye.. Dia juga lebih tampan dari adiknya. Ahhh  phabo ya, JaeKyung-ah… Ireonabwayo.. Kau disini untuk bekerja bukan untuk blind date.

Dan ternyata hanya aku disini yang sedang melamun. Tapi untunglah tak ada yang menyadarinya, SooHyun sdg melihat” surat lamaranku dan adiknya sdg tiduran di sofa sambil mendengarkan Ipodnya.

“Jadi besok aku sudah mulai kerja?” aku kembali memulai pembicaraan dengan SooHyun.

“Ye, kalau perlu hari ini kau sudah bisa mulai. Kalau kau mau…”

“Ehm. Choa.. Aku harus banyak belajar disini. Karena kelihatannya hanya aku yang belum lulus SMA” aku sengaja meninggikan intonasi untuk mengganggu si sombong JungMin itu.

“Ya!! Nunna nol waeire?  Bukannya tadi aku sudah bilang mian?”

“Oh , mianhae JungMin-shi. Aku cuman bicara kenyataan, bukan mau mengungkit kejadian tadi.  Tapi kalau kau merasa, Ottokhajwo?”

“Ohh, geurae… Nunna, nol  jinjja daebak…Daebak,daebak…”

JungMin POV

Nunna ini benar-benar menyebalkan. Memangnya salahku apa?  Aku kan sudah bilang mian pdnya. Lagipula memang knyataan’a dia lebih phabo dari ku… Ahh.. SooHyun hyung lebih lagi, dari tadi terus membela nunna ini. Memangnya dongsaeng’a itu dia atau aku?

Oh.. ya… Geurae… Pasti hyung ku yang phabo ini sudah terhipnotis dengan nunna ini. Dari tatapan matanya saja sudah ketahuan. Jadi itulah sbabnya, “Love at First Sight” yah rupanya. Ckckck… Sebenarnya selera mu itu yeoja yang sperti apa? Yeoja berantakan ini bisa memikat hatimu? Aigoo.. Lihatlah dandanan yeoya ini, rambut kuncir  kuda, jeans panjang, t-shirt dan jaket. Aku bahkan tidak yakin dia seorang yeoja korea…

Tapi mungkin saja yeoja ini sebenarnya baik. Lagipula aku ini bukan adik seperti ahjjumma” tetanggaku yang bawel dan selalu ikut campur. Stidaknya aku akan ‘keep silent’ selama yeoja ini tidak menyakiti perasaan SooHyun.

Dari tadi selama aku melamun, nunna itu sudah pulang ternyata. SooHyun masih duduk di depan laptopnya dan aku masih berbaring di sofa smbil mendengar lagu dari Ipod ku. Lalu tiba-tiba terlintas di pkiranku untuk menanyakan perasaan SooHyun kpd nunna itu.

“Hyung, nunna itu, kau menyukainya kan?”

“Hmmm…mungkin iya. Kenapa?”

“Ani.. Tapi kok bisa? Bukannya dulu kau suka wanita yang feminim? Sedangkan nunna itu? Tomboy , dan berantakan.”

“Ah.. Gwaenchana. Seleraku sudah berubah. Kekeke..”

“Geurae, sekarang kau sudah 100% terhipnotis..”

“Baguslah kalu kau mengerti.”

SooHyun POV

Memangnya ada yang slah jika aku suka dengan yeoja itu? Memang, dia mungkin sdikit melenceng dari yeoja korea biasanya. Tapi itu tidak berarti apa-apa bagiku. Cinta itu buta, aku benar-benar mengerti pepatah itu sekarang.

Aku tak mengerti apa yang sedang ku pikirkan sekarang. Yang ada hanya yeoja itu, JaeKyung. Dan tanpa waktu yang lama, otakku sudah dipenuhi bermacam- macam pertanyaan ttg JaeKyung. Apa dia sudah punya pacar? Apa dia suka dgnku? Apa dia juga memikirkanku? Rumahnya di mana? Apa dia kesepian sekarang? Apa yang sdng dia lakukan sekarang? Apa dia sudah makan? Agh.. Molla.. Nan jinjja phabo…

Akhirnya aku terbangun dari lamunanku berkat suara jam antik di dekatku yang kedengaran smakin kencang karena ruangan ini yang smakin sepi. Ku menoleh ke arah jam 7.30. Omo!! Sekarang sudahjam 7, nunna pasti sudah pulang. Gawat!

Memang untuk seumuran kami ini masih dlm batas normal. Tapi nunna kami adalah orang yang mudah khawatir dan tidak biasanya kami pulang malam” tanpa perberitahuan dulu. Jadi aku langsung bergegas merapihkan barang”ku, dan ternyata JungMin sudah tertidur pulas berkat Ipodnya dan sofa empuk itu. Setelah selesai, lekas ku tepuk paha JungMin. Untunglah dia langsung terbangun.

“Ehm.. waeyo hyung?”

“Ppali irona.. Sekarang sudah hampir jam 8.”

“Mwo?? Jinjja?”

“Ne. Ayo cepat pulang, nanti nunna pasti khawatir..”

“Ye ye ye”

# Sesampainya di rumah…

Sudah kami duga nunna sdah menunggu kami di ruang tamu. Kami tidak biasa mengendap – ngendap, jadi kami menyapanya dengan bersemangat…

“Nunna, kami pulang…!”

“Ya!! JungMin-ah, SooHyun-ah.. Kenapa baru pulang?” nunna berkata seraya memukul lengan kami.

“Aw.. Nunna, ini kan baru jam 8.”

“Iy juga sih.. Hehe.. mian. Tapi aku bisa gila sendirian terus di rumah.. Memangnya kalian dari mana saja?”

“Kami dari Café”

“Oh, jeongmal? Bagaimana usaha kalian?”

“Lancar” saja.”

“Baiklah cepat mandi. Sudah malam.”

“Ne”

GyuRi POV

Apa benar tadi mereka ke Caffe? Mungkinkah mrk prgi ke tmpt yang aneh”? Huhh… Sangsangjima.. sangsangjima.. Ad apa yah dengan JungMin? Dia klihatan lesu. Tapi sbaliknya SooHyun mlah sngat berseri-seri. Aneh…

Lalu setelah mereka melangkahkan kaki trakhirnya di tangga, aku pun bangun dari lamunan ku. Aku melangkah ke arah sofa di ruang tengah. Kuraih laptop hitam yang tadi ku letakkan di meja. Aku langsung masuk ke web butik online milikku. Pengunjungnya 2000 hari ini. Aku tersenyum puas, memang awalnya web ini sdikit berantakan, tapi akhirnya kini smua terkendali dan pengunjungnya terus meningkat.

Lma” suara jangkrik di taman bertambah berisik. Tapi ini bukan salahnya, malam ini memang benar-benar sepi. Biasanya JungMin dan SooHyun menonton TV bersama di sini, tapi malam ini aku benar-benar sndiri. Karna pekerjaanku masih menumpuk, aku belum mau bergegas tidur. Karna takut tenggelam dlm kesunyian ini, akumemutuskan memutar lagu “pop dance” dari speaker portable Ipod ku. Memang cukup berisik untuk mengganggu tidur dongsaeng” ku. Tapi aku yakin mereka belum tidur.

Setelah hampir 3 jam mengedit ini itu, juga menambah beberapa baju-baju baru, aku memutuskan untuk tidur. Mataku memang sudah berair dari tadi dan sekarang aku tidak berniat menahannya lagi.

###################################


4 Responses to “I Can’t Be Yours (Part 2; chapter 1)”


  1. March 8, 2011 at 4:10 pm

    waa, jgn2 jungmin ntar lma2 suka sma jaekyung ya?

    astaga, ak jdi kbyang ekspresi soohyun kalo lg fallen love..

    knpa trlhat spti org yg polos bgt ya? kekeke :p

    lnjutkan ya chingu! hwaitttiiing!!!

  2. March 10, 2011 at 10:25 am

    Thanks unni.. Hihihi.. Sorry yagh klo bnyk kata” yg slh..
    Sorry jg lma updatenya.. Hha.. Gomawo..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

March 2011
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: