08
Mar
11

Cavity Of Heart

Title: Cavity Of Heart

Cast:

  • SHINee’s Kim Jonghyun
  • Shin SeKyung
  • SHINee’s Choi Minho
  • SHINee’s Onew/Lee Jinki

Genre: Angst, Romance

Rating: PG-13

Length: Oneshot

Background Song: 2AM – Confession Of A Friend, SHINee – Quasimodo

user posted image

Aku memandang wajah jelitanya –yang bahkan dapat menandingi para dewi

Setiap lekukan tubuhnya dibentuk dengan sempurna oleh tuhan

Gera geriknya membuat seluruh tubuhku membeku, tak bisa bekerja

Tapi setiap mata kami bertemu, saat itulah baru kusadari sebuah lubang besar terbentuk

Tepat di dalam hatiku [‘Jonghyun’]

*

“Ya, jonghyun ah kau mau pulang atau tidak, ya…”  Seorang lelaki berambut coklat mengguncang-guncang bahu seorang lelaki yang sedang duduk termangu disebelahnya.

“Ah…” laki-laki yang dipanggil jonghyun itu terperanjat.

“Ya, Lee Jinki. kenapa kau selalu mengagetkanku sih!!!” seru Jonghyun.

“Loh, bukan salahku ya. Kau sendiri yang melamun tidak jelas, lagian kenapa seminggu ini kau terlihat aneh terus, kerjaanmu melamun saja. apa ada seseuatu?” Jinki mengalihkan pandangannya mengikuti arah pandangan Jonghyun.

“Ah, ani. Tidak apa-apa, aku hanya tidak enak badan..” Jonghyun menjawab dengan gugup, mencoba menyembunyikan yang sebenarnya.

Namun sanggahan Jonghyun barusan tidak dapat mempengaruhi Jinki-yang memang peka dan sudah mengenal sahabat dari sejak kecilnya itu. Jinki memandang seorang gadis yang berdiri tidak terlalu jauh dari tempatnya dengan Jonghyun.

Shin Sekyung. Gadis itu tertawa pelan mendengar lelucon yang dilontarkan salah satu temannya. Jonghyun menyadari Jinki tengah memandang Sekyung.

Tidak,tidak seorangpun boleh tahu.

“Jinki, kenapa sekarang malah kau yang melamun. Ayo kita pulang…” Jonghyun bediri dan menarik tangan Jinki.

“Ahhh, aku tahu , aku tahu alasan kau sering melamun….” Jonghyun menelan ludah mendengar perkataan Jinki. Jangan sampai dia tahu.

“Memangnya apa?” Jonghyun menoba terdengar normal padahal jantungnya berdetak tak karuan.

“Kau suka pada Shin Sooran ya?” tebak jinki –dan membuat Jonghyun bernafas lega.

*

‘Bruuukkk…’ terdengar suara tubrukan keras.

“Ah…”

“Mi..mianhe…” Jonghyun menunduk-nundukan kepalanya kepada orang yang ditabraknya barusan.

“Ehm,t idak apa-apa” jawab orang itu lalu mengambil buku-buku yang ada didepannya.

“eh, sini biar kubantu…” Jonghyun dengan cepat mengambil buku-buku yang bertebaran di depannya –buku orang dia tabrak.

Jonghyun masih menunduk, membereskan buku itu.

“Ah, selesai. Ini, maaf telah…” Jonghyun mengentikan perkataannya ketika dia mendongkak dan mendapati sepasang bola mata bening menatapnya, mata indah yang selama ini Jonghyun kagumi.

“Ehmmm…” SeKyung berdehem pelan, menyadarkan Jonghyun.

“Oh, sekali lagi aku minta maaf..” Ucap jonghyun sambil menyerahkan buku-buku milik Sekyung, lalu buru-buru beranjak sebelum Sekyung dapat mendengar detak jantungnya yang keras itu.

“Hei, tunggu..” Sekyung berteriak memanggil Jonghyun.

Merasa dipanggil, Jonghyun membalikkan tubuhnya.

“Uhm, ada apa?” tanya Jonghyun. Sekyung berlari ke arah Jonghyun.

“Siapa namamu?” tanya Sekyung balik.

“Ohh, em, namaku Jonghyun. Kim Jonghyun..” jawab Jonghyun sambil tersenyum simpul.

“Perkenalkan..” Sekyung menjulurkan tangannya.

“Aku Sekyung, Shin Sekyung. Dan kurasa aku pernah melihatmu sebelumnya, apakah kita sekelas?” Tanya Sekyung.

“salam kenal Sekyung…” Jonghyun menerima tangan Sekyung, dan sebuah sengatan menjalar ditangannya.

“ia benar, kita memang sekelas. Tapi aku memang tidak terlalu menonjol jadi kau mungkin tak mengenalku he he..” Jonghyun buru-buru melepas tangannya dari tangan Sekyung. Bila terlalu lama, mungkin dia akan mati kesetrum.

“Ya ampun sudah jam 2. Jonghyun aku pergi duluan ya. Sampai bertemu lagi…”

Jonghyun tersenyum sambil mencengkram dadanya. didalam hatinya dia membalas salam dari Sekyung.

Sampai bertemu kembali Sekyung, tapi aku tidak yakin apakah aku akan kuat bila harus bertemu lagi denganmu.

*

“Jonghyun..” sebuah suara yang familir yang terdengar merdu ditelinga Jonghyun memanggilnya.

Jonghyun menoleh dan melihat Sekyung tengah berjalan ke arah mejanya.

“Heh, sejak kapan aku kenal dengan Sekyung…” Jinki yang duduk disebelahnya menyikut lengan Jonghyun.

“kemarin..” jawab Jonghyun singkat, dia sedang tidak ingin meladeni pertanyaan Jinki. Dia lebih memilih menenangkan jantungnya yang berdebar tidak karuan setiap menatap Sekyung.

“kenapa kau harus duduk dibelakang sih, jadinya aku harus berjalan jauh dari depan untuk melihatmu….” Sekyung menggembungkan pipinya, yang dianggap orang-orang adalah sebuah pengertian dari kata CUTE.

Sementara Jonghyun malah mencekram dadanya, tidak menjawab Jonghyun.

“Ya, jonghyun…” Jinki menyikut lengan jonghyun sekali lagi.

“Jonghyun, kau tidak apa-apa?” tanya Sekyung melihat Jonghyun yang mencengkram dadany.

“Uh, ti..tidak apa-apa..” jawab Jonghyun dengan bergetar.

“Kau belum menjawab pertanyaanku…” desak Sekyung.

“A…ak….”

‘Kriiing..’ terdengar suara lonceng berbunyi, menandakan pelajaran akan dimulai, sekaligus mengentikan ucapan Jonghyun.

“Ah, sudah masuk..” Sekyung kembali menggembungkan pipinya.

“Nanti istirahat kita lanjutkan ya!!” Tambah Sekyung, dan tak lupa mengedipkan sebelah matanya kepada Jonghyun.

Jonghyun menunduk lalu memejamkan matanya.

*

“Jonghyun…jonghyun….sini…” Sekyung melambai-lambaikan tangannyabegitu melihat Jonghyun bersama Jinki masuk ke Kantin.

Jonghyun menoleh kepada Jinki, Jinki mengangguk tanda memberi persetujuan. Padahal dalam hatinya, Jonghyun berharap Jinki menggelengkan kepalanya saja.

“Hei, my babe…”

Baru saja jonghyun dan Jinki akan duduk, seorang lelaki jangkung tiba-tiba datang ke meja mereka dan mencium kening Sekyung.

“Minho..” seru Sekyung sumringah, dia membalas ciuman Minho dengan menium pipi Minho.

Jonghyun masih berdiri. Terpaku tepatnya.

Seharusnya aku tahu diri, seharusnya aku tidak disini.

“Jonghyun…” Jinki yang sudah duduk memanggil Jonghyun yang masih berdiri.

Sekyung dan Minho menoleh ke arah Jonghyun.

“Jonghyun aku kenapa? Kau baik-baik saja?” tanya Sekyung khawatir.

“Ah ti..tidak apa-apa. err, Jinki bisa antar aku ke toilet…” Jonghyun menarik Jinki.

Dan dengan terpaksa Jinki mengikuti Jonghyun, walaupun dia merasa janggal dengan sikap temannya itu.

*

“Jonghyun, kemarin kenapa kau tidak kembali lagi ke kantin..” Tanya Sekyung

“Ah, itu. aku merasa tidak enak badan, jadi ya kuputuskan untuk langsung ke kelas. Lagipula aku sedang tidak nafsu makan..” kata Jonghyun berbohong.

“Oh begitu rupanya. Eh, ini..” Sekyung menyodorkan sebuah kertas warna biru dengan pita didepannya.

“Apa ini..” tanya Jonghyun sambil mengambil kertas itu.

“Baca sendiri!!” kata Sekyung

“Undangan Pertunangan, CHOI MINHO & SHIN SEKYUNG…”

‘DEG’ Jonghyun berhenti membaca.

“Jonghyun, Kau mau datang kan. Please, aku akan sangat senang bila kau hadir disana!!” Sekyung mengatupkan kedua tangannya.

“Ba..baiklah akan kucoba…” Jawab Jonghyun dengan susah payah. Air mata sudah menggenang di pelupuk matanya. tapi Jonghyun tetap mencoba tersenyum.

“Ah terima kasih….” Sekyung menghambur ke Pelukkan Jonghyun, membuat Jonghyun terhenyak.

“sama-sama..” Sebuah senyuman tulus tertera dari bibir Jonghyun.

*

“Dia kemana sih..” Sekyung celingukan memandang orang-orang di Ruangan itu, berharap menemukan orang yang dia tunggu-tunggu. Jonghyun.

“Sekyung..” Sebuah suara memanggilnya, Minho.

“Ya…” sahut Sekyung tanpa menoleh, dia tetap pada aktivitasnya –mencari Jonghyun.

“Kau sedang mencari siapa sih, sampai gelisah seperti itu. ayo, sebentar lagi acara tukar cincinnya dimulai!!”

“Ah iya iya..” Sekyung berbalik mengikuti Minho yang sudah duluan berjalan di depannya.

“Sekyung…” sebuah suara dari orang yang sekyung tunggu-tunggu terdengar memanggilnya.

Sekyung berbalik dan mendapati Jonghyun berdiri di ambang pintu.

“Jonghyun…” Sekyung tersenyum lebar.

“Aku datang…” Jonghyun membalas Senyuman Sekyung. Lalu,

‘Bruuuk’

Tiba-tiba Jonghyun ambruk ke lantai, seketika orang-orang yang ada disitu melihat ke arah Jonghyun, tak terkecuali Minho –yang melihat Sekyung tengah berlari ke arah Jonghyun yang tergeletak tidak sadarkan diri.

“Jonghyuunnn…” Sekyung berteriak Histeris, dia mengangkat kepala Jonghyun kepangkuannya dan melihat dengan jelas bagaiman pucatnya wajah Jonghyun sekarang.

“panggilkan ambulan..” seru Minho.

*

Dua tahun yang lalu, Jonghyun. Anakku, didiagnosa oleh dokter menderita Kanker hati. Aku dan ayah Jonghyun tentu saja tidak percaya, sudah beberapa kali kami memeriksa Jonghyun ke beberapa rumah sakit yang berbeda, bahkan ke luar negeri. Tapi hasilnya tetap sama. Jonghyun menderita Kanker Hati stadium akhir.

Jonghyun sendiri terlihat tegar dan mengatakan bahwa dia akan baik-baik saja. tapi kami tahu, dia berpura-pura, dia menahan sakit yang amat sangat. beberapa bulan kemudian kedaan Jonghyun semakin parah, dia bahkan terlalu sakit untuk berpura-pura tetap baik.

Dokter mengatakan bahwa umurnya tinggal beberapa bulan lagi, dan kami sudah pasrah. Membiarkan  tuhan mengambil Jonghyun ke sisinya.

Tapi dugaan kami semua salah, beberapa bulan berlalu dan dia tetap hidup sampai dua tahun berlalu. Suatu malam dia pernah berkata,

“Aku ingin hidup lebih lama bu..”

Aku sangat heran dan mencari tahu apa yang membuat Jonghyun berkata seperti itu. Kemudian aku mengetahui bahwa dia mencintai seseorang, membuatnya ingin tetap terus melihat orang itu.

Dan nama orang yang dia cintai itu SHIN SEKYUNG, kau…

Perkataan Ibu Jonghyun tadi terus terngiang di telinga Sekyung.

“Terima kasih karena telah mencintaiku Jonghyun…terima kasih..” Sekyung mencium Nisan yang bertuliskan. Kim Jonghyun.

“Sekyung ayo pulang, ini sudah sore..” Minho yang dari tadi ada dibelakangnya menepuk pundak Sekyung pelan.

“Baiklah..” Sekyung berdiri.

“Istirahat yang tenang Kim Jonghyun…” Sekyung mengucapkan salam terkakhirnya, dan angin berhembus membelai telinga sekyung lembut, membisikan sesuatu.

Saranghae...”

THE END

A/N: Huaaa stress berkepanjangan, Fic ini tercipta gara-gara aku tanpa sengaja dengerin lagu Pinkan Mambo yang berjudul ‘Kasmaran’. nah lo, gak nyambung kan. tapi coba deh pahami liriknya dengan dalam, menurut aku ya lagu itu nyeritain tentang seseorang yang sangat mencintai seseorang walaupun orang yang ia cintai itu menyakitinya dan menduakannya.

at least, aku minta kritik dan saran dari kalian yua..ha ha makasii yang udah mau baca, apalagi mau comment, tapi silent readers makasii juga udah mau baca ampe akhir. walaupun aku tahu kalian gak comment karena ficnya mengecewakan.. sorry *bow

 


2 Responses to “Cavity Of Heart”


  1. 1 ch4bi_hyerin
    March 9, 2011 at 12:01 pm

    hhuuuuwwwwaaa ,,,,
    sad ending ung ,,,
    hikz hikz hikz ,,,
    rest in peace iiah ,,,
    nice ff ,,,
    sedih ung ,,,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

March 2011
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: