30
Mar
11

I Can’t Be Your’s (Part 2 ; chapter 2)

Author: Me (Minsaeng)

Genre: Melow Drama, Family

Cast :  – Jung Min (SS501)

– GyuRi (KARA)

– SooHyun (U-Kiss)

– JaeKyung (Rainbow)

– SooMi (Co:Ed)

– JungShin (C.N. Blue)

– KiBum (U-Kiss)

– Park Bom <as BoMi> (2NE1)

Length : Chaptered / Series Fic

Rating : T

Read this too: Part 1_1 , Part 1_2 , Part 2_1

Part 2 : Collage

Chapter :2

JungMin POV

Ahh….Phabo ya!! Phabo!! Hari ini aku benar-benar hmpir terlambat ke kampus.Jam alaram dari HP ku sudah berdering dari tadi, namun mataku tidak bisa diajak kompromi untuk bangun sehabis begadang selamam. Langsung aku melompat dari ranjangku dan berlari ke kamar mandi. Biasanya aku paling menikmati waktu” mandiku, tapi hari ini aku terpaksa melewatkannya.

Sehabis mandi langsung ku tarik sebuah T-Shirt dari lemariku dan tasku di kursi. Spertinya aku telah meninggalkan sesuatu, namun aku benar-benar tidak pnya waktu untuk berpikir…

SooHyun sudah meninggalkan ku dari tadi. Jadi terpaksa aku naik bis hari ini,tapi keberuntungan sdang menjauh drku . Bis yang harusnya kunaiki sudah pergi 15 menit yang lalu !!

“Mungkin hari ini memang takdirku untuk bolos…” aku bergumam pada diriku sndiri dengan pasrah. Karna walau kuliah sangat membosankan bagiku, tetap saja ini berarti membuang” uang dan waktuku…

“Hey, JungMin! Kau akan terlambat kalau duduk di satu.. Ayo masuk..” Tiba-tiba ada suara seorang yeoja yang memanggilku. Yeoja itu BoMi dengan mobil hitamnya yang mungil.

“Ehhmm, ye.” Aku menjawab dengan sdikit ragu”.

“Ppalli..”

“Gomawo..” aku berterima kasih dengan sdikit canggung. Dia hnya membalasku dengan senyuman. Pantas saja aku merasa melihat hantu….. Aku lupa membawa pita ituuuuuu….

“BoMi-shi” “JungMin-shi” kami saling memanggil bersamaan.

“Kau duluan JungMin..”

“Ah, baiklah. Aku mau bilang, kalau aku belum memutuskan jawabanku. Bisakah aku meminta waktu?”

“Ne.. Gwaenchana..” suaranya terdengar sangat bahagia dan optimis. Ya ampun.. aku benar-benar tidak tega…

“Dan kau?”

“Ani. Pertanyaanku sudah kau jawab barusan.”

“Ohh.. baiklah.”

Perjalan kami tidak memakan waktu lama. Mungkin karena BoMi memang sdikit ngebut tadi. Aku bersyukur belum ketinggalan pelajaran sedikitpun hari ini, karna kelas baru akan dimulai.

Aku tidak menyadari kalau ternyata aku melangkah bersamaan dengan BoMi. Pasti JungShin sudah mencurigaiku..

“JungMin, kau datang dengan BoMi?”

“Ahh.. Aniyo..”

“Jeongmal?”

“Jeongmal…” aku berpura-pura memperhatikan dosenku yang sedang menerangkan pelajaran. Aku tidak berani menatap JungShin. Aku pembohong yang buruk…

JungShin POV

Buat apa aku securiga itu? Dia temanku, dan BoMi, dia bukan siapa-apaku. Harusnya aku tidak peduli dengan hal ini sekarang. Masalah keluarga ku masih terlalu rumit untuk ku lupakan bgitu saja. Appa dan umma terus bertengkar di rumah.Appa kini smakin berubah, ia jadi kasar, temperamen, suka minum dan berjudi. Umma dan aku selalu berusaha mengingatkan Appa, tapi justru Appa marah dan memukul kami. Kadang aku ingin kabur dari rumah, tapi aku tidak bisa meninggalkan umma dan dongsaeng ku bgitu saja di rumah. Bisa-bisa mereka di bunuh oleh appa. Aku benar-benar bingung harus bagaimana sekarang. Keadaan rumahku benar-benar gila.

“JungShin… Nol waeire??” aku kenal suara itu, suara BoMi. Aku lekas mengangkat kepalaku.

“ Ani.. Nal gwaenchana.”

“Oh. Bap moggoseo?”

“Ani, mimashi opta..”

“Waeyo?”

“Mollayo..”

“Huft~~~ Geuraeyo? Kalau bgitu, aku mau ke kantin dulu. Annyeong….”

Aku tidak menjawab apa-apa. Aku hanya melambaikan tganku dengan muka tetap di meja. Seharusnya aku senang BoMi mau memperhatikankku. Tapi bukan itu yang aku perlukan sekarang…

<Di Sisi lain>

JaeKyung POV

“YooBin-ah , nunna khalke (pergi dulu).. ”

“Ye nunna… Eosseo khaseyo (cepat berangkat).. Hwaiting..”

“Gomawo. Annyeong…”

“Annyong…”

Aku selalu sperti ini tiap pagi. Aku susah berpisah dari dongsaeng ku YooBin yang baru berumur 7thn. Aku menyayanginya sperti anakku sendiri. Walau kenyataannya dia hanya anakku dan bukan adik kandungku, aku tetap menyayanginya. 7thn yang lalu kluarga ku menemukan YooBin di depan rumah, entah mengapa umma langsung tergerak untuk mengasuhnya. Aku masih mengingat perkataan umma pada waktu itu, “Ini sbuah takdir, kita terpilih untuk mengasuh malaikat kecil ini.” Namun takdir itu berubah cepat, akulah yang terpilih untuk mengasuh malaikat ini.

Dan sejak appa dan umma meninggal, hanya aku yang mengurus YooBin. Sebenarnya halmoni dan haraboji berniat untuk membantuku mengurus YooBin agar aku bisa kembali bersekolah, tapi mereka terlalu tua mengurus YooBin di tmbah cucu” yang lain  di desa. Lagipula YooBin satu-satunya yang tersisa dari keluargaku, aku tak bisa melepasnya bgitu saja.

Memang rasanya nasibku ini terlalu sulit, tapi aku bukanlah orang yang suka mengeluh. Bagiku masih punya YooBin adalah anugrah.

Aku mempercepat langkah kakiku menuju Caffe, ini hari pertamaku, aku tak boleh terlambat. Caffe itu letaknya hanya beberapa blok dari rumahku, aku tidak perlu naik bis, jadi aku bisa sdikit berhemat. Hari ini mungkin akan melelahkan. JaeKyung-ah.. Hwaiting…

<Di Sisi lain>

GyuRi POV

“Eonni, baju-baju model baru untuk laki’ yang kau pilih kemarin sudah datang. Apa kita akan gunakan model kmarin? Atau kau mau minta JungMin saja?”

“JungMin saja… Aku bosan dengan model itu.”

“Ok.”

Aku langsung buru” mengirim sms untuk JungMin, mungkin dia sudah mau pulang ke rumah. Untunglah dia bilang masih sempat untuk kesini. Sekarang aku lebih meminta bantuan JungMin dari pada memakai model lain. Alasannya? Karena dia adikku pastinya, lagipula postur tubuhnya cocok untuk baju-baju di butikku. Sebenarnya aku juga pernah mengajak SooHyun, namun dia keukuh kalau menjadi model itu tampak ke cewe’an.

Tak lama kmudian akhirnya JungMin datang bersama SooHyun…

“JungMin-ah no wasseo?”

“Geurongmyeon…”

“SooHyun-ah, kau mau menunggu di sini? Atau kau mau pulang?”

“Aku mau jalan-jalan keluar. Skalian nanti kita makan di luar saja.”

“Baiklah. Nanti akan ku telfon kalau sudah selesai.”

“Ok. Hwaiting JungMin-ah..”

Aku langsung membawa JungMin ke ruang  ganti di lantai 2. Pemotretan juga dilakukan di situ. Karna pemotretan ini sudah sering, JungMin sudah tidak kaku lagi dan pemotretan dapat berjalan lebih cepat, tidak sampai 1 jam. Setelah selesai aku langsung menghubungi SooHyun. Namun trnyata hari ini tidak sebaik yang kukira…

“Eonni.. Ada artis yang datang ke butikmu, dia ingin bertemu denganmu.” Memang ini bukan yang pertama kali, tapi kenapa perasaanku jadi tidak enak?

“Nugu?”

“SooMi dan pacarnya..”

“Mwo???” aku benar-benar terkejut, dari sekian banyak butik kenapa dia harus ke butik ku?

“Wae nunna?”

“Ada..” pegawai ku hampir saja mengeluarkan kata-kata maut.

“Aniyo..JungMin-ah.. Ada temanku yang datang. SooHyun sbentar lagi datang. Kau tunggu saja di ruanganku.”

“Oh, baiklah..”

Setelah JungMin masuk ke ruanganku, aku bergegas ke depan untuk melayani SooMi. Aku berharap dia cepat pulang. Mungkin harusnya aku bersembunyi saja, tapi itu berarti aku tidak profesional. Lagipula, JungMin harusnya sudah bisa mengontrol perasaannya sekarang.

“Annyeonghaseyo…”

“Annyeonghaseyo…Eonni??”SooMi sepertinya benar-benar terkejut dengan kemunculanku. Tapi aku harus profesional di sini, bukan saatnya mengungkit hal yang lalu. Aku langsung menjawabny dengan datar, seakan” tidak prnah terjadi apa-apa diantara kami. Namja chingu-nya KiBum juga terlihat bingung, dia tidak perlu tau juga.

“Ne, Oraenmaniyeyo..  Mwol dowa deurilkayo? (ada yang bisa dibantu?)”

“Eonni, JungMin-shi isseoyo? Aku perlu bicara pdnya sbentar.”

“SooMi-ah, kau knal dengan nunna pemilik butik ini? JungMin mana yang kau cari?”

“Nanti baru ku jelaskan. Nunna, chebal… Nega chal mothaeseo, hajiman…”

“Hajiman mwo??!!”SooHyun tiba-tibadatang dan membentak SooMi. Aku tau ini pasti akan berakhir buruk.

“SooHyun-shi…”

“Kalau kau tidak berniat membeli apa-apa sebaiknya kau pulang, ini sudah malam butik ku sudah mau tutup.” Aku berusaha menjawab dengan tenang.

“Hyung, nan himdeuro, eosseo jib-e khayo…” tiba’ JungMin muncul bgitu saja.

“JungMin-ah… “ SooMi langsung berlari ke arah JungMin dan meraih tangannya.

“Lepaskan..”

“JungMin-ah.. Mianhae.. Jangan pergi dulu, dgar  penjelasanku..”

“Dengan adanya dia, aku rasa sudah cukup jelas bagiku.”

“Ini tidak seperti yang kau pikirkan, JungMin-ah… Tunggu sebentar, aku akan menjelaskannya padamu..” SooMi mulai meneteskan air mata, dongsaeng ku juga sudah berkaca- kaca. Tapi sekarang aku dan SooHyun tidak bisa membantu apa-apa.

“Cichh…Untuk apa kau menangis hagh? Aku belum mati. Sekarang lepaskan tanganku, karena kau benar-benar membuang waktuku !!”

“Mianhae… JungMin-ah chebal…” SooMi malah berlutut sekarang. Tapi aku tau JungMin tidak akan memaafkannya.

“SooMi-ah apa yang kau lakukan? Berdirilah…” KiBum mungkin masih bingung dengan smua ini, tapi seharusnya ia tidak ikut campur.

“ Ani.. Andwaeyo…”

“Hmmhh.. Baiklah jika kau tidak mau dgar…. Lepaskan..!” JungMin langsung menghempaskan tangan SooMi bgitu saja.

“Ya! Apa kau harus sekasar itu pada wanita?!!” KiBum tiba-tiba menghentikan JungMin dan berteriak pdnya.

“Huft…Sekarang  apa maumu? Aku yang harus meminta maaf pdnya?”

“No jinjja!!”

“JungMin-ah !!”

Kibum tiba-tibamemukul dongsaeng ku hingga tersungkur dan bibirnya berdarah. Aku benar-benar tak menyangka akan seperti ini. Aku langsung berlari ke arah JungMin, sedangkan SooHyun yang tidak terima hmpir saja memukul KiBum. Untunglah SooMi menahannya.

Aku benar-benar merasa bersalah sekarang, seharusnya aku mengusir SooMi dari tadi. Sambil membersihkan darah di mulut JungMin dengan sapu tanganku, aku mulai menangis. JungMin menyingkirkan tanganku dari bibirnya dan berdiri, aku tak mengerti apa yang akan dilakukan adikku yang bodoh ini.

“Kau sudah puas memukulku?”

“Kenapa? Kau masih mau?!”

“Tentu, karena kalian sngt cocok, yang satu menyakitiku di masa lalu dan satunya lagi menambahnya kini. Ya~Aku mengerti…”

“Kau!” KiBum langsung berniat untuk memukul JungMin lagi.

“Cukuppp!!! Cukuppp!!! Ini semua salahku… Aku akan pergi…”

“Meminta maaf dengan pukulan. Daebak !” JungMin terus memancing KiBum, sambil menyeka darah dari bibirnya.

“JungMin hentikan!”Aku tidak tahan lagi, aku takut dia terkena pukulan KiBum lagi.

SooHyun membuka pintu lebar’.

“Pergi, dan jgn kembali lagi…” KiBum melangkah dengan berat keluar, karena ku yakin dia masih emosi dengan tingkah JungMin.

“Ya, KiBum ! Siapa bilang aku sudah selesai?” tiba’ JungMin melangkah ke arah KiBum dan memukulnya. Aku tidak akan menahan yang satu itu, itu haknya.

“Itu sebagai tanda terima kasihku…”

KiBum juga tersungkur ke lantai seperti JungMin tadi. Sekarang smuanya sudah impas. Namun tetap saja aku tidak terima karena JungMin lagi-lagi tersakiti oleh SooMi. Aku langsung menghampiri JungMin lagi dan membersihkan lukanya. Namun lagi-lagi dia menghindar.

“Nunna, di rumah saja. Aku mau pulang…”

“Tapi lukamu..”

“Gwaenchanayo nunna, nan namjayeyo.”

“Jeongmal gwaenchana? Bukankah perih?”

“Aniyo, tenang saja. Kaja..”

JungMin langsung meninggalkanku begitu saja dan masuk ke mobil SooHyun. Apa benar tidak sakit bagi seorang namja berdarah seperti itu?

JungMin POV

1 tahun dia pergi dan sekarang seenaknya saja mau minta maaf padaku. Aku tidak mau menjadi orang bodoh untuk ke2 kalinya. Dia juga sudah punya namja yang lebih kaya dan pintar drku, untk apa penjelasan itu? Brani juga namja itu memukulku. Hahaha.. SooMi.. SooMi.. Namja pilihanmu berani juga rupanya.

Kau tau apa? Kau tau kau bersalah, tapi kau tak mengerti perasaanku. Perasaan yang membuatku gila. Aku pikir pukulan itu bisa membuatku benci pdmu. Tapi kenyataannya aku tetaplah bodoh. Hatiku juga sakit saat kau menangis, sesuatu yang harusnya tidak aku lakukan stlh selama ini ditinggal olehmu. Harusnya aku berhenti peduli, harusnya aku berhenti mengenali suaramu, berhenti mengingat wajahmu. Seharusnya kita tampak seperti 2 orang asing tadi. Tapi inilah aku, orang bodoh yang selalu berharap perpisahan kita hanya mimpi.

Perih di bibirku tak sebanding dengan perih di hatiku. Jika memang aku bukan untukmu, mengapa kau harus kembali? Bukankah ini takdir yang menyakitkan?

SooHyun POV

JungMin dari tadi hanya memandang kaca, dan sesekali memejamkan matanya. Aku tau dia bukan mengantuk, aku tau dia sdg meredam perih di hatinya. Aku tak mengira hal ini akan datang lagi padanya, mengapa perasaannya yang tulus harus dihancurkan berkali-kali? Aku tau dia selalu berusaha melupakan SooMi stiap hari. Hal yang cukup sulit baginya, dan kini ia harus mengulang jerih payahnya menghapus SooMi. Jika saja aku mengusir SooMi sebelum JungMin muncul, tentu tidak akan seburuk ini jdnya.

“JungMin-ah, nol gwaenchana?”

“Ne, hyung. Gwaenchanayo.”

Suara JungMin terdengar sangat lemah, aku bingung harus bagaimana membantunya.

Ringtone A Song Calling for You berdering dari saku JungMin. Prediksiku, itu pasti nunna.

“Yoboseyo?”

“JungMinnie, apa kau benar-benar ingin pulang? Bisakah kita berhenti sebentar untuk mengobati lukamu? Lagipula kita semua belum makan. Aku khawatir kau malah sakit besok.”

“Terserah kau saja nunna, aku ikut saja.”

“Baiklah, kau dan SooHyun cari restoran dulu. Aku akan pergi beli obat. Bye.”

“Ne.”

“Nunna?”

“Ye. Dia bilang sebaiknya kita pergi makan dulu sekalian mengobati lukaku.”

“Oh, baiklah. Kau mau makan di mana?”

“Mungkin mulutku tidak bisa banyak bergerak. Kita makan bubur saja yah?”

“Ok, itu dia..”

#################################################


4 Responses to “I Can’t Be Your’s (Part 2 ; chapter 2)”


  1. 1 kikotter0907
    April 19, 2011 at 2:07 am

    bagus lhoo🙂
    lho jungmin berdarah😦 sini ak obatin oppa😀
    *ditarik2 saengie hahahaha😀

  2. 2 Diah W.N
    April 19, 2011 at 7:35 am

    ahaha~ tumben si JM tonjok2an~
    eonnie.. lanjutkan.. daebak!!~ 😀😀 b^^d

  3. 3 minsaeng
    April 20, 2011 at 12:39 pm

    Ne, ne… Thanks yah bwt readers skalian…😀
    Klo bgini author kan jd lbih semangat…🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

March 2011
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: