19
Apr
11

Lost in School [Chapter 1]

Title       : Lost in School

Cast       :

  • KARA’s Han Seungyeon
  • SS501’s Kim Kyujong

Genre   : Romantic; Comedy; Other

Rate       : Teen

Type      : Short Story

*hauu..lagi-lagi aku buat cerita lepas, lagi seneng2nya buat cerita lepas. Habisnya, tiap buat ff paten saya (Confession [Clumsy Proposal], In My Dream, dll hoho) alur ceritanya makin sesat gara-gara jalan pikiranku lagi ga jelas bentuknya hahaha😀 *author tdak bertanggung jawab tabokin ajaa!!* hehehe, maaf ya kalo alur ceritanya agak ga jelas miaan J, please enjoy!*

~~~

“Seungyeon-ah, jangan lupa barang-barangmu!” perintah Nicole

Aku hanya mengangguk, kucek barang-barangku sekali lagi di tasku. Hmm..aku rasa tidak ada barang-barangku yang tertiggal lagi. Yah, maklum saja sistem sekolahku ini adalah moving class. Artinya, tiap pergantian pelajaran, kelasnya berpindah sesuai dengan mata pelajaran yang akan dipelajari.

Selain itu, aku juga termasuk orang yang sangat ceroboh dengan semua barang-barang alias peralatan sekolahku. Gak heran berkali-kali aku kelupaan dengan barang-barang yang aku bawa ke sekolah.

“Gimana? Udah lengkap semua barang-barangmu?” tanya Gyuri

“Aku rasa begitu, yah mudah-mudahan sih..” ucapku sambil mengikuti Gyuri yang sudah menungguku didepan ruang Laboratorium Kimia

“Jangan sampai kamu kelupaan dengan barang-barangmu, aku tidak akan menemanimu untuk mencarinya, arasso?” ancam Gyuri

Aku mengangguk sambil tersenyum kecil, perasaanku terasa tidak enak rasa-rasanya aku meninggalkan sesuatu dilaci bangkuku. Apaa ya? Ah, sudahlah jangan diperdulikan paling-paling aku belum mengerjakan tugas yang menumpuk karena aku sangat malas untuk mengerjakannya.

“Aku harap kali ini kamu benar-benar tidak meninggalkan peralatan sekolahmu di laboratorium,” papar Nicole sambil berjalan denganku dan Gyuri

“Yah, aku harap begitu. Tapi aku merasa ada yang mengganjal, aku tidak tau apa itu..” jawabku dengan santai sambil melihat beberapa buku yang kubawa

***

“Gyuri-ah!!!! Omooo!!!!”  aku berteriak histeris melihat buku latihan matematika dan novelku tidak terlihat didalam tasku

“Tuh kan, sudah kubilang kamu ini harusnya lebih teliti sebelum menuju kelas ini. Alhasil barang-barangmu ada yang tertinggal bukan?” sindir Gyuri sambil tersenyum sinis padaku

“Hah..mianhae, aku memang orang yang ceroboh..” gumamku sambil menunduk dalam-dalam

“Sudah, tidak ada gunanya mengeluh sekarang, kita cari saja sekarang..” ajak Hara yang membawa setumpuk kertas-kertas hasil ulangan kemarin lusa

Aku tersenyum memandang Hara lalu memeluknya erat-erat,

“Gomawo Hara-ya, neon cheongmal johayo,” jawabku sambil tersenyum pada Hara

“Hajiman, kalau kamu ceroboh lagi kamu akan kulaporkan pada ommamu!” ancam Hara sambil menyeringai seram padaku

Aku melepas pelukanku untuk Hara, kemudian tertawa salah tingkah. Aigoo, aku mulai merasa seperti ada diujung tanduk gara-gara kecerobohanku! Apa jadinya kalau ommaku tau kalau aku anak yang ceroboh?! Pasti dia akan memarahiku habis-habisan!

“Jamkanmanyo..” seru Gyuri

“Waegeuraeyo?” tanyaku sambil melihat Gyuri yang bterdiam diposisinya

“Saat ini sedang pelajaran atau masih istirahat?” tanya Gyuri

“Masih istirahat kurasa, waeyo Gyuri-ah?” jawab Hara dengan tenang

“Kalau buku-buku Seungyeon-ah tertinggal di Laboratorium, yang pasti dia akan bertemu dengan Kyujong sonbaenim, keutchi?” seru Gyuri

“Mworago???? Aniya-aniya, itu tidak mungkin arasso?” balasku pada Gyuri

Aigoo, mengapa aku lagi-lagi harus berurusan dengan Kyujong sonbaenim? Ya aku tau aku diam-diam menyukainya setelah mengikuti kegiatan panahan, tapi tidak harus sampai digembor-gemborkan seperti ini! Apa jadinya kalau dia tau siapa aku? Selama ini aku menjadi salah satu murid Kendo yang paling pendiam, karena aku memang tidak berani bicara pada para sonbaenim.

Mungkin aku akan jadi mulai banyak bicara saat berkumpul dengan teman-teman sebaya, tapi akan kembali seperti semula ketika para sonbaenim mulai ikut pembicaraan. Paling-paling aku hanya tersenyum atau tertawa kecil saat bahan bercandaan dimulai.

“Seungyeon-ah, kamu ini salah satu murid dari 10 murid cewek yang mengikuti kegiatan panahan. Sedangkan 20 lainnya adalah murid cowok, bukankah seharusnya paling tidak kamu memiliki keberanian untuk berbicara? Itu hal yang sangat mudah, bukan?” ucap Hara sambil menggandeng tanganku

Aku hanya mengangguk kecil dan keragu-raguanku terlihat sekali. Yah, masuk ke dalam kegiatan yang banyak murid cowok ikuti belum tentu bisa membuatku lebih berani untuk menunjukkan diriku.

***

“Seungyeon-ah, ppalli kaja!” Hara menarik-narik tanganku

Aku menggeleng-geleng cepat, aku tetap tidak berani masuk ke dalam Laboratorium, tempat dimana buku-bukuku tertinggal. Padahal aku sudah didepan ruangan Laboratorium!

“Shirho!! Aku ga mau!!!” pintaku pada Hara

Hara melotot padaku, aku tetap menggeleng ketakutan. Sepertinya mataku sudah mulai mirip seperti anak anjing yang tersesat dan meminta pada orang-orang yang lewat untuk mengadopsinya.

“Wae aniya?” tanya Hara dengan nada agak menantang

“Aa~keuge,..eumm aniyo! Pokoknya aku ga mau masuk ke dalam Hara-ya! Chebal..” pintaku sambil memelas pada Hara

Bagaimana tidak?! Jam istirahat begini rata-rata anak cowok pasti sedang main baseball atau basket dan anak cewek pasti ke kantin atau ke perpustakaan. Mengapa Kyujong sonbaenim ada didalam kelas sambil tidur-tiduran didekat jendela Laboratorium?

“Jjinja shirheoyo?” Hara menanyakan keyakinanku

Aku mengangguk pelan tapi juga ragu-ragu, aku tidak mau mengganggu waktu dimana orang sedang tidur dengan nyenyaknya. Bisa dibilang Kyujong sonbaenim tidur diatas buku yang sepertinya sedang dibaca olehnya, mungkin dia kecapekan?

Hara mendengus pelan. Lalu dia masuk perlahan ke dalam Laboratorium. Namun..

“Ya! Hara-ya!” aku berseru cukup keras ketika Hara menarikku untuk masuk ke Laboratorium juga

[sreek..] beberapa kertas jatuh dari meja guru yang tepat disampingku. Kulihat Kyujong sonbaenim bergerak sedikit tapi tidur lagi. Omona..apakah dia menyukai tidur sampai tidak terbangunkan oleh seruanku dan bunyi kertas-kertas yang berjatuhan? Hebat sekali! Jjinja daebak!

“Apa yang kamu lakukan, Hara-ya? Neo jukullae?” ancamku mulai emosi

Hara tertawa kecil mendengar ancamanku yang terdengar seperti ancaman yang ada di film-film drama korea. Aisshh!!

“Nggh..”

Kyujong sonbaenim bergerak lagi, kali ini dia mulai mengangkat kepalanya dari bukunya. Apa dia mendengar ucapanku? Aigoo, otteohkaji? Mau ditaruh dimana mukaku?

Tak lama setelah itu Kyujong sonbaenim membuka kedua matanya, lalu menoleh ke arah kami. Sialnya lagi aku berada jauh didepan Hara-ya dan Kyujong sonbaenim melihat ke arahku. Praktis, aku hanya diam mematung karena dilihat olehnya

“Neo nuguya?” tanya Kyujong sonbaenim sambil menggosok-gosok kedua matanya

“Na, Han Seungyeon imnida. Bangapseumnida sonbaenim,” ucapku sambil membungkuk 900. Aku tidak sanggup unuk melihat matanya yang sangat tajam

“Geurae, apa yang kamu lakukan disini?” tanya Kyujong sonbaenim

“Ehmm..jogi, saya ingin mengambil buku-buku saya yang tertinggal diruangan ini sonbaenim,” jawabku tetap sambil menunduk

Kyujong sonbaenim masih melihatku, lalu mengambil beberapa buku yang ada dilacinya. Itu bukuku! Kenapa bisa ada dilacinya? Kan tadi aku duduk paling depan, bukan ditempatnya Kyujong sonbaenim.

“Apakah…ini buku-bukumu?” tanya Kyujong sonbaenim sambil menunjukkan buku-bukuku

“Aa~ye sonbaenim, cheongmal kamsamnida sonbaenim!” jawabku kemudian membungkuk 900 didepan Kyujong sonbaenim

Setelah aku membungkuk didepan Kyujong sonbaenim, aku melihat Kyujong sonbaenim yang melihatku tanpa ekspresi. Tetapi masih terlihat dimatanya kalau dia masih sangat ngantuk, matanya terlihat sayu. Atau memang model matanya seperti itu?

“Igeo, berhati-hatilah dengan peralatan sekolahmu. Tadi aku menemukan buku-bukumu terjatuh didekat meja guru, jadi aku ambil saja,” jawab Kyujong sonbaenim kemudian menyerahkan buku-bukuku

“Ye sonbaenim, algeissimnida..” ucapku agak terdengar canggung

“Jogi..apakah kita pernah bertemu sebelumnya? Sepertinya aku pernah melihatmu disuatu tempat..” tanya Kyujong sonbaenim

“Ngg..keuge..[kriiiiiing!!!!!]” ujarku namun terpotong oleh suara bel masuk kelas selanjutnya

“Seungyeon-ah, kaja! Kita akan terlambat masuk ke kelas,” ajak Hara yang mulai lari ditempat, sepertinya dia sudah bersiap-siap untuk berlari

“Mianhae sonbaenim,” ucapku terburu-buru,

Yang kemudian disambut anggukan dari Kyujong sonbaenim yang masih terlihat bingung dan mengantuk sekali. Aku hanya tersenyum kecil

Kemudian aku dan Hara berjalan secepat mungkin. Tidak mungkin kita berlari-larian dikoridor sekolah, selain menimbulkan keramaian, jika sampai ketahuan oleh guru tata tertib pasti akan diberi sangsi. Aigoo, ribet sekali ya?

“Ya, Seungyeon-ah! Mengapa kamu terlihat sangat nervous tadi?” tanya Hara

“Mollayo, hanya saja saat aku mulai berbicara dengan Kyujong sonbaenim rasanya waktu berjalan dengan lambat. Jadi, cara bicaraku terdengar sangat lambat, bukan?” tanyaku balik

“Ne, majayo.. aissh, sayang sekali Seungyeon-ah! Seandainya kamu bisa bersikap lebih biasa, mungkin Kyujong sonbaenim bakal basa-basi ke kamu,” jawab Hara setelah mengangguk-angguk

“Keuddae, tadi dia bilang padaku kalau dia merasa sebelumnya pernah melihatku. Yah, aku rasa karena aku jarang absen latihan, hahaha..” jawabku membanggakan diri

“Mwoyo? Hahaha..kamu ini, atau jangan-jangan sebenarnya dia mengamatimu dari kejauhan saat kegiatan panahan ya? Hahaha,..” tawa Hara menggelegar kemana-mana

Aku hanya berkata ‘Ssst!!!’ habisnya, aku merasa dia dilihat oleh guru yang ada diruangan lain. Omoo, Goo Hara memang anak ajaib! Hehehe..

***

…aisssh.., aku mati kutu di lapangan. Sendirian..gak ada siapa-siapa..sepi.., huaaahh!!!!! Katanya hari ini ada latihan panahan dan gak boleh terlambat, kenapa tidak ada yang datang tepat waktu?! Disaat aku ingin bersantai pada hari sabtu seperti ini malah disuruh datang ke sekolah.

Hanunim.., aku benar-benar mati kutu, mati menjamur disini. Sudah 30 menit aku tunggu kedatangan anggota yang lain, tapi mengapa belum ada yang datang?

“Arrrggghhhh!!!!! Aku mati kutu!!!!! Dimana yang lain????” teriakku sambil menghentak-hentakkan kakiku

“Museun mariya? Mati kutu?” eh, nugura?

Aku menoleh ke sampingku,..kyaa!!! Kyujong sonbaenim baru saja datang! Mana dia mendengar teriakanku yang benar-benar keras!? Pasti terdengar oleh penjaga sekolah dan anggota klub-klub lain.

“Kamu sudah datang daritadi?” tanya Kyujong sonbaenim sambil meletakkan tasnya

“Hmm..ne sonbaenim,” jawabku sangat singkat

Kyujong sonbaenim mengangguk mendengar jawabanku, lalu dia duduk disebelahku. Aku menjaga jarak sedikit, aku tidak mau berada didekatnya. Bukan berarti aku marah atau apa pada Kyujong sonbaenim hanya saja aku merasa canggung jika ada didekatnya. Pasti aku hanya bisa diam,

“Kamu anak baru ya?” tanya Kyujong sonbaenim setelah diam agak lama

“Aa? Aniyo sonbaenim, a-aku..” jawabku agak gugup

“Aniyo, maksudku kamu hoobaeku yang masuk klub panahan?” ujar Kyujong sonbaenim memotong jawabanku

Aku mengangguk agak janggal, sudah jelas daritadi aku memanggilnya sonbaenim mengapa dia masih menanyakan hal yang tidak perlu dipertanyakan lagi?  Yah, mungkin karena aku tidak terlalu aktif berbicara saat kumpul bareng anggota-anggota klub panahan yang lain.

“Aa..geuraesso,” ucap Kyujong sonbaenim

Diam lagi, suasana canggung lagi-lagi terasa diantara kami. Ppali Han Seungyeon! Kamu harus memulai bicara daripada terus menerus saling diam, ppalli marhae Han Seunyeon!!! Tapi mengapa aku tidak berani melihat wajahnya yang terus menerus memandangi langit?

“Neo..” [Kyujong] “Jogi..” [Seungyeon]

Aigoo, mengapa sampai bersamaan? Sekarang bukannya malah cair suasananya malah semakin canggung! Kyujong sonbaenim berdeham sedikit, aku menunduk agar tidak merasa semakin canggung.

“Sonbaenim saja yang duluan berbicara,” kataku memulai pembicaraan

“Aa, aniyo neo ppalli..” papar Kyujong sonbaenim, kulihat dia tersenyum sedikit

“Aniyo sonbaenim, tidak sopan jika aku yang hoobae nya sonbaenim memulai pembicaraan. Lebih baik sonbaenim yang berbicara duluan,” jawabku sambil tetap menunduk

“Geuronikka, apa kita sebelumnya pernah bertemu? Maksudku, bukan seperti saat kegiatan klub ini,” tanya Kyujong sonbaenim

Aku tertawa kecil, rupanya Kyujong sonbaenim menderita amnesia ringan. Padahal kemarin sudah gugup salah tingkah didepannya saat mengambil buku-bukuku yang tertinggal.

“Hmm..ne sonbaenim, kemarin saat di laboratorium aku mengambil buku-bukuku yang tertinggal. Saat itu kalau aku tidak salah, sonbaenim tertidur dikelas,” jawabku tetap tidak melihat Kyujong sonbaenim

“Hmm? Geuraeyo?” tanya Kyujong sonbaenim, mungkinkah dia sekarang menatapku tidak percaya?

“Ne, geuraeyo sonbaenim.. Mianhamnida,” jawabku berusaha untuk tetap tenang

“Hahaha, geuraesso.. Gwenchanta, kamu tidak perlu minta maaf hanya karena kamu melihatku tertidur dikelas. Lagipula saat itu sedang istirahat, keutchi?” papar Kyujong sonbaenim

“Aa.. ye sonbaenim,” ucapku tetap menunduk melihat tanah

“Waegeuraeyo? Mengapa kamu terdengar begitu canggung padaku?” tanya Kyujong sonbaenim, dia terlalu banyak tanya juga rupanya

“Ani-aniyo sonbaenim, hehehe..” aku menjawab semakin gugup, aigoo otteohkaji?

“Hahaha, tidak perlu canggung padaku. Karena kita sama-sama anggota klub panahan, kita tidak boleh canggung seperti ini, arayo?” ucap Kyujong sonbaenim lalu berdiri

“Ne sonbaenim, arasso..” jawabku kemudian mengangguk

Aku berusaha melihat wajahnya, degupan jantungku terasa semakin keras saat melihatnya memandang jauh ke arah klub baseball yang juga sedang berlatih. Entah mengapa suasana disekitarku terasa hangat, yah..memang waktu sudah menunjukkan jam 3 sore. Matahari juga menunjukkan cahaya orangenya

“Ya! Kyujong-ah, kamu darimana saja? Latihannya sudah dimulai 15 menit yang lalu!” panggil seseorang dari lorong aula

Rupanya Youngsaeng sonbaenim sudah datang daritadi juga, kenapa aku tidak menyadarinya?

“Mwo? Jjinjayo? Arasso arasso Youngsaeng-ah, aku akan kesana sekarang!” jawab Kyujong sonbaenim

Lalu Kyujong sonbaenim memanggul tasnya, aku juga ikut berdiri mengikutinya. Kucek lagi barang-barangku, aku khawatir ada barangku yang tertinggal. Karena tadi aku mengeluarkan sebagian barangku,

“Kaja, jangan sampai barang-barangmu tertinggal,” ajak Kyujong sonbaenim

“Ne sonbaenim, algeisseumnida..” jawabku sambil mengikuti jalannya

Hanunim, chongmal kamsahaeyo. Aku tidak mati kutu tadi, setidaknya ada yang menemaniku. Walaupun kehadirannya hanya membuat jantungku terus berdegup kencang, tapi aku senang bisa berbicara banyak dengan Kyujong sonbaenim

***

“Gyuri-ah, mengapa kamu tidak memberi tau ku jika latihan panahannya di lapangan yang lain?” tanyaku pada Gyuri yang juga mengikuti kegiatan panahan saat istirahat

“Neo, chongmal baboyeosso..~,” jawabnya sambil merapikan rambutnya yang berantakan

“Mwo? Museun soriya?” jawabku agak kesal

“Ternyata kamu benar-benar tidak melihatku saat lewat agak jauh didepanmu, habisnya kamu menunduk terus saat berbicara dengan Kyujong sonbaenim,” ujar Gyuri

Aku berkelejat kaget, kulihat wajah Gyuri yang sedang tertawa kecil. Lidahku terasa sangat kelu, padahal aku ingin mengucapkan banyak perkataan dan pertanyaan pada Gyuri. Aigoo hanunim, waegeuraeyo?

“Neo, nan boyeoyo?” tanyaku agak gugup

“Majayo! Kalian kayaknya asik banget ngomong-ngomongannya, sampai-sampai kalian berdua tidak melihatku saat lewat didepan kalian berdua,” goda Gyuri

“Ya!! Park Gyuri!!!” seruku

Semua orang melihat ke arahku, aku langsung menunduk malu. Aissh, chongmal! Mana Gyuri juga ikut-ikutan melihatku dengan pandangan yang jahil!

“Ya, sampai kapan kamu mau melototiku? Udahlah biasa aja,” jawab Gyuri

“Gyuri-ah, gojitmal! Kamu benar-benar tidak lewat didepanku, kan?” tanyaku untuk meyakinkan

“Kemarin kalian duduk didekat aula kan? Kemudian, Kyujong sonbaenim terus-terusan ngelihat ke arah anak-anak yang lagi main baseball, kan? Keurigo, kamu terlihat sangat malu-malu untuk melihat ke arah Kyujong sonbaenim yang sedang menatap jauh ke arah pemain baseball, kan?” ucap Gyuri

Aku hanya dapat menghela nafas, ternyata memang Gyuri melihat saat aku dan Kyujong sonbaenim sedang saling berbicara. Apakah benar-benar terlihat jelas di mukaku ketika saat aku ingin sekali melihat Kyujong sonbaenim?

“Ya! Gyuri-ah!” panggil seseorang dari kejauhan

“Aa~ ne Jungmin oppa, museun maritchi?” tanya Gyuri pada Jungmin sonbaenim

Jungmin sonbaenim melihat ke arahku, aku hanya tersenyum sambil menunduk menyapa Jungmin sonbaenim. Dia membalas senyumanku, dia terlihat sangat ramah.

“Apa dia anak baru?” bisik Jungmin sonbaenim, tapi aku masih bisa mendengar suaranya

“Mwo? Dia sudah lama disini oppa, hanya saja dia memang pendiam,” jawab Gyuri

Aku hanya tertawa kecil, mereka ini terlihat sangat cocok sekali. Sama-sama aktif berbicara, dan terlihat sangat lucu ketika berbicara satu sama lain.

“Aa~ annyeong!” sapa Jungmin sonbaenim padaku

“Ngg..a-annyeong sonbaenim..” balasku agak gugup, Jungmin sonbaenim terkekeh kecil

“Irumi mwoyeyo?” tanya Jungmin sonbaenim lalu duduk disamping Gyuri

“Han Seungyeon imnida, sonbaenim,” jawabku

“Aa~arayo. Hmm..tadi kalau tidak salah saat aku datang, aku melihatmu saling berbicara dengan Kyujong-ah. Kalian saling mengenal?” tanya Jungmin sonbaenim

[blush!!] Aigoo, aku kira cuma Gyuri yang melihatku ternyata tidak hanya dia! Bahkan teman dekat Kyujong sonbaenim juga melihatnya, aigoo ijen otteohkae?!

“A-a-animnida sonbaenim, a-aku hanya..”

“Geuronikka, kalian pacaran?” potong Jungmin sonbaenim sambil melihatku penasaran

“Hahahahahaha…” Gyuri tertawa sangat keras

Jantungku terasa sangat lemah untuk berdetak, badanku juga terasa sangat kemas. Rasanya sudah seperti aku akan pingsan, hanunim wae ireohke?

“Jadi kalian benar-benar pacaran?” lanjut Jungmin sonbaenim terlihat sangat bersemangat

“Animnida sonbaenim, aku hanya tidak sengaja saling bertemu dan saling mengobrol. Hanya kebetulan sonbaenim,” jawabku sambil mengatur nada bicaraku

“Haa..jjinjayo? Haa~ akkapta, aku kira dia akan punya yeojachingu untuk pertama kalinya. Habis dia terlalu sibuk dengan kegiatan panahan dan organisasi kesiswaan, selain itu dia juga kordinator bahasa inggris di sekolah ini,” keluh Jungmin sonbaenim

Aku terbatuk sangat keras, omo..yeojachingu yang pertama? Mengapa aku sampai tidak tau kalau Kyujong sonbaenim saking sibuknya tidak pernah berpacaran? Aa~aku juga tidak pernah pacaran sih, yang jelas aku hanya sering menyukai orang biasa. Tapi, aku rasa perasaanku tidak seperti itu pada Kyujong sonbaenim dari awal kelas sepuluh.

“Lho? Kyujong sonbaenim tidak pernah pacaran?” tanya Gyuri seakan-akan bisa membaca pikiranku

“Hmm..keurae, lebih seringnya hampir berpacaran. Entah mengapa ditengah-tengah perjalanan malah ngambang gak jelas, sampai akhirnya tidak ada hubungan lagi, padahal tinggal satu langkah lagi,” cerita Jungmin sonbaenim

“Mwo? Mengapa bisa begitu?” lanjut Gyuri

“Beberapa yeoja yang kenal dekat dengannya dan sepertinya memiliki perasaan padanya berusaha untuk mendekatinya lebih jauh, tapi yang ada mereka tiba-tiba berhenti. Sepertinya Kyujong-ah tidak begitu mengerti tentang cinta,” jelas Jungmin sonbaenim yang mulai overacting, hehehe

“Jjinjaro? Apa Kyujong sonbaenim benar-benar belum berpacaran sama sekali?” tanya Gyuri sekali lagi

Jungmin sonbaenim mengangguk pelan lalu memandang aneh ke arahku yang daritadi melihati mereka sambil melamun tidak pasti

“Apa Gyuri-ah menyukai Kyujong sonbaenim?” tanya Jungmin sonbaenim

“Uhuk..nee?” ulangku agak kaget

“Mworago? Kata siapa?” sentak Gyuri, wah dia berani juga menyentak seorang senior yang terpandang di SMA ini

“Habis, daritadi kamu terlihat bersemangat sekali jika bertanya tentang Kyujong-ah. Jangan-jangan kamu menyukainya, ya?” keluh Jungmin sonbaenim

“Aigoo Jungmin oppa, seharusnya yang dipertanyakan adalah Seungyeon-ah, habis daritadi dia hanya bisa diam. Padahal tadi kan dia berduaan dengan Kyujong sonbaenim,” sergah Gyuri

Sejenak diam saat Gyuri mengucapkan ‘Padahal tadi kan dia berduaan dengan Kyujong sonbaenim’, benar-benar hening disaat ramai-ramainya anak-anak beristirahat. Jungmin sonbaenim melotot marah pada Gyuri, Gyuri pura-pura tidak melihatnya

“Mianhae..,” bisik Gyuri padaku

“Neo!” ucapku geram,

Karena suasana istirahat ini bukannya tenang dan rileks, malah menjadi seperti sesi wawancara pers dan membuatku semakin gerah. Yang membuatku agak heran yang bertanya bukannya yeoja (ada sih cuma 3 anak), melainkan kebanyakan namja. Apa mereka homo ya? Ya! Andwae!

***

[tess..tess..tess]

Yah, hujan! Mana aku gak bawa payung lagi! Duh, benar-benar sial!

“Seungyeon-ah, kamu tidak pulang?” tanya Nicole yang sedang memakai jas hujan yang lucu

“Aniyo, aku tunggu sampai benar-benar reda, aku tidak ingin terkena flu,” jawabku sambil menggosok-gosok lenganku yang terasa dingin

“Hmm..keurae, oh iya tadi Hyori unni titip pesan padaku katanya kaligrafi tidak ada latihan, dia memintamu untuk membawakan absensi kaligrafi yang kemarin padanya,” ujar Nicole

“Ah ne, ara~,” jawabku sambil tersenyum

Nicole berlari-lari kecil seperti murid yang lain, aissh! Aku ingin pulang, tapi betapa bodohnya aku meninggalkan payungku diruang perpustakaan, sampai-sampai saat kucari sudah tidak ada. Aku benar-benar yeoja yang ceroboh!

“Seungyeon-ah!” panggil seorang namja yang terlihat cukup basah kuyup

“Aa~waeyo, Jungmin sonbaenim?” tanyaku agak bingung

“Apa kamu melihat Kyujong-ah?” tanya Jungmin sonbaenim benar-benar kelelahan

“Animnida sonbaenim, memang ada apa?” tanyaku balik agak khawatir

“Dia bilang, dia balik ke sekolah setelah pulang mendadak ke rumahnya, ada barang yang tertinggal,” ucap Jungmin sonbaenim

“Ne? Pulang mendadak?” ulangku agak kaget

“Ehmm..dia agak sakit, jadi kuantar dia pulang karena rumahnya tidak terlalu jauh dari sini. Tapi 45 menit setelah sampai dirumahnya, dia menelponku tentang hal tadi,” papar Jungmin sonbaenim

“Hajiman, aku benar-benar tidak melihatnya sonbaenim,..” kataku mulai hilang konsentrasi

“Jjinja? Aissh dia benar-benar merepotkan!” umpat Jungmin sonbaenim lalu menghentakkan kakinya

“Ne sonbaenim, apa kita cari saja?” usulku mulai kehabisan akal

“Aa! Majayo! Ayo kita cari saja dia,” ajak Jungmin sonbaenim

“Keunde, biasanya Kyujong sonbaenim ada dimana kalau mencari sesuatu?” tanyaku

“Hmm..eodi? Apakah dia ada di Laboratorium?” ucap Jungmin sonbaenim ragu-ragu

“Geuronikka, kita cari saja sonbaenim, kita berpencar saja,” paparku tanggap

Jungmin sonbaenim mengangguk. Lalu kita berjalan ke dua arah yang berbeda, aku berjalan sangat cepat. Entah perasaanku terasa sangat khawatir dan bingung, bagaimana tidak? Kyujong sonbaenim juga sedang sakit kok dibelain ke sekolah untuk mencari barangnya yang hilang?

Sampai dikoridor dekat kantin, tetap tidak ada siapa-siapa. Sepi, sore mulai menghilang berganti dengan malam. Aigoo, Kyujong sonbaenim! Eodiya?! Ppalli marhae!

Sekarang aku sampai didekat koridor penghubung aula dan perpustakaan, kulihat walaupun samar-samar ada bangku panjang yang agak basah. Mungkin sudah diduduki oleh Jungmin sonbaenim?

[duggh!! Bruuk!!!]

“Waaa!!!!!”

**~~To Be Continue~~**


5 Responses to “Lost in School [Chapter 1]”


  1. April 19, 2011 at 5:04 am

    kak pea mkin bnyakin fanfic nya kyu opp donk…
    aku ska bngt ma kyu oppa…
    gehehe

  2. 3 hanhyunkyung
    May 1, 2011 at 9:01 am

    keren! LANJUT!

  3. 5 caroline
    June 24, 2012 at 11:37 am

    fanficnya keren cepat donk diupdate……
    pengen tahu nih,gimana lanjutannya….
    Author cepat diupdate….
    ^^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

April 2011
M T W T F S S
« Mar   May »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: