24
Apr
11

Confession (Clumsy Proposal) – Chapter 5

Title:

  • Confession (Clumsy Proposal)

Cast :

  • Park So Ra (OC);
  • Heo Young Saeng (main chara);
  • Park Jung Min (main chara);
  • Kim Kyu Jong, Kim Hyun Joong, Kim Hyung Joon (Cameo); And Other Cameo

Author : Kiko Otter

Genre : Comedy + Romance + Others

Rating : T

*readers!!! annyeong hehehe *dilempar panci sma readers* miaaaaaaaan ya readers lama ga ngepost, hbis otak lagi buntu hehehehe. btw pasti pic nya aneh ya? maklum saya masih belajar kekeke, ini juga sbnernya lama bgt cuma bngung kpan post nya.. ah udahlah basa-basinya enjoy ya!🙂 *

*So Ra PoV*

“Ya! So Ra! Sampai kapan kau mau tidur terus?” eung..masih pagi sudah ada yang berteriak, aku merenggangkan semua tubuhku,

“Museun iriya, omma?” tanyaku tidak bersemangat,

“So Ra, apa kau kenal dengan para namja yang ada diluar itu?” sontak aku terbangun lalu melihat ke arah jendela,

“OMO!! Omma, kenapa tidak bilang daritadi kalau mereka sudah datang?” aku bergegas berganti pakaian,

“So Ra, namja – namja yang kau kenal itu tampan juga,” ujar omma sambil memandangi mereka dari jendela,

“Eung..omma bisa saja, hehehe..omma sudah menyuruh mereka masuk atau belum? Kenapa mereka terus diluar?” omma tersentak kaget,

“Aigoo!! Kenapa aku bisa lupa? Sudahlah kau cepat-cepat mandi sana biar aku suruh mereka masuk dulu,” omma tergesa-gesa keluar, aku sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Jantungku sudah berdebar-debar tidak karuan,

“Mianhamnida Young Saeng-ssi Jung Min-ssi, So Ra mungkin sedang mandi, kalau dia masih lama tinggal saja dia tak apa-apa. Saya bisa antarkan dia ke tempat Young Saeng-ssi,” AIGOOO!!! Omma bicara apa?? Aduh, memalukan sekali! Aku harus bergegas!

“Aa~aniyo omoni, kami saja. Kami tidak ingin merepotkan omoni juga, karena kami sudah terlalu banyak merepotkan So Ra,” terdengar suara Jung Min oppa samar-samar, seperti biasa dia menjawab duluan.

Aku membayangkan ekspresi apa yang ditampakkan Young Saeng oppa setelah mendengar ucapan Jung Min oppa, ya?

“Hahaha Jung Min-ssi, gwenchaseumnida. So Ra sangat beruntung bisa kenal dengan kalian, kalian baik hati sekali,”

ah~cukup pembicaraan antara mereka bertiga tentangku, aku membuka pintu kamarku perlahan. Kulihat sepintas ke arah Young Saeng oppa, pipiku sudah mulai memerah seperti tomat yang matang.

“So Ra, kau sudah siap?” tanya Jung Min oppa, Young Saeng oppa menatap ke arahku sambil tersenyum kecil.

Omo! Aku tidak tahan melihat wajah Young Saeng oppa dari dekat, mana dia sekarang ada dirumahku!

“Ne, oppa. Aku sudah siap,” aku menjinjing tas dan koperku.

“Sini, aku bawakan kopermu,” dalam sepersekian detik Jung Min oppa mengambil koperku, Young Saeng oppa hanya melihat tak peduli ke arahku. Ugh..menyebalkan sekali melihat wajah angkuhnya!

***

[tiit..tiit..tiit..tiit]

[kreek..]

“Selamat datang, So Ra!!!!” ah, aku sedikit mengenal suara ini.

Hyung Joon oppa langsung memburuku yang masih diam terpaku saat masuk ke dalam dorm SS501.

“Ya! Kau jangan mengganggu So Ra! Dia sekarang capek, biarkan dia beristirahat dahulu!” bentak Jung Min oppa,

Young Saeng oppa tidak memperdulikan tingkah Hyung Joon, malah dia berlalu menuju kamarnya.

“Selamat datang di dorm kami So Ra, semoga kau cepat betah disini,” ucap Kyu Jong oppa sambil tersenyum padaku, mukaku memerah melihat wajah Kyu Jong oppa dari dekat.

“Kamsamnida, oppa. Mianhaeyo sudah merepotkan karena pemberitaan kemarin,” aku membungkukkan badanku didepan Kyu Jong oppa,

“Kau memang merepotkan Saengie! Apa kau lihat ekspresi Saengie saat menjelaskan insiden itu pada media?!” Hyun Joong oppa langsung berkata ketus, hatiku langsung teriris rasanya,

“Hyung, jangan dibahas lagi tentang permasalahan kemarin, kasihan So Ra,” Kyu Jong oppa menarikku ke belakang punggungnya,

Hyung Joon oppa terburu-buru masuk ke kamar Young Saeng oppa. Aku tidak berani menatap wajah Hyun Joong oppa yang sekarang sama sekali tidak ada ekspresinya,

“So Ra, ayo aku tunjukkan kamarmu, biar Kyu Jong-ah yang berdiskusi dengan Hyun Joong hyung,” ajak Jung Min oppa, aku hanya mengangguk lalu mengikutinya menuju ruangan bercat pastel.

*So Ra PoV end*

*Young Saeng PoV*

“Young Saeng hyung, museun iriya? Kenapa langsung masuk ke kamar?” tanya Hyung Joon-ah yang baru saja masuk ke kamar kami.

“Aniyo, gwenchanayo Hyung Joon-ah. Aku hanya ingin istirahat sebentar, tadi pagi kan aku bangun pagi sekali,” aku menjawab sambil merebahkan kepalaku yang sudah terasa pening.

[greek..]

“Hyung, kau dipanggil sama Hyun Joong hyung. Katanya, mau diajak bicara sebentar,” Kyu Jong-ah masuk dengan tiba-tiba, aku bangkit berdiri lagi.

“Hyung, kalau Hyun Joong hyung memarahi hyung, diamkan saja ya?” ujar Kyu Jong-ah sambil memegang bahuku, aku mengangguk kecil.

[greek..]

Jung Min-ah menatapku, dia baru saja keluar dari kamar yang ditempati So Ra. Aku melirik sedikit ke kamar So Ra, tampak So Ra yang sedang duduk diam memperhatikan isi kopernya.

“Sudah, temui saja Hyun Joong hyung daripada kena marah lagi nanti,” Jung Min-ah mendorongku,

“Ne ne, arassoyo!” aku benar-benar mulai jengah dengan keadaan yang sekarang ini sangat hambar,

kuhampiri saja Hyun Joong-ah yang masih bengong didekat balkon dorm kami.

“Waeirae, Hyun Joong-ah?” Hyun Joong-ah melihat ke arahku dengan wajah yang masih sama alias masih tanpa ekspresi,

“Saengie, gwenchanayo?” tanya Hyun Joong-ah tiba-tiba, aku hanya mengangguk lagi,

“Kenapa kau lemas sekali?”

“Aniyo, aku hanya ngantuk,” aku memalingkan wajahku yang benar-benar lemas,

“Pasti kau berpikir kalau aku serius dengan ucapanku yang tadi?” aku menyipitkan mataku,

“Perkataanmu pada So Ra?” Hyun Joong-ah mengangguk bersemangat,

“Aku senang melihat ekspresi wajahmu dan So Ra yang tampak mirip, ekspresimu saat menerangkan pada media sangat mirip dengan ekspresi So Ra yang barusan aku marahi, hahaha” Aa~rupanya, dia sedang berusaha mengerjai So Ra!

“Apanya yang mirip? Sama sekali tidak ada yang mirip!”

“Jelas-jelas mirip, ekspresi orang yang tertekan! Hahaha,” Hyun Joong-ah tertawa terbahak-bahak melihatku,

“Ya! Sudahlah!” aku merasakan mukaku panas sekali, aigoo~

“Maka dari itu, bantu aku mengerjainya ya?”

“Arasso, tapi jangan keterlaluan!” Hyun Joong-ah menyikut perutku, aku hanya tertawa.

*Young Saeng PoV end*

[6 Bulan kemudian]

*Jung Min PoV*

Aiish..kenapa tidak ketemu-ketemu sih? Kutaruh dimana ya?

“Mencari apa, Jung Min-ah?” tanya Kyu Jong-ah,

“Kacamataku,”

”Aigoo~bukankah kau menaruhnya didekat vas bunga tempat kau biasa menyembunyikan kacamatamu?”

“Eopseo, aiish!”

“Terakhir kali, kau memakainya kapan?”

“Kemarin saat di kamar So Ra…?! Aaaa!! Aku ingat dimana!” aku bergegas masuk ke dalam kamar So Ra,

[greek..]

Kubongkar tumpukan selimut dekat koper So Ra, ah ketemu juga!

“Memang, kau mau kemana Jung Min-ah?”

“Royal Avenue, aku barusan ditelepon oleh Gamsa hyung, katanya ada meeting yang harus diselesaikan hari ini denganku dan perusahaan lain,” jawabku tergesa-gesa, aa~ada yang kelupaan!

“So Ra dimana?” Kyu Jong-ah melihatku,

“So Ra?”

“Ye, So Ra!”

“Oh, So Ra..dia ada dikamar Young Saeng hyung bersama Hyung Joon-ah,” aku bersegera masuk kedalam kamar Young Saeng hyung,

“So Ra, kau mau ikut denganku?” Hyung Joon-ah menatapku heran,

“Mwoya? Kau ingin mengajak So Ra ke tempat kerjamu? Kau ingin jadikan dia pembantumu??!” Hyung Joon-ah keterlaluan, aku menginjak kakinya dengan keras,

“Awww!!! Sakit!”

“Babo, siapa yang bilang aku akan menjadikannya sebagai pembantuku? Dia sekarang kan asisten manajer kita! Jadi, terserah aku mau mengajaknya atau tidak!”

“Arasso,” Hyung Joon-ah melihatku kesal, tapi aku hanya tersenyum nakal, hahaha..

“Museun iriya?” aa~ kenapa Young Saeng hyung yang datang?So Ra menatap ke arah Young Saeng hyung,

“Aku ikut, Jung Min oppa,” jawabnya tak lama setelah memalingkan wajahnya dari Young Saeng hyung,

“Kalau begitu, bersiap-siaplah aku akan menyiapkan mobil untuk kesana,” So Ra tampak sangat kesal saat melihat Young Saeng hyung, ada apa sih sebenarnya?

“Kalian mau kemana?” tanya Young Saeng hyung,

“Aku mau ke Royal Avenue,”

“Lalu, kenapa mengajak So Ra?”

“Daripada dia diam saja di dorm, aku mengajaknya saja,” Young Saeng hyung melewatiku,

“Kalau hyung mau ikut, silahkan saja. Tapi, hyung nanti mau sama siapa disana?” Young Saeng hyung berhenti sejenak lalu berkata,

“Aniyo, aku mau ke basement saja,” Young Saeng hyung berlalu sambil masuk ke kamarnya.

“Oppa, aku sudah siap,” ucap So Ra tak lama setelah mengganti pakaiannya,

“Kaja, kita tidak boleh terlambat” aku menarik tangannya, tangannya sangat panas..

***

‘..Deugeun georyeoyo chakku deugeun georyeoyo, uyeonhi geudaereul cheo-eum bon geu sunganbuteo, banhaennabwayo jeongmal banhaennabwayo, geudae-ui geu du nuneul ttokpparo barabol su eomneyo,..’

“Oppa, sudah lama sekali aku tidak mendengarkan lagu Confession, ngomong-ngomong kenapa oppa tiba-tiba memainkan lagu ini?” tanya So Ra menatapku,

“Hahaha, aku kira para Triple S sudah lupa dengan lagu ini, ternyata kamu masih ingat juga,” jawabku kemudian menirukan bagianku dalam lagu Confession,

“Bagaimana aku bisa lupa? Jika aku disuruh memilih lagu SS501 apa yang sangat menyentuh, pasti yang pertama lagu Confession, hehehe”

So Ra nyengir melihatku, dia masih tampak imut sekali sama seperti pertama kali aku bertemu dengannya di restoran tempatnya bekerja,

“Oppa, kenapa aku diajak ke tempat kerja oppa?” tanya So Ra tiba-tiba,

“Aku tadi kan sudah bilang, daripada kau tidak berbuat apa-apa, mending ikut denganku ke tempat kerjaku,” aku tersenyum memandangnya,

“Arasso, keunde..aku takut nanti malah merepotkan oppa di Royal Avenue,”

“Aniyo, tenang saja,”

“Apa nanti lama, oppa?”

“Morugesseoyo, dilihat saja nanti,” So Ra mengangguk lalu menge-cek hp-nya.

Kemudian dia melihat ke luar jendela mobilku, “hhh..” apa barusan dia menghela nafas?

*Jung Min PoV end*

*Young Saeng PoV*

Aa~hari yang melelahkan, aku masih bingung didalam studio. Padahal, jelas-jelas piano sudah ada didepanku.

[tiing..]

percuma..walaupun berusaha memainkan piano, aku sudah merasa lesu sekali.

[triit..triit..]

“Ne? Yeoboseyo?” aku mengangkat panggilan di hp ku,

“Young Saeng oppa?”

“Ne, nuguseyo?”

“Tae Yeon imnida,” AA!!! Tae Yeon?! Kenapa dia menelponku?

“Erhm..museun iriya, Tae Yeoni?”

“Eung..aku hanya mau tanya, tentang So Ra,”

“Mwo? So Ra?”

“Ne, apa dia di dorm mu sekarang?”

“Aniyo, dia sedang keluar dengan Jung Min-ah” nafasku terasa sesak sedikit demi sedikit,

“Aa~arasso, Young Saeng oppa, mianhaeyo mengganggumu”

“Gwenchanayo, Tae Yeoni. Mengapa kamu tiba-tiba bertanya tentang So Ra?”

“Gwenchanayo Young Saeng oppa, hanya ingin tau saja. Apa dia benar-benar asisten manajermu?” Mataku terbelalak, aku tidak menyangka mendapat pertanyaan yang seperti ini,

“Eung..kenapa kau menanyakan hal itu Tae Yeonii? Bukankah aku sudah mengatakannya di konferensi pers kemarin?”

“Karena So Ra lebih tampak seperti..”

“Seperti apa?”

“Ah.., sudahlah, aku hanya berpikir kalau lebih dia tampak seperti adikmu,”

“Oh begitu,”

“Eung.. Young Saeng oppa, sudah dulu pembicaraan kita, aku akan melanjutkan latihanku lagi annyeong,”

“Ne, annyeong..”

[treek..]

“Telepon dari siapa?” tiba-tiba suara yang dalam datang dari arah sampingku,

“Aa~dari Kyu Jong-ah..” Ternyata Hyun Joong-ah yang datang,

“Chongmal? Aku tidak percaya, mukamu sekarang tampak merah sekali”ah..memangnya kelihatan banget ya?

“Eung~sebenarnya dari Tae Yeon,” Hyun Joong-ah menatapku lekat-lekat, satu cm dari mukaku. Dia memegang dahiku,

“Wah, chukhae ya! Tumben dia nelpon kamu, ada apa?”

“Mollayo, aku tidak mengerti dengan pertanyaannya, dia bertanya tentang So Ra,”

“So Ra?” aku mengangguk,

Hyun Joong-ah kembali menatapku, lalu berkata, “Cemburu kali, hahaha”

***

‘Saranhandan mal, neorul saranghandaneun geu mal, ni apeseomyeon jakku maemdolda sarajineunmal, sumanheun jeo byeoldeul cheorom sesange heunhan geu mal, ajiktto naman geonneji mothan geu mal..’

kulantunkan lagu Confession sambil kuiringi dengan dentingan pianoku, aa~terasa sangat menyentuh.. kuharap ada yang bisa membuatku tertawa hari ini.

Entah mengapa, sejak kedatangan So Ra di dorm semuanya jadi berlangsung kaku antara aku dan Jung Min-ah. Yang aku pertanyakan saat ini adalah apa yang sedang dikerjakan oleh So Ra sekarang dengan Jung Min-ah,

“Ya! Kenapa kau sendirian disini? Kan tidak ada jadwal latihan dance,” aku menoleh kaget mendengar suara yang terasa sedikit asing ditelingaku,

“Eung..aku hanya ingin datang kemari, aku sedang tidak melakukan apa-apa didorm,” ucapku pada seorang namja yang tampaknya salah satu dancer A To Z.

Namja itu mengangguk, aku hanya tersenyum.

[triit..triit..]

siapa lagi kali ini?

“Ne, Yeoboseyo?” aku mulai jengah dengan beberapa telepon hari ini,

“Young Saeng hyung, ini aku Hyung Joon-ah”

“Museun iriya, Hyung Joon-ah?”

“Disuruh pulang sama Jung Min-ah,”

“Memang dia ada disana sekarang?”

“Ani, katanya disuruh pulang aja,”

“Mwo? Terus maksudnya apa?”

“Eung gini hyung, katanya studionya mau dipakai sama So Ra, dia pulangnya agak malam jadi So Ra disuruh nunggu di studio sama Jung Min-ah,”

“Arasso, tapi aku tetap disini, memang siapa yang mau menjaga anak kecil seperti So Ra?”

“Waegeurae hyung?”

“Disini kan banyak penunggunya, kalau kamu mau nungguin juga gak apa-apa kok,”

“ANIYO!!!!! HYUNG, JANGAN MENAKUTIKU!!”

“Hahaha, aku bercanda. Ya sudahlah, Annyeong..”

“Annyeong..”

Ah..rupanya So Ra mau kesini, kalau begitu aku tinggal memindahkan barang-barangku dari studio ini ke tempat yang lain.

*Young Saeng PoV end*

*So Ra PoV*

[greek..]

wah sepi sekali! Oh, jadi begini ya studio tempat SS501 latihan dance?!  Terlihat sangat simple, tapi juga nyaman untuk tempat beristirahat. Aku menaruh tasku di couch berwarna hitam elegan yang ada disebelahku,

ah..jaket siapa ini? Bagus sekali!! Jaket itu berwarna putih dengan garis-garis hitam dilengannya, dan tulisan adidas berwarna silver yang mengkilap. Ah, pasti harganya mahal sekali.

Milik siapa ini? Padahal yang kulihat tidak ada orang distudio, eung~apa salah satu dancernya SS501 lagi latihan diruangan yang lain ya? Ah! Ada piano! Tidak kusangka ditempat yang lumayan kecil seperti ini terdapat piano.

Haha, bukan bermaksud sombong tapi baru pertama kali aku melihat piano yang ukurannya cukup besar ada didalam studio.

..najeumakhi geudae bulleobwayo, nuneulgamgo geudae nan bwayo, deullinayo neukkil su itnayo, geudaejabeun kkeuneul nohji mothaetjyo babocheoreom…’

aku mengenal lagu ini,

“..sumeul swideut eonjena geudael chaja hemeijyo, seupgwani doegajyo beorilsu eobjyo nan..

tanpa sadar aku melanjutkan lagu yang bernuansa tenang ini, aku benar-benar terhanyut dalam suasana lagu yang dinyanyikan Young Saeng oppa ini.

“Kau suka dengan lagu itu?” aku menoleh kaget sekaligus terheran melihat namja yang ternyata mengawasiku dari tadi.

“Waeyo?” aku berkata ketus untuk menyembunyikan gerakanku yang sepertinya mulai bergetar secara perlahan.

“Aniyo, hanya ingin tau saja..kenapa sih kau masih berkata ketus padaku?” tanya Young Saeng oppa sambil menatapku lebih dekat, aku mundur selangkah demi selangkah,

“Suaraku memang seperti ini, mau diapain lagi oppa?”

“Arassoyo, tapi mengapa kalau didepan member yang lain kau terlihat sangat baik?”

“Karena aku berpikir kalau mereka lebih baik daripada oppa,”

AIGOOOO!!!! Aku keceplosan!! Duh, bagaimana ini? Young Saeng oppa menatapku sambil menyipitkan matanya,

“Kau pikir aku begitu? Lalu untuk apa aku mengkonfirmasi berita kemarin?”

“Oppa, maksudku begini..”

“Ah..seharusnya aku tidak mengkonfirmasi berita tentangmu denganku,”

Young Saeng oppa semakin maju kedepanku, tangannya menyentuh pipiku, nafasku terasa sesak, terdengar nada tawa yang ditahan, apa itu suara dari Young Saeng oppa?

“Hmph..hahahaha,”

aku terkaget mendengar suara tawa Young Saeng oppa, apa sih maksudnya??

“Kau seperti anak kecil yang akan menangis menjerit karena kuganggu, lucu sekali!” Young Saeng oppa menepuk-nepuk kepalaku, memangnya aku anak anjing kok ditepuk-tepuk kepalanya?

“Matamu sudah berair tuh. Ya! Uljima! Apa kata orang yang melihatmu menangis karena aku?”

“…” Air mataku mulai merembes, aku tak tau harus berpikir apa,

[tees…tees..]

“Eh? Kau benar-benar menangis?” Young Saeng oppa menatapku semakin dekat 0.5 cm,

“Aduh So Ra, mianhaeyo..aku tidak bermaksud membuatmu menangis,”

“Oppa! Aku tidak menangis! Mataku kemasukan debu, tau!” Young Saeng oppa tersenyum lucu, lalu mengacak-acak rambutku.

“Kau benar-benar membuatku khawatir! Jangan pernah berakting seperti itu lagi!” aku hanya mengangguk,

“Asalkan oppa tidak berakting juga, aku tidak akan menangis..”

***

“So Ra, ini sudah jam 21.30 malam lho! Kita pulang, kaja!” ajak Young Saeng oppa setelah melihat jam dinding,

“Bagaimana dengan Jung Min oppa? Dia menyuruhku menunggunya,” aku menatap Young Saeng oppa penuh harap,

“Nanti aku telepon dia kalau kau sudah pulang bersamaku,”

“Kalau Jung Min oppa marah, bagaimana?”

“Apa haknya memarahimu?”

“Aniya, aku sudah berjanji dengannya, oppa,”

“Hhh..neo cheongmal, lalu kau mau disini sendirian?”

“Ne, gwenchanayo oppa..”

“Kau yakin disini sendirian?” Young Saeng oppa melihatku dengan tatapan yang meragukan, aku hanya mengangguk kecil.

Lagipula, aku tidak mau membuat Jung Min oppa marah karena kutinggal dengan Young Saeng oppa.

“Dasar anak keras kepala, ya sudah kalau begitu, telepon aku jika terjadi apa-apa. Dan..”

Young Saeng oppa mengambil jaket putih yang daritadi ada di couch sebelahku lalu memakaikannya padaku,

“Jaga jaketku! Kalau kau ingin memakainya tidak apa-apa, tapi jangan sampai kau mengotorinya,” mukaku terasa lebih panas sekarang, aa!

Apakah mukaku sekarang sangat merah?!

[greek..]

“Annyeong, jangan lupa telepon aku jika terjadi sesuatu..” Young saeng oppa menutup pintu studio sambil tersenyum padaku.

Aku terpana melihat senyuman yang terlihat sangat manis itu, biasanya aku haya melihat senyum itu sesekali dalam TV. Kali ini, aku melihatnya secara langsung!

[deeg..deeg..deeg..deeg..]

Ya Tuhan! Kenapa yang terdengar saat ini hanya suara jantungku?! Mudah-mudahan Young Saeng oppa tidak mendengar debar jantungku saat ini. Ugh..memalukan!!! Benar-benar memalukan!!

*So Ra PoV end*

[45 menit kemudian]

*Jung Min PoV*

Aiishh!! Kenapa jadi telat begini sih? Aku tak bisa membayangkan So Ra sedang apa distudio, mudah-mudahan dia baik-baik saja. Aigoo, aku tidak menyangka meeting hari ini berlangsung lebih lama hanya karena keributan warna baju yang sedang nge-tren, dan tuntutan untuk menjadi fashionsetter yang baik!

Gamsa hyung juga hanya diam tak berkutik saat berhadapan dengan klien yang super cerewet kali ini, beruntung aku hanya mengikuti saran-saran dari naui chingu, untuk melanjutkan meetingnya besok. Jika tidak, mungkin So Ra akan bermalam distudio tersebut.

[Ckiiit!!!!]

ah..aku tak peduli dengan keadaaan sekelilingku, yang terpenting aku harus segera masuk ke dalam studio untuk memastikan keadaan So Ra,

[greeek..] aa~sepi dan gelap sekali!

[dukk..]

Aku berhenti tiba-tiba, sepertinya aku menendang sesuatu.

“Ya! Kau tak lihat ada orang tidur disini?”

eh? Suara yeoja.., kunyalakan saja lampu yang tak jauh dari jangkauan tanganku, aku hanya tertawa kecil ternyata orang yang kutendang adalah So Ra.

Rupanya, dia sudah tertidur dilantai!

“Apa yang sedang kau lakukan, So Ra?” Yeoja itu dengan seketika bangun dengan cepat,

“Oppa? Sudah dari tadi, ya?”

“Eung~mungkin sekitar seabad aku nunggu kamu yang daritadi tertidur pulas,”

“Lalu, kenapa tidak membangunkanku, oppa?”

“Aku tak mau mendapat pukulan-pukulan yang dashyat darimu,” aku menarik lengan So Ra yang masih lemas,

“Yang ada sih pukulan-pukulan dari oppa, sejak kapan aku memukul orang kalau aku akan bangun tidur?”

Aku tertawa mendengar ocehan So Ra yang tiada habisnya, setelah aku dan So Ra meninggalkan studio aku bergegas masuk ke dalam mobil.

“Apa yang kalian lakukan tengah malam begini?”

Aku menoleh ke arah tempat parkir yang ada disebelahku,

“Young Saeng hyung?”

So Ra menatapnya lekat-lekat, ugh.. ada apa sih sebenarnya?

***

“…”

Semua masih diam didalam dorm, Kyu Jong-ah masih sibuk didapur memasak makanan. Sesekali aku melihat ke arah ruang tengah untukk melihat Young Saeng hyung dan So Ra yang daritadi terpaku menonton TV.

Aku terus melanjutkan beberapa tugas-tugas di laptopku, tapi pikiranku sudah melayang-layang entah kemana,

“Jung Min-ah, ayo makan dulu,” panggilan Hyung Joon-ah membuyarkan lamunanku,

aku hanya mengangguk dan pura-pura melanjutkan tulisanku.

“Jangan kerja terus, lagipula ini sudah larut malam, Jung Min-ah,” Kyu Jong-ah mulai mendesakku,

aku mulai berpindah dari kursi kamarku. So Ra dan Young Saeng hyung masih sama-sama terdiam, sepertinya masih larut dalam pikiran masing-masing. Tiba-tiba, So Ra berdiri sambil berjalan menuju diriku.

“Jung Min oppa, eung~sudah waktunya makan, ya?”

“Kau pikirannya hanya makan?”

“Aniyo, daritadi siang setelah oppa mengantarkanku ke studio, aku belum makan,” dia menunduk, aku mengacak-acak rambutnya,

“Jjinja? Aa~mianhaeyo naui cheonsa..”Aku tersenyum setelah menggoda So Ra yang sekarang menatapku aneh,

Young Saeng hyung yang aku kira sangat fokus didepan TV ikut menoleh lalu menatapku kaget, Kyu Jong-ah hampir saja menjatuhkan mangkuknya, Hyun Joong hyung salah memetik nada gitarnya lalu berkata,

“Mworago? Naui Cheonsa?”, Hyung Joon-ah menghampiriku lalu memegang kepalaku,

“Aigoo.., apa kau sedang bermimpi?” tanya Hyun Joon hyung dari jauh

“Ya! Aku kan hanya berkata apa yang ingin kukatakan saja, jangan salah paham! Aku hanya menganggapnya dongsaengku,”

“Memang, siapa yang tanya kalau kau menganggapnya sebagai yeojachingu?” sela Young Saeng hyung lalu tertawa menatapku,

aigoo..salah paham semua akhirnya!!!!

*Jung Min PoV end*

**~~To Be Continue~~**

P.S. : Please2 dikomen ya🙂 supaya aku tau ini dibaca atau tidak, komen yg mendukung ya🙂 n jujur blg jelk bagus, meragukan, ambigu atau apa terserah readers deh😀 supaya author bisa memperbaiki postingannya :) 


9 Responses to “Confession (Clumsy Proposal) – Chapter 5”


  1. 1 ekokp95
    April 24, 2011 at 9:11 am

    wah *.*
    ini apa?
    hehe

  2. 2 ekokp95
    April 24, 2011 at 9:13 am

    oiya lupa,
    ini PANCInya
    *duank _o_

  3. April 24, 2011 at 10:35 am

    eko -_- knpa dbca?
    jdi malu -_-, ah udh ah sutradeh
    ak kn drdlu ska bkin crta, jgn blg anak yg lain harabeoji ok?😉

  4. 4 ekokp95
    April 24, 2011 at 11:36 am

    lah, kalo gak dibaca, ini maunya apa diposting kesini? –a
    sutra itu apa –”
    ya kalo jgn bilang anak lain, kenapa diposting di fb ? –a

  5. April 24, 2011 at 12:59 pm

    ah youngsaengnya lucu,entah kenapa walopun jungmin banyak bertindak,nggak begitu berpengaruh ama sora ya😄
    lanjutannya tak tunggu😀

    • April 26, 2011 at 12:03 pm

      lucu yg mana? hehehe, ak sngaja buat gitu kekeke
      walah kasian jungmin dicuekin sama sora hahaha😀
      ok2 ichan🙂 makasih ya udh dibaca🙂 ditunggu post slnjutnya :DD

  6. 8 jangmii.yesung :D
    August 26, 2011 at 5:21 am

    ehem kiky lanjutannya udah ta?

  7. 9 caroline
    June 24, 2012 at 11:46 am

    apa ada kelanjutannya….
    apa ada buat fanfic note di fb?
    kasih tahu dong……. Author…. ^^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

April 2011
M T W T F S S
« Mar   May »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: