09
Jun
11

In My Dream (Chapter 2)

Title : In My Dream

Casts :

  • U-Kiss’s Eli;
  • CN Blue’s Jung Yong Hwa;
  • KARA’s Kang Ji Young;
  • Other Cameo

Genre : Romance, Fantasy,  AU

Author : Kiko Otter

Rating : T

“Huh, kau beraninya hanya menatapku dengan tajam? Dasar bodoh!” ucap Eli sambil menjulurkan lidahnya lalu pergi menuju ruangan makan

‘Apa katanya? Aku bodoh?! Dasar otak udang!! Akan kubuktikan kalau aku yang lebih hebat daripada dirinya!!!!!’ keluh Ji Young dalam hati

“Eh-eh, lihat tuh!” ujar salah satu murid yang menunjuk-nunjuk ke arah depan mereka

“Siapa ya? Aku baru hari ini melihatnya,” balas murid yang lain

Semua murid-murid Akademi Carthaginians Grex mengamati cewek yang ada disamping Eli, ya dia Ji Young. 3 hari setelah kedatangannya di Kerajaan Ómorfo Ouranó, dia mulai bersekolah dengan Eli di Carthaginians Grex.

Semua murid tentu terkejut dengan Ji Young yang berangkat bersama-sama dengan seorang Pangeran Elinel. Tak hanya itu, perbedaan fisik yang dimiliki bangsa Sylph dengan bangsa Nymph terlihat sedikit berbeda.

Bangsa Nymph memiliki telinga yang lebih runcing dan memiliki seperti lonceng kecil sebagai antingnya, mereka memiliki keistimewaan dirambut mereka. Konon, rambut bangsa Nymph berjenis perempuan dapat menghipnotis bangsa lain saat mereka akan diganggu mendadak. Namun untuk rambut Nymph laki-laki dapat berguna dalam peperangan, sejumput rambut mereka saat diletakkan diatas tanah dapat tumbuh dengan cepat menjadi hutan duri yang lebat.

Selain itu, bangsa Nymph dapat terbaca perasaannya dengan melihat lensa matanya, kedua sayapnya hanya terdapat dua pasang (bayangin aja kupu-kupu hehehe). Mereka, para peri, mengeluarkan sayapnya disaat-saat tertentu. Sayap bangsa Sylph sangat rapuh, sehingga sangat jarang dikeluarkan

“Heh, jangan terlalu dekat denganku! Kamu membuatku terlihat seperti bayi, tau!” sentak Eli setelah menyadari suasana yang cukup aneh

“Siapa yang dekat-dekat dengan dirimu? Gak usah kepedean!” balas Ji Young dengan nada berbisik

Eli hanya mengerucutkan bibirnya, Ji Young terus-menerus menggumamkan sesuatu yang tidak jelas. Eli jelas sangat kesal saat diperintahkan ayahnya untuk pergi ke Carthaginians Grex bersama-sama dengan Ji Young yang sekarang bernotabene sebagai saudaranya.

“Hei! Eli!” panggil seseorang dari belakang Eli dan Ji Young

Eli tidak menggubris panggilan itu, melainkan Ji Young yang menoleh kaget. Ji Young melotot kaget saat melihat orang yang memanggil Eli. Ji Young menepuk-nepuk bahu Eli tanpa mengucap kata apapun.

“Apaan sih?” ucap Eli dengan ketus

Ji Young mendengus kesal, orang yang memanggil adalah Yong Hwa. Young Hwa tersenyum menyapa Ji Young sambil berpikir, ‘Dia siapa ya..?’ begitu batinnya berkata

“Hei Pangeran Elinel Levin!! Sombong sekali kamu!” sindir Yong Hwa sambil menyenggol lengan Eli

“Eh, ternyata kamu hyung! Aku kira tadi siapa yang memanggilku, hehe” ucap Eli sambil cengengesan

Ji Young melihat Eli dengan pandangan ilfil, seolah-olah Eli sudah berbuat sesuatu yang dilarang. Namun setelah itu, Ji Young menunduk dalam-dalam karena tidak berani melihat teman Eli, Yong Hwa.

“Ah! Eli, apa dia saudara angkat yang kemarin kau bicarakan?” tanya Yong Hwa sambil melihat ke arah Ji Young yang terus memegang beberapa perkamennya

Eli menoleh juga ke arah Ji Young, dia tersenyum kesal. Ji Young tetap menunduk, walaupun dia sangat ingin memaki-maki Eli yang selalu mengejeknya dengan tatapan mata Eli. Yong Hwa hanya terdiam kebingungan.

“Ya hyung, dia adalah saudara angkat yang aku bicarakan kemarin!” ucap Eli dengan malas

“Aa~annyeong..?” sapa Yong Hwa

“A-annyeong ehehehe,” jawab Ji Young sangat gugup

“Huh, gitu aja gugup sampai sebegitunya! Padahal kenyataannya gak kayak gitu, dasar pendatang!” gumam Eli

Ji Young mengangkat wajahnya yang sudah memerah karena marah, Yong Hwa sangat kaget melihat ekspresi Ji Young yang berubah total. ‘Apa dia marah? Padahal dia terlihat yeopta’

“Ah~apa namamu Ji Young?” tanya Yong Hwa dengan tersenyum

Ji Young mengangguk-angguk kecil, namun Eli melihat matanya yang sekarang berubah dari warna hitam pekat menjadi orange. Eli hanya mengerucutkan bibirnya saja

“Aku Keyne Chalmers, atau kamu bisa memanggilku Yong Hwa!” sambung Yong Hwa

“Namaku Idelle Claridge, senang bertemu denganmu, Keyne sonbae,” jawab Ji Young sambil menundukkan kepalanya

“Panggil saja Yong Hwa, kalau kamu memanggilku dengan nama itu terdengar terlalu formal,” ujar Yong Hwa sambil menatap ke arah Eli yang terus menerus diam

Ji Young mengangguk-angguk kecil, dia tidak bisa berhenti tersenyum saat mendengar suara Yong Hwa.

***

“Delaney Ainskley?” Revel sonsaengnim mulai mengabsen kelsnya

“Hadir sonsaengnim,”

“I-Idelle Claridge? Apakah dia anak baru disini?” tanya Revel sonsaengnim

Semua murid menoleh ke arah bangku paling belakang, Eli tidak menoleh ke belakang. Dia sangat malas berurusan lagi dengan Ji Young.

“I-i-iya, saya murid baru sonsaengnim,” jawab Ji Young.

Revel sonsaengnim mengedip-ngedipkan matanya, saat dia melihat telinga milik Ji Young Revel sonsaengnim mendatangi Ji Young dengan tergesa-gesa. Murid yang lain tampak sibuk memperhatikan sayap Ji Young yang terdiri dari  dua pasang, dan tampak lebih kuat daripada sayap milik mereka.

“Darimana kamu berasal, Nona Idelle?” tanya Revel sonsaengnim sambil menyipitkan matanya

“Aku..?” ulang Ji Young sambil menjaga jarak dari Revel sonsaengnim

“Ye, kamu terlihat berbeda dari murid yang lain. Apakah kamu peranakan dari dua bangsa peri?” tanya Revel sonsaengnim

Ji Young menggeleng, dia melirik kearah Eli yang melihatnya. Eli hanya menjulurkan lidahnya sambil menulis di udara didepannya dengan jarinya, tulisannya adalah ‘Haha..rasakan tuh!’ lalu beberapa detik setelah itu tulisan tersebut menghilang.

“Aniya sonsaengnim, saya berasal dari bangsa Nymph,” jawab Ji Young dengan tegas setelah melihat ejekan Eli yang ditulis di udara

Semua murid termasuk Revel sonsaengnim mengerjap mata tidak percaya. Lalu Ji Young menyibakkan rambut yang menutupi sebagian telinganya, terlihat sekali telinganya yang runcing dan memiliki lonceng kecil diujungnya.

“Apakah berarti anda dapat menghipnotis seseorang dengan rambut anda jika anda diganggu?” tanya Revel sonsaengnim lagi

Ji Young mengangguk lalu berkata, “Ne, namun hanya disaat-saat tertentu saja,”

Semua murid menghampiri Ji Young mengamati Ji Young baik-baik. Revel sonsaengnim pun terlihat begitu takjub akan kedatangan peri dari bangsa Nymph. Ji Young terus menerus tersenyum karena senang akan kehadirannya yang diterima oleh murid yang lain.

Eli hanya mengerucutkan bibirnya, dia sangat kesal karena Ji Young ternyata diterima kehadirannya oleh teman-teman kelasnya. ‘Apa yang bisa kuperbuat agar dia tidak terlihat sombong?’ batin Eli sambil tetap menatap Ji Young dengan pandangan mengejek.

“Huh, padahal hanya orang tersisa dari keluarga Claridge saja! Memang dia punya kelebihan apa? Kalau hanya berasal dari bangsa Nymph sih, semua jelas aja bangga. Padahal gak tau kelebihannya apa, huh~Nona Idelle Claridge yang terbuang~” sindir Eli sambil mendatangi Ji Young yang sedang dikelilingi oleh murid lain

Dalam hati, Eli merasa sangat girang. Jelas saja, dia merasa dia bisa menjatuhkan orang lain hanya dengan kata-kata.

Mata Ji Young berubah menjadi warna abu-abu, dan matanya juga berair. Ji Young hanya berdiri lalu mendekati Eli, tangannya terus bergetar hebat. Eli hanya tersenyum sinis pada Ji Young yang hanya bisa mendekatinya.

“Kenapa? Kamu marah padaku?” tanya Eli lagi,

“Aku? Heh~Pangeran Elinel! Aku ingatkan! Kalau kamu tidak mengerti apa-apa tentang keluargaku, lebih baik kamu tutup mulut dan jaga perkataanmu! Keluargaku lebih baik dari apa yang kamu ejek terus menerus!” bentak Ji Young

Tiba-tiba dalam beberapa detik Ji Young mendekati Eli, Eli hanya menjaga jarak dari Ji Young yang masih melotot ke arahnya. Ji Young menarik tangan Eli dengan kasar, Eli tersentak kaget, ‘Huh! Dia mau pamer kekuatan?! Percuma!!’ batiin Eli

Dalam sepersekian detik rambut Ji Young mengeluarkan asap lavender cemerlang. Eli sangat kaget melihatnya, apalagi Revel sonsaengnim dan murid-murid sekelas. Eli pun tidak sengaja menghirup asap itu.

Kesadaran Eli tiba-tiba menghilang, dia merasakan lututnya sangat lemas. Ji Young tiba-tiba terlihat panik, setelah itu Eli..

“Hei! Eli!!! Kamu kenapa….?!!!!” jerit Ji Young

Semua orang menghampiri Ji Young yang memegang erat Eli yang sudah pingsan karena asap yang dikeluarkan oleh rambut Ji Young. Tidak heran, karena Eli sudah mengganggunya, terbukti anak-anak yang lain masih sadar walaupun menghirup asap lavender itu.

“Saya tidak heran Nona Idelle, tadi anda merasa terganggu dengan Eli, dan Nona tanpa sadar mengeluarkan asap lavender itu yang kemudia Pangeran Elinel menghirupnya,” jelas Revel sonsaengnim

Ji Young menepuk-nepuk pipi Eli, namun tidak berhasil karena Eli tetap pingsan. Tepatnya, masih dibawah pengaruh asap lavender itu.

“Sonsaengnim, dimana letak ruang kesehatan?” tanya Ji Young sangat panik,

“Aa~ruang kesehatan sangat jauh dari sini, anda harus menyusuri koridor Adstrum (bintang, red.) sejauh 100 meter, lalu anda akan menemukan patung Cheval Noir (prajurit berkuda hitam, red.) beloklah ke arah kanan Cheval Noir, kemudian anda harus menyusuri Taman Roseus Blanche sekitar 300 meter, setelah taman itu anda akan menemukan ruangan kesehatan dindingnya transparan, beberapa pixie pasti akan menolongmu,” jelas Revel sonsaengnim

Ji Young mengangguk-angguk paham, dia keluar dari ruangan kelas. Dia memapah Eli perlahan, lalu mengepakkan sayapnya perlahan. Dengan cepat Ji Young melesat diantara patung-patung disepanjang koridor Adstrum.

‘Duh, bagaimana ini? Eli benar-benar orang yang merepotkan!’ keluh Ji Young sambil terus mengepakkan sayapnya

***

[In Eli’s Dream]

Eli menapakkan kakinya diatas awan putih lembut, dia menoleh kebingungan ketika melihat dia bisa membuka sayap-sayapnya, karena dia terbiasa menyimpan sayapnya.

‘Dimanakah aku?’ batin Eli

Dia terus berjalan menuju ke arah kolam yang memiliki air terjun, tak lama setelah itu dia melihat sesosok yeoja bergaun krem.

‘Di tempat sepi seperti ini, mengapa ada seorang yeoja yang menyendiri ditepi kolam?’ tanya Eli dalam hati

“Eung~maaf, bisakah saya bertanya pada anda?” tanya Eli ragu-ragu

Yeoja itu menoleh, rambut panjangnya tersibak ke bahunya. Eli sangat kaget saat melihat wajah yeoja itu, lidahnya terasa kelu untuk mengucapkan sesuatu.

“Omma?” ucap Eli dengan nada tertahan

“Eli, kau sudah besar ya?” tanya omma Eli sambil mengelus kepala Eli

Eli masih menatap wajah omma-nya dengan tidak percaya, sesekali dia menoleh-noleh kebingungan seolah-olah mencari barang yang dia terus menerus mencari.

“Eli, apakah kau sangat senang disana?” tanya omma Eli dengan lemah lembut

“Omma..?” ulang Eli masih tidak percaya

“Eli, aku memang ibumu. Mengapa kau masih tidak percaya?” canda omma Eli

“Omma.., bogoshipo,” ucap Eli sambil menunduk dalam-dalam

Omma Eli duduk disebelah Eli sambil menatap Eli dalam-dalam, tatapannya menjadi sendu saat mendengar kalimat yang diucapkan oleh Eli, anaknya sendiri.

“Na ddo,” jawab omma Eli dengan nada tertahan

Eli tersenyum lalu tidur dipangkuan ommanya.

“Omma, aku sangat senang disana, bagaimana dengan omma?” tanya Eli balik

“Aku baik-baik saja disini, apakah appa masih seperti dulu?” tanya omma Eli sambil menatap Eli tersenyum

“Huh, appa mengangkat seorang anak bangsa Nymph, aku jadi merasa tersingkirkan,” keluh Eli sambil bangun dari pangkuan ommanya

Omma Eli tersenyum lalu membelai kepala Eli dengan lembut, senyum omma Eli membuat Eli juga tersenyum sangat manis.

“Eli, jangan pernah berpikiran hal seperti itu tentang appamu dengan anak yang dia angkat,” papar omma Eli lalu berdiri membelakangi Eli

“Appa berbuat hal itu untuk kebaikanmu, aku tau maksud appamu,” sambung omma Eli kemudian berbalik ke arah Eli.

“Maksud baik?” tanya Eli dengan nada kesal

“Anak itu memilik hal yang tidak kalian miliki, dia membawa kesenangan disana, bukan?” ucap omma Eli

“Ya, untuk appa dan teman-temannya saja,” keluh Eli tidak terima dengan pendapat ommanya.

“Disana pasti akan terjadi suatu hal yang sangat membahagiakan dengannya,” ucap omma Eli sambil berjalan ke arah belakang Eli

“Omma, mau kemana?” tanya Eli takut-takut

“Aku selalu mengawasi dan menjagamu Eli,” ujar omma Eli

Lalu dalam sekejap omma Eli menghilang dihadapan Eli, Eli tidak bisa berkata apa-apa selain diam dan berlutut didekat tempat dimana omma Eli barusan duduk. Mata Eli berkaca-kaca, namun air mata Eli tidak bisa melegakan perasaannya saat melihat omma-nya pergi tanpa mengucapkan salam perpisahan untuknya.

***

[Di ruang kesehatan]

“Apakah dia bisa sadar?” tanya Ji Young ketakutan

Pixie itu hanya mengangguk-angguk pelan namun tidak menatap ke arah Ji Young yang jelas-jelas sangat khawatir menunggu Eli yang terus tertidur karena pengaruh asap yang dia hirup.

‘Huh! Gara-gara Eli aku jadi tertinggal beberapa pelajaran, tau begini aku malas mengantarkan dia ke ruang kesehatan’ keluh Ji Young dalam hati.

Tiba-tiba tangan Eli bergerak, Ji Young terkejut saat melihat tangan Eli bergerak pelan. Dia menoleh kebingungan seolah ingin mencari bantuan

“Eli, kamu sudah sadar atau belum?” tanya Ji Young perlahan

Eli membuka matanya lalu melirik kesal ke arah Ji Young yang sudah dari tadi duduk disampingnya, dan menemaninya saat dia dalam keadaan sakit.

“Kamu lagi?” keluh Eli sambil melirik sinis ke arah Ji Young

Eli membuka selimutnya lalu berusaha duduk diatas tempat tidurnya. Eli menata rambutnya yang terlihat berantakan, Ji Young hanya menghela nafas panjang-panjang

“Apa kamu sudah baikan?” tanya Ji Young tidak memperdulikan pertanya Eli yang tidak penting

“Hmm~kurasa begitu,” jawab Eli sambil berusaha berdiri

Namun Eli masih kehilangan keseimbangan, hingga tubuhnya oleng ke kanan ke tempat Ji Young. Ji Young dengan sigap berdiri cepat

“Hei Eli! Kamu ini baru sadar kenapa malah bangun..?” ucap Ji Young terputus

Saat Eli jatuh, Eli melotot kaget pada Ji Young saking kagetnya. Ji Young sendiri merasakan wajahnya menjadi sangat panas.

“Elinel..?!”

Ji Young menoleh kaget mendengar beberapa suara, Eli dan Ji Young kebingungan harus bagaimana mengubah kejadian ini.

“Eli, neon…” ucap salah seorang anak

***~~~To Be Continue~~~***


5 Responses to “In My Dream (Chapter 2)”


  1. 1 Sarsay501
    June 10, 2011 at 9:24 am

    Wahh,itu yg manggil siapa ya? Apa mereka slh paham pas liat Eli & Jiyoung?
    Waduhh gaswat kl ampe slh phm. Apalg kl Yonghwa ikutan slh phm jg..ckck

  2. 3 Pea
    June 13, 2011 at 11:30 am

    cieeehh Eli sebenernya ada perasaan tuh ama Jiyoung, cuma dasar ntu anak yg sok jual mahal..*ditabok eli
    seruuu, lanjutannya ya….
    eh itu salah tuh cast diatas, harusnya CN BLUE bukan FT Island he he he di FTI nggak ada Yonghwa ada juga Jonghyun…

  3. 5 KARA K5J KARASIA
    August 9, 2012 at 2:06 am

    eli,,eli.. kau hanya cemburu n tkut perhatian beralih k jiyoung.eli sinis ih ma jiyoung,tenang aja ada younghwa kynya suka dh ma jiyoung hihi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

June 2011
M T W T F S S
« May   Jul »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: