17
Jun
11

[Series] Shelter – The Red Hair Boy (2/?)

Title: Shelter – The Red Hair Boy

Author: Pea

Charachter:

  • Lee JinKi
  • Kim Jonghyun
  • Kim KeyBum’
  • Choi Minho
  • Lee Taemin

Genre: AU! Supernatural
Rating: PG-15
Length: Series ; 2880 Word

Disclaimer: own the plot only, not the cast *cry

A/N: terispirasi dari salah satu Fic SJ yg ditulis Dian-chan eonni, terutama terinspirasi dari genre-nya. Supernatural. ^_^

BGM: Howl – Miracle, MBLAQ – You Can’t Return, TRAX – Blaze Away

Warning: UNBETA-Ed, & Many Typos >.<
Summary:Kami bukanlah manusia normal yang seperti kau pikirkan Taemin-ah. Malah mungkin orang-orang menganggap kami sebagai ancaman dan berbahaya. Aku berbicara serius dan tidak sedang bercanda, jadi Tolong kau dengarkan cerita ini dengan baik-baik, setelahnya kau boleh berpikir dua kali untuk tinggal bersama kami”

“Pabo dino heaaddd……” suara menggelegar terdengar dari salah satu ruangan di bangunan besar bercat putih pucat itu.

“Yak, Key-ah…”

“Mana serigala jadi-jadian itu…” Key melangkahkan kakinya ke sebuah ruangan dengan pintu yang didepannya bertuliskan ‘Don’t come to my room’.

‘Tok..tok..tok..’ ketukan, ah maksudnya gedoran keras itu rupanya tidak kunjung membuat penghuni ruangan yang dimaksud memunculkan dirinya dan membuka pintu.

“Tok..tok…tok..Ya Jonghyun-ah, buka pintunya atau kau akan mati di tangan spatulaku..hey..” Key terus menggedor pintu dengan geram.

“yak, Key-ah, ada apa?” Jinki yang dari tadi mengikuti Key dari belakang karena penasaran akhirnya membuka suara.

Sementara itu yang ditanya tidak menjawab, dia malah mendengus kesal karena Jonghyun tidak juga bereaksi. Sedang apa dia? Apa dia sedang hibernasi diruangannya itu sehingga tidak mendengar panggilannya?

“Hyung, kau punya kunci cadangan dari setiap kamar kan?” akhirnya Key berbalik kea rah Jinki yang dari tadi tidak dihiraukannya.

“eh, uhm iya, memangnya kenapa?” tanya Jinki polos, Minho muncul dari kamarnya saat Jinki melontarkan pertanyaan yang menurutnya ‘bodoh’ barusan.

Jinki itu sebenarnya polos atau pikun sih. Padahal kejadian ini sudah tidak asing lagi di rumah itu, Key yang berteriak-teriak nyaring di pagi buta untuk membangunkan Minho sang raja tidur.

Ataupun kejadian seperti barusan, ketika pagi ini Key menemukan dapur ‘tercinta-nya’ berantakan, piring kotor dimana-mana, sisa makan malam yang belum habis terdampar begitu saja di meja makan tanpa di bereskan, dan botol-botol soju tergeletak di ruang TV yang mengeluarkan bau tidak sedap.

Dan siapa lagi peminum berat di rumah itu selain Jonghyun. Jadi karena pikiran itulah Key akhirnya menggedor pintu kamar Lelaki yang ia sebut ‘manusia jadi-jadian atau Dino Head itu’- tepatnya meminta pertanggung jawaban pada sang pembuat kekacauan rumah.

“Mana kunci kamar Jonghyun?” Key menengadahkan tangannya kea rah Jinki yang mengerutkan keningnya tapi tetap mengambil Kunci kamar Jonghyun dari saku celana jeansnya.

“Ini…” Jinki menyerahkan kunci berwarna gold itu ke tangan Key.

“sepertinya perang dunia ke 3 akan segera dimulai…” Minho melipat tangannya didada dan bersandar ke tembok di belakangnya, mencari posisi yang nyaman untuk menonton Film action tanpa harus membeli tiket dan ke Bioskop terlebih dahulu.

“K-key, apa yang kau…”

‘Cklek’ pintu terbuka.

Jonghyun, lelaki yang sedang Key incar saat ini tengah bersantai-santai ria di tempat tidurnya dengan Headphone menutupi kedua telinganya sehingga menangkal suara-suara yang menurutnya dapat mengganggu kesehatan telinga itu, siapa lagi kalau bukan suara, maaf, Key.

‘Noona neomu yeppeo…’ senandungnya sambil memejamkan mata.

“Eh, kok berhenti…” Jonghyun membuka mata dan melihat headphone miliknya kini sudah berada di sebuah tangan milik……….

“Key….” Jonghyun terlonjak kaget dari tempat tidurnya.

“Hai, Jjong hyung. Wah enak ya, pagi-pagi seperti ini mendengarkan music sambil bernyanyi…” ucap Key sarkastik.

“eh, i..iya Key. Kau harus mendengarkan lagu itu juga, lagunya enak loh…” Jonghyun mulai bangkit dari tempat tidurnya , memandang Key dengan takut-takut.

Well, Jonghyun juga tidak bodoh, dia tahu ekspressi key sekarang bukanlah pertanda yang baik bagi kelangsungan hidupnya.

“Emmm, boleh…” Key mulai mendekat kea rah Jonghyun yang muncur dengan perlahan-laha.

Satu langkah

Dua langkah

Tiga langkah

‘Bugh….’

“Key, apa salahku?”

‘Pletak’

“Kau tanya apa salahmu hah?”

“brukk”

“Aduh, sepertinya tulang rusukku patah..”

‘duaghhh’

“Ampun Key, aku memang minum soju kemarin. Tapi yang memberantakan dapurmu itu Jinki hyung…”

“…..”

“Jinki hyuuuung…………”

“Ada ap…”

‘duaghh, bughhh, brukkk’

*

Jinki dan Jonghyun keluar dari sebuah mini market dengan tas belanjaan di masing masing tangan mereka, Berat memang. Tapi itulah hukuman yang harus mereka terima dari Key, selain ‘siksaan’ tadi tentunya.

Mereka terlihat bersusah payah hanya untuk berjalan ke  rah mobil karena pandangan mereka terhalang oleh tas-tas belajaan yang menggunung itu.

“ah akhirnya…” Jinki duduk di Jok mobil kemudian menyeka keringatnya yang mengalir didahinya.

“ini semua gara-gara kau Jinki hyung!” Jonghyun menyetir sembari menatap jalanan di depannya dengan kesal.

“Lok, kok jadi aku yang disalahkan?” Jinki memasang tampang sewot pada lawan bicaranya. Ok dia tersinggung, tapi apa yang dikatakan lelaki yang lebih muda satu tahun darinya itu ada benarnya juga.

Siapa suruh kemarin malam perutnya berteriak kelaparan, hampir tengah malam lagi. Dan bukan hanya itu juga letak kesalahannya, mengapa ia harus mengantuk setelah makan ayam super lezat itu dan lupa untuk mencuci dan membereskan bekas makannya. Ok jadi sekarang Jinki harus mengakui itu memang kesalahannya.

“Lagian,hyung seperti tidak tahu tabiat Key saja. Dia itu bisa berubah menjadi pemangsa yang mematikan jika emosinya sudah terpancing!”

“Loh, bukannya Key memang pemangsa yah?”Jinki mengalihkan pandangannya dari pemandangan diluar jendela mobil ke arah Jonghyun yang menatapnya balik.

“Bukan itu maksudku hyuuung, Iya kibum itu pemangsa, tapi bukan…..” Jonghyun tidak memperhatikan jalanan di depannya ketika tiba-tiba saja Jinki terpekik.

“ah, JJong Watch out…” Jonghyun tersentak mendengar pekikan Jinki dan mengalihkan pandangannya ke depan mobil, sebuah siluet persis di depan mobilnya.

‘Ckiiit’

‘Brakkk’

Jinki dan Jonghyun, untuk sesaat mereka sama-sama menunduk di dashboard mobil, kemudian mengangkat kepala mereka kembali dan saling berpandangan.

“Barusan…” Jonghyun tidak dapat melanjutkan kata-katanya ketika Jinki kemudian membuka mulut dengan bergetar.

“Se…sepertinya kita me…menabrak seseorang…”

Mereka keluar mobil dengan was-was, Jonghyun memperhatikan jalanan takut-takut ada mobil yang lewat dan menyaksikan tabrakan barusan. Dan untungnya harapannya terkabul, tidak ada kendaraan yang lewat satupun, jalanan lengang.

Sementara Jinki berjalan ke arah depan mobilnya dengan pelan, dia sedikit takut. ‘God…’ Jinki terdiam mematung menyaksikan sesosok tubuh didepannya yang berlumuran darah. Sepertinya benturan mobilnya terlalu keras sehingga membuat korbannya kini terlihat parah.

“Jinki hyung bagaimana, keadaannya…ughhhh” Jonghyun segera menutup mulut dan hidungnya begitu mencium bau darah segar. Hidungnya memang trelalu tajam kalau menyangkut ‘membaui sesuatu’.

“Jjong, bukakan pintu mobil….” Perintah Jinki tegas, kali ini wajahnya terlihat serius.

Tanpa ba-bi-bu lagi Jonghyun segera membukakan pintu mobil belakangnya dan membiarkan orang yang ia tabrak diangkat oleh Jinki dan dimasukkan ke dalam mobil.

“Ayo, cepat jalankan kemudinya…” seru Jinki dari belakang mobil.

Jonghyun segera menjalankan mesin mobil dan menjalankannya dengan kecepatan penuh, dia mengerutkan keningnya ketika ingat Jinki belum mengatakan kemanakah tujuan mereka? Rumah sakitkah?

“Hyung, kita kemana?” tanya Jonghyun sembari melirik ke kaca spion depannya.

Dilihatnya Jinki sedang menompang tubuh dari sang ‘korban’ yang tertabrak mobilnya. Jinki mengusap-usapkan tangannya ke kepala sang korban yang berdarah.

Korban itu, dia seorang lelaki berambut merah yang kelihatannya masih muda atau umur sekolahan, setidaknya terlihat dari wajahnya yang terlihat imut walaupun sekarang dalam keadaan yang tidak tepat untuk menyebutnya imut karena wajahnya yang berlumuran darah.

“Hey, perhatikan jalanmu. Jangan sampai kau menabrak orang lagi, sekarang kita ke rumah. Aku dapat lebih berkonsentrasi untuk mengobatinya disana…” ucapan Jinki menyadarkan Jonghyun yang sedari tadi terus melirik kea rah kaca spion, memperhatikan Jinki yang sedang ‘mengobati’ lelaki muda itu.

*

‘Tiiit…tiiit…’ Jonghyun memencet klakson mobilnya dengan kencang.

“Keeyyy, buka gerbangnya…Keey…” Jonghyun membuka kaca mobilnya dan berteriak.

“Gezzz, iya iya….” Key terlihat berjalan dengan terburu-buru ke arah gerbang dan membukanya.

Mobil Jonghyun langsung melesat masuk ke area bangunan besar yang mereka sebut dengan rumah yang sebenarnya  lebih cocok disebut kastil itu.

“Yah, kenapa kalian lama sekali, apa yang…” gerutuan Key terhenti begitu saja ketika Jinki keluar dari mobil dan menggendong seseorang dengan darah yang mengalir dari kepalanya.

“Ughhh…” Key berjalan mundur ketika mencium bau darah segar yang membuatnya sesuatu didalam tubuhnya bergerak.

“Sorry Key…” ucap Jinki sambil menatap Key sekilas.

Jinki cukup tahu bahwa Key tidak bisa mencium darah sedikit saja. Maka dari itu ia cepat-cepat membawa anak lelaki-berambut-merah yang ada digendongannya untuk masuk kedalam.

‘Darah. Darah itu terlihat segar dan ah, lihat warnanya, merah sekali. Harumnya sangat menggoda  ..” Key terus memperhatikan anak lelaki itu dan tanpa disadarinya, sepasang taring muncul dari mulutnya, berkilat dibawah temaram lampu.

“Hei, Key. Sadarlah, tahan dirimu OK” Jonghyun mengguncang bahu Key untuk menyadarkan.

“Eh…” Key menggeleng-gelengkan kepalanya lalu menatap Jonghyun dalam.

“Siapa, siapa dia dan kenapa dengannya, kenapa kalian bisa membawa anak lelaki itu kemari?” tanya Key penasaran.

“Nanti aku jelaskan, sekarang tolong ambilkan air hangat…”

*

“uhhh…” Taemin mengerang kecil ketika merasakan sakit di kepalanya.

Dengan perlahan kedua matanya terbuka dan mengerejap beberapa kali saat cahaya terang langsung menyambar pengelihatannya. Dia menatap sekeliling, dan mendapati dirinya sedang terbaring di sebuah ranjang besar berseprai coklat.

Di samping ranjangnya itu terdapat sebuah lemari dengan kaca besar di depannya, membuat Taemin dapat dengan jelas melihat keadaanya sekarang. Kepalanya dililit sesuatu berwarna putih dan sebuah bercak merah menempel disana, Perban kah?

Walaupun letaknya agak jauh, tapi Taemin dapat melihat dengan jelas bahwa wajahnya dipenuhi dengan luka goresan yang sepertinya telah diberi antiseptic. Ia mengangkat tangannya dan mendapati bagian itu juga telah diperban.

Sekali lagi matanya berpencar ke sekeliling ruangan, berharap ada sesuatu yang dapat mengingatkannya tentang ruangan ini, tapi nihil. Dia sama sekali tidak mengingat atau mungkin mengenal ruangan ini. Ruangan besar dengan sentuhan gaya eropa di langit-langitnya dan sebuah lukisan besar disamping pintu.

Lukisan itu. Taemin mengerutkan keningnya, merasa kenal dengan lukisan itu.

‘Cklek’

Taemin menoleh, Tiba-tiba saja pintu di samping lukisan itu bergerak dan terbuka lebar, menampakkan seorang pria jangkung yang membawa sebuah baki ditangannya.

“Eh, sudah bangun rupanya…” ujar pria jangkung bernama Minho itu ketika menyadari Taemin yang sedang duduk di atas kasur dan memandang sekelilingnya dengan heran.

“K..kau siapa?” Taemin memiringkan kepalanya bingung.

“Ah, perkenalkan. Namaku Minho, Choi Minho. Kau bisa memanggilku hyung, karena sepertinya kau lebih muda dariku…hehe” Minho mengulurkan tangannya setelah menaruh baki yang ia bawa di meja samping ranjang.

“Eh, Namaku Taemin, Lee Taemin, err jadi Hyung tidak mengenalku?” Minho kini balik menatap Taemin heran.

“Maksudmu? Tentu saja aku tidak mengenalmu, ini kan pertama kali kita bertemu!” jelas Minho.

“Oh begitu , lalu kenapa aku disini, dan apa yang terjadi padaku. Kenapa aku tidak bisa mengingat apa-apa?” tanya Taemin lagi.

“kau tidak ingat apa-apa?!” perkataan Minho  barusan lebih seperti sebuah pemastian daripada pertanyaan.

Taemin yang memang tidak ingat apa-apa itu hanya mengangguk bingung.

*

Taemin berjalan keluar dari kamarnya menuju tangga ke lantai  bawah, tubuh mungilnya itu dibalut kemeja putih yang yang sepertinya kebesaran. Jalannya agak pincang mengingat kakinya juga mendapat luka yang sama dengan yang ada ditangannya.

“jadi bagaimana?” suara seseorang terdengar jelas di telinga taemin ketika menginjak tangga. Otomatis dia mengehentikkan langkahnya dan memutuskan untuk ‘menunggu’ atau mungkin  menguping sebentar, pembicaraan yang berasal dari lantai dibawahnya.

“apanya yang bagaimana Key-ah. Kau sudah tahu kan kalau anak itu tidak mengingat apa-apa, rumahnya sendiri pun dia tidak ingat. Mana mungkin kita membuangnya ke jalanan setelah apa yang aku dan Jinki hyung lakukan, dan juga dia kehilangan ingatannya juga gara-gara kita…” suara yang berbeda menyahuti suara pertama.

“Iya, aku tahu semua ini karena kelakuan bodoh kalian. Aku sih siap-siap saja menerimanya disini, tapi yang dipertanyakaan adalah apakah anak itu siap tinggal disini, bersama KITA?” suara pertama milik seseorang bernama Key kembali terdengar dan menekankan kata terkahirnya.

“hhhh, Key hyung ada benarnya juga. Lalu apa yang harus kita lakukan?” suara kali ini dapat dikenali oleh Taemin, suara  Minho hyung yang tadi berkenalan dengannya.

“taemin….” Suara Minho yang memanggilnya menyadarkan Taemin yang tengah larut dalam pembicaraan di bawah tangga tempatnya berdiri.

“Sedang apa kau disitu, ayo turun…” Minho berjalan ke arahnya dan memegang lengan taemin, membantunya untuk berjalan .

“Eh, tidak apa-apa kok hyung…” taemin mencoba melepaskan tangannya dari genggangan Minho.

“Sudah, kakimu sepertinya masih sakit kan?” Minho kembali mempererat genggamannya dan memandu Taemin ke sebuah ruangan besar di bawah tangga.

Tiga orang yang ada di ruangan itu tersenyum kea rah Taemin yang baru saja muncul dari arah pintu, dan mau tidak mau Taemin juga membalas senyum itu dan membungkukan badannya singkat.

“Taemin kan? Sini!” seorang dengan mata sipit yang teduh itu menepuk-nepuk kursi yang ada disebelahnya. Siapa lagi kalau bukan Jinki.

Taemin mengangguk ragu dan duduk di sebelah orang itu dan langsung mendunduk ketika meraskan tatapan- tatapan yanga ada diruangan itu diarahkan kepadanya.

“Aigooo, ya ampun, ya ampun, ternyata kau itu imut sekali ya. Aku jadi ingin mencubitmu..” Taemin mendongkakan kepalanya kaget ketika mendengar pekikan keras dari arah depannya.

Seorang lelaki berkulit putih pucat, bahkan terlalu pucat untuk ukaran manusia normal menurutnya. Lelaki itu tersenyum lebih lebar lagi ketika melihat Taemin membulatkan matanya, IMUT. Dia berdiri dari kursinya dan berjalan kea rah Taemin, duduk disampingnya.

“Kenalkan, aku Kibum, panggil saja Key hyung OK..” Key mengulurkan tangannya dan Taemin membalas uluran tangan itu dengan senyum lega dibibirnya. TEP. DINGIN.

Taemin sedikit bergidik ketika tangannya bersentuhan dengan tangan Key, tentu saja. Tangan Key dingin sekali, seperti es.

“Ehm, aku Jinki dan yang itu Jonghyun, kalau Minho tidak usah dikenalkan lagi sepertinya…hehe” Jinki menunjuk lelaki di seberang meja yang kini tengah melambaikan tangannya kepada Taemin.

Meskipun agak sedikit bingung dan ‘aneh’. Taemin kembali tersenyum setelah mengetahui bahwa orang-orang yang ada di ruangan itu ternyata orang baik, meskipun hati kecilnya berkata ada sesuatu yang janggal. Entahlah, dia hanya merasakan aura yang lain ketika berdekatan apalagi bersentuhan dengan ‘mereka’.

“Halo, namaku Taemin. Terima kasih atas bantuannya…” Taemin membungkuk sedikit.

“Oh ya, kami dengar dari Minho, ternyata kau tidak ingat apa-apa?” tanya Jinki, menginterupsi sesi perkenalan barusan.

“I..iya..” jawab Taemin sambil menanggukan kepalanya.

“Untuk sementara kau bisa tinggal disini dulu, sementara kau mencoba memulihkan ingatanmu, kami  akan mencari informasi tentang keluargamu. Kami takut mereka khawatir denganmu?” jelas Jinki yang diikuti anggukan oleh yang lain.

“Ah, maaf aku jadi merepotkan kalian hyungdeul…”

“seharusnya kami yang bilang begitu, ah maksudku, aku dan Jinki hyung. Karena aku tidak memperhatikan jalanan sehingga membuatmu tertabrak. Maafkan aku..” Jelas Jonghyun dengan nada menyesal.

“Tidak apa-apa kok!” kata Taemin sambil menggelengkan kepalanya.

“ehm , permisi. Maaf mengganggu acara permintamaafan kalian. Tapi ada sesuatu yang penting yang kalian lupakan, apakah Taemin mau tinggal disini bersama kita?” kali ini Minho berbicara dan semua mata menatap kea rah Taemin, menunggunya memberikan jawaban.

“Err, te..tentu saja. Aku kan tidak ingat apa-apa, jadi aku tidak tahu harus tinggal dimana. Memangnya kenapa hyung, apa kalian keberatan?”

“Oh, No No. kami bukan keberatan Taemin-ah tapi…” Key memandang ke arah teman-temannya, meminta persetujuan dan dibalas dengan anggukan.

Dan Key kembali lagi berbalik kea rah taemin, menatap dalam anak lelaki berambut merah di depannya. Dia mengela nafas, membuat Taemin semakin dibuat bingung.

*

Sudah selarut ini dan Mata Taemin tetap terbuka lebar dan mulai menerawang ke atas, langit-langit kamarnya. Dia mengalihkan pandangannya ke arah jendela dan memposisikan tubuhnya dengan nyaman. Tapi dengan posisi itu juga tidak kunjung membuat matanya menutup, walaupun matanya terasa berat, tapi entah kenapa dia tidak bisa menutup matanya itu.

Takut, benar mungkin. Ruangannya itu kini dalam keadaan gelap karena lampunya dimatikan, tidak, Taemin bukan takut karena kegelapan. Tapi pembicaraannya dengan hyung-hyung barunya yang tidak biasa itu, yang terus membuatnya takut.

Tapi seharusnya bila ia merasa takut, bukankah sekarang dia tidak berada di ruangan ini lagi. Karena kalau dia memang benar-benar takut, dia tidak mungkin menerima tawaran Key untuk tinggal disini bersama MEREKA.

Taemin kembali bergidik ketika mendengar suara lolongan anjing diluar. Dia jadi teringat akan penjelasaan dari Key yang sekarang membuatnya kembali berpikir dua kali untuk tinggal disitu.

Kami bukanlah manusia normal yang seperti kau pikirkan Taemin-ah. Malah mungkin orang-orang menganggap kami sebagai ancaman dan berbahaya. Aku berbicara serius dan tidak sedang bercanda, jadi Tolong kau dengarkan cerita ini dengan baik-baik, setelahnya kau boleh berpikir dua kali untuk tinggal bersama kami.

Aku yang sebenarnya adalah seorang Vampire, vampire half breed tepatnya. Kau lihat kan kulitku, putih pucat tidak seperti yang lainnya, dan aku tidak tahan terhadap darah, bila sedikit saja melihat atau mencium aroma darah. Tapi untungnya sekarang aku dapat mengendalikan diri untuk tidak sembarangan menggigit manusia dan jatahku untuk meminum darah dibatasi satu bulan sekali.

Lalu ada Jonghyun hyung, dia itu adalah seorang Wereworlf, keturunan asli dari sekian werewolf yang tersisa di bumi, dia tidak dapat keluar pada saat bulan purnama. Karena saat itulah dia berubah menjadi werewolf atau aku sebut serigala jadi-jadian he he.

Minho, dia adalah seorang pengendali api dan udara. Dia pernah berkeja pada salah satu Demon di dunia bawah, tapi karena satu dua alas an, dia akhirnya naik lagi kedunia manusia dan bergabung bersama kami.

Dan terakhir, Jinki Hyung. Bisa dibilang dia adalah satu-satunya ‘orang baik’ disini. Dia seorang Angel yang turun ke bumi untuk mencari seseorang, aku tidak tahu dia mencari siapa. Yang jelas sampai saat ini dia masih disini, dan itu berarti dia belum menemukan orang yang dia cari. Aku juga tidak habis pikir kenapa dia bisa bergabung dengan kami.

Well, kami, seorang Vampire, werewolf, Fire maker, dan angel berkumpul disini bukan tanpa suatu alasan. Kami tergabung dalam kelompok SIA, kelompok rahasia yang  bekerja kepada pemerintah untuk menangkap para penjahat kelas berat yang sulit untuk ditangkap para polisi.

Kami bisa saja tanpa sengaja mengeluarkan kekuatan kami dan mungkin akan berbahaya bagimu yang notabene hanya manusia biasa.walaupun kami sudah dapat mengendalikan diri, tapi siapa yang tahu apa yang terjadi kan?

Nah, bagaimana? Apakah kau masih tetap tinggal disini bersama kami taemin? Taemin?…..

*

‘Huffttt…’ Taemin mengela nafas panjang.

Mungkin tinggal dengan para manusia, ah makhluk super itu tidak buruk juga. Toh mereka juga berjanji untuk tidak menyakitinya, dan yang paling terpenting dia masih tidak mengingat apapun, jadi percuma saja kalau ingin kabur sekarang. Dia bahkan tidak ingat rumahnya dimana. Dia tidak ingin terlunta-lunta di jalanan yang dingin.

“auuummmmm…”

DEG.

Taemin membeku sesaat, dia berpaling ke arah jendela dan melihat Bulan purnama sedang bersinar terang, dia jadi ingat perkataan Key.

Lalu ada Jonghyun hyung, dia itu adalah seorang Wereworlf, keturunan asli dari sekian werewolf yang tersisa di bumi, dia tidak dapat keluar pada saat bulan purnama. Karena saat itulah dia berubah menjadi werewolf atau aku sebut serigala jadi-jadian he he.

“Hiyyy…” Taemin bergidik ngeri.

Dia menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuh dan mulai memejamkan matanya, membawa Taemin pada alam bawah sadar tanpa batas.

Dan saat itu angin berhembus lembut dari arah jendela yang terbuka, mengantarkannya dalam dunia mimpi dan berkata…

“selamat malam. Angel…”

End

A/N: yakkk, chap 2 selese…yeee, sebenernya chapter ini mau dipost kemarin, cuma karena modem lagi erorr. jadi;ah di postnya sekarang, well, aku gak tahu ini lagi nulis apa *author pabo. storyline-nya pun belum kepikiran….kkkkk so please bare with me…love you all


1 Response to “[Series] Shelter – The Red Hair Boy (2/?)”


  1. June 17, 2011 at 7:26 am

    taemin… ==; nak, lain kali klo abis di tabrak orang jangan se easy going itu dong, xDD
    walo ilang ingatan juga… errrr

    jinki ma jjong kok tetep santai gitu sehh?? mentang2 bisa nyembuhin sendiri juga😉 aiihhh. umma key daebaaaakk~ and minho is still… minho. xDDDD

    Moga tetem betah deh tinggal bareng mereka <33333

    i've been wondering… how could an angel like jinki live with those… unusual creature?🙂
    hope i'll found the answer on the 3rd chap!! xD


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

June 2011
M T W T F S S
« May   Jul »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: