04
Jul
11

I can’t be Yours (Part 2 ; chapter 3)

Author: Me (Minsaeng)

Genre: Melow Drama, Family

Cast :  – Jung Min (SS501)

– GyuRi (KARA)

– SooHyun (U-Kiss)

– JaeKyung (Rainbow)

– SooMi (Co:Ed)

– JungShin (C.N. Blue)

– KiBum (U-Kiss)

– Park Bom <as BoMi> (2NE1)

Length : Chaptered / Series Fic

Rating : T

Read this too: part 1_1 , part 1_2, part 2_1 , part 2_2 

Part 2 : Collage

Chapter : 3 

JungMin POV

Ada-ada saja nunna, tapi memang sih perutku sudah keroncongan. Tapi bagaimana bisa makan dengan mulut seperti ini?  Walau mkannya bubur, aku juga tidak yakin. Setelah sampai aku langsung mencari toilet untuk membersihkan mulutku. Aku tidak mau dikira korban pengeroyokan massa..

“Hyung, aku cari toliet dulu yah.”

“Iya. Tapi kau mau pesan apa?”

“Samain saja dengan pesananmu Hyung..”

Setelah selesai dari toilet, tidak sengaja aku menabrak seorang nunna. Aigoo… nunna itu lagi!

“Jaesonghamnida…” aku langsung meminta maaf sambil membungkuk 90o . Aku belum sadar siapa orang yang ku tabrak.

“Jaesonghamnida.. Eh.. JungMin?” Hagh? Kenapa suaranya berubah jadi ramah dan lembut bgini? Apa aku amnesia?

“JaeKyung nunna? Kenapa bisa di sini?”

“Baru selesai makan. Ya! Bibirmu kenapa?” Dia pduli??

“Tidak pa pa..”

“Masih berdarah.. Ayo aku obati, aku punya kapas dan obat merah.”

“Mwo?”

“Ayolahh.. Kau datang bersama Hyung-mu yah? Di mana dia? Oh, di situ rupanya.. Ayo..” tiba-tiba nunna gila ini menarik tanganku begitu saja dan menyeret- nyeretku seperti kambing.

“JaeKyung-shi? Kok bisa di sini?” Hyung terlihat kaget, sekaligus bahagia.

“Takdir ! haha.. JungMin, cepat duduk.” JaeKyung langsung mendorong ku untuk duduk di dalam. Entah memang dia kuat atau karena aku sedang lemas. Yang  jelas nunna ini menyeramkan…

JaeKyung langsung mengeluarkan kapas dan obat merah dari tasnya. Untuk apa yeoja setua dia membawa obat ini kemana-mana? Ckckck..

“Tahan sebentar, mungkin akan sedikit perih…” kini dia memegang pipiku, aku tak menyangka tangannya hampir sehalus GyuRi. Dari jarak yang sedekat ini aku baru menyadari kalau nunna ini memang cantik. Mungkin aku memang terlalu galak padanya kemarin, tapi ternyata dia baik dan peduli padaku. Mian nunna..

“Sudah, selesai.. Makanlah, pesananmu sudah datang.”

“Ne, gomawo..”

“Awh…” lagi-lagi kecerobohanku menyelakakan ku. Aku lupa meniup buburnya…

“Aigoo…” Nunna itu langsung merebut sendok buburnya dari tanganku, meniupnya lalu menyuapkanya pada ku dengan perlahan. Ottokhae? Sekarang dia smakin mirip dengan GyuRi.

SooHyun POV

Lho… apa-apaan ini? Kenapa mereka malah menganggap aku tidak ada sih? JaeKyung-ah, apa kau sebenarnya suka pada JungMin? Huhhh~ Untunglah GyuRi akhirnya datang dan menghentikan sesi suap-menyuap mereka.

“JungMin-ah…”

“Nunna..”

“Nol gwaenchana? Dia siapa?”

“Ehm, nunna, ini JaeKyung waitress baru di café ku. Tidak sengaja bertemu di sini. Karena dia bawa obat, jadi dia membantu mengobati JungMin duluan.”

“Oh..”

“Jaesonghamnida, eonni… Nan JaeKyung imnida..”

“Ye, gwaenchana…Trimakasih sudah mengobati JungMin.”

“Ne.”

Akhirnya kami semua duduk dan berbincang bersama. Nunna sepertinya tertarik dengan sifat kerja keras JaeKyung. Tapi baru beberapa menit tiba-tiba JaeKyung sudah mau pulang. Haaa… Kenapa secepat ini?

“Mianhaeyo.. Aku harus pulang. Sudah hampir malam..”

“Baiklah, Chosimhaeyo..” GyuRi selalu cemas dengan semua orang yang di kenalnya.

“Hyung.. Antar dia pulang..” JungMin berbisik-bisik pada ku. Tapi benar juga idenya, kenapa tidak terpikirkan olehku?

“JaeKyung-shi, perlukah aku mengantarmu pulang?”

“Baiklah, kalau tidak merepotkan.”

“Bilang aja gk punya ongkos pulang…” di saat’ seperti ini JungMin sempet juga untuk mengejek JaeKyung.

“Masih bagus kau kuobati…Sudah sembuh malah mengejekku lagi..”

“Mian.. Hehe hanya bercanda…”

“Eonni..Gamsahamnida. Annyeonghi gyeseo..”

GyuRi POV

Jadi ini yeoja yang membuat SooHyun pulang dg wajah berseri- seri kemarin. Spertinya dia yeoja yang baik. Harusnya dia bekerja di butikku, dia pekerja keras, juga cantik. Semoga saja dia benar-benar yeoja yang baik. Aku bisa gila kalau pengalaman seperti SooMi terulang lagi..

Sambil menunggu kembaliannya, aku pindah ke kursi di sbelah JungMin. Aku harus memastikan luka di wajahnya tidak serius. Aku benar-benar kakak ceroboh, gara-gara aku JungMin jadi bgini…

“JungMin-ah, nol jinjja gwaenchana?”

“Ne. nunnaaaa… gwaenchanayo…”

“Mian… ini semua gara-garaku. Seharusnya aku langsung mengusir SooMi tadi.”

“Sudahlah.. Bagaimana bisa seorang pemilik toko mengusir pelanggannya?”

“Dia bukan pelanggan…Dia musuhku.”

“Musuhku, musuhmu juga yah? Sudahlah jangan dipikirkan lagi. Cuman luka ringan…”

“Baiklah, ayo pulang, kau pasti lelah..”

<Di sisi lain..>

SooHyun POV

Ahhh.. haengbokheyo… JaeKyung benar-benar malaikat yang memperbaiki suasana.. Karena dia emosi kluarga ku karena SooMi sudah berkurang. Terutama aku…

Walau tadi memang aku cemburu dengan JungMin, tapi sekarang jauh lebih baik, karena aku bisa mengantarnya pulang. Rumahnya tidak jauh dari caffé ku, sebenarnya sepertinya itu bukan rumah, hanya kos kecil. Yah.. masuk akal karena dia hanya tinggal berdua dengan adiknya. Dia benar-benar orang yang sederhana, juga apa adanya. Aku benar-benar terpesona dengan kepribadiannya.

Huh~Tapi kenapa tadi dia perhatian sekali yah dengan JungMin? Jangan sampai yeoja ini juga untuk JungMin, andwaeyo…andwaeyo… Kenapa aku jadi negative thinking begini? Tapi setidaknya dia juga perhatian dengan ku.

<Flashback>

“SooHyun-shi, seat belt mu..” tiba JaeKyung meraih seat belt dari tanganku dan membantuku memasangnya.

“Oh. Gomawo..”

Dia tidak membalas apa-apa dia hanya tersenyum, tapi itu sudah cukup bagiku. Aku terlalu nervous, aku ingin memulai pembicaraan namun tak satu kata pun bisa keluar. Tak disangka JaeKyung mendengar suara hatiku dan memulai pembicaraan.

“SooHyun-shi, maaf merepotkanmu…” aku senang dia tidak memanggilku Bos atau Direktur.

“Ah, gwaenchana..”

“Ehm.. Boleh ku bertanya sesuatu?”

“Tentu.”

“Nol yeoja chingu obsoyo?”

“Obso.. Wae?”

“Ani. Hanya penasaran..”

“Lalu JungMin?”

“Ehm.. Aku tidak bgitu yakin, tapi sprtinya ada.”

“Oh..”

Kami kembali terdiam lagi… Tapi lagi-lagi JaeKyung bertanya tentang hidupku dan JungMin.

“Kuliah mu di jurusan apa?”

“Arsitektur. JungMin di hukum.”

“Oh..Aku kira ekonomi.”

“Benarkah? Memang pertimbanganku awalnya ekonomi. Namun aku lebih suka arsitektur.”

“Em.. Itu rumahku..”

“Ok”

“Gomawo SooHyun-shi..”

“Cheomaneyo..”

“Ne. Annyeong, chosimhaeyo..”

“Ye.”

<End of flashback>

“Aku  pulang…” Kenapa tidak ada yang menjawab? Apa mereka belum pulang? Mataku langsung mencari-cari mereka ke seluruh sudut ruangan,ternyata mereka sudah ketiduran di sofa. Kulihat meja kecil di depanku penuh dengan kapas dan obat merah. Mereka pasti kelelahan, pikirku.

Setelah selesai membereskan meja, aku baru sadar kalau mereka habis minum”. 2 botol soju kutemukan di bawah meja.Entah apa yang mereka lakukan. Apa mereka benar-benar stress? Yang satu kelelahan bekerja, dan yang satu lagi, tekanan batin?? Uh~ Kenapa musim dingin ini begitu menyedihkan?

Setelah semuanya rapi, kucoba untuk membangunkan mereka, karena sangat sangat tidak mungkin kalau aku harus menggotong mereka satu’.

“Nunna… JungMin…. Ireona…”

“Ooo~ SooHyun-ah~ Wae~?? Hehehe.. Apa ini sudah pagi? Spertinya belum. Hha~ Jangan ganggu kami~  ”

“Waeire hyeong~~? Hmmh~Apa kau juga mau memukulku seperti KiBum tadi? Hahaha~ Aku tidak takut….” Pengaruh sojunya belum habis rupanya.

“Andwaeyooo~ JungMin-ah~ tidak ada yang boleh memukul mu lagi~ Tenang saja~ nunna pasti akan membuat dia menyesal telah memukulmu…hahaha~ Tenang saja JungMin~ Hha~” GyuRi juga benar-benar stress rupanya.

“Jeongmalyo nunna? Hmmhh~ Gomawoyooo~ hehehe.”

“Aigoo! Kalian minum berapa gelas sih?? Huft~”

Sementara menunggu efek dari soju itu berkurang, aku memasak air gingseng untk mereka. Setahuku ini bisa menetralkan alkohol di tubuh. Dan syukurlah setelah 1 jam kemudian mereka mulai sadar.

“Hyung?”

“Ne. JungMin-ah, minum ini..”

“Emh. Gomawo..”

“Kalian kenapa jadi minum-minum hari ini?

“Hah.. Aku juga tidak tau kenapa tiba-tiba aku mengambil soju dari lemari dan meminumnya. Tapi yang jelas aku yang mulai…”

“Kau ini ada-ada saja. Memangnya lukamu tidak terasa perih saat minum soju?”

“Mungkin iya, aku sudah lupa.”

“Hmmhh.. Coba sini..” Aku mendekat ke JungMin dan menyentuh lukanya perlahan.

“Awwh..Hyung !”

“Bagaimana bisa kau minum soju dengan mulut seperti itu??”

“Agh..Molla~ Aku tidak merasa apa-apa tadi.”

JungMin POV

“Sejujurnya itu sakit hyung….” batinku dlm hati. Tapi aku benar-benar tidak tau cara lain untuk melepas masalah dan emosiku tadi. Gelas pertama dan kedua memang menyakitkan, perih.. Tapi gelas-gelas selanjutnya aku seakan “mati rasa” dan mulai melupakan sedikit demi sedikit masalahku. Begitupun dengan GyuRi, walau awalnya menolak untuk minum. Sepertinya ia kasihan dengan tingkahku, dan memutuskan menemaniku minum. Tapi sekarang  justru aku yang kasihan padanya. Ia terbaring lesu di sofa, dan bisa saja ia muntah-muntah nanti.

Dan sekarang, aku sadar kalau semuanya sia-sia. Soju itu tidak berpengaruh apa-apa pada perasaanku, hatiku sama sakitnya seperti sedia kala. Entah obat apa yang harus aku minum sekarang untuk melupakan SooMi. Aku benar-benar tidak mengerti kenapa aku begitu mencintai SooMi,walau dia menyakitiku berkali-kali. Mengapa aku selalu berharap akan keberadaannya? Mengapa aku menyesal atas air matanya? Mengapa setelah 1 tahun berlalu, memori tentangnya masih utuh??

“JungMin-ah..” tiba-tiba suara nunna menghentikan renungan anehku.

“Ye. Nol gwaenchana nunna? Mianeyo.. “

“Aku sedikit mual. SooHyun sudah pulang?”

“Ehm.. dia sedang ganti baju di atas. Dia merebus air gingseng untuk kita. Akan aku ambilkan untukmu” Aku sudah hendak berdiri namun GyuRi menahan tanganku.

“JungMin-ah… Lukamu, apa tidak sakit saat minum tadi?”

“Ani.”

“Tanganmu dingin lagi…”

“Benarkah? Aku merasa baik-baik saja.” Aku langsung beranjak dari sofa dan menuangkan segelas air Gingseng untuk GyuRi. Entah kenapa GyuRi selalu merasa tanganku dingin, tapi aku merasa baik-baik saja.

“Ini, minumlah nunna.”

“Ne. Gomawo.”

GyuRi POV

Aku langsung meminum segelas air gingseng itu. Setelahnya, aku merasa lebih baik. Aku lupa bagaimana aku bisa ikut minum bersama JungMin. Padahal seingatku, tadi aku mencoba menghentikan JungMin untk minum. Tapi sekarang kenyataannya malah spertinya aku yang minum lebih banyak.

Aku mengerti perasaan JungMin sekarang. Aku juga pernah merasakannya dulu. Mungkin sedikit berbeda karna aku seorang yeoja dan kisahku tidak separah JungMin. Karena itulah, aku bingung bagaimana caranya untuk melepaskan JungMin dari bayang-bayang SooMi.

Hampir over dosis karena obat tidur bukanlah hal sepele. Aku benar-benar tidak bisa meragukan cinta JungMin untuk SooMi. Tapi ini benar-benar sudah melampaui batas. Aku benar-benar tidak tahan melihat JungMin lagi-lagi tersakiti.

JungMin POV

Aku kembali ke kamarku setelah berhasil kabur dari GyuRi, yang lagi-lagi mencemaskan keadaan diriku.

<Di sisi lain…>

JaeKyung POV

Aku masih belum bisa tidur. Sedari tadi aku terus bertanya-tanya ada apa yang terjadi dengan keluarga SooHyun. Kenapa JungMin bisa luka’ begitu? Tawuran? (emangnya di Korea ada tawuran?? LoL??) Huhhh.. kenapa sekarang aku malah mengkhawatirkannya?

Ternyata mereka punya seorang nunna yang hebat. Cantik, pintar, ramah dan fashionable… Pantas hidup mereka benar-benar terpelihara. Sebenarnya aku mengagumi nunna mereka, dan harusnya aku bekerja sebagai asisten di butiknya. Berkhayal…..!

Emhhh… dan Hyunie ku… Jelas dia tertarik padaku. Wajahnya terlihat berseri-seri saat menawarkan tumpangan pulang. Haaaaggghh~ aku benar-benar tidak menyangka bahwa aku benar-benar cantik. Hihihi..Tapi apakah benar dia suka padaku? Bagaimana kalau dia memang orang yang ceria? Tidak masuk akal spertinya… Jadi, kesimpulannya kemungkinan 70% dia suka padaku.😀

Tapi.. apakah mungkin aku bisa diterima keluarganya kelak? Aku ini cuman orang miskin biasa, belum lulus SMA pula. Huft~ Apa punya pasangan seperti SooHyun hanya bisa diimpikan saja olehku? Tidak adil rasanya. Cinta itu milik semua orang. Hmmhh… Aku harus berjuang dan percaya diri.

“Hwaiting !” tiba-tiba tanpa sadar aku telah berteriak lumayan kencang. Aigoo… Aku lupa YooBin ku sudah terlelap. Mianhae YooBin-ah…


Notes: 

Mian sekali readers skalian…. Aku baru sempet update sekarang… Karna terhalang ujian dan satu lain hal… T.T

Jeongmal jaesonghaeyo…. semoga readers masih minat sama critaku yah…🙂


6 Responses to “I can’t be Yours (Part 2 ; chapter 3)”


  1. 1 Sarsay501
    July 4, 2011 at 5:28 pm

    masih berminat kok ^^
    Ohh iya,apa ntarny Jungmin+Soohyun rebutan Jaekyung ya?
    Haduhh,kasian Jungmin-nya itu,minum ampe mabok gt :C

  2. July 5, 2011 at 3:52 am

    lanjutttt
    wah jungmin yang tadinya pendiem bisa jadi pemabuk gitu yaa hehe😀

  3. July 7, 2011 at 1:43 pm

    Wahh.. Jadi bnyk readers baru yah? Annyeonghaseyo.. Bangapseumnida^^
    Gomawo yah ats commentnya. =)

  4. June 23, 2015 at 3:11 pm

    Hi there, You have done an excellent job. I’ll certainly digg
    it and personally suggest to my friends. I’m sure they will be benefited from this site.

  5. July 13, 2015 at 6:26 pm

    I think the admin of this website is genuinely working hard in support of his web
    page, as here every data is quality based information.

  6. November 11, 2015 at 9:06 pm

    Right now it looks like WordPress is the best blogging platform out there right now.
    (from what I’ve read) Is that what you are using on your blog?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

July 2011
M T W T F S S
« Jun   Aug »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: