12
Aug
11

His Last Gift

CREDIT to xjinkimad on Asianfanfics.com 

Author: xjinkimad / Zee

Translator: Pea @yestory

Title: His Last Gift

Pairing: 2MinKey

Rating: PG-15

Genre: AU, Shounen-ai, Angst, Romance

Length: Oneshot

a/n: Yap, seperti kata ‘credit’ diatas, ini bukan bikinan saya, saya cuma transletin Fic ini dari English ke Bahasa. hehe karena menurut saya, ceritanya bagus banget dan syang kalo gak di share. dengan bermodalkan kemampuan bahasa inggris yang masih kacrut banget, jadi jangan heran kalo sebagian ada yg pake bhs. inggris, karena kalo di ke bahasa Indo bakal jadi gak nyambung.

Summary: ‘Please take care of my heart…’

WARNING: un-Beta [belum diedit sama sekali], banyak banget typo-nya…

 credit art: by me / pea@yestory
Image and video hosting by TinyPic
“He needs a new heart,” bisik Minho pelan sambil memandangi tubuh kibum yang tengah terbaring, ‘tidur’.air mata mulai menggenang di pepupuk mata, kesedihan tertera begitu jelas di wajahnya

“Jika bulan depan dia tidak mendapatkan donor, dia akan meninggal”. Minho mengalihkan pandangannya ke arah lelaki di sebelahnya.

“Taemin, jika dia mati, aku mati…… maksudku, dia adalah hidupku” Wajahnya ia benamkan dia kedua telapak tangannya, menangis karena hatinya yang perih. Taemin memandandanginya dengan lirih kemudian mengusap punggung minho.

“jangan khawatir hyung, Dokter akan segera menemukan donor dan kibum-hyung akan kembali!” Taemin meyakinkannya, berharap dapat menenangkan Minho.

Minho menghapus air matanya dan menganggukan kepala. Dia kembali mengalihkan pandangannya pada lelaki yang lebih muda darinya itu.

“Terima kasih Taemin-ah. Untuk selalu disini untuku dan kibum, walaupun kita…” perkataan Minho memelan .

Taemin tersenyum.

“Jangan khawatir tentang ITU Minho Hyung, semua sudah termaafkan dan terlupakan, ok!” Ujar Tamin. Minho mengangguk dan tersenyum kembali.

“Kau memang hebat Taemin” Katanya

“Kau juga hyung.”

Tiba-tiba Handphone Taemin bergetar dan dia segera membukanya, lalu membaca sebuah pesan singkat yang baru saja masuk.

“Aku harus kerja hyung, aku pergi dulu!”

“Arraso, Taemin”

Taemin segera berdiri dan memeluk Minho, lalu mendekat kea rah Kibum dan memberikan ciuman di dahinya.

“Kibum hyung, Fighting” seru Taemin sambil beranjak dan meninggalkan mereka berdua.

Segera setelah Taemin merasakan sentuhan udara segar di luar ruangan itu, dia langsung terisak menangis. Taemin sudah menahan air mata itu sejak tadi, sejak Minho mengucapkan kata-kata manis di telinga kibum yang tidak sadarkan diri, didepannya.

“Terima kasih Taemin-ah. Untuk selalu disini untuku dan kibum, walaupun kita…”

 “Jangan khawatir tentang ITU Minho Hyung, semua sudah termaafkan dan terlupakan, ok!”

Taemin mencoba mengkontrol dirinya dan berhenti menangis. Dia berjalan  kea rah mobilnya dan membiarkan air matanya terus mengalir. Semuanya telah termaafkan, tapi tidak ada satupun yang terlupakan.

Bagaimana bisa Taemin melupakannya? Bagaimana dia bisa melupakan semua yang telah ia dan Minho lakukan setahun yang lalu di kamar yang ia gunakan bersama dengan Minho? Bagaimana bisa semua rasa sakit itu bisa terlupakan?

*

“Minho hyung, aku pulang!” Teriak Taemin sambil membuka pintu dan berjalan kea rah dapur sambil membawa sekantong belanjaan bahan memasak yang baru saja dibelinya barusan.

Dia segera mengeluarkan bahan-bahan dari akntong belanjaan, tapi sesaat kemudian aktivitasnya itu terhenti ketika mendengar suara seperti erangan dan desahan yang berasal dari kamarnya dan Minho, kekasihnya.

Dia mengerutkan keningnya dan berjalan kea rah kamar, mencoba mencari asal suara erangan dan desahan itu.  Lalu desahan itu terdengar lagi, dia mendekat kea rah pintu dan memutar Knop pintu. Memperlihatkan Minho Hyung-NYA di atas badan Kibum, Teman baik Minho.

Kekasihnya itu rupanya tidak menyadari kehadiran Taemin dan terus melakukan percintaan dengan lelaki lain, desahan dan erangan nikmat keluar dari mulut mereka berdua.

Taemin tersentak keras, menutup mulutnya sementara air mata mulai menutupi pengelihatannya. Dan sentakan taemin barusan lebih dari cukup untuk terdengar oleh kedua lelaki dihadapannya yang refleks menghentikan aksi mereka, mendongkak dan melihat Taemin yang sudah terisak.

“Ma..maaf” kata Taemin pelan, dia membalikkan badannya dan langsung berlari, lari dari mereka berdua. Dia dapat mendengar teriakan Minho yang memanggilnya untuk kembali, tapi Taemin sudah terlalu sakit untuk melihat mereka berdua lagi, tidak dengan kilasan-kilasan pikiran kejadian yang ia lihat barusan.

*

Even now, he could still feel his heart breaking

Taemin menyenderkan kepalanya di atas setir kemudi, mencoba menendangkan hatinya tetapi tetap tidak berhasil.

Dia hanya bisa menangis, dan kali ini dia tidak tahan lagi untuk tersedu, menangis sekencang mungkin.

Taemin tersakiti dan telah merasakan sakit, dia ingin membalas dendam, tapi saat itu, terngiang perkataan dari  kakaknya, Jinki.

“You need to make other people happy and smile… even if it means hurting yourself and sacreficing your happiness.”

*

“Mau kemana kau Taemin?” Tanya Minho ketika melihat lelaki yang lebih muda daarinya itu membereskan barang-barangnya. Taemin memandang Minho dan menghela nafasnya.

“Minho hyung, aku tahu kau sudah tidak mencintaiku lagi..,” Taemin muali bicara sambil menutup kopernya.

and I know you love Kibum hyung since God knows when but…” Taemin tersenyum kepada Minho, “Minho, I’m breaking up with you.”

Minho membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu, tapi kemudian terhenti ketika Taemin melepas cincinnya, meraih tangan minho dan meletakkannya di telapak tangan minho.

“It’s Ok, Minho. Jangan khawatirkan aku, aku akan baik-baik saja.”

*

“Selamat pagi Kibum-hyung” seru Taemin gembira saat dia memasuki ruangan dimana kibum dirawat sambil membawa sebuket bunga.

Itu adalah kebiasaan yang sudah biasa Taemin lakukan untuk Kibum, dia membawa bunga baru dan mengganti yang lama.

Taemin juga membacakan buku untuknya, menyanyikan lagu favorit Kibum, bercerita tentang pekerjaannya kemarin,  memberitahunya tentang Minho yang sangat mencintai Kibum dan memohon agar ia segera bangun.  Taemin akan terus menjaga Kibum sampai Minho datang dan selesai dari pekerjaannya.

Taemin sedang membacakan Kibum sebuah buku ketika seorang dokter masuk dengan wajah yang cemas. Taemin mengerutkan keningnya.

“Kibum no longer has a month to find a donor. Dia hanya mempunyai waktu satu minggu. His heart will die and give up soon if we can’t find him a donor.”

Mata Taemin membesar. Dia berdiri dan menyimpan buku yang dipegangnya.

“Apakah tidak ada donor sama sekali, maksudku, pasti ada donor yang…”

“No, Mr. Lee, none of the hearts we have checked are a match to his. He needs a heart that matches with his.” Jelas sang dokter.

“Tapi, kita tidak akan berhenti untuk terus mencari.”

Taemin mengangguk dan memandang sang Dokter yang berjalan meninggalkannya. Dia mengalihkan pandangannya kearah Kibum yang terbaring, Ia memejamkan matanya dan mengehela nafas.

“Taemin, jika dia mati, aku mati…… maksudku, dia adalah hidupku”

Taemin menggerakan tangannya dan menempatkannya di depan dadanya, dimana hati-nya berada. Dan lagi-lagi ia mengehela nafas, berat. Dengan perlahan dia membuka matanya dan sebuah senyum tertera di bibirnya.

*

“Jonghyun-hyung?” Taemin memandang kesebelahnya, tempat Jonghyun berada. Lelaki yang menemaninya setelah putus dengan Minho, lelaki yang selalu ada di sampingnya untuk menghapus air mata Taemin.

“Hmm?” jawab Jonghyun dengan pandangan yang tidak beralih dari majalah yang sedang dibacanya.

“Kau tahu kan kalau aku sudah berumur 19 tahun?” Tanya Taemin sambil mendekatkan posisinya kea rah Jonghyun.

Lelaki berambut coklat itu mengangguk.

“Dan kau tahu kalau aku sudah bisa membuat keputusanku sendiri  kan?”

“Mmm, I know Taemin-ah” Jonghyun menurukan majalahnya dan menyimpannya di atas meja. Akhirnya dia memandang kea rah Taemin.

“Kenapa kau memberitahuku hal itu”

“Because hyung… I’ve made a decision, which I thought about, and I won’t back up on it. No one can stop me, hyung. Not even you. And so I will tell you.” Kata Taemin serius.

Meraih tangan Jonghyun dan memegangnya erat.

“Tolong jangan marah”

*

“Mr. Choi?” Dengan cepat Minho mengalihkanpandangannya kea rah pintu dimana seorang dokter tengah berdiri dengan senyum di wajahnya.

“Apakah ada berita baik?” tanya Minho dengan tetaep tidak melepas tangan Kibum.

Dokter itu mengangguk dengan senyuman dibibirnya yang semakin cerah.

“Kita menemukan donor yang cocok sekali dengan Mr. Kim!”  Minho tersentak dan memandangan Kibum dengan bahagia.

“See, Kibum? I told you.”  Dia mencium tangan Kibum dan tawa kecil keluar dari bibirnya.

“You’ll Live” Minho mengalihkan pandangannya kea rah sang dokter.

“Kapan operasi-nya akan dilaksanaka?”

“besok” Jawab sang dokter sambil menyerahkan beberapa lembar surat untuk Minho tanda dangani.

“Kenapa tidak sekarang?” tanya Minho. Ia menginginkan Kibum membuka matanya dan berbicara dengannya lagi.

“hari ini aku ada jadwal operasi, Mr. Choi…” Dokter itu membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu lagi.

“Yes?” tanya Minho penasaran.

“Oh, nothing. Just a small thought to myself.”  Dokter itu tersenyum dan tanpa berkata apa-apa lagi dia meninggalkan ruangan.

“I Love You” Minho memandang Kibum dan yang semuanya terlupakan. termasuk Seseorang yang selalu ada di sampingnya dan Kibum.

*

“How do you feel, Kibum?”  Tanya Minho cepat ketika Kibum baru saja membuka matanya.

“Ughh… like shit.” Kibum menghela nafas dan Minho tertawa.

“Mr. Kim, you’ll have to stay here a little longer. We need to run some tests and check ups before you can leave. I assure you that you’ll be feeling much better. But for now, you can rest.”  Sang Dokter tersenyum dan mengucapkan selamat tinggal ketika akan meninggalkan mereka.

Dengan cepat Minho segera memeluk kibum dengan erat dan menciumnya.

“Aku sangat merindukanmu baby!” kata Minho.

Kibum tertawa kecil dan membalas pelukan Minho.

“Kemana Minnie?” tanya Kibum tiba-tiba. Minho mendengus.

“I don’t know. But I texted him, so he’ll probably come later. Let’s just have this moment to ourselves, ok?” Tanya Minho dan Kibum tersenyum lalu mengangguk.

“I love you, Minho.”

“I love you too, Kibum.”

*

“Ini sudah hampir seminggu dan Taemin belum muncul juga!” gerutu Kibum.

“Kemana Taemin?”

“Aku sudah mencoba menghubunginya lewat telepon, tapi dia tidak mengangkatnya” jelas Minho.

Kibum mengerucutkan bibirnya dan air mata mengalir begitu saja di pipinya.

“Apakah dia tidak mau menemuiku? Apakah dia marah karena kita bersama? Apa dia membenciku?” tanya Kibum, lalu sedetik kemudian dia terisak. Minho segera memeluknya.

“Oh, forget Taemin, Kibum. If he doesn’t want to come and see you, well, then… fuck him. We don’t need him, sweetie.” Minho mengelus punggung Kibum.

“Lebih baik pikirkan tentangmu dan kesehatanmu OK!”

“Ne, Minho” Kibum mengangguk. Minho melepaskan pelukannya dan duduk di kursi di sebelah ranjang Kibum.

“Tapi aku tetap ingin menemuinya Minho, dia telah banyak membantumu”

“I Know” sedikit ada rasa penyesalan di hatinya, selama ini dia hanya memikirakan Kibum.

Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu, membuat Kibum dan Minho berpandangan. Dan Kibum tersenyum.

“Taemin-ah….” Kibum menangis.

“masuklah….” Seru Kibum nyaring.

Tapi yang masuk keruangan itu bukanlah Taemin, Kibum memandangnya heran dan ada sedikit nada penyesalan di air wajahnya.

“Siapa kau” tanyanya kepada lelaki berambut coklat yang baru saja muncul di hadapannya itu.

Lelaki itu terlihat seperti sudah menangis berhari-hari. Rambutnya berantakan seperti belum mandi. Lelaki itu berjalan kea rah kibum dan memberikannya sebuah amplop. Dia tidak berkata apa-apa, Tapi ia memandang Minho dengan tajam.

“Semoga kau bisa menghargai pemberian terkahirnya” ucap lelaki itu pelan sebelum melangkah meninggakan Minho yang kebingungan.

Apa yang dia maksud? Minho tersadar dari lamunannya ketika mendengar suara isakan dari mulur kibum.

“Ada apa sayang?” tanya Minho sambil bangkit dari duduknya dan mencoba menenangkan Kibum. Minho mengelus pipi Kibum, tapi dengan cepat Kibum menepisnya. Kibum memalingkan wajahnya kea rah lain dan menelungkupkan wajahnya ke kedua lututnya, menangis dengan keras.

Minho segera mengambil kertas yang sedang di pegang kibum dan mulai membaca satu-persatu kalimat didalamnya.

‘Please take care of my heart, Kibum-hyung. I hope you live a long life with Minho hyung! I love you. Please tell Minho that I love him too.
-Taemin
P.S It’s also Jinki’s hyung’s heart so take, very, VERY good care of it. (:’

The letter fell to the floor.

A sudden realization hit Minho.

A painful ache took over his body.

And tears trickled down his cheeks.

Taemin was no longer alive.

Taemin sudah tidak ada lagi.

End


3 Responses to “His Last Gift”


  1. 1 LieRed_18
    August 12, 2011 at 4:25 pm

    Hueeee…. Hueeee… Ini menyedihkan… Sakit.. Hati… Sakit hatiiii… Kenapa harus begitu ceritax.. knap tetem mati?? Kenapa minho jahat?? Kenapa ad namja yg muncul kya orang ga mandi(?) hahahha…

    Nice ff. Like this…
    Menguras bak mandi. Upss.. Mksdx menguras emosi. Kesel..
    Daebak!! d^^

  2. 2 YooNa
    August 13, 2011 at 4:36 pm

    benci minkey,yg menyakiti taeminnie

  3. 3 MinnieBaby Evil
    August 15, 2011 at 4:14 am

    hueeee~
    Benciii ama kodooooook…
    Kurang apa sih sii taeminnie… =P
    Key juga.. Ntar akk laporin ke jinki baru tau rasa.. *onkey shipper mode on*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

August 2011
M T W T F S S
« Jul   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: