24
Aug
11

Chingu? Sarang?

Title        : Chingu? Sarang?

Author      : SarSay501

Rating       : PG-15

Main cast    : Park Jiyeon [T-Ara]

Other cast : Park Sanghyun/Thunder [MBLAQ], Hyunseong [Boyfriend], Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Eunhyuk, akan terus bertambah di part selanjutnya..

Note        : Author iseng liat page “Pairing [Need Ur Idea]” trs liat sebuah komentar minta pairing Jiyeon-Thunder. Akhirnya terbentuklah ide untuk fanfict ini ^^

Oh iya,pas pertama ngepost ada banyak kesalahan.Author minta maaf ya! Baru sekarang bisa dibenerin🙂

Semoga readers pada suka ^^v

              Makasih buat readers yang udah menyumbangkan aspirasinya ya..

Buat yang lain,ditunggu jg lhoo ide pairingnya.hehehee

HAPPY READING!!!!

~Universitas Nasional Seoul~

Seperti biasa, Jiyeon selalu berlari pagi karena telat ke kampusnya. Jiyeon adalah mahasiswa baru di Universitas Nasional Seoul, sungguh berat pengorbanannya agar bisa masuk ke universitas ternama, meskipun Jiyeon ternyata hanya diterima di jurusan Seni dan Budaya (termasuk grade yang menengah ke bawah dibandingkan dengan Teknik, Natural Science dan Kedokteran).

“Aku terlambat. Ottokhaji?” ucap Jiyeon sambil berlari terengah-engah membawa banyak bawaan, yaitu tas ransel dan tas tangan yang lumayan besar.

“Jadi begitu cara mengetahui kerusakan organ dalam. Aku baru sadar!” ucap seseorang yang berjalan berlawan arah dengan Jiyeon, orang itu membaca sambil berjalan sehingga tidak melihat keadaan di depannya sedang ada seorang wanita berlari bagaikan banteng di matador yang siap menubruk apa saja yang ada didepannya.

BBBRRRUUUKKK..

“Choesong hamnida” sahut Jiyeon sambil mencoba merapikan barang-barangnya yang keluar semua dari tas tangannya. Tak ada jawaban dari orang yang ditabrak Jiyeon, orang itu sibuk mengambil kembali buku yang semula dia baca dan kembali berdiri.

Seusai Jiyeon merapikan bawaannya, dia mencoba melihat ke arah pria yang ditabrak di tabraknya tadi.

“Omo, ganteng sekali dia. Seperti malaikat!” sahut Jiyeon dalam hati. Pria itu langsung berubah memiliki sayap dan wajahnya benar-benar bersinar meskipun sedang menunduk membaca buku.

Pria itu kemudian kembali melangkahkan kakinya.

“Oh iya, gwaenchana” sahut pria itu sambil menoleh ke arah Jiyeon selama 5 detik dan kembali berjalan menjauhi Jiyeon. Jiyeon benar-benar terpaku dengan wajah orang tersebut, sampai-sampai dia lupa akan kelasnya yang sebentar lagi dimulai.

“OMO!!! AKU HARUS SEGERA KE KELAS!!!!” teriak Jiyeon panik dan kembali berlari.

……………………

(Thunder P.O.V)

“Hmm..anda ingin mengembalikan buku ya? Silahkan tunjukkan kartu identitas mahasiswa anda” ucap penjaga perpusatakaan pusat dengan lembut.

“Tunggu sebentar, tadi aku menaruh Kartu Tanda Mahasiswaku di antara halaman buku ini. Tapi kenapa …” menghilang ya? Lanjutku dalam hati.

Kemana perginya KTM milikku? Haduhhh,mana harus ada banyak buku yang aku baca dan pinjam untuk materi hari ini. Bagaimana ini?

“Hmm.. sebentar ya, aku ingin melanjutkan membaca disini saja” sahutku asal, berniat untuk mencarinya dengan aman di dalam perpustakaan yang nyaman ini.

“Baiklah, silahkan” sapa penjaga perpustakaan dengan baik.

Huhhhhf keringat dinginku keluar semua, sampai KTM itu hilang. Bisa gawat, aku harus meminjam buku memakai KTM, melihat hasil ujian dengan KTM, ikut tes dengan KTM.

“Huhhff, jangan panik Sang Hyun. Kau pasti akan menemukan KTM itu nantinya. Kalau memang apa yang seharusnya milikmu, pasti akan kembali padamu kok!” ucapku pelan mencoba menenangkan diri dan kembali membaca buku yang telah aku pinjam setelah frustasi mencari KTM yang tidak ketemu-ketemu.

(Thunder P.O.V end)

………………….

(Jiyeon P.O.V)

“Sunbae, aku telah membawa peralatan musik yang kemarin sunbae suruh” teriakku sambil berlari ke arah kantin mendekati Sooyoung dan Kyuhyun sunbae setelah kelas usai.

“Wahh, donsaengku yang satu ini memang sangat rajin ya! Seperti aku” sahut Sooyoung.

“Apanya yang seperti kau. Kau itu pemalas” sahut Kyuhyun sambil tertawa kecil.

“Chagi, puji aku sedikit di depan adik kelas dong..huhf” ucap Sooyoung sambil memonyongkan bibirnya. Kyuhyun pun mencubit pipi Sooyoung gemas.

“Sunbae, pacarannya nanti saja ya! Sekarang bantu aku menyelesaikan ini semua” ucapku agak membentak dan mengeluarkan isi tas tanganku. Sooyoung sunbae pun ikut membantuku.

“Hai, kalian sedang apa? Sepertinya sibuk.hehehee Butuh bantuanku?” sahut Eunhyuk sunbae mendekati kami bertiga.

“ANI!!!” teriak Sooyoung dan Kyuhyun sunbae bersamaan. Aku langsung terdiam dan menoleh ke arah Eunhyuk sunbae setelah mendengar teriakan Sooyoung dan Kyuhyun sunbae.

“Kalian jahat sekali menolak tawaranku.huhf” Eunhyuk kali ini duduk dengan lemas di samping Kyuhyun dan menyandarkan kepalanya ke bahu Kyuhyun, dengan sigap Kyuhyun langsung bergeser ke kanan yaitu mendekati Sooyoung.

“Kau tahu, terakhir kali kau membantu kami. Yang ada semuanya menjadi rusak. Kau memainkan gitar Kyuhyun dengan semangat sampai senarnya putus 2. Lalu saat kau mengajariku bermain drum di ruang musik, stick drum itu sampai patah dan aku yang kena marah oleh penjaga ruang musik. Sedangkan kau kabur entah kemana” Sooyoung nyerocos marah sambil melihat sinis ke arah Eunhyuk.

“Sudah, sudah.. para sunbaeku ini kenapa malah jadi bertengkar? Hehehehee” ucapku menjadi penengah.

“Iya, sudahlah chagi.. Ayoo kita urus Jiyeon-ah dulu” sahut Kyuhyun yang kemudian mengeluarkan satu persatu alat musik di dalam tas tangan Jiyeon.

“Hah? Apa ini?” tanya Sooyoung.

“Ini crecekan,sunbae. Aku bingung harus menyebutnya apa. Habis kata sunbae aku harus membawa alat yang ada di rumahku. Ya aku bawa itu” jawabku polos.

“Ini gendang? Haduh, Jiyeon-ah, kau itu akan pentas musik. Mainkanlah musik yang sewajarnya dan enak di dengar saat pentas nanti” Kyuhyun terlihat emosi.

“Aku bisa bermain piano, tapi piano itu terlalu besar untuk aku masukkan ke dalam tas tangan ini, sunbae” semua langsung menjadi hening. Tiba-tiba keluar seseorang dari dalam kelasku dan mataku langsung menatap orang tersebut dengan serius.

“Hyunseong-ah..” teriakku sambil berlari kecil mendekati Hyunseong dan meninggalkan para sunbae.

“Wae Jiyeon-ah?” jawab Hyunseong malu-malu karena dia baru dekat denganku setelah pembagian tugas pentas musik tadi pagi.

“Kita kan sekelompok pentas musik. Kau akan memainkan alat musik apa? Biar nanti aku ikut menyelaraskan” ucapku sambil tersenyum.

“Hmm.. mungkin aku akan bermain saxophone. Kau mau bermain apa?” jawab Hyunseong dengan terbata-bata.Apakah dia malu atau kenapa?

“Aku pikirkan dulu ya.. masih ada waktu 1 bulan lebih untuk kita pentas kan? Hehehee”

“Ne”

“Baiklah kalau  begitu. Kapan kita bs berlatih bersama?” tanyaku bersemangat karena aku tak sabar tampil diatas panggung.

“Mungkin akan aku kabari lagi nanti. Gwaenchana?”

Aku langsung mengangguk sambil tersenyum lebar.

“Gwaenchana Hyunseong-ah. Aku akan mulai berlatih melancarkan main piano agar bisa mengimbangi seorang pemain Saxophone handal. Annyeong!” sahutku sambil melambaikan tangan kearahnya dan berlari kembali mendekati sunbae-sunbaeku.

“Jiyeon-ah. Ini KTM siapa? Kenapa ada di dalam tas tanganmu?” tanya Sooyoung sunbae. Aku langsung panik dan seakan mataku keluar membaca nama yang tertera di KTM tersebut.

“Park Sang Hyun? Kedokteran?” ucapku setengah teriak panik dan kaget. Fotonya seperti aku kenal. Itukan foto namja yang tadi tertabrak denganku tadi pagi.

“Kau harus mengembalikan KTM itu pada pemiliknya!” sahut Sooyoung dan Kyuhyun sunbae bersamaan.

“Tapi.. aku tidak mengenal siapa orang ini” jawabku mengelak.

“Ayoo aku bantu cari siapa orangnya. Lagipula, tinggal berjalan mengitari danau, sudah sampai ke Fakultas Kedokteran” ajak Sooyoung sunbae sambil menarik tanganku.

(Jiyeon P.O.V end)

…………………..

(Hyun Seong P.O.V)

“Hyun Seong-ah.. kau terus melamun sejak tadi. Kau mendengarkan hasil diskusi rapat atau tidak?” tegur salah seorang sunbae Hyun Seong dalam organisasi.

“Choesonghamnida!” sahutku yang sadar dari lamunanku.

Sungguh menyebalkan berada di ruang rapat tanpa konsentrasi sama sekali.huhf

“Hyun Seong-ah, kau tadi sedang memikirkan apa selama rapat?” tanya Dong Hyun padaku.

“Ani, Dong Hyun sunbae.hehehehehee” jawabku sambil tertawa kecil mencoba menyembunyikan kebohonganku.

“Dasar kau ini, sudah besar masih saja berbohong padaku. Anggap aku adalah kakakmu yang selama ini sudah pergi meninggalkanmu. Jadi kau bisa cerita segalanya padaku tanpa khawatir aku akan membongkarnya. Arraseo?” jelas Dong Hyun sambil mengusap-usap kepala Hyun Seong.

“Ne, sunbae. Gomapsumnida” jawabku. Sebenarnya selama rapat aku terus membayangkan senyum Jiyeon. Aku baru sadar kalau senyumnya adalah yang terindah yang pernah ada di dunia ini.

(Hyun Seong P.O.V end)

…………………….

“Sunbae, kau ikut mengantarku juga kan?” tanya Jiyeon sambil terus mengintip seseorang dari balik pintu perpustakaan.

“Kau sendirilah yang mengembalikannya. Dia adalah mahasiswa berprestasi di kampus ini. Orang-orang menyebutnya Thunder. Jadi kau panggil dia Thunder Sunbae. Ingat itu!! Sudah, cepat sana masuk” bisik Sooyoung sambil mendorong Jiyeon masuk ke dalam perpustakaan. Jiyeon agak kaget saat terdorong dan dia dengan cepat menahan tubuhnya agar tidak tersungkur di atas tanah.

Semua orang diperpustakaan melihat kearahnya, tak terkecuali Thunder. Jiyeon mencoba mengendalikan keadaan, seolah tidak ada apa-apa yang terjadi.

“Ehhemm” Jiyeon berdehem sambil melangkah pelan mendekati tempat duduk Thunder. Thunder sedang sibuk membaca buku sambil mendengarkan ipodnya.

“Annyeonghasimnikka, sunbae” sapa Jiyeon ramah, namun tidak ada jawaban dari Thunder. Lalu Jiyeon memberanikan diri mencopot salah satu earphone di telinga kiri Thunder.

“Apa yang kau lakukan disini, hah?” tanya Thunder kesal. Baru kali ini ada orang yang mengganggunya saat membaca buku dan mendengarkan Ipod.

“Choesonghamnida, sunbae. Aku hanya ingin mengembalikan ini” jawab Jiyeon pelan sambil menyodorkan KTM milik Thunder.

“Kau menemukannya dimana? Jeongmal Gomawo” Thunder langsung merebut KTM miliknya dari tangan Jiyeon dan memasukkannya dalam dompet. Setelah itu kembali memasang earphone-nya.

Jiyeon sejak tadi berdiri di samping Thunder bagaikan patung. Lalu tanpa berkata sepatah katapun, Jiyeon pergi meninggalkan Thunder.

Beberapa saat setelah Jiyeon pergi.

“Ohh iya, namamu siapa? Mau aku traktir makan siang nanti?” tanya Thunder sambil melepas sendiri earphonenya, namun sayang. Sosok wanita yang diajak bicaranya telah pergi.

…………………..

“Hyun Seong-ah.. Kau sudah selesai rapat?” tanya Jiyeon berdiri di depan ruang rapat Hyun Seong untuk mendapatkan jawaban kepastian dari Hyun Seong.

“Jiyeon-ah? Kau sejak kapan menungguku disini?” tanya Hyun Seong kaget melihat kehadiran Jiyeon seusai dia rapat.

“Hmm.. sekitar 2 jam yang lalu. Jadi kapan kita bisa latihan?” tanya Jiyeon dengan wajah memelas.

“Baiklah, sepertinya hari ini. Tapi aku ada 1 kelas kuliah lagi. Kalau mau, silahkan kau ke rumahku duluan atau makan siang dulu lalu ke rumahku terlebih dahulu. Aku akan menyusul pulang. Gwaenchana?”

“Ne, lagipula rumah kita kan tidak begitu jauh.hehehee Annyeong, gomawo Hyun Seong-ah”

“Cheonmaneyo Jiyeon-ah”

Hyun Seong masih saja tersenyum sambil melihat Jiyeon berlari kecil meninggalkannya.

“Hyun Seong-ah. Apakah kau memikirkan dia selama rapat tadi? Jujur padaku! Hahahahahaa” sapa Dong Hyun sambil menepuk pundak Hyun Seong.

“Ahh sunbae. Ani” jawab Hyun Seong yang kemudian melangkah menuju kelas kuliahnya.

…………………….

(Jiyeon P.O.V)

“Ne, lagipula rumah kita kan tidak begitu jauh.hehehee Annyeong, gomawo Hyun Seong-ah” ucapku sambil pergi meninggalkanya

“Cheonmaneyo Jiyeon-ah” jawabnya.

Aku sekarang bingung harus kemana dulu, apakah aku harus makan siang dulu? Atau pergi pulang ke rumah sendirian?

“Ahhh, tau gitu tadi aku bareng Sooyoung dan Kyuhyun sunbae untuk pulang bareng. Kan lumayan naik mobil gratis.huhf” gerutuku sambil berjalan ke gerbang kampus.

“Hei kau. TUNGGU!!!!” teriak seseorang. Aku merasa tidak terpanggil, jadi aku meneruskan langkahku.

Tiba-tiba orang yang aku sudah kenal dengan sepedanya menghadang di hadapanku.

“Thunder sunbae?” sapaku pelan karena dia terkenal dengan sikap dinginnya.

“Kau jangan menatapku seperti itu. Kau sudah makan siang? Ayoo kita makan bersama. Aku yang traktir. Ottokhae?” perkataan Thunder sunbae barusan membuatku menganga lebar. Apa benar ini Thunder yang aku kenal dingin di perpustakaan tadi?


……………………

(Hyun Seong P.O.V)

“Kyuhyun sunbae, apakah kau melihat Jiyeon disekitar sini?” tanyaku pada seorang sunbae yang sedang berjalan melewatinya sambil bermain pspnya. Yang aku tahu, dia sangat dekat dengan Jiyeon.

“Ahh? Kau bicara denganku?” tanya Kyuhyun mencoba memastikan dan mulai mematikan pspnya.

“Keurae, sunbae!” jawabku yakin.

“Setahuku, Jiyeon sudah pulang bersama seorang namja. Sekitar 1 jam yang lalu. Entahlah mereka pergi kemana? Mungkin makan siang bersama” jawab Kyuhyun sekenanya tanpa disaring terlebih dahulu.

“Chagiii… Kau disini rupanya, aku mencarimu sejak tadi” teriak seorang wanita dari kejauhan yang kini sedang berlari mendekati Kyuhyun sunbae. Sepertinya itu adalah Sooyoung sunbae, pacarnya.

“Ohh, kau habis ada kelas? Aku juga mencarimu. Ayoo kita pulang sekarang!” ajak Kyuhyun sambil menggandeng Sooyoung.

“Gamsahamnida, Kyuhyun sunbae” sahutku sebelum akhirnya mereka pergi meninggalkanku di lorong kampus.

“Baiklah kalau begitu. Aku harus buru-buru pulang sekarang!!” gerutuku sendirian dengan bersemangat.

(Hyun Seong P.O.V end)

…………………..

~Depan restorant~

“Sunbae, aku baru tahu kalau ada mahasiswa yang menggunakan sepeda untuk kuliah” ucap Jiyeon memperhatikan sepeda milik Thunder dengan seksama.

“Oh, aku hanya ingin membakar kalori.hehehee” jawab Thunder yang diakhiri tertawa kecil.

“Membakar kalori ya? Aku merasa gemuk akhir-akhir ini. Bagaimana kalau untuk pulang aku saja yang menggonceng sunbae?” tawaran Jiyeon sedang dipikir-pikir oleh Thunder. Wajah Thunder benar-benar datar saat berpikir.

“Kau yakin kuat mengayuh sepeda dengan beban yaitu aku?” tanya Thunder yang sepertinya tidak yakin kalau tubuh mungil Jiyeon dapat membawanya ke suatu tempat.

“Kan tadi sunbae janji untuk menemaniku ke rumah temanku. Jadi untuk mengucapkan rasa berterima kasihku, biarkan aku yang menggonceng sunbae” jelas Jiyeon sambil tersenyum indah. Thunder memperhatikan senyum Jiyeon dan akhirnya mengangguk pasrah.

“Ingat, kalau kau merasa berat. Bilang ya, supaya kita gantian!” suruh Thunder yang kini sudah menaiki sepeda di bagian belakang tempat duduk Jiyeon.

Jiyeon mulai mengayuh sepeda milik Thunder, terasa berat. Ya pasti karena Jiyeon lebih keil dibandingkan Thunder!!

Aku pasti bisa, ucap Jiyeon dalam hatinya. Thunder merasa kalau sepedanya berjalan sangat lama.. lama sekali..

“Jiyeon-ah, kalau tidak kuat. Jangan memaksakan!” sahut Thunder.

“Tenang saja sunbae” jawab Jiyeon sambil bersusah payah mengayuh sepeda.

Beberapa menit kemudian.

“Jiyeon-ah, baju bagian belakangmu mulai basah karena keringatmu. Kita gantian saja, apalagi jalannya agak menanjak” sahut Thunder kembali dengan khawatir.

Kini Jiyeon tidak menjawab pertanyaan Thunder, wajahnya sudah merah karena keringat dan capek.

Thunder pun mengerem kayuhan Jiyeon dengan menurunkan kakinya dan akhirnya sepeda pun berhenti. Thunder melangkah ke depan Jiyeon.

“Jiyeon-ah.. Wajahmu sangat merah dan penuh keringat. Kau lelah? Mian!!” ucap Thunder sambil memberikan tissue pada Jiyeon.

“Aku rasa, kaloriku benar-benar sudah terbakar” jawab Jiyeon sambil tertawa kecil.

Thunder hanya tersenyum simpul dan segera berganti posisi. Kini Thunder yang akan mulai mengayuh sepeda sedangkan Jiyeon yang akan diboncenginya.

10 menit telah berlalu, kini mereka berdua hampir sampai rumah Hyun Seong, teman Jiyeon yang tidak diketahui oleh Thunder.

“Sunbae, terus kayuh. Kita tinggal sebentar lagi sampai” sahut Jiyeon sambil membiarkan angin meleraikan tiap helai rambutnya. Semenjak Thunder yang mengayuh sepeda, sepeda berjalan cepat.

“Stop stop stop.. Berhenti disini. Ini adalah rumah temanku itu” Jiyeon setengah berteriak menyuruh Thunder berhenti. Jiyeon turun dari sepeda dan memencet bel rumah di hadapannya sedangkan Thunder tetap duduk di sepedanya dengan kedua kaki menapak tanah. Setelah itu keluarlah tuan rumah yang sebelumnya sudah diberitahu oleh Hyun Seong kalau temannya akan datang.

“Annyeonghasimnikka, ajussi” sapa Jiyeon sambil menundukkan badannya. Ajussi itu mulai berjalan mendekati Thunder dan Jiyeon. Thunder membenahi kacamatanya, mencoba melihat lebih jelas siapa ajussi tersebut.

“Ajussi itu pun membukakan gerbang rumahnya dan pandangannya langsung menuju ke arah Thunder. Begitu pula yang terjadi dengan Thunder, mata mereka seperti mengeluarkan setrum listrik.

“Hmm.. Ajussi, ini kakak kelasku. Namanya …” belum selesai Jiyeon bicara untuk mencairkan suasana. Thunder sudah kembali mengayuh sepedanya tanpa berkata apa-apa. Jiyeon dan ayah Hyun Seong hanya bisa menatap perginya Thunder dari depan gerbang rumah.

~TO BE CONTINUED~


12 Responses to “Chingu? Sarang?”


  1. August 26, 2011 at 3:02 am

    ah dems aps suamiku (baca: Thunder) jd mahasiswa kedokteran??? OMO!! kebayang deh ahaha.
    sumpah so sweet banget sih sepedaan. IRIIIIIIIII. mau jg BISA ngayuh sepedah T.T

  2. 2 sarsay501
    August 26, 2011 at 3:06 am

    Suami yang keberapa nih ngomong2?? hehehehee
    Iya, di cerita ini ceritanya dia mahasiswa kedokteran😀
    Wahh,makanya belajar naik sepeda ^^v

  3. 3 indi
    August 26, 2011 at 7:55 am

    wah keren lanjutkan!!

  4. 4 SarSay501
    August 26, 2011 at 8:42 am

    Iya okeee!!😉
    Ditunggu aja ya part selanjutnya ^^

  5. 5 Gwa_ViYo0517
    September 1, 2011 at 9:29 am

    Lanjut ya chingu😀

  6. September 5, 2011 at 6:38 am

    Wahhh,,lnjutin thor!!
    So sweet critanx,akhir” ni
    Lgi suka jiyeon ama thunder hehehe🙂

  7. 7 SarSay501
    September 18, 2011 at 2:18 am

    Waahh makasih chingu udah pada komen ^^
    Iya,aku sedang usahakan untuk selese🙂
    Maklum,tgs kuliah+ospek menanti..hiks *Author curcol*

  8. 8 liyamalia
    September 21, 2011 at 6:57 am

    Aku aru pertama kali ini baca FF. Wah FFnya keren soalx ngomongin soal kehidupan kampus.
    Go author!

  9. 9 Han Sang Rim
    September 30, 2011 at 12:36 pm

    daebakk~~😀

  10. 10 sarsay501
    December 22, 2011 at 2:30 am

    Makasih🙂
    Jangan lupa bucat baca part 2nya ya ^^

  11. 11 haesica couple
    January 8, 2012 at 9:34 am

    keren keren keren . . . ! ! ! !
    Ceritax bGus . . . .

    Daebakk~ ! ! !

  12. 12 zhafikyo
    November 15, 2012 at 8:03 pm

    ada apa dgn tunder? apa hubungannya dg ayah hyun seong?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

August 2011
M T W T F S S
« Jul   Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: