18
Nov
11

Lost Time

Title        : Lost Time

Author      : SarSay501

Rating       : PG-15

Main cast    : Yoona [SNSD]

Other cast : Donghae [Super Junior], Jessica [SNSD], Ok Taecyeon [2PM], Nichkhun [2PM], Choi Siwon [Super Junior].

Note        : Haii readers, author kembali..

 Ini cerita khayalan author yang bener-bener lagi berimajinasi gila

Jadi jangan kaget kalau background ff ini agak ngasal.hehehe

Mianhae dan Gomawo buat semua readers yang telah setia menunggu     postan ff disini :,)

Sssrroooottt *elap ingus+airmata terharu*

HAPPY READING ^^

“Appa, apakah aku benar-benar tidak boleh mengikuti perlombaan itu?” rengek Yoona, putri tunggal seorang pemilik club latihan pedang saat makan siang di taman belakang Sword Corner.

“Aku tahu kalau bermain pedangmu sangat bagus, namun kau itu seorang wanita. Kau membayangkan apa yang akan terjadi di pertandingan nanti? Kita akan melawan Club Eropa” jelas appa Yoona melarang keras karena semula Yoona diperbolehkan ikut latihan di Sword Corner hanya untuk sekadar melindungi dirinya. Appa Yoona tidak menyangka kalau putrinya akan tertarik mengikuti pertandingan antar-club.

“Tapi aku …” Yoona belum sempat menyelesaikan perkataannya, appa Yoona sudah berdiri dan pergi meninggalkan Yoona di taman sendirian.

“Wae? Aku tidak boleh ikut? Apa karena aku seorang wanita, hah? Apa salahnya dengan wanita?” gerutu Yoona sambil menghentak-hentakkan sendoknya ke kotak makan siang yang ada di pangkuannya.

“Hei Princess, kau kenapa berbicara sendirian? Kau sudah gila ya?” sahut seseorang di belakang Yoona. Orang itu pun langsung duduk disamping Yoona.

“Ohh kau Donghae” jawab Yoona tidak bersemangat. “Kau kenapa? Ceritakan padaku” Donghae adalah teman Yoona sejak SMP, mereka bersahabat baik sudah hampir 5 tahun. Donghae berumur 1 tahun lebih tua dari Yoona namun Yoona tidak pernah mau memanggilnya dengan sebutan ‘Oppa’ karena sikap Donghae terkadang masih kekanak-kanakan.

“Aku sedang malas bicara” jawab Yoona singkat yang kemudian menutup bekal makan siangnya.

“Ayolah, ceritakan padaku” pinta Donghae sambil memasang mata puppy eyesnya yang imut. Selain Donghae baik, dia juga tampan. Satu-satunya yang tampan di Sword Corner Club menurut Yoona.

“Jangan memasang wajah seperti itu, aku tetap malas bicara” Yoona membohongi dirinya sendiri, tentu saja dia lakukan itu karena Donghae adalah andalan appanya saat mengikuti pertandingan nanti. Yoona merasa malu kalau harus bercerita pada Donghae. Yoona pun berdiri dan hendak meninggalkan Donghae.

“Mian, kalau tadi aku menguping pembicaraanmu, aku tak bermaksud” ucap Donghae tiba-tiba sambil menghalangi Yoona pergi. Yoona pun menatap laki-laki dihadapannya dan menunduk malu.

“Mianhae, aku rasa appamu ada benarnya. Kau tahu sendiri kalau Club Eropa itu bermain dengan agak kasar. Tidak pernah ada lawan yang tidak terluka setelah bertanding dengannya” jelas Donghae memandang Yoona yang sedari tadi menunduk.

“Jangan salahkan juga kalau kau terlahir sebagai wanita” lanjut Donghae, kali ini Yoona memandang Donghae dengan wajah datar lalu pergi meninggalkan Donghae.

***

            Yoona terus menatapi langit malam di balkon kamarnya, berharap ada sesuatu yang dapat menjelaskan mengapa dia dilarang keras mengikuti pertandingan itu. Malam semakin larut, angin pun bertambah kencang menyapu wajah mungil Yoona dan melerai helai demi helai rambut Yoona.

“Aku harus tetap mengikuti pertandingan itu besok!” ucapnya mantap. Yoona kini mulai merasa mengantuk dan menutup pintu yang mengarah ke balkonnya. Dia masih berdiri bersandar di pintu kaca, membelakangi balkon kamarnya.

“Aku harap, ada yang dapat menjelaskan maksud appa tadi” ucapnya tanpa menyadari bahwa ada bintang jatuh dari langit.

***

Kreekkk.. Terdengar bunyi jendela baru saja dibuka oleh seseorang.

“Hei, bangun!” sapa seseorang yang membuat maja terpejam Yoona kini terbuka perlahan. Aroma kamarnya terasa berbeda. Yoona kaget karena kemunculan seorang perempuan yang berdiri di samping tempat tidurnya.

“Nu..Nuguseyo?” tanya Yoona terbata-bata sambil mengucek matanya.

“Harusnya aku yang bertanya, kau itu siapa? Darimana asalmu?” jawab perempuan itu. Sontak saja Yoona langsung lompat dari tempat tidurnya dan melihat sekeliling, “Semuanya berbeda” sahutnya panik. Lalu dia melihat ke arah keluar jendela. Terlihat seorang pedagang yang sedang mengangkut barang-barangnya ke kereta lembu.

“Ohh, hai Jessica” sapa pedagang itu.

“Hai juga ajussi” jawab perempuan yang tadi membangunkanku. Ternyata namanya adalah Jessica, tetapi tunggu dulu! Aku dimana? Haduh, aku harus mengikuti pertandingan hari ini.

“Aku menemukanmu kemarin malam di hutan ketika aku selesai berlatih. Aku khawatir pada keadaanmu, jadi aku membawamu kemari. Ini adalah rumah Ajumma Kim, salah satu pelayan di rumahku” jelas Jessica. Yoona sama sekali tidak mengerti apa yang baru saja dibicarakan oleh Jessica.

“Namamu Yoona kan?” tanya Jessica sambil merapikan tempat tidur.

“Iya, kau tahu darimana?” Yoona masih saja panik, yang ada dipikirannya saat ini adalah mengikuti pertandingan pedang.

“Tertulis jelas di kalungmu” jawab Jessica. Yoona langsung melihat bandul kalung yang dipakainya. Bagaimana dia bisa tahu kalau ini bertuliskan YOONA? Ini kan kalung pemberian Donghae, kami saling bertukar hadiah sewaktu masuk SMA. Kami saling memberi kalung yang bertuliskan nama kami masing-masing dalam huruf Yunani kuno karena hanya bahasa itu yang kekal dan tidak akan pernah berubah. Yoona langsung melihat dirinya sendiri di cermin, terlihat sekali matanya terbelalak melihat pakaian yang dipakainya. Dia langsung berlari keluar rumah itu dan melihat semua orang memakai pakaian yang sama. Tanpa sadar, Yoona menubruk seseorang dan terjatuh ke tanah.

“Hei agassi, tidak bisakah kau berjalan hati-hati?” sahut orang itu sambil membantu Yoona berdiri. Yoona menerima bantuan laki-laki itu namun tetap masih terdiam bingung.

“Oh hai Taecyeon, maafkan temanku ini ya” tiba-tiba Jessica menyahut di belakang.

“Kau temannya Jessica? Kenalkan, namaku Taecyeon. Kau siapa?” sapa ramah Taecyeon dibalas oleh Yoona.

“Aku Yoona” jawab Yoona singkat.

“Ohh Yoona.. Hmm, kalau dilihat-lihat kau cantik juga. Wah Jessica, sepertinya kau akan mempunyai saingan.hehehee” ucap jail Taecyeon sambil melirik nakal ke arah Jessica.

“Berisik kau, jangan menggodanya. Ya sudah, kami pergi dulu ya”  Jessica pun menarik tangan Yoona paksa dan mereka berjalan menuju dekat air mancur di sudut kota.

“Yoona, bisa kau jelaskan padaku kenapa kau bisa sampai kemari?” tanya Jessica serius kearah Yoona.

“Aku juga tidak mengerti apa-apa, yang aku ingat semalam aku masih tertidur dengan nyaman di kamarku. Baru tadi pagi aku sadar kalau aku berada disini” sepertinya kini Jessica bingung dengan penjelasan Yoona yang dianggapnya tidak logis. Yoona menarik nafas panjang dan mengambil sebuah batu kapur di dekat kakinya.

“Kau tahu, aku bukan manusia dari zaman ini. Di zamanku, semua orang sudah memakai pakaian, biasa disebut kaos” ucap Yoona sambil menggambar kaos di lantai dekat air mancur.

“Lalu kau tahu, orang-orang bepergian sudah menggunakan mobil atau motor, bukan kereta lembu” lanjutnya sambil menggambar benda yang baru saja diucapkannya. Tiba-tiba saja sebuah panah berujung api mendarat tepat di samping Yoona. Jessica langsung menarik Yoona, “Tempat ini sudah tidak aman, ayo kita pergi ke rumahku” sahut Jessica sambil menarik tangan Yoona untuk berlari.

“Yang itu tadi apa? Menyeramkan!” perkataan Yoona tidak digubris sama sekali oleh Jessica. Yoona hanya tahu kalau Jessica tidak akan membuatnya celaka jadi dia terus belari di belakang Jessica.

Beberapa langkah lagi mereka akan masuk ke dalam istana, Jessica menghentikan langkahnya.

“Yoona, apakah kau bisa berperang?” tanya Jessica tanpa membalikkan tubuhnya.

“Hah? Berperang? Aku tidak yakin” jawab Yoona.

“Setidaknya memanah atau berkuda, atau bahkan bermain pedang. Bisakah kau salah satu dari itu?” Yoona berpikir sejenak, lalu menjawab “Aku bisa bermain pedang”. Jessica kembali menarik tangan Yoona untuk memasuki istana, “Baguslah kalau begitu” bisik Jessica pelan.

Pintu istana pun terbuka lebar, seakan mempersilahkan Jessica dan Yoona untuk masuk. Jessica langsung menyuruh Yoona untuk berjalan mengendap-endap, Yoona mengikutinya. Ternyata mereka baru saja melewati ruang kerja appa Jessica.

“Yoona ikuti aku” ucap Jessica yang kemudian berlari ke sebuah ruangan di bawah terowongan. Jessica langsung membuka pintu dan seketika Yoona kaget melihat isi ruangan itu.

“Tempat apa ini?” tanya Yoona sambil tak berhenti memandang satu persatu pedang dan baju perang terbuat dari baja terpajang jelas di pinggir ruangan itu.

“Jangan berisik! Aku ingin menceritakan padamu semuanya disini”.

……………………..

“Murid-murid semuanya, kita berkumpul sebentar! Akan ada pengumuman” teriak salah seorang pelatih perang di arena gladiator, tempat biasa mereka berlatih senjata. Langsung dengan rapi semuanya berkumpul mendekat ke arah Cha Sonsaengnim.

“Hari ini kita kedatangan warga baru, dia bersedia menjadi tentara kita” ucap Cha Sonsaengnim.

“Hah? Seorang wanita? Aku tidak yakin dia bisa berperang selayaknya laki-laki yang tangguh nantinya” sahut seseorang diantara kumpulan murid-murid Cha Sonsaengnim. Yoona tidak bisa mengetahui wajah orang itu karena mereka semua memakai baju dan sejenis penutup kepala terbuat dari baja, seperti yang Yoona pakai saat ini.

“Baiklah Yoona, sepertinya kau harus menunjukkan keahlianmu pada si tangguh ini. Semuanya istirahat sebentar, kita ada suatu pertunjukkan” seru Cha Sonsaengnim pada semuanya. Yoona terlihat agak gugup, dia pun mulai memakai topeng bajanya dan memegang erat pedangnya.

Aku harus buktikan kalau aku bisa! Wanita bukan untuk disepelekan, ingat itu bocah mnyebalkan!! Yoona teringat pesan appanya, “Bersabarlah! Jangan gegabah! Seranglah lawanmu disaat dia sudah kelelahan”. Itu juga yang sedang Yoona lakukan.

“Kau, jangan hanya menghindar! Kau tidak bisa bermain pedang? Mengaku saja!” ejek lawan Yoona. Yoona tetap bersabar dan mencari celah kesempatan. Yoona melihat ke arah gerak kaki lawannya itu, akhirnya Yoona tahu kapan dia harus menyerang.

“Kau ingin meminta maaf atas penghinaanmu barusan tentang wanita atau aku menjatuhkanmu sekarang juga?” tak ada yang dapat dilakukan lawan Yoona sekarang selain menuruti perkataan Yoona kerana dia benar-benar sudah dalam posisi terkunci.

“Baiklah aku akan minta maaf” jawab lawan Yoona, Cha Sonsaengnim pun mendekati mereka berdua.

“Maafkan aku, Yoona. Ternyata tidak peduli wanita atau pria asalkan memiliki kemampuan yang sama, perbedaan bukan berarti apa-apa”. Cha Sonsaengnim pun bertepuk tangan “Yoona, kau ternyata ahli. Kau akan dimasukkan ke dalam tim inti berperang”.

“Tapi dia kan belum ..” sanggahan lawan Yoona langsung terpotong oleh Cha Sonsaengnim, “Taecyeon, berhentilah mengelak atas kekalahanmu, Yoona memang jago bermain pedang. Lagipula ini untuk membela Yunani kita”. Ternyata orang dihadapanku ini adalah Taecyeon, orang yang aku temui pagi tadi. Jessica, mianhae!  Tiba-tiba panah berujung api kembali datang. Semua murid Cha Sonsaengnim yang merupakan tentara perang langsung bersiap.

“Yoona, siapakan pedangmu. Gladiator ini terletak di perbatasan wilappa perang!” bisik seseorang pada Yoona, Yoona yakin sekali kalau itu adalah Jessica. Yoona semakin kuat menggenggam erat senjatanya. Tak lama kemudian, terik siang matahari berubah menjadi gelap. Bukan awan gelap yang menutupinya melainkan seekor naga terbang yang kemudian dengan mantap mendarat di tengah lapangan gladiator. Lalu turunlah seseorang berbaju baja sepeti yang dipakai Yoona dan kawan-kawan, yang membedakan hanyalah warnanya. Warna baju orang itu adalah kuning mengkilap seperti warna emas, sedangkan baju yang dipakai Yoona berwarna putih mengkilap seperti perak.

“Kaukah kesatria baru yang dapat mengalahkan Taecyeon barusan? Aku tidak percaya seorang wanita bisa …” Yoona langsung menyela perkataan orang itu.

“Jangan membawa perbedaan antara wanita dan pria disini” ucap Yoona mantap.

“Ohh, jadi begitu. Sepertinya besok kau adalah santapan lezat yang spesial untuk Jaksal” ucapnya sambil mengelus kepala naga yang ditumpanginya barusan. Naga itu pun seperti bersiap untuk kembali terbang, orang tadi melemparkan sebuah botol berisi surat ke arah Cha Sonsaengnim dan kemudian mereka pergi dengan cepat.

“Yoona, kau baik-baik saja? Itu tadi Seung Won, pembawa berita sekaligus panglima perang dari pihak musuh kita” perkataan Taecyeon jelas terlihat sangat khawatir terhadap Yoona.

“Gwaenchanayo” jawab Yoona. Yoona melihat kearah Cha Sonsaengnim, kerut di keningnya menandakan isi surat itu adalah berita yang sangat buruk.

“Taecyeon dan Nichkhun cepat beritahu istana dan warga sekitar soal kejadian yang akan terjadi besok hari. Untuk semuanya, latihan kita akhiri sampai disini dan cepat tinggal gladiator!” suruh Cha Sonsaengnim. “Baik” jawab semunya serentak. Terlihat Taecyeon dan Nichkhun berlari keluar terlebih dahulu.

Tanpa Yoona sadari, ada yang memegang pundak Yoona, “Yoona, kau harus berlatih keras malam ini. Nanti setelah makan malam temui aku di halaman belakang istana”. Yoona mengangguk mengerti. Setelah melepaskan baju bajanya di kamar barunya, masih dalam daerah istana namun letaknya agak dibelakang, dia berjalan kearah dapur menemui Bibi Kim. Yoona pun duduk di meja dekat bahan-bahan masak, dia duduk termenung disitu.

“Aku dengar kau menjadi incaran Seung Won. Jangan panik, dia hanya suka menggertak” sahut Bibi Kim sambil mengaduk makanannya di atas perapian seperti kompor.

“Benarkah itu, Bibi?” tanya Yoona penasaran. Tentu saja Bibi Kim harus berbohong untuk membangkitkan semangat Yoona. Dia yang merawat Yoona semalam, membersihkan badan Yoona dan menggantikan pakaian Yoona, Kim menganggap Yoona sudah seperti anaknya sendiri. Kim menganggukkan pertanyaan Yoona. Kini Yoona kembali termenung memikirkan pembicaraanya dengan Jessica tadi pagi.

…………………

(Flashback)

“Yoona kau harus menyiapkan mentalmu. Pilihanmu sebagai warga baru hanya ada dua, kau mau menjadi tentara kami atau dikembalikan ke hutan” belum sempat Yoona menjawab perkataan Jessica, Jessica kembali berbicara “Aku senang sekali kau bisa bermain pedang, aku anggap kau menerima tawaran kami yang pertama. Appaku memberlakukan sistem kejam ini karena wilappa kami dalam daerah perang yang sudah berlangsung selama 10 tahun. Sebelumnya appa tidak pernah sekejam ini, bahkan karena keadaan genting seperti ini aku benar-benar dijaga ketat” airmata Jessica kini menetes di pipinya yang putih dan indah. Jelas saja Jessica dijaga ketat, itu semua karena Jessica adalah seorang putri kerajaan.

“Aku tidak terima diperlakukan begini, aku hanya gelisah di dalam kamar sedangkan rakyatku menyerahkan nyawanya di medan perang. Aku juga ingin melindungi rakyatku meskipun aku seorang putri mahkota” Jessica kini menghapus airmatanya.

“Apalagi Taecyeon juga ikut berperang, aku tidak bisa membiarkan hal itu. Menurutku dia satu-satu pria terbaik dan tertampan se-Yunani ini. Aku tidak ingin dia mati sia-sia dimakan Jaksal” lanjutnya, Yoona mengelus punggung Jessica dengan halus.

“Kau tahu Yoona, baju baja ini adalah pakaian penyamaranku. Aku menyamar sebagai Nichkhun saat latihan perang dan kemudian kembali menjadi putri setelahnya. Hanya kau dan Bibi Kim yang mengetahuinya. Aku harap kau tidak mengatakan hal ini pada siapapun ya!” pinta Jessica yang kemudian tersenyum kearah Yoona.

(Flashback end)

…………………….

Kini Yoona dan semua tentara memasuki daerah perang, semuanya sudah saling berhadapan. Terlihat sekali pasukan Cha Sonsaengnim berwajah tenang sedangkan pasukan Seung Won terlihat terbakar hawa nafsu.  Cha Sonsaengnim berada di sebelah kiri, mengendarai kuda hitamnya di temani senjata yang terlihat seperti petir, senjata itu dapat memanggil hujan badai serta kilat yang saling beradu. Yoona, Nichkhun, Taecyeon, dan semua tentara perang inti diletakkan di barisan tengah. Nichkhun berdiri gagah di lengkapi senjata andalannya tameng pembalik serangan, Taecyeon terlihat tenang dengan alat panah di punggungnya dan pedang di tangan kanannya.

“SEMUA, SERAAANNGGG!!” aba-aba dari Cha Sonsaengnim membuat tentara berlari menghadapi musuh dengan semangat. Yoona menghabisi semua lawannya dan membiarkan pedang itu menuntunnya untuk memenggal kepala musuh, membuat pihak musuh berlumuran darah dan kemudian mati. Seung Won yang mengendarai Jaksal, mendekati tempat Yoona berdiri.

“Kita bertemu lagi” ucap Seung Won sambil mengayunkan pedangnya ke arah Yoona. Yoona terus menanggapi permainan pedang Seung Won. Para tentara sudah makin banyak yang berguguran. Taecyeon melihat ke arah Yoona, “Apa yang anak itu lakukan? Melawan Seung Won sendirian” Taecyeon pun berlari ke arah Yoona.

Jaksal membantu majikannya, dia menyemburkan api ke arah Yoona. Hal itu membuat Yoona kepanasan, baju bajanya meleleh dan dia hilang keseimbangan, saat itu dimanfaatkan Seung Won untuk menggoreskan mata pedang ke arah lengan kanan Yoona.

“Aaaaaaaaaa” jeritan panjang Yoona membuat Nichkhun mengarahkan pandangannya pada Yoona. Yoona terduduk berlutut, tangan kirinya menahan agar darah tak banyak mengalir dari lengan kanannya. Jaksal seakan siap menyantap Yoona. Taecyeon berlari sambil menyiapkan busur panah ke arah Seung Won. Busur panah pun dilepaskan tepat mengenai dada kanan Seung Won. Taecyeon buru-buru menyelamatkan Yoona, tanpa disadari Seung Won hendak menancapkan pedang di tumit kiri Taecyeon. Nichkhun kini segera berlari mendekati Taecyeon dan mengarahkan tamengnya. Kini pedang itu berbalik mengenai tuannya sendiri, Seung Won langsung terjatuh ke tanah tepat di depan Jaksal yang sudah menganga lebar. Jaksal pun terbang pergi setelah dirasakan ada yang tertelan masuk ke dalam kerongkongannya.

***

“Aaaaaaaa..” jeritan panjang itu kembali terdengar saat Yoona diobati oleh tabib.

“Dia menghabiskan banyak darah, kita tak bisa banyak berharap lagi” ucap sang tabib keluar dari kamar Yoona. Jessica menangis di pelukan Taecyeon.

“Aku yang bersalah membawa anak itu kemari” ucap Jessica menyesal.

“Bukan kau yang salah, itu semua sudah takdir” jawab Taecyeon.

“Tabib, apakah tidak ada yang bisa kita lakukan lagi?” tanya appa Jessica, berharap Yoona dapat disembuhkan dan menjadi tim perang inti kembali.

“Kita hanya tinggal menunggu keajaiban datang” sang tabib sepertinya sudah putus asa mengobati Yoona.

“Yoona, maafkan aku. Aku sengaja menjadikanmu tim inti karena aku tak ingin putri Jessica menjadi sasaran Seung Won” sesal Cha Sonsaengnim di hadapan Yoona yang sedang menahan sakit, wajahnya pucat dan bibirnya sudah membiru. Jessica yang mendengar hal ini langsung kaget dan menghampiri Cha Sonsaengnim.

“Apa maksudmu Cha Sonsaengnim?” tanya Jessica marah.

“Pantas saja sewaktu tahu Yoona masuk tim perang, kau terlihat bahagia” lanjut Jessica. Cha Sonsaengnim menunduk, “Sebenarnya Seung Won sudah mengetahui kalau putri Jessica akan ikut berperang. Dia pun ingin membuktikan dengan datang tempo hari membawa surat. Mungkin Seung Won mengira Yoona adalah Putri Jessica yang menyamar. Oleh sebab itu dia sangat mengincar Yoona” jelas Cha Sonsaengnim.

“Kenapa kau baru bilang sekarang?” bentak Jessica.

“Sudahlah, kalian jangan bertengkar” ucap Yoona terbata-bata.

“Sebenarnya aku sudah mengetahui taktik umpan ini kemarin saat berlatih pedang dengan Cha Sonsaengnim usai makan malam. Aku menerima tawarannya karena memang tugas tentara inti adalah melindungi Putri Jessica” terlihat sekali Yoona menitikkan airmata menahan lukanya yang teramat sakit.

“Yoona..” Jessica memeluk Yoona yang sudah sekarat. Appa Jessica memegangi pundak Jessica dan menyuruhnya untuk berhenti menangis. Jessica berbalik memeluk appanya seraya berkata, “Mianhae appa”. Tiba-tiba pintu terketuk, pandangan semuanya terarah pada seekor Unicorn yang masuk ke kamar Yoona. Jessica, appa Jessica, dan Cha Sonsaengnim melangkah mundur menjauhi tempat tidur Yoona. Yoona sudah memejamkan mata, semuanya seakan sudah terlambat untuk membuat Yoona hidup kembali.

Unicorn tersebut mengarah tanduknya ke luka Yoona dan seketika itu luka Yoona sembuh namun masih meninggalkan bekas dipemiliknya.  Yoona pun terbangun dari tempat tidurnya dan melihat Unicorn tersebut seakan memberikan tumpangan padanya. Yoona naik ke tubuh Unicorn tersebut, “Gamsahamnida Yoona” ucap Jessica lirih. Yoona pun tersenyum pada semuanya dan secepat kilat mereka berdua pergi meninggalkan Jessica dan appanya, Cha Sonsaengnim, Taecyeon dan Bibi Kim.

***

            Yoona berlari masuk ke gedung pertandingan, “Wahh, aku terlambat”. Dilihatnya kini giliran Donghae maju bertanding, “Appa, maaf aku terlambat” ucap Yoona yang kemudian duduk di samping appanya.

“Kau tertidur pulas sekali” jawab appa Yoona.

“Mianhae, appa..hehehee  Apaah aku sudah telat?”

“Belum”

Yoona melinting sedikit lengan baju seragam Sword Corner Club, terlihat bekas luka berbentuk sebuah garis lurus bekas tersayat di lengan kanan Yoona. Tiba-tiba dilihatnya Donghae sudah berada dalam posisi terkunci, Yoona berlari ke arah wasit.

“Aku mohon istirahat sebentar!” pinta Yoona.

“Maksudmu apa? Istiahat masih 1 menit lagi” jawab wasit tersebut.

“Aku mohon, dipertandingan selanjutnya tambahkan 1 menit untuk menggantikannya”. Wasit pertandingan itu pun meniupkan pluit bertanda istirahat.

“Donghae, kau tak apa? Biar aku obati lukamu” Yoona pun mengobati luka di dahi Donghae. Donghae memegang tangan Yoona, “Ada apa?” tanya Yoona.

“Kau kenapa terlambat?” Yoona hanya tersenyum dan kemudian wasit kembali meniupkan pluitnya bertanda pertandingan dimulai kembali.

“Aku akan menggantikan Donghae dalam sesi pertandingan ini” ucap Yoona mantap dan kemudian berdiri melangkah maju ke arena pertandingan. Semula Donghae menghalanginya, namun appa Yoona membiarkan putrinya untuk maju bertanding. Appa Yoona dan Donghae tersenyum  bangga.

……………..The End…………..


6 Responses to “Lost Time”


  1. 1 kikikyuuu
    November 20, 2011 at 12:48 pm

    gaje sumpah ahahhahaaaa…
    tapi gapapalah bwt penghilang stress klo emg ini hobby kamu sar hehehe :p

  2. November 21, 2011 at 4:35 pm

    Hahahahaa..😀
    Aku lg bikin yg lanjutan Chingu Sarang ^^
    Doakan cepet slese yoo.hehehee

  3. 3 haneunwoo1
    December 5, 2011 at 4:06 pm

    yoonhae ahh i like it author…bikin lagi dong yoonhae tpi yg romance keke…

  4. 4 sarsay501
    December 22, 2011 at 2:11 am

    Iya, ntar di coba ya🙂
    Makasih udah mampir buat baca ^_^

  5. 5 haesica couple
    January 8, 2012 at 8:31 am

    hahahaha . . . . .
    Gaje sumpah tp bGus kok . . . .

    Oiya buatin ff tentang HaeSica donk . . . . .

  6. 6 sarsay501
    January 9, 2012 at 4:58 am

    Emang gaje..hahahahhaaa
    Iya, ntar dicoba ya, tp yg romantis2 gt gpp kan?
    *author meloooww*😄


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

November 2011
M T W T F S S
« Aug   Dec »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: