30
Nov
11

In My Dream (Chapter 3)


*Maaf ya readers, lama menunggu.. kyaknya hampir setahun deh T^T miaaaaaaaaaaaaannnn >3< hiatus juga ga bilang2 hehehehe. betewe, aku ngelanjutin in my dream chapter ke-3 hhehe :)) belakangan ini aku mulai lirik2 shinra pairing setelah baca2 ff nya temen2 author yang lain. nah, mudah2an aku sempet bikin ff lagi. habisnya aku udah jarang bukan internet, maklumlah anak kelas 2 SMA -apaan sih- hehehe, jaaa..please enjoy this ff :)) imagenya masih tetep, cz masih belum pinter ngedit hehe mian readers😦 annyeoong🙂 *

Title : In My Dream

Casts :

  • U-Kiss’s Eli;
  • CN Blue’s Jung Yong Hwa;
  • KARA’s Kang Ji Young;
  • Other Cameo

Genre : Romance, Fantasy,  AU

Author : Kiko Otter

Rating : T

 

In My Dream (Chapter 3)

 

Saat Eli jatuh, Eli melotot kaget pada Ji Young saking kagetnya. Ji Young sendiri merasakan wajahnya menjadi sangat panas.

“Elinel..?!”

Ji Young menoleh kaget mendengar beberapa suara, Eli dan Ji Young kebingungan harus bagaimana mengubah kejadian ini.

“Eli, neon…” ucap salah seorang anak

Ji Young menoleh kaget, Eli masih terpaku pada tatapan mata Ji Young padanya. Wajar saja, saat ini posisi mereka adalah Eli terjatuh diatas Ji Young yang baru saja berusaha menangkap Eli yang terhuyung hampir terjatuh.

“Eli! Apa yang kamu lakukan dengan Ji Young?”

Mendengar suara yang Eli kenal, Eli bersegera bangun dari posisinya sambil menarik tangan Ji Young yang berkeringat dingin. Yong Hwa masih terlihat sangat kaget, sangat terlihat dari matanya yang melotot pada Ji Young yang masih terlihat kebingungan.

“Ani~aniya hyung, aku hanya tersandung dan Ji Young menolongku, tapi malah seperti tadi,” jawab Eli dengan tenang

Ji Young masih menatap kosong ke lantai, wajahnya masih terlihat merah, pikirannya juga kosong. Dia tak tau harus memikirkan apa.

“Oh begitu, Ji Young apa kamu baik-baik saja?” tanya Yong Hwa sambil menghampiri Ji Young yang masih diam ditempatnya

Ji Young hanya mengangguk-angguk pelan, Eli melihat mereka berdua dengan pandangan kesal. Seolah-olah Yong Hwa, orang yang sudah dia anggap sebagai kakak, telah direbut olehnya. Dia semakin kesal setelah melihat Yong Hwa dan Ji Young berbincang-bincang

“Hyung, ayo kita pergi!” seru Eli dengan sengaja

Ji Young menoleh cepat ke arah Eli yang mengagetkannya dengan suara Eli sendiri

“Ji Young, ayo kita kembali ke kelas dulu! Nanti saat kita istirahat, kita lanjutkan pembicaraan kita,” usul Yong Hwa

Ji Young mengangguk sambil tersenyum setelah menatap Yong Hwa sekilas. Ji Young tersenyum sendiri setelah melihat Yong Hwa kembali ke kelasnya. Dia tak mengalihkan pandangan dari Yong Hwa sampai Yong Hwa benar-benar tidak terlihat.

‘Ya Tuhan, kenapa ada peri sebaik dan selembut dia? Dia terlalu baik padaku..’ batin Ji Young

***

“Jadi begitu rupanya, kamu berasal dari keluarga Claridge dan bangsa Nymph! Wow, bagaimana kehidupan bangsa Nymph disana?” tanya Yong Hwa bersemangat

Ji Young masih menatap ke lantai sambil memainkan kakinya, dia sangat malu untuk menatap Yong Hwa yang sekarang ada disebelahnya. Eli hanya mendengus kesal karena dia seperti obat nyamuk diantara Yong Hwa dan Ji Young, selain itu daritadi Yong Hwa seperti hanya mendengarkan Ji Young.

“Kehidupan kami? Eung~yah, tidak jauh beda dengan bangsa Sylph,” jawab Ji Young dengan suara pelan

Yong Hwa hanya tersenyum merasakan suasana canggung diantara mereka berdua, dia meminum orange juicenya sambil membatin,

‘Aigoo, suasananya canggung sekali?! Apa aku harus mulai duluan?’ batin Yong Hwa sambil sesekali melirik Ji Young yang masih menunduk malu

“Hyung!” panggil Eli dengan nada keras,

Eli tidak tahan merasakan suasana canggung diantara Ji Young dan Yong Hwa. Eli berpikir bahwa, makin lama Ji Young dan Yong Hwa terlihat seperti pasangan kekasih yang berkencan untuk pertama kalinya.

“Ne?” jawab Yong Hwa terkejut

“Apa hari ini hyung ada acara dirumah?” tanya Eli mengambil alasan

Yong Hwa berpikir sejenak, kemudian menggeleng perlahan

“Aniyo, waeyo?” tanya balik Yong Hwa

“Aku ingin ke rumahmu,” jawab Eli dengan santai

Yong Hwa mengangguk-angguk sambil meminum orange juicenya. Lalu menatap ke arah Eli yang juga menatap Yong Hwa.

“Joha, ajaklah Ji Young juga agar kita bisa lebih dekat satu sama lain,” usul Yong Hwa ringan

“Mwoo???” ucap Eli sangat kaget mendengar usulan dari Yong Hwa

Ji Young pun hanya menatap tidak percaya setelah mendengar kalimat yang diucapkan oleh Yong Hwa. Dalam hati dia ingin berteriak sekencang-kencangnya karena sangat senang, dia tidak menyangka Yong hwa akan mengharapkan kedatangannya.

“Keuraeyo??” tanya Eli meyakinkan Yong Hwa

Yong Hwa mengangguk berkali-kali sambil tersenyum melihat ke arah Eli, lalu menatap Ji Young yang terlihat sangat polos

“Apakah ada yang salah dengan usulanku?” tanya Yong Hwa

“Ne!” papar Eli dengan tegas

“Keurae? Apa yang salah?” tanya Yong Hwa lagi

“..eummm, molla! Tapi yang jelas ada yang salah!” tegas Eli

“Sudahlah Eli! Ji Young, kamu tetap datang ke rumahku, kan?” ucap Yong Hwa tidak memperdulikan ucapan Eli

“Jjinjayo?” ucap Ji Young ragu-ragu

Yong Hwa mengangguk lagi, Ji Young tersenyum sambil menunduk. Dia tidak berani menatap mata bening Yong Hwa yang sekarang menatap mata Ji Young yang sudah berubah warna lensanya menjadi orange.

***

Ji Young duduk sendiri di teras depan rumah Yong Hwa. Sesekali dia melihat bunga kristal yang terus menerus memantulkan sinar matahari melalui mahkota bunganya. Eli terus menerus memainkan jarinya yang membuat benang udara kusut.

“Ya ampun, apa sih yang Yong Hwa hyung lakukan?” tanya Eli pada adik perempuan Yong Hwa, Seung Yi

“Yong Hwa oppa sedang mengerjakan tugas yang diperintahkan oleh omma, oppa baru bisa kemari sekitar  10 menit lagi,” jawab Seung Yi

Ji Young sesekali melihat ke arah mereka berdua yang berdiskusi banyak hal, lalu dia menghela nafas panjang. Sudah hampir 30 menit Eli dan Ji Young menunggu Yong Hwa di rumahnya, dan yang pastinya Ji Young tidak dapat menghindari waktu bersama Eli.

“Hei!” panggil Eli dengan malas pada Ji Young

Ji Young tidak menoleh karena namanya tidak disebut, dia sangat enggan menoleh ke arah Eli.

“Hei! Kalau dipanggil menoleh!” ucap Eli dengan sinis

“Oh, kamu memanggilku?” tanya balik Ji Young dengan nada yang sinis juga

Eli menghela nafas sambil melotot tajam ke arah Ji Young. Ji Young hanya tersenyum tanpa dosa, karena memang bukan dia yang berbuat kesalahan.

“Ya terserahlah, mengapa kamu hanya duduk menyendiri disitu?” tanya Eli alih-alih membuat pembicaraan

“Memang, apa pedulimu?” jawab Ji Young acuh tak acuh

“Jangan kepedean! Aku tanya seperti itu bukan karena perhatian padamu,” jawab Eli tidak peduli

Ji Young hanya mengerucutkan bibirnya, matanya hanya terus melirik dan melempar pandangan ke arah bunga-bunga kristal yang ada didepannya. Dia ingin menyentuhnya, namun dia tak berani karena bunga kristal sangat mahal harganya.

“Aku duduk disini, karena kamu yang duduk disitu. Kalau aku duduk disitu, apa kamu tidak akan malu terdengar sangat ramai oleh tuan rumahnya?” jawab  Ji Young sambil menatap tajam Eli

Adik-adik Yong Hwa, Seung Yi dan Ji Eun hanya memandang ke arah mereka dengan tatapan yang sangat lucu. Seolah-olah sedang melihat ‘Gag Concert’ yang biasa mereka lihat di opera-opera.

Terbukti, mendengar perkataan Ji Young yang langsung tepat sasaran, Eli hanya dapat melirik tajam ke Ji Young. Eli berdecak kesal, hanya karena satu-dua kalimat, Ji Young mampu membuat Eli diam tidak membalas.

“Ji Young? Eli? Sudah daritadi?” suara yang sangat mereka kenal, tentunya

Eli dan Ji Young bersamaan menoleh ke arah lorong didekat perapian, Yong Hwa hanya tersenyum kecil melihat mereka duduk berjauhan.

“Tidak, baru saja aku datang hyung,” jawab Eli sambil menatap Yong Hwa memelas

“Lalu, bagaimana denganmu Ji Young?” tanya Yong Hwa mengambil topik pembicaraan

“Eung~yah, aku juga baru saja datang sonbae,” ucap Ji Young menunduk malu-malu

Yong Hwa tersenyum lebar mendapat reaksi seperti itu dari Ji Young, ‘Mengapa dia masih malu untuk berbicara padaku, ya?’ batin Yong Hwa penasaran

“Aku sudah mengatakan padamu kalau panggil saja aku Yong Hwa,” jawab Yong Hwa sambil menghampiri tempat Ji Young

Eli, Seung Yi, dan Ji Eun membelalakkan kedua mata mereka melihat pemandangan yang sangat jarang dilihat. ‘Apa-apaan nih? Sejak kapan?’ tanya Eli dalam hati

‘Aiishhh!!!! Sial-sial! Mengapa mereka jadi lebih dekat? Ji Young sial! Tidak hanya appa dan teman-temanku yang lain yang dia rayu, sekarang malah Yong Hwa hyung juga yang dirayu!’ umpat Eli berkali-kali dalam hati

“Eli oppa, mereka couple ya?” tanya Ji Eun, adik Yong Hwa yang termuda

“HAAAHH????!! YA GAK MUNGKINLAH!” sentak Eli tidak terima

Ji Young dan Yong Hwa menoleh kaget, Eli yang benar-benar tidak sengaja mengucapkan kata-kata itu hanya bisa nyengir malu.

“Ada apa Eli?” tanya Yong Hwa

“Ga, ga ada apa-apa hyung, hehehe..” jawab Eli masih nyengir ganjil

‘Ya ampun, Eli!! Kamu mau taruh dimana mukamu? Kamu mau imagemu hancur didepan saudara-saudara perempuan hyung?’ ejek Eli pada dirinya sendiri dalam hati

Seung Yi dan Ji Eun terkikik geli, terlihat seperti putri-putri yang tertawa genit. ‘Astaga, apakah Yong Hwa benar-benar merupakan kakak dari mereka? Jauh sekali perbedaannya,’ batin Ji Young

“Hmm..bagaimana kalau kita ke bangku panjang disana?” ucap Yong Hwa tiba-tiba

Ji Young hanya mengangguk pelan, padahal dalam hati dia sudah melonjak-lonjak bahagia.

“Ya ampun, aku sampai lupa!” kejut Yong Hwa

“Apa?” ulang Ji Young cukup terkejut

Yong Hwa memetik 2 bunga kristal yang sedari tadi Ji Young amati. Tak lama setelah itu, Yong Hwa tersenyum pada Ji Young seolah mengharapkan sesuatu

“Tanganmu?”

Yong Hwa meminta tangan Ji Young yang sedang terpaku menatap Yong Hwa. Ji Young memberikan tangannya ragu-ragu, Ji Young menggigit bibir bawahnya karena merasa takut. Lalu, Yong Hwa menggenggam tangan Ji Young kemudian memejamkan matanya.

Tak lama setelah itu, bunga kristal yang sama-sama dipegang oleh Yong Hwa dan Ji Young memancarkan sinar gemerlap.

“Apa yang Yong Hwa hyung lakukan?” tanya Eli pada Ji Eun yang hanya tersenyum

“Eli oppa tidak tau?” tanya balik Ji Eun

Eli hanya menggeleng cepat sambil terus memandangi bunga kristal yang Yong Hwa dan Ji Young pegang. Sinar dari bunga itu semakin terang

“Lihat saja, nanti juga tau,” ucap Seung Yi dengan santai

Yong Hwa dan Ji Young masih memejamkan mata, dan bunga kristal itu memekar dengan cepat lalu bunga tersebut berubah warna menjadi warna silver yang sangat indah.

“Ji Young, bukalah matamu,” ucap Yong Hwa setelah membuka matanya

Ji Young membuka kedua matanya lalu terjingkat melihat perubahan warna bunga-bunga kristal yang barusa mereka pegang bersama.

“Apa yang terjadi dengan bunganya?” tanya Ji Young penasaran

“Menurutmu apa maksud dari warna bunga ini?” tanya Yong Hwa sambil menunduk memandang Ji Young

“Aku tidak tau, memangnya apa?” jawab Ji Young sangat polos

“Aku baru saja membaca buku bagaimana cara bagsa Sylph dan Nymph dapat saling berinteraksi dengan baik, dan hal pertama yang harus aku lakukan adalah tadi!” pekik Yong Hwa denga semangat

Ji Young masih melihat Yong Hwa dengan pandangan yang bingung, ‘Apa yang sedang dia bicarakan? Aku tidak pernah mendengar hal seperti itu,’ batin Ji Young

“Bunga kristal adalah lambang kasih sayang di bangsa Nymph, bukan?” Yong Hwa mulai bingung menjelaskan maksudnya

“Ya memang,” Ji Young berusaha menjawab seyakin-yakinnya

“Kami, bangsa Sylph, dapat mengekspresikan rasa kasih sayangnya dengan berbagai cara. Namun sangat sulit mengutarakan pada bangsamu, bangsa Nymph. Maka dari itu, barusan kita saling mempertemukan perasaan kita melalui bunga kristal ini,” jelas Yong Hwa

Ji Young hanya manggut-manggut mendengar penjelasan dari Yong Hwa, seolah-olah sedang mendengar nasihat dari guru besar.

“Silver adalah tingkat pertama, karena kita belum terlalu mengenal silver ini mewakili rasa penasaran masing-masing. Yah aku rasa, kita berdua memang saling penasaran,” ucap Yong Hwa

“Lalu?” tanya Ji Young penasaran dengan kelanjutan perkataan Yong Hwa

Eli yang terus memperhatikan mereka dan mendengar pembicaraan mereka merasa seperti obat nyamuk diantara mereka. Eli cemburu dengan Ji Young, karena Ji Young sudah sangat dekat dengan Yong Hwa. Sedangkan Eli tidak ingin Yong Hwa direbut oleh orang baru seperti Ji Young.

“Karena ada dua bunga, kita saling bertukar bunga. Suatu saat nanti warna bunga ini akan berubah dengan sendirinya seiring dengan perasaan pemilik bunga satu pada pemilik bunga lainnya,” papar Yong Hwa

Ji Young mengambil salah satu bunga dari genggaman Yong Hwa. Saat memegang bunga kristal miliknya, dengan cepat warna bunga itu berubah menjadi warna ungu.

‘Eh? Ada apa ini? Mengapa berubah warna secepat ini?’ batin Ji Young mulai kelabakan. Yong Hwa juga menatap bunga Ji Young terheran-heran, Eli yang baru saja menghampiri mereka berdua juga menganga kaget

“Ji Young, warna bungamu ungu..” Yong Hwa berkata seolah-olah seperti melihat keajaiban terjadi

“Ah..eh, aku bukan.., maksudku bukan aku..” Ji Young menjadi gugup setengah mati

“Apa maksudnya dengan warna ungu ini, bodoh?” ejek Eli masih tidak mengerti

Ji Young dan Yong Hwa hanya berpandangan canggung. Bunga kristal yang dipegang Yong Hwa masih berwarna silver, akan tetapi terlihat sesuatu yang seperti berdetak-detak ditengah-tengah warna silver itu.

Yong Hwa berusaha mengucapkan kata-kata dari mulutnya, saking shocknya dia masih tidak percaya melihat warna bunga kristal Ji Young.

“Secepat itukah? Benarkah bungamu berwarna ungu? Kamu…”

 

 

^v^~~~*** To Be Continue ***~~~^o^

 

-naaah. sampai juga dipenghujung chapter 3 ini, please dengan sangat dikomen yaa. supaya aku bisa rajin update juga🙂 aku paling males kalo ga ada yang kasih komen, cuma sekedar lewat aja. yah, maaf juga cz aku jarang update *digetak sama pea* tapi yang aku butuhin cuma komen dari para readers, ditunggu ya komennya :))


1 Response to “In My Dream (Chapter 3)”


  1. 1 KARA K5J KARASIA
    August 9, 2012 at 1:30 am

    aaaaaaaa~~~~
    apa artinya wrn ungu????ih bnr2 pnasaran buangetzzz.eli knp sh sensi gtu,awas jatuh hati nti ma jiyoung hihi
    ff fantasi yg seru n bcanya ky d bwa msuk k dunia itu,
    next chap jgn lama2


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

November 2011
M T W T F S S
« Aug   Dec »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: