22
Dec
11

Chingu? Sarang? (Part 2)

Title               : Chingu? Sarang?

Author         : SarSay501

Rating           : PG-15

Main cast    : Park Jiyeon [T-Ara]

Other cast : Park Sanghyun/Thunder [MBLAQ], Hyunseong [Boyfriend], Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Eunhyuk, Bang Minah [Girls Day], Lee Jeong Min [Boyfriend] akan terus bertambah di part selanjutnya..

Note        : Maaf baru bisa ngepost fanfictnya sekarang. Untuk yang sudah menunggu lama, semoga ga kecewa ya.hehe

HAPPY READING!!!!

~Universitas Nasional Seoul~

(Jiyeon P.O.V)

“Jiyeon-ah, apa yang kau lakukan disini?” Hyun Seong menepuk pundakku dari belakang dari belakang. Mengkagetkanku saja..

“Ohh Hyun Seong-ah, wae?” jawabku sambil tersenyum. Hyun Seong tampak terdiam sebentar, ada apa dengan dia?

“Hyun Seong-ah, Hyun Seong-ah? Kau kenapa?” ucapku sambil mencoba mengembalikan nyawa Hyun Seong ke raganya.

“Annyeonghaseyo, hoobaeku yang paling cantik” Soo sunbae ikutan mengkagetkanku juga. Untung aku tidak memiliki penyakit jantung -,-

“Kau Hyun Seong kan?” tanya Soo sunbae ke arah Hyun Seong, kali ini Hyun Seong sudah tersadar. Baguslah!

“Hmm..Ne” jawab Hyun Seong terbata-bata karena kaget.

“Sooyoung sunbae, kenapa belum pulang? Dan juga, biasanya dimana ada Sooyoung sunbae, slalu ada Kyuhyun sunbae” aku langsung menyambar seperti listrik.

“Kyuhyun sedang latihan band bersama Eunhyuk dan Yesung.. Aku sedang menunggunya” jawab Soo sunbae sambil tersenyum. Sunbae yang paling cantik dan baik menurutku adalah Sooyoung sunbae.

“Ohh begitu, aku jadi iri dengan sunbae” Soo sunbae tersipu malu, lucu sekali wajahnya. Hyun Seong pun menoleh ke arahku. Tatapan mataku seakan berkata ‘wae?’ pada Hyun Seong.

“Chagiya, ayo kita pulang. Aku sudah selesai dengan urusanku” sahut Kyu sunbae dari jauh. Soo sunbae mencari darimana asal suara itu.

“Iya, aku kesana.. Annyeong Jiyeon dan Hyun Seong” Soo sunbae langsung berlari kecil menuju Kyu sunbae dan bergandengan tangan.

“Jiyeon-ah” panggil Hyun Seong.

“Ne?” jawabku.

“Kau daritadi tidak memakan mie ramenmu?”

“Oh iya, aku lupa.hahahahaa” aku langsung menyumpit mie yang dengan penuh mengitari kedua sumpitku.

“Jiyeon-ah, boleh aku makan bersama di meja ini?” sahut Minah sambil membawa mie ramen juga. Aku hanya bisa menganggukkan kepala dengan semangat karena mulutku penuh dengan mie. Setelah Minah duduk disampingku, dia langsung menyantap mie ramennya dengan lahap sepertiku. Hyun Seong hanya bisa menganga melihat kami berdua, namun lebih condong melihat ke arah Minah. Aku langsung mengambil cara inisiatif.

“ieon-ah, a ang au aukan?” tanya Hyun Seong dengan mulut penuh mie dan tidak terdengar dengan jelas.hahahahahaa

(Jiyeon P.O.V end)

………………………

Thunder memegangi bukunya sambil berjalan menuju perpustakaan pusat yang berada dekat dengan Fakultas Ilmu Budaya. Hyun Seong dari kejauhan melihat Thunder yang berjalan dengan cepat menuju ke arahnya. Hyun Seong teringat kejadian beberapa hari yang lalu, saat Thunder mengantar Jiyeon ke rumahnya lalu meninggalkan Jiyeon tanpa sepatah kata pun.

Brruuukk. . Thunder tidak berkata apa-apa meskipun dia telah di senggol dengan sengaja oleh Hyun Seong hingga bukunya terjatuh di tanah. Dia pun kembali melanjutkan langkahnya.

“Ya, apa maumu?” teriak Hyun Seong. Thunder menghentikan langkahnya tanpa berbalik badan dan berkata.

“Wae?” mendengar hal itu, Hyun Seong langsung berjalan dengan tergesa-gesa dan bernada marah ke arah Thunder.

“Kau, tidak sopan!!” maksud Hyun Seong adalah menyinggung kejadian sewaktu Thunder mengantar Jiyeon.

“Kau itu yang tidak sopan, berteriak dengan tidak jelas dan dengan sengaja menabrakku” jawab Thunder dengan tatapan yang sangat dingin. Hyun Seong sempat takut, namun kembali beradu mulut.

“Maksudku adalah sikapmu sewaktu mengantar Jiyeon ke rumahku. Appaku bilang …” belum sempat Hyun Seong melanjutkan omongannya.

“Kau percaya dengan Appamu? Hah?” tanya Thunder dingin.

“Tentu, dia adalah Appaku”

“Kau yakin kalau Appamu tidak akan berbohong atau mengecewakanmu?” tanya Thunder dengan sinis. Hyun Seong terdiam dan pandangannya melayang jauh. Thunder langsung pergi meninggalkan Hyun Seong.

“Appa” ucap Hyun Seong lemah.

………………….

(Flashback, 10 tahun lalu)

(Hyun Seong P.O.V)

Aku terduduk di kamar eomma, melihat figura-figura foto kecil yang berisikan kebahagiaan yang sudah tidak dapat diulang kembali. Aku menangis sambil memeluk salah satu figura foto.

“Eomma, neomu bogosipta!” airmataku mengalir deras.

“Hyun Seong-ah, bisakah kau ke bawah sebentar?” teriak Appa dari ruang tamu. Aku mengembalikan figura foto ke tempatnya, mengusap airmata dengan tangan-tangan kecilku.

“Waeyo, appa?” tanyaku ke arah appa. Aku melihat seorang ajumma dan anak laki-laki yang lebih tua dariku berdiri menghadap ke arahku. Tatapan matanya dingin, aku takut.

“Hyun Seong-ah, kenalkan, ini adalah calon eomma barumu. Ayo sapa!” suruh Appa kepadaku.

“Eomma baruku?”

“Ne!” jawab Appa.

“Annyeonghaseyo, Hyun Seong-ah” sapa Ajumma itu kepadaku.

“Aku tidak mau eomma baru!!” teriakku sambil menangis.

“Dasar cengeng!” ejek anak laki-laki di samping ajumma itu.  Aku menatap anak laki-laki itu dengan sinis.

“Aku tidak cengeng! Appa aku tidak cengeng kan?” tanyaku sambil terisak tangis.

“Ani, Hyun Seong tidak cengeng kok” jawab Appa sambil mengusap kepalaku. Aku melihat ke arah anak laki-laki itu dengan sinis dan ternyata anak itu kembali memandangiku dengan sinis.

“Kau, kenapa memandangiku seperti itu?” tanyaku pada anak laki-laki itu.

(Flashback end)

(Hyun Seong P.O.V end)

………………………………………..

“Annyeonghaseyo Soo sunbae” sapa Jiyeon dengan wajah bersemangat.

“Ohh, Jiyeon-ah.. Bagaimana persiapan untuk tampil lusa?” tanya Sooyoung pada adik kelasnya dengan bersemangat juga. Jiyeon pun menganggukkan kepalanya.

“Sunbae, aku memiliki 3 undangan. Kata wali kelasku, setiap orang yang tampil mendapatkan jatah 3 undangan. Soo sunbae dan Kyu sunbae mau datang kan?” tanya Jiyeon dengan puppy eyesnya. Sooyoung mengangguk dengan semangat dan melompat-lompat bahagia meskipun dia melakukan itu di depan kantin.

“Pasti aku dan Kyuhyun akan datang.hehehe Lalu 1 undangan lagi untuk siapa?”

“Aku masih belum tahu untuk siapa, menurut sunbae untuk siapa?”

“Hmmmm..Kau tidak berniat memberikannya pada Eunhyuk kan?” Sooyoung berwajah sinis.

“Ani”

“Kalau begitu, berikan pada Thunder saja” Sooyoung mencolek pundak Jiyeon dengan sengaja. Mata Jiyeon langsung terbelalak.

“Sunbae? Sunbae yakin dengan ucapan sunbae tadi?” Jiyeon tidak percaya dan tidak terbesit untuk mengundang Thunder agar melihatnya di panggung.

“Tentu!!!!!!!!!!!!!! Ayo aku antar kau ke Fakultas Kedokteran” Sooyoung bersemangat menarik tangan Jiyeon keluar dari kantin.

Dari kejauhan, tampak Hyun Seong berdiri tertegun dan meremas-remas kertas nada yang ada di tangannya.

“Kau, merebut segalanya!” teriak Hyun Seong dalam hatinya dan membuang kertas itu ke arah yang dia pun tidak tahu. Berlari berlawanan dengan arah Jiyeon sejauh mungkin.. hanya itu yang bisa Hyun Seong lakukan.

…………………………..

“MWO? Kau menolak undanganku hanya demi seekor kodok? Dimana perikemanusiaanmu? Hah?” Jiyeon berteriak-teriak di depan perpustakaan.

“Tidak salah aku mengajakmu berbicara di luar, kalau di dalam, bisa-bisa kau dihajar masa” jawab Thunder dengan cuek.

“Harusnya kau menerimanya” sahut Jiyeon ngotot.

“Kenapa aku harus menerimanya?” tanya balik Thunder. Jiyeon bingung akan berkata apa.

“Itu..karena kau pergi menghilang tanpa pamit padaku tempo hari.Harusnya kau menerima undanganku ini sebagai ucapan minta maafmu padaku. Ya sudah kalau tidak mau datang” Jiyeon pergi keluar dengan hati kesal. Setelah di halte, dia menunggu bus yang biasa berkeliling kampus tanpa biaya. Setelah menaiki bus itu sampai gerbang utama, Jiyeon biasanya lanjut menaiki bus umum.

“Harusnya aku tidak menghampirimu tadi.huhf” gerutu Jiyeon sambil memegang undangan pentas miliknya. Tak lama kemudian, bus kampus yang dia tunggu sudah terlihat. Jiyeon bangkit dari duduknya, menghelas nafas dan kemudian meninggalkan undangan itu di bangku halte. Kini dia melangkah masuk ke dalam bus kampus. Beberapa meter setelah bus berjalan, undangan itu tertiup angin dan mendarat di kaki seseorang yang tidak jauh dari halte. Orang itu mengambil kertas di bawah kakinya dan memperhatikan undangan itu dengan serius lalu menyelipkan di halaman buku yang berjudul “Anatomi Hewan”.

………………………..

(Jiyeon P.O.V)

Kakiku melangkah kecil untuk turun dari bus umum.

“Halte ini kenapa selalu sepi ya?” gerutuku tidak karuan.. sejak tadi semua hal yang aku lihat selalu saja aku komentari.

“Kenapa aku harus bertindak bodoh seperti tadi? Harusnya aku sudah tahu kalau Thunder tidak akan mau pergi. Dia kan tiada hari tanpa belajar, dia hanya akan membuang waktu kalau pergi dan menontonku di panggung” ucapku lemas.

Krriing Krriingg ….(bunyi bel sepeda)

Aku menoleh ke belakang, ternyata itu adalah Thunder. Dengan wajah yang penuh keringat, pakaian yang lusuh dan agak basah, namun baru kali ini aku melihat dia tersenyum. Atau mataku yang sedang tidak waras?

Thunder mengerem sepeda tepat di depanku.

“Jiyeon-ah, kau mau makan es krim tidak?” sahut Thunder dengan nafas tersengal-sengal.

Aku setengah tidak percaya bahwa itu adalah dia, apakah dia memiliki kepribadian ganda?

“Jeongmal?” tanyaku dengan penuh harapan bahwa dia berkata ‘NE’

Thunder menuntun sepedanya dan berjalan disampingku. Aku merasa sangat bahagia dan masih sangat belum percaya bahwa yang sekarang berjalan di sampingku adalah Thunder.

“Mian aku tidak menggoncengimu, karena aku lelah harus bersaing cepat dengan bus” sahutnya tiba-tiba.

“Ahh,gwaenchana.. Aku yang merepotkanmu. Mengapa kau ingin mentraktirku es krim?”

“Karena aku ingin meminta maaf atas perlakuan dinginku tadi”

“Hahahahahaa, gwaenchana sunbae”

“Jangan panggil aku sunbae! Panggil Thunder-ah saja supaya kita lebih akrab” jawabnya sambil tersenyum indah. Sudah dua kali aku melihat senyum seperti ini..Aku mencubit pipiku sendiri dan sepertinya Thunder tertawa kecil melihat tingkahku.

“Kau ingin aku bantu?” tanyanya yang membuat aku bingung. Aku belum menjawab apa-apa, dia langsung mencubit pipiku.

“Aaaa..” jeritku kecil dan berwajah sebal.

“Kau semakin lucu dan aneh dengan wajah seperti itu.hahahaha”

Dia berani menghinaku..huhf

(Jiyeon P.O.V end)

…………………………………………….

Minah berjalan dengan santai menuju taman belakang, dia mencoba memulai untuk berlatih bernyanyi.

“Aaa.. Do Re Mi Fa Sol Sol Sol”

Belum sempat Minah menyelesaikan nada yang akan dinyanyikannya, terlihat semak-semak bergerak.

“Nugu?” teriak Minah setengah khawatir dan takut.

Tidak ada jawaban dari semak-semak itu, Minah melangkah mundur dan mulai berjalan cepat menjauh taman. Sayangnya langkah Minah terhenti, ada yang memegangi tangannya.

Minah perlahan membalikkan tubuhnya.

“Bisakah kau menyanyikan sebuah lagu untukku?”

“Hyun Seong-ah? Ne” jawab Minah dengan senyum terkembang.

………………………………………..

~Tempat Pementasan Seni~

Terlihat lampu berwarna-warni dengan dominan yaitu kuning menyinari panggung. Alunan musik Gayageum mulai terdengar mengiring lagu kebangsaan Korea Selatan, mahasiswa seni pun memasuki panggung dengan kostum tradisional Korea Selatan.

“Chagiya, lihat! Itu Jiyeon dengan kostum hanbok berwarna biru muda. Cantik ya!” sahut Sooyoung dengan suara lantang, namun untungnya teriakan Sooyoung kalah dengan musik.

“Ne, chagi..Kau bersemangat sekali” jawab Kyuhyun dengan santai.

“Anak itu, selalu ceria” ucap Thunder yang juga ikut menikmati pertunjukkan.

Setelah lagu kebangsaan selesai dikumandangkan, kini beberapa orang menari dengan harmonis sesuai lagu yaitu 2 lagu tradisional yang di telah diremix menjadi satu. Tarian itu berpasang-pasangan, Jiyeon berpasangan dengan Hyun Seong dan di sebelah mereka berdua ada Minah dan Jeong Min menari berpasangan.

“Jiyeon-ah, kau menikmati tarian saat ini?” tanya Hyun Seong tiba-tiba.

“Tentu, aku sangat menyukai berada di panggung” jawab Jiyeon.

“Bukan itu maksudku, maksudku adalah …” belum sempat Hyun Seong berkata sampai akhir, pasangan menari berubah. Jiyeon dengan Jeong Min dan Hyun Seong dengan Minah.

“Kau ingin berkata apa, Hyun Seong-ah?” tanya Minah.

“Ahh, ani” Hyun Seong berwajah datar.

Pertunjukkan pertama telah selesai, tirai di tutup sementara dan hadirlah kedua MC yaitu Eunhyuk dan Donghae.

“Tepuk tangan semuanya untuk pertunjukkan pertama dari hoobae kami. Bagus bukan?” kata Donghae sambil ikut bertepuk tangan.

“Sebelumnya kami berterima kasih karena para undangan telah hadir” ucap Eunhyuk dan tepuk tangan kembali riuh.

“Pantas saja Jiyeon tidak memberikan Eunhyuk undangan, karena memang Eunhyuk adalah Mcnya.hahahaha” Sooyoung tertawa sendiri.

“Chagiya, waeyo?” tanya Kyuhyun khawatir kalau pacarnya sudah mulai gila sejak tadi.

“Ani..hehehehee” Sooyoung masih dengan ekspresi tertawa ke arah Eunhyuk. Setelah tampil banyak lagu yang dibawakan oleh mahasiwa baru Ilmu Budaya, tampilan puncak akan dibawakan oleh Jiyeon dan Hyun Seong dimana mereka berpatner menyanyikan lagu bergantian namun diiringi alat musik yang juga secara bergantian.

“Hyun Seong, kali ini kita saling membantu.Kau bernyanyi dengan iringan pianoku, lalu saat aku bernyanyi, kau iringi dengan saxophonemu. Ayo kita berdoa sebelumnya. Semoga kita berhasil” ucap Jiyeon dengan mata tertutup dan berdoa di belakang panggung. Hyun Seong memperhatikan wajah Jiyeon yang cantik, saat Jiyeon akan membuka matanya, Hyun Seong berpura-pura menutup mata.

“Sudah berdoanya?” tanya Jiyeon.

“Ye..” kemudian mereka berdua pun menuju panggung dengan pakaian yang berbeda. Jiyeon mengenakan Short dress berwarna putih dan Hyun Seong mengenakan kemeja putih dan jas tanpa dikancingkan. Sorak sorai penonton terdengar jelas, makin membuat Jiyeon gugup.

Jiyeon bersiap di posisinya yang akan memainkan piano dan Hyun Seong bersiap dengan saxophonenya.

Ttoreureu nunmuri heulleoganda ttoreureu ttoreureureu (Ttoreureu tears flowing ttoreureureu ttoreureu)

sorieomneun apeumeul igijido motanche

(Map of the pain is not a sound of pain)

pareureu sonkkeuchi tteollyeoonda pareureu pareureureu

(Shaking fingers come pareureu pareureureu pareureu)

ttaseuhaetdeon siganeul gieokhanabwa

 (Seems like remember the time when me met)”

Masih teringat jelas di ingatan Jiyeon saat dia dan Thunder pertama bertemu di jalan.

BBBRRRUUUKKK..

“Choesong hamnida” sahut Jiyeon

“Omo, ganteng sekali dia. Seperti malaikat!” sahut Jiyeon dalam hati. Pria itu langsung berubah memiliki sayap dan wajahnya benar-benar bersinar meskipun sedang menunduk membaca buku.

Pria itu kemudian kembali melangkahkan kakinya.

“Oh iya, gwaenchana” sahut pria itu sambil menoleh ke arah Jiyeon selama 5 detik dan kembali berjalan menjauhi Jiyeon

“Sarangeul hamyeon deo yeppeojindae

(For if a more beautiful love)

sarangeul hamyeon jom dallajindae

(For if a little different when you love)

eotteoke haeya nae anui sarangi deo yeppeojilkkayo

(How do I love that I possess more would)

saenggageul hamyeon nunmuri nago

(When you think watery)
nunmuri namyeon tto saenggangmaneul

(I only cry once again)
geureon sarami gyeote itdaneunge dahaengijyo

(Lucky by that person‘s)

 

“Park Sang Hyun? Kedokteran?” ucap Jiyeon setengah teriak panik dan kaget setelah melihat KTM dan dia digeret Sooyoung untuk mengembalikan KTM itu kepada pemiliknya.

Jiyeon agak kaget saat terdorong dan dia dengan cepat menahan tubuhnya agar tidak tersungkur di atas tanah.

Semua orang diperpustakaan melihat kearahnya, tak terkecuali Thunder. Jiyeon mencoba mengendalikan keadaan, seolah tidak ada apa-apa yang terjadi.

“Ehhemm” Jiyeon berdehem

Seureureu du nuni gamgyeoonda seureureu seureureureu

(Seureureureu comes right off right off the wound with two eyes)

goun miso hyanggie kkumeul kkugo sipeonnabwa

(I wanted to smile and fine fragrances in the dream turns outto)

ttoreureu sarangi heulleoganda ttoreureu ttoreureureu

(Love flows ttoreureureu ttoreureu ttoreureu)

mami siryeoulmankeum johahanabwa

(Dont mind as good as she wants to cry)”

“Jiyeon-ah.. Wajahmu sangat merah dan penuh keringat. Kau lelah? Mian!!” ucap Thunder sambil memberikan tissue pada Jiyeon.

“Aku rasa, kaloriku benar-benar sudah terbakar” jawab Jiyeon sambil tertawa kecil.

Thunder hanya tersenyum simpul dan segera berganti posisi. Kini Thunder yang akan mulai mengayuh sepeda sedangkan Jiyeon yang akan diboncenginya.

“Sunbae, terus kayuh. Kita tinggal sebentar lagi sampai” sahut Jiyeon sambil membiarkan angin meleraikan tiap helai rambutnya. Semenjak Thunder yang mengayuh sepeda, sepeda berjalan cepat.

 

“Gaseume chagaun niga naerimyeon

(Get off you chest cold)
motbondeusi geujeo useoya haeyo

(I’m just as we did not see the punch line)

haengyeo niga dorabolkkabwa hangsang geu jarireul maemdoneun

(Tour of the place you’re always afraid of a chance revolving)

eoriseogeodo haengbokhan sarangi johaseo

(Stupid because I like a happy love)

Dan juga ingatan beberapa jam yang lalu, saat dia bersama Thunder di backstage.

“Jiyeon-ah..Good Luck!” ucap Thunder sambil mengedipkan salah satu matanya.

“Ne!” jawab Jiyeon yang juga melakukan hal yang sama.

“Jiyeon-ah, tunjukkan kemampuanmu di panggung nantii, jangan gugup!!”  sahut Thunder lagi. Namun Jiyeon hanya menunduk dan memegangi kedua tangannya yang dingin.

“Kau pasti bisa!” Thunder menggenggam kuat kedua tangan Jiyeon dan memeluk tubuh mungil Jiyeon. Jiyeon pun terlihat kaget.

Tepuk tangan riuh bersahut-sahutan setelah Jiyeon usai bernyanyi. Jiyeon tersenyum lebar. Hyun Seong menaruh saxophonenya dan beralih memegang microphone. Piano Jiyeon kini mulai berdenting mengiringi alunan musim yang akan dinyanyikan oleh Hyun Seong.

Hangeoreum mulleonamnida (I take one step backwards)
daheul deut dachi annneun goseuro
(To where I feel you can’t reach me)
nunmure beonjin geudaeui moseubeun
(Your tear smudged face)
apaolmankeum neomu areumdawoyo
(It’s so beautiful as it is painful)
hanb
eon deo jallanaemnida (Once again I sever it)
nunmureul meokgo jaraneun maeum
(Swallowing my tears I sever my heart)
bureuji motan geudae ireumi
(Your name I can’t call out)
gaseumeul chyeoseo meongi deureodo
(Pounds at my heart bruising me)”

Hyun Seong menyanyikan lagu ini dengan sedikit terisak tangis membayangkan kejadian beberapa hari yang lalu. Untungnya penonton menganggap itu adalah ungkapan dari lirik lagu yang Hyun Seong coba keluarkan.

“Kau tau Hyun Seong-ah, aku tadi di antar oleh Thunder sunbae, dia mahasiswa Kedokteran. Aku baru mengenalnya tadi, tetapi dia sudah baik sekali” Jiyeon mengucapkannya dengan polos di depan Hyun Seong tanpa Jiyeon tahu bahwa perkataan itu menyakiti Hyun Seong. Berlari ke arah Thunder bukanlah hal yang diinginkan oleh Hyun Seong, Hyun Seong ingin memanggil nama JIYEON, namun mulutnya kelu. Jantung seakan terdekap oleh rime yang dapat membuatnya berhenti berdetak.
Mianhaeyo ireon saramiraseo (I’m sorry for being the kind of person I am)
geudae ape dagaseol su eobseoseo (For not being able to stand near you)
saranghae geumal hanmadireul motaeseo (I love you,the words I can’t say to you)
gakkeumeun honja umnida (I sometimes cry alone)
jal motnan saranginikka (Because my love has faults)
byeonmyeong hanmadi chatji motaneun (I can’t find a single word of excuse)
sesangui kkeute dadareun hue (When I look back at the end of my life)
dwidorabom
yeo huhoehagetjyo (I’m sure I’ll regret it all)

Hyun Seong menjerit dalam hati “Kenapa harus Thunder yang merebut hatimu? Bukan orang lain? Aku lebih ikhlas kalau kau bersama orang lain, bukan Thunder!” Hyun Seong terduduk lemas setelah mengintip dari jauh, Thunder dan Jiyeon berpelukan.

Aku ingin menanyakan satu hal padamu Park Sang Hyun, namun aku harap jabawan itu bukanlah karena balas dendam untuk kejadian masa lalu.

*To Be Continued*


10 Responses to “Chingu? Sarang? (Part 2)”


  1. 1 Rhanynys
    December 25, 2011 at 1:36 pm

    Wah, aku baru kali ini baca fanfict tentang dunia kampus.
    Bagus author!!!!
    Maaf aku cuma komen sekali, padahal aku baca yang pertama jg😀
    Teruskan ya author!! aku suka banget!!!!

  2. 2 haraashining
    December 25, 2011 at 3:34 pm

    saraheuuuu, aaaa cepet2 keluarin next partnya #ngancem hahaha
    waaaaaa suka sama thundernya :* :*

  3. 3 sarsay501
    December 26, 2011 at 1:16 pm

    @rhanynys: makasih udah mampir baca🙂

    @Haraashining: iya..Sabar sabar😀
    Semoga tahun depan udah aku post next partnya ^^

  4. 4 Dezztidini
    December 29, 2011 at 5:37 am

    Hallo q reader bru..
    Q dah bCa part 1&part ini,,,coment_ny satuin d part nie y,,g papa kan!!
    LanjuT Chingu q ska bnged couple cheonyeon…
    Haaaa lanjut y chingu,,d tUnggu next part_ny&jangn lma”y post next part_ny..! ;>

  5. December 31, 2011 at 3:02 am

    Dah lama nunggu ne ff
    makin seru thor
    lanjut y…

  6. 6 sarsay501
    January 4, 2012 at 2:30 pm

    Makasih banyak udah mampir dan kasiih komen ^^
    Main bersemangat nih🙂
    Ohh okkeehhh, diusahakan januari ini part selanjutnya udah di post (doakan ya) ^^
    Soalnya sekarang masih uas..huhuhu😥

  7. 7 haesica couple
    January 8, 2012 at 10:16 am

    lanjuuttt chingu . . . . ! ! !
    Q suka bnGet ma couplex thunder-jiyeon . . . .
    Cepat dilnjutin y . . . .
    Lanjuutttt~!!!!

    Chingu HWAITING ! ! !

  8. 8 sarsay501
    January 9, 2012 at 4:56 am

    Hai haesica ^^
    Makasih sudah meninggalkan jejak🙂
    Iya, aku usahain secepatnya nyelesein ff ini dan next part bs segera di post..heheheheee

  9. 9 Liyeon
    January 20, 2012 at 5:15 am

    Chingu lanjt doNk q tUnggu ya ya ya!!jngan klwat lama post next part_ny ya ya ya..!!!
    Faigthing.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

December 2011
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: