29
Jan
12

Chingu? Sarang? (Part 3)

Title            : Chingu? Sarang?

Author      : SarSay501

Rating       : PG-15

Main cast    : Park Jiyeon [T-Ara]

Other cast : Park Sanghyun/Thunder [MBLAQ], Hyunseong [Boyfriend], Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Eunhyuk, Bang Minah [Girls Day], Kim Sang Bae, Yoon Bora [Sistar] akan terus bertambah di part selanjutnya..

Note        : Yeaahh,udah libur, tapi mau segera berkhir😦

                Okeh, supaya ga menyita waktu, silahkan menikmati . . .

HAPPY READING!!!!

“THUNDER!! Aku peringatkan kau sekali lagi, jangan pernah kau dekati Jiyeon lagi. Mulai sekarang menjauhlah darinya!!!” teriak Hyunseong  yang berada di belakang Jiyeon dan Thunder. Hyunseong tidak tega melihat Jiyeon yang telah ditarik paksa oleh Thunder. Namun sayang langkah mereka berdua tidak terhenti. Hanya terdengar rintihan kecil dari Jiyeon yang mengaduh kesakitan ketika ditarik dengan erat pergelangan tangannya oleh Thunder.

“YAAA..THUNDER!! STOP!” teriak Hyunseong lagi. Kali ini langkah mereka berdua berhenti. Thunder membalikkan badannya dan mendekati Hyunseong tanpa melepaskan cengkraman tangannya pada Jiyeon.

“Lepaskan tangan Jiyeon” ucap Hyunseong lantang.

“Kalau aku tidak mau, bagaimana?” jawab Thunder dengan dingin.

“AKU BILANG LEPASKAN!” teriak Hyunseong.

“Aku tidak mau!” setelah mendengar jawaban kedua dari Thunder, sebuah pukulan mendarat tepat di pipi kiri Thunder. Thunder merasakan darah yang mengalir di ujung kiri bibirnya.

“Kau berani menghajarku?” Thunder geram dengan tindakan Hyunseong, dia pun membalas tepat di pipi kiri Hyunseong.

“Sudah cukup, apa yang kalian lakukan membuatku sakit! STOP!!!!!!!!” teriak Jiyeon dengan isak tangis yang tak dapat dia tahan lagi.

..

“Ani ani” tiba-tiba Hyunseong menggeleng-gelengkan kepalanya, dia baru sadar ternyata khayalannya sangat berlebihan. Angin malam yang berhembus menusuk ke tulang-tulang Hyunseong, dia duduk di sebuah ayunan yang nampaknya sudah tua dimakan usia.

“Kau disini? Sudah lama?” tanya seseorang, Hyunseong pun mencari sumber suara tersebut. Dia menatap kaget dan sinis ke arah pemilik suara itu.

“Jangan menatapku begitu, meskipun kau adalah mantan adik tiriku” jawab Thunder yang ikut duduk di ayunan tepat di samping Hyunseong. Thunder melihat keatas, menatap langit malam yang mendung tanpa kilau cahaya titik.

(Hyunseong P.O.V)

Kenapa malam-malam begini dia datang? Apa maunya?

“Thunder-ssi, apa yang kau lakukan disini?” tanyaku dengan formal seakan tidak pernah mengenal Thunder.

“Kau masih saja belum berubah! Sama egois dan pemarah seperti dulu” ucap Thunder yang kini memasukkan tangannya yang mulai kedinginan ke saku raincoatnya.

“Aku harus pulang terlebih dahulu” sahutku yang bangun dari duduk. Thunder menahan langkahku dengan segera, aku menatapnya bingung.

“Bagaimana kabar aboji?” aku hanya diam dengan wajah datar.

“Apakah dia baik-baik saja? Dan apakah dia masih menjalankan urusan terkutuknya?” aku masih diam.

“Sebenarnya, aku tidak ingin memiliki masalah denganmu, namun entah mengapa setiap bertemu denganmu, aku serasa memiliki banyak pikiran jelek terhadapmu. Mian”

“Mwoya? Aku tidak mengerti maksudmu. Pulanglah, ini sudah malam. Udara semakin dingin, nanti ajumma mencarimu” jawabku cuek dan kemudian berjalan menjauh darinya. Tidak ada pertahanan dari Thunder untuk memanggilku ataupun menahan langkahku.

(Hyunseong P.O.V end)

……………………………..

(Jiyeon P.O.V)

“Jiyeon-ah, penampilanmu bagus sekali..Aku sampai terpesona” sahut Minah.

“Jangankan kau, Minah. Aku juga dibuatnya terpesona. Dia bagaikan bintang sungguhan” timpa salah satu teman laki-laki sekelas mereka. Aku hanya tersenyum malu menahan girang hati.

“Minggir kalian, minggir!” perintah Eunhyuk sunbae kepada orang-orang yang mengerubungiku di kantin.

“Jiyeon-ah, chukhahae!” ucapnya dengan senyum manis kepadaku.

“Wae sunbae?” tanyaku bingung.

“Kau berhasil membuatku menjadi fansmu. Ya, kau berhasil!!!” Eunhyuk sunbae berkata sambil memegangi dadanya dan senyum yang melayang-layang.

“Huuuuuuuuuuuuuuuuuuu” sorak sorai temanku menyauti hingga satu persatu dari mereka pergi menjauh dari kami.

“Kenapa kalian? Kalian iri padaku karena aku bisa membuat Jiyeon menerimaku sebagai fansnya? HAH?” Eunhyuk sewot.

“Sunbae, kenapa kau selalu berlebihan? Kami agak jijik mendengarnya”  jawab Jeong min yang kemudian pergi.

“Jiyeon-ah, apakah kau jijik dengan perkataanku barusan?” tanya Eunhyuk sunbae setelah tinggal kami berdua saja.

“Sunbae” aku bingung harus menjawab apa.

“Kalau kau memang jijik dengan Eunhyuk, mengaku saja Jiyeon-ah. Jangan takut pada ikan teri itu” sahut Kyuhyun sunbae yang datang bersama Sooyoung sunbae mendekati kami berdua.

“Diam kau, gaemgyu! Apa tidak kau pikir, aku itu selalu jijik dengan ucapan-ucapan manismu untuk Sooyoung. Dan kau Sooyoung, kenapa kau menerima gombalan-gombalan dari Kyuhyun begitu saja? Dasar babo!” Eunhyuk sunbae makin tidak karuan berbicara.

“Wae? Apa maksudmu dengan BABO, HAH?” Sooyoung sunbae kalau sedang marah sangat menakutkan.

“Sunbae, sudahlah” ucapku untuk Soo,Kyu dan Eunhyuk sunbae. Eunhyuk sunbae pun pergi meninggalkan kami bertiga dengan wajah marah.

“Apakah tidak apa-apa membiarkan Eunhyuk sunbae begitu?” tanyaku khawatir.

“Tenanglah, beberapa jam lagi, dia akan baikan..” jawab Kyuhyun sunbae.

“Oh iya, bagaimana pendapat Thunder tentang penampilanmu?” sahut Soo sunbae membuatku tersedak saat meminum jus jeruk.

“Sunbae”

“Ayo jawab, bagaimana? Aku jadi penasaran..hahahahaa” Soo sunbae memasang wajah imutnya.

“Dia tidak mengatakan apa-apa. Setelah aku selesai tampil, dia mengantarku pulang dan sudah” jawabku polos.

“Apakah tidak terjadi pegangan tangan atau cium pipi?”

“Mwo?”

“Ahh, sudahlah. Kau masih terlalu kecil untuk membicarakan hal itu.hehe” Soo sunbae tertawa kecil ke arah Kyu sunbae dan kemudian mereka tertawa bersama. Aku mengerucutkan bibirku.huhf

“Jiyeon-ah, Kyuhyun sunbae, Sooyoung sunbae.. Annyeonghaseyo” sahut Hyunseong tiba-tiba dan mulai mendekati kami.

“Chagiya, ayo kita ke ruang kuliah. Jam kuliah Budaya dan Sejarah akan dimulai” Soo sunbae melirik jam tangan IEKEnya yang berwarna abu-abu.

“Keurae, kau benar! Ayo kita segera ke kelas. Jiyeon-ah, Hyunseong-ah, kami tinggal duluan ya. Annyeong” pribadi Kyu sunbae yang sopan dan lugu sedang keluar, padahal biasanya dia kekanak-kanakan dan egois karena game playernya hingga membuat Soo sunbae sebal..

“Annyeong sunbae” balasku dan Hyunseong.

“Jiyeon-ah, aku ingin bicara sesuatu” ucap Hyunseong dengan agak gugup.

“Katakan saja sekarang, aku akan mendengarnya” jawabku singkat. Hyunseong tidak mengucapkan apa-apa sama sekali, dia malah terdiam dan sibuk membuat benang kusut di udara dengan kedua jari telunjuknya.

“It’s you, Jiyeon-ssi? I wanna tell you about something. Can you follow me to my room?” sahut Mr.Lee memecahkan keheningan diantara aku dan Hyunseong.

Apa yang akan dibicarakan Mr.Lee? apakah Ulangan Tengah Semesterku jelek?

“Yes Mr..I’ll come to your room as soon as after I finished my affair, Mr” jawabku segera. Mr.Lee pun menganggukkan kepalanya dan lalu pergi ke ruangannya terlebih dahulu.

“Hyunseong-ah, apa yang ingin kau bicarakan?” tanyaku dengan tergesa-gesa.

“Aku ingin kita bicara berdua di taman belakang, sebentar saja. Bisakah?” pinta Hyunseong.

“Hyunseong-ah.. Disini saja, kau tahu sendiri aku disuruh Mr.Lee ke ruangannya”

“Ta..tapi, aku tak bisa! Ayoo kita bicara di taman belakang 2 menit saja. Hanya 2 menit”

“Sekarang saja, disini”

“Baiklah, aku hanya meminta 1 menit di taman belakang” aku menggelengkan kepala. Melihat ketidakseriusan di wajah Hyunseong, aku pun segera pergi meninggalkannya.

“JIYEON-AH! JIYEON-AH!!” Hyunseong memanggilku, namun aku tidak menoleh ke belakang, tetap melanjutkan lari kecilku menjauhi Hyunseong.

“Mr.Lee” ucapku setelah mengetuk pintu ruangannya dan masuk ke dalam.

(Jiyeon P.O.V end)

……………………………..

(Hyunseong P.O.V)

“Hyunseong-ah, apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Jiyeon dengan wajah terburu-buru.

“Aku ingin kita bicara berdua di taman belakang, sebentar saja. Bisakah?” pintaku, aku tidak mungkin menunda lagi mengatakan tentang perasaanku pada Jiyeon kali ini. Aku tidak ingin dia jatuh ke tangan yang salah.

“Hyunseong-ah.. Disini saja, kau tahu sendiri aku disuruh Mr.Lee ke ruangannya”  jawabnya yang semakin membuatku panik.

“Ta..tapi, aku tak bisa! Ayoo kita bicara di taman belakang 2 menit saja. Hanya 2 menit”

“Sekarang saja, disini”

“Baiklah, aku hanya meminta 1 menit di taman belakang” sahutku tanpa aku pikirkan lagi. Yang ada dipikiranku sekarang adalah dapat bicara dengan Jiyeon meskipun hanya sebentar.

Wae? Kenapa dia malah pergi? Berlari dari sisiku dan bayangannya makin tidak terlihat lagi.

“JIYEON-AH! JIYEON-AH!!” teriakku memanggil Jiyeon, namun dia tidak berhenti ataupun menoleh ke arahku. Aku menghela nafas kecewa.

Dreeett dreett . . .

“Yoboseyo, ajussi. Wae?” ucapku mengangkat telepon dari bawahan ayahku.

“Tuan muda, aboji anda menyuruh agar anda segera pulang ke rumah. Ada urusan penting mendadak yang terjadi”

“Apakah benar-benar penting?”

“Ne, ada penjaringan polisi. Hal itu membuat aboji anda berniat pindah dari Korea Selatan”

“MWO? Aboji kenapa masih berurusan dengan mereka padahal aku sudah melarangnya. Aku tidak mau ikut!” tolakku, kalau aku harus pergi sekarang, bagaimana dengan Jiyeon?

“Tuan muda, kalau anda tidak mau ikut. Aku sendiri yang akan segera menjemput anda dan menyeret anda untuk pulang berkemas-kemas”

“Andwe! Aku bisa pulang sendiri. Baiklah, aku akan pulang sekarang” ucapku setengah marah mematikan pembicaraan di telepon. Aku langsung memasukkan handphoneku ke saku dan berbalik menuju parkiran.

Brruuukk. . .

“Choesonghamnida” ucapku singkat tanpa melihat siapa yang telah aku tabrak. Lalu menuju parkiran karena sebelumnya aku berangkat menggunakan motor.

(Hyunseong P.O.V end)

…………………………

“Gomapsumnida, Mr.Lee” kata yang keluar dari mulut Jiyeon adalah suatu ucapan terima kasih yang teramat sangat. Ketika dia keluar dari ruangan Mr.Lee dia langsung teringat Hyunseong yang sebelumnya dia tinggalkan di dekat kantin.

“Hyunseong-ah, Hyunseong-ah” Jiyeon mulai panik mencari Hyunseong. Dia merasa bersalah telah meninggalkan Hyunseong tadi.

“Ottokhaji?” ucap Jiyeon khawatir. Dia bingung harus melakukan apa..

“Jiyeon-ah, kau mencari Hyunseong?” tanya Minah tiba-tiba.

“Ne, kau tahu dia dimana? Aku mencarinya kemana-mana namun dia tidak ada” jawab Jiyeon berharap Minah tahu keberadaan Hyunseong.

“Aku tadi mendengar percakapannya di telepon, dia sepertinya disuruh oleh abojinya untuk segera pulang” jawab Minah.

“Mwo? Pulang? Sejak kapan? Baru saja kan?”

“Sepertinya sudah 5 menit yang lalu, mungkin dia sedang ke parkiran karena tadi pagi aku melihatnya berangkat menggunakan motor.

“Ohh ne, gomawo Minah-ya” Jiyeon langsung berlari menuju parkiran. Entah apapun yang terjadi, dia bertekad harus menghalangi Hyunseong pulang untuk bicara beberapa menit saja.

Ottokhaji? Baru kali ini dia mengajakku bicara hanya berdua saja. Pasti ada hal penting yang akan dia sampaikan, kenapa aku baru berpikir hal ini sekarang? Bukannya daritadi.. Jiyeon babo!!!

“Jiyeon-ah, kau akan kemana? Aku baru mau menghampirimu” sahut seseorang, jiyeon pun berhenti namun dengan keadaan lari ditempat.

“Thunder? Waeyo?” tanya Jiyeon singkat.

“Kenalkan ini Kim Sang Bae, temanku. Dia juga ingin ke Fakultas Ilmu Budaya menemui temannya, dan sekalian aku ingin menemuimu” jelas Thunder, baru kali ini Jiyeon mengacuhkannya.

“Mianhae Thunder-ah, aku harus buru-buru. Annyeong” Jiyeon kembali berlari menuju satu tempat. Kenapa lama sekali menuju ke parkiran disaat aku harus buru-buru kesana.

“Igot” ucap Hyunseong menyerahkan kartu parkirnya, dia langsung menancap gas motornya dan berlalu pergi. Jiyeon yang hampir sampai ke parkiran, dia melihat Hyunseong melesat pergi dengan motornya.

“HYUNSEONG-AH! HYUNSEONG-AH, CHAKAMAN!” teriak Jiyeon sambil terus berlari mengejar Hyunseong.

Hyunseong yang melirik kaca spionnya terbelalak kaget. Apa yang Jiyeon lakukan?

“Jiyeon-ah, mianhae” ucap Hyunseong lirih dan menambah kecepatannya. Dibalik helm fullfacenya, airmata Hyunseong mengalir.

Mungkin aku harus menunggu waktu lama untuk dapat bertemu kau kembali.

“Hyunseong-ah!” kaki-kaki kurus Jiyeon mulai merasa lelah dan penuh dengan asam laktat.

Makin lama, bayang Hyunseong semakin kecil dan menghilang seiring dengan datangnya tetes-tetes hujan menuju bumi. Lama kelamaan, tetes hujan itu menjadi banyak dalam waktu sekejap.

“Hyunseong-ah” ucap Jiyeon dengan isak tangis. Hampir tak dapat dibedakan antara airmata dan tetes hujan Jiyeon.

“Kau kan pelupa, bagaimana kalau kau lupa untuk mengatakan hal yang ingin kau katakan padaku?” gerutu Jiyeon di tengah jalan dengan pakaian yang basah.

Aku memiliki firasat buruk tentang kau. Pokoknya kau harus kembali ke kampus besok!!

***

~Keesokan harinya di Universitas Nasional Seoul~

Seseorang yang diharapkan datang, tidak kunjung muncul. Jiyeon menoleh ke arah tempat duduk yang biasa diduduki oleh Hyunseong, yaitu tepat disampingnya. Namun tak ada orang yang mendudukinya, bangku itu kosong.

“Kemana dia?” tanya Jiyeon khawatir sambil melirik jam dinding ruang kelas. 2 menit lagi dosen akan segera datang. Terlambat bukanlah kebiasaan Hyunseong.

“Jiyeon-ah, kau mau kemana?” tanya Minah segera saat melihat Jiyeon berdiri sambil membawa tasnya.

“Aku tiba-tiba tidak enak badan” jawab Jiyeon berbohong dan kemudian keluar ruangan. Kakinya entah melangkah kemana, yang pasti dia ingin mencari suatu pemecahan masalah dan otak yang dingin.

……………………………….

“Sang Bae-ya, ini seharusnya ditaruh begini, agar tata poster ilmiahnya terlihat menarik” saran dari Thunder diterima oleh Sang Bae.

“Ne, kau memang hebat” jawab Sang Bae sambil bertepuk tangan kecil dan tersenyum.

“Siapa dulu ketua kelompok kita, Park Sang Hyun” ucap Yoon Bora dengan bangga.

Mereka bertiga adalah teman sekelompok untuk tugas poster ilmiah mata kuliah Anatomi Manusia, kini mereka duduk melingkar di ruang pertemuan perpustakaan pusat. Di sana memang disediakan sofa-sofa untuk para mahasiswa berkumpul dan membahas tugas, selain tempat yang nyaman menggunakan AC, keadaannya tidak begitu ramai dan tempat untuk berkonsentrasi.

Thunder terus memperhatikan Kim Sang Bae yang sedang mendesain poster berukuran A0 melalui Adobe Photoshop.

“Nuguseyo?” sahut Bora saat melihat sosok perempuan yang lebih muda darinya berdiri tepat di hadapannya. Sang Bae dan Thunder pun ikut memalingkan pandangannya ke arah perempuan itu.

“Jiyeon-ah, waeyo?” tanya Thunder yang kemudian mengajak Jiyeon keluar dari perpustakaan.

“Thunder-ah, tolong aku!” jawab Jiyeon. Wajahnya kusut dan raut wajahnya tidak ceria seperti biasanya.

“Apa yang dapat aku lakukan untukmu?” tanya Thunder penuh perhatian terhadap Jiyeon.

……………………..

~Bandara Incheon~

Koper hitam beroda ditarik oleh seseorang yang berpakaian gelap dan kacamata.

“Dimana aboji?” tanya orang tersebut.

“Sudah di pesawat, ayo kita bergegas naik juga” jawab pria setengah baya yang selalu ada bersama aboji Hyunseong.

“Aboji sudah daritadi menunggu?” tanya Hyunseong pada pria disampingnya.

“Kau kemana saja? Kau seharusnya sudah cek out dari hotel dan sampai di Bandara dari setengah jam yang lalu”

“Mianhamnida aboji, tadi macet” jawab Hyunseong dengan acuh.

Jiyeon-ah, annyeong. Aku pasti akan merindukanmu. Mianhae, aku berjanji akan memberitahumu suatu saat nanti jika Tuhan mempertemukan kita kembali nanti. Aku tidak akan lupa untuk hal yang satu ini.

………………………….

Tok tok tok

“Kenapa tidak ada yang membukakan pintu ya? Siang-siang begini lampu tamannya masih menyala” Jiyeon heran. Thunder hanya mengangkat bahunya.

Thunder mengintip sedikit dari jendela rumah tersebut.

“Jiyeon-ah, kita harus segera pergi dari sini” Thunder langsung menarik tangan Jiyeon menjauhi rumah tersebut.

“Lepaskan! Aku tidak mau pergi dari sini. Aku ingin menemui Hyunseong” ronta Jiyeon namun tenaganya kalah kuat dengan Thunder.

“Percaya kata-kataku kali ini saja. Ayo kita segera menjauh dari sini secepatnya” Thunder kembali menarik lengan Jiyeon. Mereka pun pergi dengan motor Thunder, hanya berjarak 200 meter dari rumah Hyunseong, mereka memerhatikan rumah Hyunseong dari sebuah halte bus.

“Kenapa kita berhenti disini?” tanya Jiyeon bingung.

“Diamlah dan lihat apa yang akan terjadi” jawab Thunder.

(sirine mobil polisi)

Begitu banyak mobil polisi mengepung rumah Hyunseong dan angkatan bersenjata pun keluar dari mobil mereka. Tidak begitu terdengar jelas apa yang diteriaki oleh pemimpin mereka.

Jiyeon menggigiti bibir bawahnya dan airmata tertumpuk di pelupuk matanya. Thunder yang semula serius melihat rumah Hyunseong, kini mengalihkan pandangannya kepada Jiyeon.

Airmata Jiyeon mengalir cukup deras namun bibirnya tidak terbuka sama sekali.

“Kau menangis?” tanya Thunder. Dia bingung harus melakukan apa kalau ada wanita yang sedang menangis. Menurutnya wanita adalah makhluk yang paling kuat di dunia ini, kalau mereka sudah menangis, itu tandanya ada suatu beban yang sangat berat yang sedang mereka pikul.

“Sudahlah, jangan menangis” Thunder memeluk Jiyeon untuk menenangkannya. Jiyeon tidak berkata apa-apa, dia masih saja menangis membasahi bahu Thunder.

“Ka..kau tahu darimana akan terjadi seperti ini?” tanya Jiyeon terbata-bata karena tangisnya.

“Tidak penting tentang hal ini. Kau lihat kan, temanmu ini adalah orang jahat. Dia meninggalkanmu dan polisi saja sampai mencarinya. Lupakanlah dia karena dia pasti tidak akan kembali dalam waktu yang lama” jelas Thunder sambil terus menenangkan Jiyeon.

“Aku, aku ingin bertemu Hyunseong. Aku bertanya padanya ada apa dengan ini semua” Jiyeon bersikukuh untuk mempertahankan Hyunseong.

“Aku memperingatkan kau, Jiyeon. Lebih baik kau melupakan kalau kau pernah memiliki teman seperti dia. Dia bukan orang baik yang harus menjadi temanmu”

“ANDWE! Hyunseong bukan orang jahat!!!” Jiyeon setengah berteriak dan mencoba lepas dari pelukan Thunder. Thunder menahannya.

“Suatu saat kau akan paham dan mengerti kalau dia bukan teman yang baik untukmu dan untuk ada di sekitarmu” Thunder berbisik pelan di telinga Jiyeon.

~To Be Continued~


4 Responses to “Chingu? Sarang? (Part 3)”


  1. January 29, 2012 at 5:58 pm

    Hwaaaaa, akhir-a lnjut ug…
    Next part-a cpt y.
    Sya penunggu setia loo, Hehe.
    Hwaiting!

  2. 2 sarsay501
    January 30, 2012 at 1:33 am

    Gomawo menjd reader setiaku :’)
    *terharu*
    Iya lg dibuat kok..hehehee
    Makasih jg ya udah komen
    *hug buat fitria*
    ^^

  3. January 31, 2012 at 1:55 pm

    haha ada kocaknya nih si hyukjae lol
    ayooo sar, cepetan next partnya haha. kayaknya jiyeon ntar sukanya ama si hyunseong. nah si thunder ama kim hara deh #pret *ditendang* haha

  4. 4 sarsay501
    January 31, 2012 at 5:07 pm

    jiaahhhh..hahahahahaa
    Iya, lg cb diselesein kok ^^
    Ide menumpuk tp nulisnya itu lhoo yg susah.huhf
    Makasih udh mampir baca+komen🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

January 2012
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: