09
Jun
12

Chingu? Sarang? (Part 5)

Title        : Chingu? Sarang?    

Author      : SarSay501

Rating       : PG-15

Main cast    : Park Jiyeon [T-Ara]

Other cast : Park Sanghyun/Thunder [MBLAQ], Eunhyuk [Suju], Choi Sooyoung [SNSD], Bang Minah [Girls Day], Cho Kyuhyun [Suju], Kim Sang Bae, Yoon Bora [Sistar], Park Sandara [2NE1] akan terus bertambah di part selanjutnya..

Note        : Maaf ya readers semua, aku baru update part 5nya sekarang u,u

Karena sekarang udah mulai liburan kuliah, jadi baru bisa update deh..Hehehehehee

Sampai part akhir udah kepikiran outlinenya, tinggal di ketik dan diperluas dg percakapan aja. Setia ngebaca dan menunggu di Feel My Soul ya! ^^

HAPPY READING!!!!

~Universitas Nasional Seoul~

“Minah-ya, aku takut untuk menghadapi UAS pertama besok, otteoke?” Jiyeon seperti biasa menggigiti kukunya disaat merasa panik. Minah menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut.

“Tenanglah Jiyeon-ah, kita pasti bisa melewati UAS kali ini!!!!!!! Hwaiting!” ucap Minah dengan tangan mengepal yang sedikit diangkat ke udara sambil mengedipkan sebelah matanya. Jiyeon ikut mengepalkan tangannya juga namun dengan ekspresi yang agak ragu-ragu.

“Ayooo kita cari buku referensi disini” ajak Minah dengan langkah kaki yang mantap memasuki ruangan yang penuh dengan bau tumpukan buku yang khas.

……………………….

Jam berapa ya sekarang? Thunder mengintip jam tangannya dengan menaikkan sedikit lengan kanan baju labnya. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 12 tengah malam. Thunder mencoba memalingkan pandangannya dari mikroskop yang ada dihadapannya.

“Jiyeon-ah, kenapa telponnya tidak diangkat?” gerutu Thunder kesal. Dia pun segera melepaskan pakaian lab dan sarung tangannya.

“Sang Bae-ya, aku pergi sebentar ya, nanti aku akan kembali. Oh iya, bolehkah aku meminjam mobilmu sebentar?” sahut Thunder sambil melangkah keluar dari lab.

“Siiippp, kuncinya ada di meja situ. Jangan lama-lama ya, kita harus menyelesaikan tugas ini hari ini juga!” Sang Bae berbicara sambil tetap memperhatikan objek dari lensa okuler mikroskopnya.

“Tentu!” jawab Thunder singkat dan kemudian terdengar samar lari Thunder.

Thunder mengetahui dari Minah sebelumnya kalau mereka akan menghadapi UAS mereka besok, maka Thunder pun berpikir kalau mereka sedang berada di perpustakaan.

Thunder melangkahkan kakinya menuju kumpulan buku sastra. Dengan pelan dia mendekatkan diri ke arah seorang wanita yang sedang menunduk, kemungkinan wanita itu tertidur saat membaca buku tebalnya. Dia mengeluarkan dua kaleng sedang cola yang dingin dan menempelkannya ke leher wanita itu. Dengan kaget wanita itupun terbangun dari tidurnya.

“Ahhh, oppa. Apa yang membuatmu datang kemari?” tanya Jiyeon smabil mengucek matanya.

“Kau” jawab Thunder sambil tersenyum dan memberikan kaleng cola yang berada di tangan kanannya kepada Jiyeon.

“Oppa..” Jiyeon tersenyum malu dan sedikit menunduk.

“Kau sudah makan?” tanya Thunder sambil membuka kaleng cola yang berada di tangan kirinya. Jiyeon hanya menggelengkan kepalanya.

“Kalau begitu, jangan minum cola ini dulu, kau harus makan nasi dulu” Thunder mengambil kembali kaleng cola yang sudah dia berikan untuk Jiyeon dan menarik tangan Jiyeon untuk segera makan malam. Jiyeon menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Minah yang sedang belajar keras sambil menutupi telinganya dengan headset.

“Ayoo kita cari tempat makan yang masih buka disekitar sini” ajak Thunder yang masih menggenggam erat tangan Jiyeon.

“Keurae” Jiyeon berjalan bersama Thunder yang melangkah dengan tempo yang cepat menuju mobil yang dia pinjam dari Sang Bae.

Setelah sampai di tempat parkir mobil, Jiyeon tidak mau mendekat ke arah mobil itu.

“Wae, Jiyeon-ah?” tanya Thunder yang kini melihat wajah Jiyeon yang sedikit ketakutan.

“Bisakah kita menggunakan sepeda saja?” jawab Jiyeon masih dengan ekspresi ketakutan.

“Kau kenapa? Kau memiliki trauma jika menaiki mobil?” tanya Thunder dengan khawatir. Jiyeon tidak bergeming.

“Aku akan berhati-hati dalam mengendarainya, tenang saja!” ucap Thunder meyakinkan Jiyeon. Jiyeon tetap menggelengkan kepalanya.

“Aku sungguh-sungguh akan berhati-hati” Thunder kembali meyakinkan Jiyeon.

Jiyeon tetap mengelengan kepalanya, kini terlihat dia menggeleng sambil airmata mulai menetes pipinya. Thunder menarik tubuh Jiyeon ke arahnya.

“Aku akan menjagamu, kau boleh memegang tanganku selama di dalam mobil, bagaimana? Tetap tidak mau naik?” ucap Thunder lembut. Jiyeon menganggukkan kepalanya dan mulai masuk ke dalam mobil. Mereka berdua berpegangan tangan selama di dalam mobil. Mereka sudah berkeliling di daerah luar sekitar kampus, namun sudah tidak ada lagi kedai yang buka. Akhirnya Thunder mencoba mencari kedaerah yang sedikit jauh dari kampus.

“Itu dia kedai ada kedai yang masih buka, ayo kita turun” ajak Thunder, namun tidak ada jawaban dari Jiyeon ternyata tertidur di bangku sebelahnya.

“Jiyeon-ah, kita sudah sampai, ayoo kita turun” ucap Thunder mendekat ke arah Jiyeon. Jiyeon tetap tidak membuka matanya.

“Jiyeon-ah” ucap Thunder lagi, kali ini dia menatap dalam wajah Jiyeon yang sedang tertidur. Dia mengelus lembut wajah Jiyeon yang putih dan mulus seperti bayi.

Kau begitu murni, sepertinya aku mulai mencintaimu. Thunder berkata dalam hatinya, hatinya tergerak untuk lebih mendekatkan wajahnya ke wajah Jiyeon.

“Aku tidak boleh melakukan hal ini, belum tentu Jiyeon juga menyukaiku” ucap Thunder pelan dan kembali duduk seperti semula.

Jiyeon perlahan membuka matanya.

“Kita sudah sampai?” tanya Jiyeon.

“Ye, ayo kita turun” mereka berdua pun makan malam bersama atau lebih tepatnya makan tengah malam bersama.

Dari kejauhan, ada sepasang mata sedang memperhatikan mereka dari dalam mobil yang sedang terparkir dari arah yang berlawanan.

“Bastard!!! Dia mencuri Jiyeonku. Tak akan aku biarkan!” orang itu melihat kejadian seakan Thunder sudah mencium Jiyeon. Hatinya panas dan geram.

……………………

(Jiyeon P.O.V)

“Waaahhhh,aku tidak menyangka UAS kita sudah terlewati” ucap Minah dengan lega di luar kelas.

“Kau benar Minah-ya, aku juga merasakan hal seperti itu!” ucapku menimpali Minah. Tiba-tiba Eunhyuk sunbae datang dan merangkul kami berdua.

“Kalian donsaeng-donsaeng ku yang manis sudah lega ya, UASnya sudah selesai” ucap Eunhyuk sunbae seakan seperti bos minyak. Minah nampaknya risih dirangkul seperti itu, dia pun melepaskan rangkulan Eunhyuk sunbae.

“Hei Jiyeon-ah, kau tidak risih apa dirangkul monkey seperti dia?” sahut Sooyoung sunbae yang berada di belakang kami berdua. Aku menoleh kebelakang dan tersenyum.

Eunhyuk sunbae melepaskan rangkulannya dari bahuku dan mendekati Kyuhyun sunbae.

“Hei Kyuhyun-ah, jaga mulut yeojamu itu, kenapa sih dia selalu berkata kasar kepadaku?” ucap Eunhyuk sunbae dengan wajah memelas.

“Katakan saja pada Sooyoung sendiri” jawab Kyuhyun singkat.

“Aiiisshhh,kalian berdua ini, pantas saja kalian menjadi pasangan” Eunhyuk sunbae nampaknya kesal.

“Sunbae, aku pergi duluan ya, aku sedang ada urusan” ucapku pada Kyu, Soo dan Eunhyuk sunbae. Mereka bertiga mengangguk secara bersamaan.

“Annyeong Jiyeon-ah, hati-hati ya” sahut Minah sambil melambaikan tangan kepadaku. Aku pun melambaikan tangan kepada mereka semua.

“Yoboseyo oppa, bisakah kita bertemu sekarang, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat” ucapku melalui pembicaraan di ponsel.

“Keurae, aku akan menunggu di halte fakultasku” aku pun menuju halte bus di depan fakultasku. Entah kenapa hari ini aku ingin selalu tersenyum, mungkin karena UAS telah selesai. Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti tepat di depan halte bus.

“Jiyeon-ah, ayoo masuk” ucap seseorang yang berada didalam mobil sambil membuka kaca mobilnya. Setelah aku masuk ke dalam mobil, Thunder menawarkan tangannya untuk aku genggam selama perjalanan. Aku pun tersenyum ke arah Thunder.

(Jiyeon P.O.V end)

…………………….

“Hahahahahahahaa.. Jiyeon-ah kau makan sangat berantakan seperti bebek” Thunder menertawai Jiyeon yang sedang makan donat gula, banyak gula halus yang menempel di sekitar mulut Jiyeon.

“Oppa, cobalah donat ini, sangat enak lhoo” Jiyeon menyuapi Thunder untuk mencoba donat yang sama yang sedang dia makan. Setelah satu gigitan donat gula tersebut, ternyata gula halus juga menempel banyak disekitar mulut Thunder.

“Oppa, kau makan sangat berantakan, banyak sekali gula menempel dimulutmu” Jiyeon menyeka gula halus yang berserakan di mulut Thunder dengan tangannya.

“Kau juga” Thunder juga menyeka gula halus yang berada di sekitar mulut Jiyeon. Mereka kemudian tertawa kecil bersama.

Suasana berubah menjadi hening saat Thunder menggenggam tangan Jiyeon.

“Jiyeon-ah, aku rasa aku mulai mencintaimu” ucap Thunder sambil memegang tangan kanan Jiyeon erat. Jiyeon membelalakkan matanya, kaget bercampur senang kini berada di hatinya. Jiyeon tersenyum sambil menunduk.

Braakkkk, sebuah nampan yang berisi makanan tergebrak paksa diatas meja yang sedang ditempati oleh Jiyeon dan Thunder. Thunder langsung melepaskan genggaman tangannya dari Jiyeon.

“Bora-ya?” sahut Thunder ke arah wanita yang baru saja datang. Jiyeon memasang wajah kesal karena seeorang telah mengganggu momen indahnya.

“Bolehkah aku bergabung untuk makan bersama kalian?” tanya Bora dengan wajah innocentnya.

“Sunbae, bukankah ada banyak meja di sini, kenapa harus bergabung dengan kami?” ucap Jiyeon dengan kesal dan tiba-tiba.

“Kalau kau keberatan, baiklah, aku akan pindah tempat” Bora bangun dari duduknya. Namun Thunder menahannya dan kini Bora duduk di samping Thunder. Dia menggeser bangkunya mendekati Thunder. Jiyeon merasa bahwa dirinya sedang ditantang, maka dia juga menarik bangkunya mendekat ke arah Thunder. Thunder hanya diam saja saat Bora menggeser bangkunya, namun Thunder tertawa kecil saat Jiyeon juga menggeser bangku mendekat ke arahnya.

“Kalian ini seperti anak kecil” ucap Thunder.

………………….

“Hong Min-ssi, aku ke toilet sebentar ya!” sahut Sang Bae meminta izin kepada asisten lab medisnya. Sang Bae keluar dari lab medis, saat dia berjalan menuju toilet pria, dia harus melewati pintu toilet wanita. Ada sesuatu hal yang membuat Sang Bae berhenti tepat di depan toilet wanita.

“Tapi tuan muda, bagaimana caranya aku harus …” belum sempat wanita itu menyelesaikan omongannya, dia langsung terdiam mendengarkan lawan bicaranya di ponsel.

“Keurae tuan muda, aku akan mencoba sebisaku untuk membuatnya terluka”

Setelah dirasa wanita di dalam toilet itu selesai bicara, Sang Bae langsung masuk ke toilet pria dengan sedikit mengintip dari pintu.

“Dara sonsaengnim? Apa yang akan dilakukannya?” ucap pelan Sang Bae tidak percaya.

………………………..

“Chagi, kenapa kita hanya membeli satu es krim saja? Kau pelit” ucap Sooyoung sambil mengerucutkan bibirnya.

“Bukan pelit chagi, tapi aku ingin agar kita semakin dekat..hehehehee” jawab Kyuhyun sambil menjilati es krim di tangannya.

“Gantian-gantian, aku juga mau memegang es krimnya” rengek Sooyoung. Mereka berjalan tanpa melihat ke depan.

Brruuuukkk

“Es krimnyaaaaaa” teriak Sooyoung menangisi es krimnya yang terjatuh ke tanah.

“Choesonghamnida” ucap wanita yang telah menabrak Kyuhyun dan Sooyoung.

“Gwaenchana. Hmmm,aku sepertinya mengenalmu. Apakah tebakanku benar?” tanya Kyuhyun sambil membantu wanita itu berdiri. Sooyoung terlihat berapi-api.

“Kau sepertinya salah orang” jawab wanita itu yang kemudian mencoba melangkah pergi. Namun Kyuhyun menahannya.

“Aaaa, aku ingat siapa kau” jawab Kyuhyun sambil menjentikkan jarinya.

“Sudah aku bilang, sepertinya kau salah orang, aku tidak mengenalmu” jawab wanita itu kemudian melangkah dengan cepat meninggalkan Kyuhyun dan Sooyoung.

“Chagi, siapa wanita yang kau kenal itu?” tanya Sooyoung menyelidik.

“Hmm..aku juga sebenarnya tidak yakin, tapi saat aku melihat kakinya, ada tanda di kaki wanita itu yang membuatku mengenalnya” Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

Sooyoung dari kejauhan melihat tiga orang yang sedang berjalan bersama namun satu orang diantaranya ada yang dia kenal.

“Jiyeon-ah” teriak Sooyoung kearah mereka. Kyuhyun berbalik badan dan kini melihat ke arah yang sama seperti Sooyoung.

“Sunbae, kenapa kalian disini?” ucap Jiyeon menghampiri mereka dengan langkah kaki kecil.

“Aku hanya sedang lewat dan mampir ke kantin FK (Fakultas Kedokteran) untuk mencoba mengunjungi toko es krim yang hanya ada di fakultas ini” jelas Kyuhyun sambil melihat ke arah Thunder.

“Aku sepertinya mengenalmu, apakah aku benar kali ini?” tanya Kyuhyun sambil berjalan mendekati Thunder. Bora yang berada di samping Thunder melihat Kyuhyun seperti orang bodoh yang sok kenal.

“Keurae, kau Kyuhyun kan?” tanya Thunder balik.

“Ahhhh,kau benar, aku Kyuhyun dan kau Sang Hyun kan? Park Sang Hyun?” Kyuhyun mencoba memastikan ingatannya.

“Kau benar, apa kabar teman lama? Sudah lama kita tidak bertemu” ucap Thunder sambil memeluk Kyuhyun.

“Mereka berdua adalah teman yang lama sudah tidak bertemu. Aku tidak percaya hal itu,sunbae” bisik Jiyeon ke arah Sooyoung.

“Na ddo” jawab Sooyoung yang masih terpaku melihat Thunder dan Kyuhyun yang saling mengenal.

“Jadi kau berkuliah disini juga? Fakultas apa?” tanya Kyuhyun sambil menjabat tangan Thunder erat. Thunder menjawab sambil menghentakkan kakinya ke tanah, menandakan jawaban dari pertanyaan Kyuhyun.

“HAH? Kedokteran? Aku tidak percaya hal itu.hahahahahahaaa” Kyuhyun tertawa keras membuat Bora, Sooyoung dan Jiyeon sedikit malu karena kini banyak orang yang melihat ke arah mereka.

“Kalau kau?” tanya balik Thunder.

“Aku berada disebelahmu” jawab Kyuhyun yang masih menyisakan tawanya.

“Engineering?” ucap Thunder dengan ragu.

“Ani, aku di fakultas Sastra” jawab Kyuhyun dengan mantap. Bora menatap Jiyeon dengan pandangan merendahkan, Sooyoung langsung melindungi Jiyeon dengan balik memelototi Bora. Bora langsung berdehem.

“Aku permisi pergi duluan” sahut Bora sambil membungkukkan sedikit badannya dan kemudian berjalan cepat meninggalkan mereka semua.

“Chagi, aku dan Jiyeon juga pamit duluan ya, kami ada urusan” sahut Sooyoung kemudian.

Jiyeon dan Sooyoung membungkukkan sedikit badannya dan kemudian pergi bersama menuju fakultas mereka.

“Oh iya Sang Hyun-ah, apa kabar keluargamu?” tanya Kyuhyun yang membuat Thunder menjadi bermuram durja.

“Sebenarnya Kyuhyun-ah, ada sesuatu yang mengenaskan terjadi pada keluargaku” jawab Thunder sambil menatap dalam Kyuhynun seakan beban itu sangat berat.

………………….

(Malam hari)

Jiyeon sibuk dengan hobinya yaitu membuat hiasan dari manik-manik. Di meja belajarnya telah berserakan kotak-kotak kecil yang berisi berbagai macam bentuk manik-manik yang akan dia tempelkan ke sebuah tempat pulpen.

Dreeettt dreeettt

“Yoboseyo” jawab Jiyeon saat mengangkat panggilan di ponselnya.

“Jiyeon-ah, ini aku Thunder. Bisakah kita keluar sebentar sekarang?” jawab Thunder.

“Tapi, pukul 10 malam asramaku sudah tutup”

“Tenang saja, ini baru pukul 7. Ayoolah, aku sudah menunggumu di luar asrama. Coba tengok kalau kau tidak percaya”

Jiyeon bangkit dari duduknya dan membuka sedikit tirai jendelanya, ternyata benar kalau Thunder sudah menunggu di bawah.

“Keurae, aku akan segera ke bawah, aku ganti pakaian dulu ya” ucap Jiyeon sambil tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Thunder dan menutup tirai jendelanya lagi untuk segera berganti pakaian.

Thunder membukakan pintu mobil untuk Jiyeon yang pada malam itu sangat cantik bagaikan seorang putri.

“Kita akan kemana?” pertanyaan itu terlontar saat Thunder mulai menyalakan mesin mobilnya.

“Ke suatu tempat yang pastinya akan sangat kau sukai” jawab Thunder sambil tersenyum manis ke arah Jiyeon dan menawarkan tangannya untuk digenggam. Selama perjalanan, Jiyeon hanya terdiam, entah apa yang dia pikirkan. Berbeda dengan Thunder, dia terus tersenyum. Sesekali Jiyeon melirik ke arah Thunder, tanpa disadari oleh orang yang sedang sibuk menyetir itu.

“Nah, kita sudah sampai. Ayooo kita turun!” ajak Thunder yang kini sudah membukakan pintu mobil untuk Jiyeon.

“Oppa, bolehkah kita tetap berpegangan tangan?” tanya Jiyeon malu-malu sambil menundukkan kepalanya, tidak berani menatap Thunder.

“Tidak!” ucap Thunder singkat, membuat Jiyeon mengangkat kepalanya dan menatap Thunder dengan kecewa.

“Aku tidak bisa menolak hal itu” lanjut Thunder sambil meraih tangan kanan Jiyeon dan menggenggamnya erat. Kedua pipi Jiyeon terlihat memerah, Thunder pun segera mencubit pipi merah Jiyeon dengan tangan yang satunya.

Mereka pun segera melangkah memasuki gerbang sebuah istana bagaikan di dalam negeri dongeng. Jiyeon tersenyum riang melihat keadaan di dalam istana itu, terdapat berbagai pertunjukkan boneka yang mengulas kisah tentang jaman kerajaan dahulu kala.

“Oppa, boneka teddy yang gendut itu seperti dirimu” usai Jiyeon berbicara dan menunjuk salah satu boneka teddy yang gendut dan berkacamata, dia tertawa terbahak-bahak.

“Yang itu juga seperti dirimu, Jiyeon-ah” Thunder tak mau kalah membalas dengan menunjuk sebuah badut berbentuk bebek yang sedang membagi-bagikan snack untuk anak-anak.

Jiyeon langsung mengerucutkan bibirnya sebal. Thunder menarik Jiyeon untuk menelusuri lebih jauh istana tersebut.

………………………

Pembicaraan dua orang di dalam sebuah kafe di malam hari yang semula membicarakan hal ringan, kini menjadi pembicaraan yang berat.

“Dara sonsaengnim, aku tidak mengerti maksudmu” ucap Bora sambil terus menggenggam erat tas tangan kecilnya.

“Ya, aku hanya sekedar membantumu untuk dapat menjauhkan dia dengan wanita aneh itu” jawab Dara sambil menyeruput moccacino dihadapannya yang terlihat masih mengeluarkan sedikit asap.

“Tapi sonsaengnim, aku tidak ingin sampai terlalu begitu, aku sedikit tidak yakin dengan rencana sonsaengnim barusan” sahut Dara setelah berpikir agak lama, suara bergetar sambil terus menggenggam erat tas tangannya.

……………………

“Waaahhh” itulah kata-kata Jiyeon yang selalu diucapkannya ketika sampai di ujung menara Seoul.

“Kau menyukainya, Jiyeon-ah?” bisik Thunder di telinga Jiyeon dengan lembut. Jiyeon menganggukkan kepalanya sambil melihat ke arah Thunder.

“Kau kedinginan, tidak?” tanya Thunder tiba-tiba. Jiyeon masih terdiam tersihir dengan suguhan malam yang indah dari atas N.Seoul Tower. Thunder pun berinisiatif untuk melepas jaket yang dia kenakan, namun tertahan karena posisi tangannya masih bergandengan tangan dengan Jiyeon. Thunder mencoba melepaskannya agar dia bisa memberikan jaketnya kepada Jiyeon.

“Oppa” ucap manja Jiyeon sambil menyenderkan kepala di bahu Thunder. Thunder mengerti maksud Jiyeon, dia pun tersenyum ke arah Jiyeon.

Setelah puas melihat langit gelap yang sempurna di taburi bintang dan lampu malam kota, mereka berdua turun kembali ke bawah untuk menyeruput segelas kopi hangat.

“Oppa, terimakasih untuk hari ini” ucap Jiyeon sambil menghabiskan segelas kopi hangat digenggaman tangannya dan bersiri berhadapan dengan Thunder.

“Cheonmaneyo, Jiyeon-ah” jawab Thunder sambil membuang gelas kopi yang ada di genggaman tangannya ke tempat sampah kecil di sebelahnya. Kali ini genggaman tangan mereka sudah terlepas.

“Ayoo kita ke mobil” ajak Thunder, Jiyeon langsung membuang gelas kosongnya ke tempat sampah yang sama.

“Oppa, kau jam berapa ini kalau aku boleh tahu” tanya Jiyeon khawatir, dia baru ingat kalau asramanya ditutup pukul 11 malam.

“Masih jam setengah 11, kenapa?” Thunder menyelidik jam tangannya.

“Ani, ayoo kita segera pulang, sudah malam” Jiyeon sekarang melangkah mendahului Thunder. Thunder langsung meraih bahu Jiyeon dari belakang, setelah Jiyeon membalikkan badannya, Thunder langsung mencium bibir Jiyeon dan kemudian menutup matanya. Jiyeon membalakkan matanya karena kaget.

Thunder memeluk tubuh Jiyeon, namun Jiyeon masih tidak bergeming, badannya masih berdiri kaku. Tak lama kemudian, Thunder membuka matanya dan melepaskan tubuh Jiyeon dari pelukkannya.

“Ayoo segera masuk ke dalam mobil dan pulang, sudah malam” ucap Thunder sambil menarik tangan Jiyeon karena Jiyeon berdiri mematung sejka tadi.

Seseorang di dalam mobil yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua kini terlihat menitikkan air matanya.

“Jiyeon-ah, sebegitu gampangnyakah kau melupakan aku? Apaah aku tidak berarti untukmu” gerutunya di dalam mobil yang berAC dingin, sedingin udara di luar yang membekukan.

~To Be Continued~


7 Responses to “Chingu? Sarang? (Part 5)”


  1. 1 parkleni
    June 9, 2012 at 10:08 am

    akhirnya apdate juga ff ini..

    Update soon🙂

  2. 2 SarSay501
    June 9, 2012 at 12:14 pm

    Hehehee.. sudah menunggu ya?🙂
    Mian lama updatenya..hehehee
    Makasih udah setia menungguku ya,chingu
    (airmata terharu)

  3. June 10, 2012 at 12:37 pm

    Selalu seruuu ceritanya, author bikin penasaran mulu nih tiap di akhir part, jd mau baca mulu
    (berasa iklan..lol)
    Cepetan update ya,thor!!! *pasang puppy eyes*

  4. 4 JullieMinHo
    June 25, 2012 at 12:49 pm

    D’tunggu next part’x. . . Author mah hobi’x bkin daku pnasran mulu ni. . .

    Jgn lma2 ya d’publish. . .

  5. 5 Dezztidini
    September 17, 2012 at 10:06 am

    Kyaaa q ktnggalan dah lama g maen ksini…udah nympe part 5…
    Makin seru critanya…
    Sapa yg slalu mengikti shangyeon??
    Next partny jngan lama”y chingu… B-)

  6. December 13, 2012 at 10:21 am

    Waahhhh, udah lama ga update ini fanfict.. Maaf ya semuaaa (bungkukin badan 90 derajat)
    Aku JANJI segera update ini stlh UAS nanti (2013) yaaa.
    Maaf dan makasih byk buat yang menunggu dengan setia :””””)

  7. October 4, 2014 at 2:44 am

    Hi there this is kind of of off topic but I was wondering if blogs use WYSIWYG editors or if you have
    to manually code with HTML. I’m starting a blog soon but have no coding expertise so I
    wanted to get advice from someone with experience.
    Any help would be enormously appreciated!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

June 2012
M T W T F S S
« Feb   Aug »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 62,839 Lovers

Tweeted

  • وما جعلنا أصحاب النار إلا ملائكة وما جعلنا عدتهم إلا فتنة للذين كفروا ليستيقن الذين أوتوا الكتاب ويزداد الذين آمنوا إيمانا -- سورة المدثر 2 hours ago
  • كان لنبينا سيف اسمه (ذو الفقار) وكان يحمله كثيرا. قبل معركة أحد رأى رؤيا وهي أن فيه كسراً, فأُول بأنه أحد عصبته (وهو مقتل حمزة) #نشر_سيرته 3 hours ago
  • سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم أي الأعمال أفضل قال إيمان بالله قال ثم ماذا قال الجهاد في سبيل الله قال ثم ماذا قال حج مبرور #Hadith #ﷺ 5 hours ago
  • إن اللـه لا يظلم مثقال ذر‌ة ۖ وإن تك حسنة يضاعفها ويؤت من لدنه أجر‌ا عظيما ﴿٤٠﴾ -- النساء #Quran 11 hours ago
  • اللهم إني أسألك خير هذا اليوم فتحه ونصره ونوره وبركته وهداه وأعوذ بك من شر ما فيه وشر ما بعده #أذكار_الصباح_المساء #hadith 1 day ago

%d bloggers like this: