Archive for the 'Comedy' Category

22
Dec
11

Chingu? Sarang? (Part 2)

Title               : Chingu? Sarang?

Author         : SarSay501

Rating           : PG-15

Main cast    : Park Jiyeon [T-Ara]

Other cast : Park Sanghyun/Thunder [MBLAQ], Hyunseong [Boyfriend], Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Eunhyuk, Bang Minah [Girls Day], Lee Jeong Min [Boyfriend] akan terus bertambah di part selanjutnya..

Note        : Maaf baru bisa ngepost fanfictnya sekarang. Untuk yang sudah menunggu lama, semoga ga kecewa ya.hehe

HAPPY READING!!!!

~Universitas Nasional Seoul~

(Jiyeon P.O.V)

“Jiyeon-ah, apa yang kau lakukan disini?” Hyun Seong menepuk pundakku dari belakang dari belakang. Mengkagetkanku saja..

“Ohh Hyun Seong-ah, wae?” jawabku sambil tersenyum. Hyun Seong tampak terdiam sebentar, ada apa dengan dia?

“Hyun Seong-ah, Hyun Seong-ah? Kau kenapa?” ucapku sambil mencoba mengembalikan nyawa Hyun Seong ke raganya.

“Annyeonghaseyo, hoobaeku yang paling cantik” Soo sunbae ikutan mengkagetkanku juga. Untung aku tidak memiliki penyakit jantung -,-

“Kau Hyun Seong kan?” tanya Soo sunbae ke arah Hyun Seong, kali ini Hyun Seong sudah tersadar. Baguslah!

“Hmm..Ne” jawab Hyun Seong terbata-bata karena kaget.

“Sooyoung sunbae, kenapa belum pulang? Dan juga, biasanya dimana ada Sooyoung sunbae, slalu ada Kyuhyun sunbae” aku langsung menyambar seperti listrik.

“Kyuhyun sedang latihan band bersama Eunhyuk dan Yesung.. Aku sedang menunggunya” jawab Soo sunbae sambil tersenyum. Sunbae yang paling cantik dan baik menurutku adalah Sooyoung sunbae.

“Ohh begitu, aku jadi iri dengan sunbae” Soo sunbae tersipu malu, lucu sekali wajahnya. Hyun Seong pun menoleh ke arahku. Tatapan mataku seakan berkata ‘wae?’ pada Hyun Seong.

“Chagiya, ayo kita pulang. Aku sudah selesai dengan urusanku” sahut Kyu sunbae dari jauh. Soo sunbae mencari darimana asal suara itu.

“Iya, aku kesana.. Annyeong Jiyeon dan Hyun Seong” Soo sunbae langsung berlari kecil menuju Kyu sunbae dan bergandengan tangan.

“Jiyeon-ah” panggil Hyun Seong.

“Ne?” jawabku.

“Kau daritadi tidak memakan mie ramenmu?”

“Oh iya, aku lupa.hahahahaa” aku langsung menyumpit mie yang dengan penuh mengitari kedua sumpitku.

“Jiyeon-ah, boleh aku makan bersama di meja ini?” sahut Minah sambil membawa mie ramen juga. Aku hanya bisa menganggukkan kepala dengan semangat karena mulutku penuh dengan mie. Setelah Minah duduk disampingku, dia langsung menyantap mie ramennya dengan lahap sepertiku. Hyun Seong hanya bisa menganga melihat kami berdua, namun lebih condong melihat ke arah Minah. Aku langsung mengambil cara inisiatif.

“ieon-ah, a ang au aukan?” tanya Hyun Seong dengan mulut penuh mie dan tidak terdengar dengan jelas.hahahahahaa

(Jiyeon P.O.V end)

………………………

Thunder memegangi bukunya sambil berjalan menuju perpustakaan pusat yang berada dekat dengan Fakultas Ilmu Budaya. Hyun Seong dari kejauhan melihat Thunder yang berjalan dengan cepat menuju ke arahnya. Hyun Seong teringat kejadian beberapa hari yang lalu, saat Thunder mengantar Jiyeon ke rumahnya lalu meninggalkan Jiyeon tanpa sepatah kata pun.

Brruuukk. . Thunder tidak berkata apa-apa meskipun dia telah di senggol dengan sengaja oleh Hyun Seong hingga bukunya terjatuh di tanah. Dia pun kembali melanjutkan langkahnya.

“Ya, apa maumu?” teriak Hyun Seong. Thunder menghentikan langkahnya tanpa berbalik badan dan berkata.

“Wae?” mendengar hal itu, Hyun Seong langsung berjalan dengan tergesa-gesa dan bernada marah ke arah Thunder.

“Kau, tidak sopan!!” maksud Hyun Seong adalah menyinggung kejadian sewaktu Thunder mengantar Jiyeon.

“Kau itu yang tidak sopan, berteriak dengan tidak jelas dan dengan sengaja menabrakku” jawab Thunder dengan tatapan yang sangat dingin. Hyun Seong sempat takut, namun kembali beradu mulut.

“Maksudku adalah sikapmu sewaktu mengantar Jiyeon ke rumahku. Appaku bilang …” belum sempat Hyun Seong melanjutkan omongannya.

“Kau percaya dengan Appamu? Hah?” tanya Thunder dingin.

“Tentu, dia adalah Appaku”

“Kau yakin kalau Appamu tidak akan berbohong atau mengecewakanmu?” tanya Thunder dengan sinis. Hyun Seong terdiam dan pandangannya melayang jauh. Thunder langsung pergi meninggalkan Hyun Seong.

“Appa” ucap Hyun Seong lemah.

………………….

(Flashback, 10 tahun lalu)

(Hyun Seong P.O.V)

Aku terduduk di kamar eomma, melihat figura-figura foto kecil yang berisikan kebahagiaan yang sudah tidak dapat diulang kembali. Aku menangis sambil memeluk salah satu figura foto.

“Eomma, neomu bogosipta!” airmataku mengalir deras.

“Hyun Seong-ah, bisakah kau ke bawah sebentar?” teriak Appa dari ruang tamu. Aku mengembalikan figura foto ke tempatnya, mengusap airmata dengan tangan-tangan kecilku.

“Waeyo, appa?” tanyaku ke arah appa. Aku melihat seorang ajumma dan anak laki-laki yang lebih tua dariku berdiri menghadap ke arahku. Tatapan matanya dingin, aku takut.

“Hyun Seong-ah, kenalkan, ini adalah calon eomma barumu. Ayo sapa!” suruh Appa kepadaku.

“Eomma baruku?”

“Ne!” jawab Appa.

“Annyeonghaseyo, Hyun Seong-ah” sapa Ajumma itu kepadaku.

“Aku tidak mau eomma baru!!” teriakku sambil menangis.

“Dasar cengeng!” ejek anak laki-laki di samping ajumma itu.  Aku menatap anak laki-laki itu dengan sinis.

“Aku tidak cengeng! Appa aku tidak cengeng kan?” tanyaku sambil terisak tangis.

“Ani, Hyun Seong tidak cengeng kok” jawab Appa sambil mengusap kepalaku. Aku melihat ke arah anak laki-laki itu dengan sinis dan ternyata anak itu kembali memandangiku dengan sinis.

“Kau, kenapa memandangiku seperti itu?” tanyaku pada anak laki-laki itu.

(Flashback end)

(Hyun Seong P.O.V end)

………………………………………..

“Annyeonghaseyo Soo sunbae” sapa Jiyeon dengan wajah bersemangat.

“Ohh, Jiyeon-ah.. Bagaimana persiapan untuk tampil lusa?” tanya Sooyoung pada adik kelasnya dengan bersemangat juga. Jiyeon pun menganggukkan kepalanya.

“Sunbae, aku memiliki 3 undangan. Kata wali kelasku, setiap orang yang tampil mendapatkan jatah 3 undangan. Soo sunbae dan Kyu sunbae mau datang kan?” tanya Jiyeon dengan puppy eyesnya. Sooyoung mengangguk dengan semangat dan melompat-lompat bahagia meskipun dia melakukan itu di depan kantin.

“Pasti aku dan Kyuhyun akan datang.hehehe Lalu 1 undangan lagi untuk siapa?”

“Aku masih belum tahu untuk siapa, menurut sunbae untuk siapa?”

“Hmmmm..Kau tidak berniat memberikannya pada Eunhyuk kan?” Sooyoung berwajah sinis.

“Ani”

“Kalau begitu, berikan pada Thunder saja” Sooyoung mencolek pundak Jiyeon dengan sengaja. Mata Jiyeon langsung terbelalak.

“Sunbae? Sunbae yakin dengan ucapan sunbae tadi?” Jiyeon tidak percaya dan tidak terbesit untuk mengundang Thunder agar melihatnya di panggung.

“Tentu!!!!!!!!!!!!!! Ayo aku antar kau ke Fakultas Kedokteran” Sooyoung bersemangat menarik tangan Jiyeon keluar dari kantin.

Dari kejauhan, tampak Hyun Seong berdiri tertegun dan meremas-remas kertas nada yang ada di tangannya.

“Kau, merebut segalanya!” teriak Hyun Seong dalam hatinya dan membuang kertas itu ke arah yang dia pun tidak tahu. Berlari berlawanan dengan arah Jiyeon sejauh mungkin.. hanya itu yang bisa Hyun Seong lakukan.

…………………………..

“MWO? Kau menolak undanganku hanya demi seekor kodok? Dimana perikemanusiaanmu? Hah?” Jiyeon berteriak-teriak di depan perpustakaan.

“Tidak salah aku mengajakmu berbicara di luar, kalau di dalam, bisa-bisa kau dihajar masa” jawab Thunder dengan cuek.

“Harusnya kau menerimanya” sahut Jiyeon ngotot.

“Kenapa aku harus menerimanya?” tanya balik Thunder. Jiyeon bingung akan berkata apa.

“Itu..karena kau pergi menghilang tanpa pamit padaku tempo hari.Harusnya kau menerima undanganku ini sebagai ucapan minta maafmu padaku. Ya sudah kalau tidak mau datang” Jiyeon pergi keluar dengan hati kesal. Setelah di halte, dia menunggu bus yang biasa berkeliling kampus tanpa biaya. Setelah menaiki bus itu sampai gerbang utama, Jiyeon biasanya lanjut menaiki bus umum.

“Harusnya aku tidak menghampirimu tadi.huhf” gerutu Jiyeon sambil memegang undangan pentas miliknya. Tak lama kemudian, bus kampus yang dia tunggu sudah terlihat. Jiyeon bangkit dari duduknya, menghelas nafas dan kemudian meninggalkan undangan itu di bangku halte. Kini dia melangkah masuk ke dalam bus kampus. Beberapa meter setelah bus berjalan, undangan itu tertiup angin dan mendarat di kaki seseorang yang tidak jauh dari halte. Orang itu mengambil kertas di bawah kakinya dan memperhatikan undangan itu dengan serius lalu menyelipkan di halaman buku yang berjudul “Anatomi Hewan”.

………………………..

(Jiyeon P.O.V)

Kakiku melangkah kecil untuk turun dari bus umum.

“Halte ini kenapa selalu sepi ya?” gerutuku tidak karuan.. sejak tadi semua hal yang aku lihat selalu saja aku komentari.

“Kenapa aku harus bertindak bodoh seperti tadi? Harusnya aku sudah tahu kalau Thunder tidak akan mau pergi. Dia kan tiada hari tanpa belajar, dia hanya akan membuang waktu kalau pergi dan menontonku di panggung” ucapku lemas.

Krriing Krriingg ….(bunyi bel sepeda)

Aku menoleh ke belakang, ternyata itu adalah Thunder. Dengan wajah yang penuh keringat, pakaian yang lusuh dan agak basah, namun baru kali ini aku melihat dia tersenyum. Atau mataku yang sedang tidak waras?

Thunder mengerem sepeda tepat di depanku.

“Jiyeon-ah, kau mau makan es krim tidak?” sahut Thunder dengan nafas tersengal-sengal.

Aku setengah tidak percaya bahwa itu adalah dia, apakah dia memiliki kepribadian ganda?

“Jeongmal?” tanyaku dengan penuh harapan bahwa dia berkata ‘NE’

Thunder menuntun sepedanya dan berjalan disampingku. Aku merasa sangat bahagia dan masih sangat belum percaya bahwa yang sekarang berjalan di sampingku adalah Thunder.

“Mian aku tidak menggoncengimu, karena aku lelah harus bersaing cepat dengan bus” sahutnya tiba-tiba.

“Ahh,gwaenchana.. Aku yang merepotkanmu. Mengapa kau ingin mentraktirku es krim?”

“Karena aku ingin meminta maaf atas perlakuan dinginku tadi”

“Hahahahahaa, gwaenchana sunbae”

“Jangan panggil aku sunbae! Panggil Thunder-ah saja supaya kita lebih akrab” jawabnya sambil tersenyum indah. Sudah dua kali aku melihat senyum seperti ini..Aku mencubit pipiku sendiri dan sepertinya Thunder tertawa kecil melihat tingkahku.

“Kau ingin aku bantu?” tanyanya yang membuat aku bingung. Aku belum menjawab apa-apa, dia langsung mencubit pipiku.

“Aaaa..” jeritku kecil dan berwajah sebal.

“Kau semakin lucu dan aneh dengan wajah seperti itu.hahahaha”

Dia berani menghinaku..huhf

(Jiyeon P.O.V end)

…………………………………………….

Minah berjalan dengan santai menuju taman belakang, dia mencoba memulai untuk berlatih bernyanyi.

“Aaa.. Do Re Mi Fa Sol Sol Sol”

Belum sempat Minah menyelesaikan nada yang akan dinyanyikannya, terlihat semak-semak bergerak.

“Nugu?” teriak Minah setengah khawatir dan takut.

Tidak ada jawaban dari semak-semak itu, Minah melangkah mundur dan mulai berjalan cepat menjauh taman. Sayangnya langkah Minah terhenti, ada yang memegangi tangannya.

Minah perlahan membalikkan tubuhnya.

“Bisakah kau menyanyikan sebuah lagu untukku?”

“Hyun Seong-ah? Ne” jawab Minah dengan senyum terkembang.

………………………………………..

~Tempat Pementasan Seni~

Terlihat lampu berwarna-warni dengan dominan yaitu kuning menyinari panggung. Alunan musik Gayageum mulai terdengar mengiring lagu kebangsaan Korea Selatan, mahasiswa seni pun memasuki panggung dengan kostum tradisional Korea Selatan.

“Chagiya, lihat! Itu Jiyeon dengan kostum hanbok berwarna biru muda. Cantik ya!” sahut Sooyoung dengan suara lantang, namun untungnya teriakan Sooyoung kalah dengan musik.

“Ne, chagi..Kau bersemangat sekali” jawab Kyuhyun dengan santai.

“Anak itu, selalu ceria” ucap Thunder yang juga ikut menikmati pertunjukkan.

Setelah lagu kebangsaan selesai dikumandangkan, kini beberapa orang menari dengan harmonis sesuai lagu yaitu 2 lagu tradisional yang di telah diremix menjadi satu. Tarian itu berpasang-pasangan, Jiyeon berpasangan dengan Hyun Seong dan di sebelah mereka berdua ada Minah dan Jeong Min menari berpasangan.

“Jiyeon-ah, kau menikmati tarian saat ini?” tanya Hyun Seong tiba-tiba.

“Tentu, aku sangat menyukai berada di panggung” jawab Jiyeon.

“Bukan itu maksudku, maksudku adalah …” belum sempat Hyun Seong berkata sampai akhir, pasangan menari berubah. Jiyeon dengan Jeong Min dan Hyun Seong dengan Minah.

“Kau ingin berkata apa, Hyun Seong-ah?” tanya Minah.

“Ahh, ani” Hyun Seong berwajah datar.

Pertunjukkan pertama telah selesai, tirai di tutup sementara dan hadirlah kedua MC yaitu Eunhyuk dan Donghae.

“Tepuk tangan semuanya untuk pertunjukkan pertama dari hoobae kami. Bagus bukan?” kata Donghae sambil ikut bertepuk tangan.

“Sebelumnya kami berterima kasih karena para undangan telah hadir” ucap Eunhyuk dan tepuk tangan kembali riuh.

“Pantas saja Jiyeon tidak memberikan Eunhyuk undangan, karena memang Eunhyuk adalah Mcnya.hahahaha” Sooyoung tertawa sendiri.

“Chagiya, waeyo?” tanya Kyuhyun khawatir kalau pacarnya sudah mulai gila sejak tadi.

“Ani..hehehehee” Sooyoung masih dengan ekspresi tertawa ke arah Eunhyuk. Setelah tampil banyak lagu yang dibawakan oleh mahasiwa baru Ilmu Budaya, tampilan puncak akan dibawakan oleh Jiyeon dan Hyun Seong dimana mereka berpatner menyanyikan lagu bergantian namun diiringi alat musik yang juga secara bergantian.

“Hyun Seong, kali ini kita saling membantu.Kau bernyanyi dengan iringan pianoku, lalu saat aku bernyanyi, kau iringi dengan saxophonemu. Ayo kita berdoa sebelumnya. Semoga kita berhasil” ucap Jiyeon dengan mata tertutup dan berdoa di belakang panggung. Hyun Seong memperhatikan wajah Jiyeon yang cantik, saat Jiyeon akan membuka matanya, Hyun Seong berpura-pura menutup mata.

“Sudah berdoanya?” tanya Jiyeon.

“Ye..” kemudian mereka berdua pun menuju panggung dengan pakaian yang berbeda. Jiyeon mengenakan Short dress berwarna putih dan Hyun Seong mengenakan kemeja putih dan jas tanpa dikancingkan. Sorak sorai penonton terdengar jelas, makin membuat Jiyeon gugup.

Jiyeon bersiap di posisinya yang akan memainkan piano dan Hyun Seong bersiap dengan saxophonenya.

Ttoreureu nunmuri heulleoganda ttoreureu ttoreureureu (Ttoreureu tears flowing ttoreureureu ttoreureu)

sorieomneun apeumeul igijido motanche

(Map of the pain is not a sound of pain)

pareureu sonkkeuchi tteollyeoonda pareureu pareureureu

(Shaking fingers come pareureu pareureureu pareureu)

ttaseuhaetdeon siganeul gieokhanabwa

 (Seems like remember the time when me met)”

Masih teringat jelas di ingatan Jiyeon saat dia dan Thunder pertama bertemu di jalan.

BBBRRRUUUKKK..

“Choesong hamnida” sahut Jiyeon

“Omo, ganteng sekali dia. Seperti malaikat!” sahut Jiyeon dalam hati. Pria itu langsung berubah memiliki sayap dan wajahnya benar-benar bersinar meskipun sedang menunduk membaca buku.

Pria itu kemudian kembali melangkahkan kakinya.

“Oh iya, gwaenchana” sahut pria itu sambil menoleh ke arah Jiyeon selama 5 detik dan kembali berjalan menjauhi Jiyeon

“Sarangeul hamyeon deo yeppeojindae

(For if a more beautiful love)

sarangeul hamyeon jom dallajindae

(For if a little different when you love)

eotteoke haeya nae anui sarangi deo yeppeojilkkayo

(How do I love that I possess more would)

saenggageul hamyeon nunmuri nago

(When you think watery)
nunmuri namyeon tto saenggangmaneul

(I only cry once again)
geureon sarami gyeote itdaneunge dahaengijyo

(Lucky by that person‘s)

 

“Park Sang Hyun? Kedokteran?” ucap Jiyeon setengah teriak panik dan kaget setelah melihat KTM dan dia digeret Sooyoung untuk mengembalikan KTM itu kepada pemiliknya.

Jiyeon agak kaget saat terdorong dan dia dengan cepat menahan tubuhnya agar tidak tersungkur di atas tanah.

Semua orang diperpustakaan melihat kearahnya, tak terkecuali Thunder. Jiyeon mencoba mengendalikan keadaan, seolah tidak ada apa-apa yang terjadi.

“Ehhemm” Jiyeon berdehem

Seureureu du nuni gamgyeoonda seureureu seureureureu

(Seureureureu comes right off right off the wound with two eyes)

goun miso hyanggie kkumeul kkugo sipeonnabwa

(I wanted to smile and fine fragrances in the dream turns outto)

ttoreureu sarangi heulleoganda ttoreureu ttoreureureu

(Love flows ttoreureureu ttoreureu ttoreureu)

mami siryeoulmankeum johahanabwa

(Dont mind as good as she wants to cry)”

“Jiyeon-ah.. Wajahmu sangat merah dan penuh keringat. Kau lelah? Mian!!” ucap Thunder sambil memberikan tissue pada Jiyeon.

“Aku rasa, kaloriku benar-benar sudah terbakar” jawab Jiyeon sambil tertawa kecil.

Thunder hanya tersenyum simpul dan segera berganti posisi. Kini Thunder yang akan mulai mengayuh sepeda sedangkan Jiyeon yang akan diboncenginya.

“Sunbae, terus kayuh. Kita tinggal sebentar lagi sampai” sahut Jiyeon sambil membiarkan angin meleraikan tiap helai rambutnya. Semenjak Thunder yang mengayuh sepeda, sepeda berjalan cepat.

 

“Gaseume chagaun niga naerimyeon

(Get off you chest cold)
motbondeusi geujeo useoya haeyo

(I’m just as we did not see the punch line)

haengyeo niga dorabolkkabwa hangsang geu jarireul maemdoneun

(Tour of the place you’re always afraid of a chance revolving)

eoriseogeodo haengbokhan sarangi johaseo

(Stupid because I like a happy love)

Dan juga ingatan beberapa jam yang lalu, saat dia bersama Thunder di backstage.

“Jiyeon-ah..Good Luck!” ucap Thunder sambil mengedipkan salah satu matanya.

“Ne!” jawab Jiyeon yang juga melakukan hal yang sama.

“Jiyeon-ah, tunjukkan kemampuanmu di panggung nantii, jangan gugup!!”  sahut Thunder lagi. Namun Jiyeon hanya menunduk dan memegangi kedua tangannya yang dingin.

“Kau pasti bisa!” Thunder menggenggam kuat kedua tangan Jiyeon dan memeluk tubuh mungil Jiyeon. Jiyeon pun terlihat kaget.

Tepuk tangan riuh bersahut-sahutan setelah Jiyeon usai bernyanyi. Jiyeon tersenyum lebar. Hyun Seong menaruh saxophonenya dan beralih memegang microphone. Piano Jiyeon kini mulai berdenting mengiringi alunan musim yang akan dinyanyikan oleh Hyun Seong.

Hangeoreum mulleonamnida (I take one step backwards)
daheul deut dachi annneun goseuro
(To where I feel you can’t reach me)
nunmure beonjin geudaeui moseubeun
(Your tear smudged face)
apaolmankeum neomu areumdawoyo
(It’s so beautiful as it is painful)
hanb
eon deo jallanaemnida (Once again I sever it)
nunmureul meokgo jaraneun maeum
(Swallowing my tears I sever my heart)
bureuji motan geudae ireumi
(Your name I can’t call out)
gaseumeul chyeoseo meongi deureodo
(Pounds at my heart bruising me)”

Hyun Seong menyanyikan lagu ini dengan sedikit terisak tangis membayangkan kejadian beberapa hari yang lalu. Untungnya penonton menganggap itu adalah ungkapan dari lirik lagu yang Hyun Seong coba keluarkan.

“Kau tau Hyun Seong-ah, aku tadi di antar oleh Thunder sunbae, dia mahasiswa Kedokteran. Aku baru mengenalnya tadi, tetapi dia sudah baik sekali” Jiyeon mengucapkannya dengan polos di depan Hyun Seong tanpa Jiyeon tahu bahwa perkataan itu menyakiti Hyun Seong. Berlari ke arah Thunder bukanlah hal yang diinginkan oleh Hyun Seong, Hyun Seong ingin memanggil nama JIYEON, namun mulutnya kelu. Jantung seakan terdekap oleh rime yang dapat membuatnya berhenti berdetak.
Mianhaeyo ireon saramiraseo (I’m sorry for being the kind of person I am)
geudae ape dagaseol su eobseoseo (For not being able to stand near you)
saranghae geumal hanmadireul motaeseo (I love you,the words I can’t say to you)
gakkeumeun honja umnida (I sometimes cry alone)
jal motnan saranginikka (Because my love has faults)
byeonmyeong hanmadi chatji motaneun (I can’t find a single word of excuse)
sesangui kkeute dadareun hue (When I look back at the end of my life)
dwidorabom
yeo huhoehagetjyo (I’m sure I’ll regret it all)

Hyun Seong menjerit dalam hati “Kenapa harus Thunder yang merebut hatimu? Bukan orang lain? Aku lebih ikhlas kalau kau bersama orang lain, bukan Thunder!” Hyun Seong terduduk lemas setelah mengintip dari jauh, Thunder dan Jiyeon berpelukan.

Aku ingin menanyakan satu hal padamu Park Sang Hyun, namun aku harap jabawan itu bukanlah karena balas dendam untuk kejadian masa lalu.

*To Be Continued*

Advertisements
30
Nov
11

In My Dream (Chapter 3)


*Maaf ya readers, lama menunggu.. kyaknya hampir setahun deh T^T miaaaaaaaaaaaaannnn >3< hiatus juga ga bilang2 hehehehe. betewe, aku ngelanjutin in my dream chapter ke-3 hhehe :)) belakangan ini aku mulai lirik2 shinra pairing setelah baca2 ff nya temen2 author yang lain. nah, mudah2an aku sempet bikin ff lagi. habisnya aku udah jarang bukan internet, maklumlah anak kelas 2 SMA -apaan sih- hehehe, jaaa..please enjoy this ff :)) imagenya masih tetep, cz masih belum pinter ngedit hehe mian readers 😦 annyeoong 🙂 *

Title : In My Dream

Casts :

  • U-Kiss’s Eli;
  • CN Blue’s Jung Yong Hwa;
  • KARA’s Kang Ji Young;
  • Other Cameo

Genre : Romance, Fantasy,  AU

Author : Kiko Otter

Rating : T

 

In My Dream (Chapter 3)

 

Saat Eli jatuh, Eli melotot kaget pada Ji Young saking kagetnya. Ji Young sendiri merasakan wajahnya menjadi sangat panas.

“Elinel..?!”

Ji Young menoleh kaget mendengar beberapa suara, Eli dan Ji Young kebingungan harus bagaimana mengubah kejadian ini.

“Eli, neon…” ucap salah seorang anak

Ji Young menoleh kaget, Eli masih terpaku pada tatapan mata Ji Young padanya. Wajar saja, saat ini posisi mereka adalah Eli terjatuh diatas Ji Young yang baru saja berusaha menangkap Eli yang terhuyung hampir terjatuh.

“Eli! Apa yang kamu lakukan dengan Ji Young?”

Mendengar suara yang Eli kenal, Eli bersegera bangun dari posisinya sambil menarik tangan Ji Young yang berkeringat dingin. Yong Hwa masih terlihat sangat kaget, sangat terlihat dari matanya yang melotot pada Ji Young yang masih terlihat kebingungan.

“Ani~aniya hyung, aku hanya tersandung dan Ji Young menolongku, tapi malah seperti tadi,” jawab Eli dengan tenang

Ji Young masih menatap kosong ke lantai, wajahnya masih terlihat merah, pikirannya juga kosong. Dia tak tau harus memikirkan apa.

“Oh begitu, Ji Young apa kamu baik-baik saja?” tanya Yong Hwa sambil menghampiri Ji Young yang masih diam ditempatnya

Ji Young hanya mengangguk-angguk pelan, Eli melihat mereka berdua dengan pandangan kesal. Seolah-olah Yong Hwa, orang yang sudah dia anggap sebagai kakak, telah direbut olehnya. Dia semakin kesal setelah melihat Yong Hwa dan Ji Young berbincang-bincang

“Hyung, ayo kita pergi!” seru Eli dengan sengaja

Ji Young menoleh cepat ke arah Eli yang mengagetkannya dengan suara Eli sendiri

“Ji Young, ayo kita kembali ke kelas dulu! Nanti saat kita istirahat, kita lanjutkan pembicaraan kita,” usul Yong Hwa

Ji Young mengangguk sambil tersenyum setelah menatap Yong Hwa sekilas. Ji Young tersenyum sendiri setelah melihat Yong Hwa kembali ke kelasnya. Dia tak mengalihkan pandangan dari Yong Hwa sampai Yong Hwa benar-benar tidak terlihat.

‘Ya Tuhan, kenapa ada peri sebaik dan selembut dia? Dia terlalu baik padaku..’ batin Ji Young

***

“Jadi begitu rupanya, kamu berasal dari keluarga Claridge dan bangsa Nymph! Wow, bagaimana kehidupan bangsa Nymph disana?” tanya Yong Hwa bersemangat

Ji Young masih menatap ke lantai sambil memainkan kakinya, dia sangat malu untuk menatap Yong Hwa yang sekarang ada disebelahnya. Eli hanya mendengus kesal karena dia seperti obat nyamuk diantara Yong Hwa dan Ji Young, selain itu daritadi Yong Hwa seperti hanya mendengarkan Ji Young.

“Kehidupan kami? Eung~yah, tidak jauh beda dengan bangsa Sylph,” jawab Ji Young dengan suara pelan

Yong Hwa hanya tersenyum merasakan suasana canggung diantara mereka berdua, dia meminum orange juicenya sambil membatin,

‘Aigoo, suasananya canggung sekali?! Apa aku harus mulai duluan?’ batin Yong Hwa sambil sesekali melirik Ji Young yang masih menunduk malu

“Hyung!” panggil Eli dengan nada keras,

Eli tidak tahan merasakan suasana canggung diantara Ji Young dan Yong Hwa. Eli berpikir bahwa, makin lama Ji Young dan Yong Hwa terlihat seperti pasangan kekasih yang berkencan untuk pertama kalinya.

“Ne?” jawab Yong Hwa terkejut

“Apa hari ini hyung ada acara dirumah?” tanya Eli mengambil alasan

Yong Hwa berpikir sejenak, kemudian menggeleng perlahan

“Aniyo, waeyo?” tanya balik Yong Hwa

“Aku ingin ke rumahmu,” jawab Eli dengan santai

Yong Hwa mengangguk-angguk sambil meminum orange juicenya. Lalu menatap ke arah Eli yang juga menatap Yong Hwa.

“Joha, ajaklah Ji Young juga agar kita bisa lebih dekat satu sama lain,” usul Yong Hwa ringan

“Mwoo???” ucap Eli sangat kaget mendengar usulan dari Yong Hwa

Ji Young pun hanya menatap tidak percaya setelah mendengar kalimat yang diucapkan oleh Yong Hwa. Dalam hati dia ingin berteriak sekencang-kencangnya karena sangat senang, dia tidak menyangka Yong hwa akan mengharapkan kedatangannya.

“Keuraeyo??” tanya Eli meyakinkan Yong Hwa

Yong Hwa mengangguk berkali-kali sambil tersenyum melihat ke arah Eli, lalu menatap Ji Young yang terlihat sangat polos

“Apakah ada yang salah dengan usulanku?” tanya Yong Hwa

“Ne!” papar Eli dengan tegas

“Keurae? Apa yang salah?” tanya Yong Hwa lagi

“..eummm, molla! Tapi yang jelas ada yang salah!” tegas Eli

“Sudahlah Eli! Ji Young, kamu tetap datang ke rumahku, kan?” ucap Yong Hwa tidak memperdulikan ucapan Eli

“Jjinjayo?” ucap Ji Young ragu-ragu

Yong Hwa mengangguk lagi, Ji Young tersenyum sambil menunduk. Dia tidak berani menatap mata bening Yong Hwa yang sekarang menatap mata Ji Young yang sudah berubah warna lensanya menjadi orange.

***

Ji Young duduk sendiri di teras depan rumah Yong Hwa. Sesekali dia melihat bunga kristal yang terus menerus memantulkan sinar matahari melalui mahkota bunganya. Eli terus menerus memainkan jarinya yang membuat benang udara kusut.

“Ya ampun, apa sih yang Yong Hwa hyung lakukan?” tanya Eli pada adik perempuan Yong Hwa, Seung Yi

“Yong Hwa oppa sedang mengerjakan tugas yang diperintahkan oleh omma, oppa baru bisa kemari sekitar  10 menit lagi,” jawab Seung Yi

Ji Young sesekali melihat ke arah mereka berdua yang berdiskusi banyak hal, lalu dia menghela nafas panjang. Sudah hampir 30 menit Eli dan Ji Young menunggu Yong Hwa di rumahnya, dan yang pastinya Ji Young tidak dapat menghindari waktu bersama Eli.

“Hei!” panggil Eli dengan malas pada Ji Young

Ji Young tidak menoleh karena namanya tidak disebut, dia sangat enggan menoleh ke arah Eli.

“Hei! Kalau dipanggil menoleh!” ucap Eli dengan sinis

“Oh, kamu memanggilku?” tanya balik Ji Young dengan nada yang sinis juga

Eli menghela nafas sambil melotot tajam ke arah Ji Young. Ji Young hanya tersenyum tanpa dosa, karena memang bukan dia yang berbuat kesalahan.

“Ya terserahlah, mengapa kamu hanya duduk menyendiri disitu?” tanya Eli alih-alih membuat pembicaraan

“Memang, apa pedulimu?” jawab Ji Young acuh tak acuh

“Jangan kepedean! Aku tanya seperti itu bukan karena perhatian padamu,” jawab Eli tidak peduli

Ji Young hanya mengerucutkan bibirnya, matanya hanya terus melirik dan melempar pandangan ke arah bunga-bunga kristal yang ada didepannya. Dia ingin menyentuhnya, namun dia tak berani karena bunga kristal sangat mahal harganya.

“Aku duduk disini, karena kamu yang duduk disitu. Kalau aku duduk disitu, apa kamu tidak akan malu terdengar sangat ramai oleh tuan rumahnya?” jawab  Ji Young sambil menatap tajam Eli

Adik-adik Yong Hwa, Seung Yi dan Ji Eun hanya memandang ke arah mereka dengan tatapan yang sangat lucu. Seolah-olah sedang melihat ‘Gag Concert’ yang biasa mereka lihat di opera-opera.

Terbukti, mendengar perkataan Ji Young yang langsung tepat sasaran, Eli hanya dapat melirik tajam ke Ji Young. Eli berdecak kesal, hanya karena satu-dua kalimat, Ji Young mampu membuat Eli diam tidak membalas.

“Ji Young? Eli? Sudah daritadi?” suara yang sangat mereka kenal, tentunya

Eli dan Ji Young bersamaan menoleh ke arah lorong didekat perapian, Yong Hwa hanya tersenyum kecil melihat mereka duduk berjauhan.

“Tidak, baru saja aku datang hyung,” jawab Eli sambil menatap Yong Hwa memelas

“Lalu, bagaimana denganmu Ji Young?” tanya Yong Hwa mengambil topik pembicaraan

“Eung~yah, aku juga baru saja datang sonbae,” ucap Ji Young menunduk malu-malu

Yong Hwa tersenyum lebar mendapat reaksi seperti itu dari Ji Young, ‘Mengapa dia masih malu untuk berbicara padaku, ya?’ batin Yong Hwa penasaran

“Aku sudah mengatakan padamu kalau panggil saja aku Yong Hwa,” jawab Yong Hwa sambil menghampiri tempat Ji Young

Eli, Seung Yi, dan Ji Eun membelalakkan kedua mata mereka melihat pemandangan yang sangat jarang dilihat. ‘Apa-apaan nih? Sejak kapan?’ tanya Eli dalam hati

‘Aiishhh!!!! Sial-sial! Mengapa mereka jadi lebih dekat? Ji Young sial! Tidak hanya appa dan teman-temanku yang lain yang dia rayu, sekarang malah Yong Hwa hyung juga yang dirayu!’ umpat Eli berkali-kali dalam hati

“Eli oppa, mereka couple ya?” tanya Ji Eun, adik Yong Hwa yang termuda

“HAAAHH????!! YA GAK MUNGKINLAH!” sentak Eli tidak terima

Ji Young dan Yong Hwa menoleh kaget, Eli yang benar-benar tidak sengaja mengucapkan kata-kata itu hanya bisa nyengir malu.

“Ada apa Eli?” tanya Yong Hwa

“Ga, ga ada apa-apa hyung, hehehe..” jawab Eli masih nyengir ganjil

‘Ya ampun, Eli!! Kamu mau taruh dimana mukamu? Kamu mau imagemu hancur didepan saudara-saudara perempuan hyung?’ ejek Eli pada dirinya sendiri dalam hati

Seung Yi dan Ji Eun terkikik geli, terlihat seperti putri-putri yang tertawa genit. ‘Astaga, apakah Yong Hwa benar-benar merupakan kakak dari mereka? Jauh sekali perbedaannya,’ batin Ji Young

“Hmm..bagaimana kalau kita ke bangku panjang disana?” ucap Yong Hwa tiba-tiba

Ji Young hanya mengangguk pelan, padahal dalam hati dia sudah melonjak-lonjak bahagia.

“Ya ampun, aku sampai lupa!” kejut Yong Hwa

“Apa?” ulang Ji Young cukup terkejut

Yong Hwa memetik 2 bunga kristal yang sedari tadi Ji Young amati. Tak lama setelah itu, Yong Hwa tersenyum pada Ji Young seolah mengharapkan sesuatu

“Tanganmu?”

Yong Hwa meminta tangan Ji Young yang sedang terpaku menatap Yong Hwa. Ji Young memberikan tangannya ragu-ragu, Ji Young menggigit bibir bawahnya karena merasa takut. Lalu, Yong Hwa menggenggam tangan Ji Young kemudian memejamkan matanya.

Tak lama setelah itu, bunga kristal yang sama-sama dipegang oleh Yong Hwa dan Ji Young memancarkan sinar gemerlap.

“Apa yang Yong Hwa hyung lakukan?” tanya Eli pada Ji Eun yang hanya tersenyum

“Eli oppa tidak tau?” tanya balik Ji Eun

Eli hanya menggeleng cepat sambil terus memandangi bunga kristal yang Yong Hwa dan Ji Young pegang. Sinar dari bunga itu semakin terang

“Lihat saja, nanti juga tau,” ucap Seung Yi dengan santai

Yong Hwa dan Ji Young masih memejamkan mata, dan bunga kristal itu memekar dengan cepat lalu bunga tersebut berubah warna menjadi warna silver yang sangat indah.

“Ji Young, bukalah matamu,” ucap Yong Hwa setelah membuka matanya

Ji Young membuka kedua matanya lalu terjingkat melihat perubahan warna bunga-bunga kristal yang barusa mereka pegang bersama.

“Apa yang terjadi dengan bunganya?” tanya Ji Young penasaran

“Menurutmu apa maksud dari warna bunga ini?” tanya Yong Hwa sambil menunduk memandang Ji Young

“Aku tidak tau, memangnya apa?” jawab Ji Young sangat polos

“Aku baru saja membaca buku bagaimana cara bagsa Sylph dan Nymph dapat saling berinteraksi dengan baik, dan hal pertama yang harus aku lakukan adalah tadi!” pekik Yong Hwa denga semangat

Ji Young masih melihat Yong Hwa dengan pandangan yang bingung, ‘Apa yang sedang dia bicarakan? Aku tidak pernah mendengar hal seperti itu,’ batin Ji Young

“Bunga kristal adalah lambang kasih sayang di bangsa Nymph, bukan?” Yong Hwa mulai bingung menjelaskan maksudnya

“Ya memang,” Ji Young berusaha menjawab seyakin-yakinnya

“Kami, bangsa Sylph, dapat mengekspresikan rasa kasih sayangnya dengan berbagai cara. Namun sangat sulit mengutarakan pada bangsamu, bangsa Nymph. Maka dari itu, barusan kita saling mempertemukan perasaan kita melalui bunga kristal ini,” jelas Yong Hwa

Ji Young hanya manggut-manggut mendengar penjelasan dari Yong Hwa, seolah-olah sedang mendengar nasihat dari guru besar.

“Silver adalah tingkat pertama, karena kita belum terlalu mengenal silver ini mewakili rasa penasaran masing-masing. Yah aku rasa, kita berdua memang saling penasaran,” ucap Yong Hwa

“Lalu?” tanya Ji Young penasaran dengan kelanjutan perkataan Yong Hwa

Eli yang terus memperhatikan mereka dan mendengar pembicaraan mereka merasa seperti obat nyamuk diantara mereka. Eli cemburu dengan Ji Young, karena Ji Young sudah sangat dekat dengan Yong Hwa. Sedangkan Eli tidak ingin Yong Hwa direbut oleh orang baru seperti Ji Young.

“Karena ada dua bunga, kita saling bertukar bunga. Suatu saat nanti warna bunga ini akan berubah dengan sendirinya seiring dengan perasaan pemilik bunga satu pada pemilik bunga lainnya,” papar Yong Hwa

Ji Young mengambil salah satu bunga dari genggaman Yong Hwa. Saat memegang bunga kristal miliknya, dengan cepat warna bunga itu berubah menjadi warna ungu.

‘Eh? Ada apa ini? Mengapa berubah warna secepat ini?’ batin Ji Young mulai kelabakan. Yong Hwa juga menatap bunga Ji Young terheran-heran, Eli yang baru saja menghampiri mereka berdua juga menganga kaget

“Ji Young, warna bungamu ungu..” Yong Hwa berkata seolah-olah seperti melihat keajaiban terjadi

“Ah..eh, aku bukan.., maksudku bukan aku..” Ji Young menjadi gugup setengah mati

“Apa maksudnya dengan warna ungu ini, bodoh?” ejek Eli masih tidak mengerti

Ji Young dan Yong Hwa hanya berpandangan canggung. Bunga kristal yang dipegang Yong Hwa masih berwarna silver, akan tetapi terlihat sesuatu yang seperti berdetak-detak ditengah-tengah warna silver itu.

Yong Hwa berusaha mengucapkan kata-kata dari mulutnya, saking shocknya dia masih tidak percaya melihat warna bunga kristal Ji Young.

“Secepat itukah? Benarkah bungamu berwarna ungu? Kamu…”

 

 

^v^~~~*** To Be Continue ***~~~^o^

 

-naaah. sampai juga dipenghujung chapter 3 ini, please dengan sangat dikomen yaa. supaya aku bisa rajin update juga 🙂 aku paling males kalo ga ada yang kasih komen, cuma sekedar lewat aja. yah, maaf juga cz aku jarang update *digetak sama pea* tapi yang aku butuhin cuma komen dari para readers, ditunggu ya komennya :))

01
Aug
11

First Day in Spring

Title                : First Day in Spring (Part 5-end)

Author            : SarSay501

Rating             : PG-17

Main cast       : Choi Sooyoung [SNSD], Kim So Eun.

Other cast      : Kim Hyung Jun [SS501], Cho Kyuhyun [Suju], Choi Siwon [Suju]

Note : Readers cari tempat yg PW dulu ya buat baca ini..Biar feelnya dapet.wkwk

Oh iya buat yang ketinggalan baca part sebelumnya ,ini yang part 1 , part 2 , part 3 , part 4 ^^

IKLAN SUDAH HABIS, HAPPY READING!!

 

~Kediaman Rumah Choi~

Sooyoung sejak tadi berpandangan kosong ke depan, dia duduk di sebuah tempat duduk ayunan mini di taman belakang rumahnya.

“Soo, apa yg kau lakukan? Sejak tadi melamun.. Nanti kerasukan setan Yesung lhoo!” sapa Siwon jahil yg kini berdiri di hadapan Sooyoung.

“Oppa, kau mengagetkanku saja! Apa kau bilang tadi? Setan Yesung?? Ahhh,aku tak mau! Lebih baik aku gila krn virusku sendiri daripada kerasukan” jawab Sooyoung yang diakhiri dengan tertawa.

“Oppa, kau bisa jelaskan padaku yang namanya berjuang demi cinta?”

Pertanyaan Sooyoung benar-benar membuat Siwon bingung dan akhirnya berpikir.

“Hmm apa ya? Aku sendiri juga bingung! Aku sampai sekarang belum punya pacar ya karena aku tidak melakukan itu” ucap Siwon ragu. Kini mereka berdua duduk di ayunan.

“Kau menyesal telah merelakan orang yang suka untuk meninggalkanmu, oppa?” tanya Sooyoung lagi. Sekarang Siwon hanya menjawabnya dengan anggukan.

“Kalau kau punya cinta, cinta yang kuat. Lakukan apa saja demi cinta itu!! Sebelum kau menyesal karena kehilangannya” jawab Siwon yakin dengan suara yang tergetar.

“Oppa, darimana aku tahu kalau cinta itu kuat?”

“Kau selalu memikirkannya karena dia selalu hadir dalam pikiranmu”

Sooyoung menghembuskan nafasnya.

“Kau kenapa? Sedang dalam 2 pilihan?” tanya Siwon yang kemudian memasang senyum jahil.

“Oppa, kau ini bicara apa?”

……………..

~Kediaman Rumah Kim~

“So Eun-ah,kau tidak bekerja?” tanya eomma So Eun sambil mengaduk masakannya di dapur.

“Ani eomma, ini kan libur.hehehehee” jawab So Eun sambil berkutat dengan cucian kotor di hadapannya.

“Kau tidak jalan-jalan keluar? Udara yang bagus di musim semi”

“Eomma mengusirku?” tanya So Eun dengan manja.

“Bukan itu maksudku So Eun!! Kau ini kan sudah 23 tahun. Tidakkah kau memiliki pacar untuk jalan-jalan keluar?”

So Eun terdiam, meskipun eommanya menyenggol sikutnya. Dia masih saja terdiam berpikir.

“Ahh, eomma.. Aku kan masih terlalu muda! Hehehehee” jawab So Eun ngeles.

“Kau kebanyakan alasan. Pokoknya berikan aku cucu sebelum aku meninggal!!” perintah maksa dari eomma So Eun membuat So Eun membelalakkan matanya.

“Eomma, kau ini bicara apa? Pertama, jangan memaksaku, karena aku pun tak tahu kapan punya pacar lalu menikah lalu punya anak. Kedua, eomma pasti berumur panjang! Sampai kita berdua nenek-nenek.hehehee”

“Adduuhhh” kepala So Eun baru saja dijitak eommanya dengan pengaduk sup dari kayu. So Eun meringis kesakitan.

“Kau kira kita seumuran? Aku ini sudah tua! Sekarang saja sudah nenek-nenek! Umurku sudah 46 tahun. Sewaktu aku seumuranmu, aku sudah menikah dan memiliki anak” jelas eomma So Eun.

“Ya itu jaman eomma, coba lihat jamanku. Banyak artis yang sudah 30 tahun tapi belum menikah. Lihat tetangga kita saja deh eomma, sudah 35 tahun masih single”

“Kau itu, pintar sekali mencari alasan!! Dasarr! Hah,terserah kau sajalah! Anak jaman sekarang susah sekali disuruh menikah. Padahal menikah itu gampang” gerutu eomma So Eun. So Eun kembali mencuci piring dengan memanyunkan bibirnya.

…………………

(Sooyoung P.O.V)

“Kyuhyun oppa.. Kau sudah datang. Sini duduk di hadapanku” ucapku sambil tersenyum ke arah Kyuhyun oppa yang baru datang untuk makan malam bersama.

“Ye, gomawo Sooyoung-ah. Oh iya, ini kan meja untuk 4 orang. Memang kita akan makan malam dengan siapa lagi?” tanya Kyuhyun padaku setelah dia duduk. Aku hanya terdiam sambil tersenyum. Kyuhyun oppa sepertinya tidak puas akan jawabanku. Nanti juga oppa akan tahu sendiri kalau semuanya sudah berkumpul.

“Hmm..oppa, boleh aku bertanya sesuatu?” tanyaku dengan lembut.

“Ye, apa yang ingin kau tanyakan?” jawab Kyuhyun oppa.

“Oppa, kau tahu kan kalau aku bukan tipe orang yang basa-basi dan pintar berbohong?” tanyaku sambil menatap Kyuhyun oppa dengan serius.

“Ne.. aku tahu itu sejak lama. Memang ada apa, Sooyoung-ah?”

“Oppa.. hmm.. Aku ingin bertanya. Selama ini kau menganggapku seperti apa?”

“Kau bertanya hal ini padaku?” tanya Kyuhyun sambil tertawa kecil. Aku mengangguk dengan semangat. Begitu lama Kyuhyun oppa menutup bibirnya dan suasana menjadi hening di antara kami berdua. Aku benar-benar sangat membutuhkan jawaban oppa.

“Kau seperti …” baru saja Kyuhyun oppa akan menjawab, dari kejauhan aku melihat sosok yang ku kenal melangkah menuju meja kami.

“Hmm.. nanti saja deh, oppa! Kita telah kedatangan tamu lagi” ucapku sambil berdiri menyambut So Eun dan Hyung Jun.

“Apakah kami terlambat?” tanya Hyung Jun memulai pembicaraan. Aku dengan cepat menggelengkan kepala.

Kini aku duduk di sebelah Hyung Jun dan Kyuhyun oppa duduk di sebelah So Eun.

“Semua akan dimulai sekarang. Ini bisa pertanda awal dan akhir untukku” ucapku dalam hati.

(Sooyoung P.O.V end)

(So Eun P.O.V)

“Hyung Jun-ssi, kau tidak bilang kalau kita akan makan malam bersama mereka berdua” bisikku pelan namun sayang Hyung Jun hanya tersenyum dan tidak berkata apa-apa.

“Aku sudah memesan makanan dan minuman untuk kita berempat” ucap Sooyoung tiba-tiba.

Tak lama makanan pun datang ke meja kami. Steak dan jus jeruk.

“Kyuhyun oppa, kau mau aku membantumu untuk mengiris daging itu?” tanya Sooyoung halus.

“Aku rasa tidak perlu” jawab Kyuhyun sambil memotong makanannya. Aku masih tidak mengerti maksudnya aku diajak kemari.

“Sini oppa, biar aku bantu!” Sooyoung berkata agak memaksa. Aku melihat kejadian itu hanya menyunggingkan senyum kesal dalam keadaan menunduk.

(So Eun P.O.V end)

(Sooyoung P.O.V)

Kenapa Kyuhyun oppa ini? Menolak bantuanku? Huhhff

Tiba-tiba kakiku seperti ada yang menendang dari arah kanan. Aku menoleh ke arah Hyung Jun, kemudian Hyung Jun tersenyum ke arahku dan berbisik.

“Kau mau memulainya sekarang?” tanyanya pelan di telingaku. Aku terdiam sebentar mencerna perkataan Hyung Jun barusan.

“Hyung Jun-ssi, kau mau aku bantu?” tanyaku pada Hyung Jun yang duduk di sampingku.

“Boleh saja” jawab Hyung Jun sambil tersenyum manis. Entah ini hanya senyum pura-pura atau ada maksud yang lain. Aku langsung tersadar dari pikiranku.

“Kalian nampaknya serasi” sahut Kyuhyun oppa datar menatapku dan Hyung Jun.

Nampaknya ini tidak berhasil, ottokhaji??

Setelah membantu Hyung Jun, aku langsung memasukkan sesuap steak ke mulutku dengan kesal.

“Sooyoung-ssi, saus steaknya belepotan di mulutmu. Sini aku bantu bersihkan” sahut Hyung Jun membersihkan di sekitar mulutku. Dia begitu lama menatap bibirku, apa yang dia lakukan? Ini sudah berlebihan dari rencana. Tampaknya Kyuhyun oppa malah semakin cuek padaku.

“SHIROO!” ucap So Eun refleks. Kenapa malah So Eun-ssi yang berteriak? Bukan Kyuhyun oppa?!

Aku, kyuhyun oppa dan Hyung Jun-ssi melihat ke arah So Eun yang kini sudah menunduk.

“Choesong hamnida..” sahut So Eun dan kemudian mengurus makanannya sendiri. Aku menatap Hyung Jun bingung, namun Hyung Jun juga mengangkat kedua bahunya seakan menjawab pertanyaanku.

“So Eun-ssi, gwaenchana?” tanya Kyuhyun saat mendengar So Eun tersedak. So Eun langsung meneguk jus jeruk di samping piringnya dan ijin ke toilet.

 (Sooyoung P.O.V end)

………………………

Dreeeet.. dreeeet

“Sebentar ya, aku ingin mengangkat telepon dulu” ucap Hyung Jun yang kemudian berjalan menjauhi meja yang berisi Sooyoung dan Kyuhyun.

“Oppa, sekarang hanya ada kita berdua disini” ucap Sooyoung tiba-tiba.

“Oh iya, kau ingin membicarakan apa denganku?” tanya Kyuhyun yang sekarang sudah siap mendengarkan Sooyoung.

………………….

So Eun melangkahkan kakinya keluar dari toilet. Dia menghentikan langkahnya saat melihat Hyung Jun berdiri membelakanginya sambil memasukkan ponsel ke saku celananya.

“Hyung Jun-ssi. Chakaman!!” sahut So Eun menahan Hyung Jun pergi.

“Waeyo?”

“Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu” jawab So Eun dengan ragu-ragu.

“Jeongmal? Kita keluar sebentar lewat pintu belakang cafe ini saja ya!” ajak Hyung Jun.

…………………

“Oppa, kau ingat waktu aku mencuci jasmu?” tanya Sooyoung dengan ragu.

“Ne, wae?”

“Aku menemukan sebuah kotak dan aku sebenarnya lancang membuka isi kotak itu”

“Itu cincin untuk seseorang”

“Jeongmal?” sahut Sooyoung agak bahagia.

“Aku melihat ukiran di balik cincin itu KS, apa artinya itu, oppa?” lanjut Sooyoung bersemangat.

“Ohh itu..” jawab Kyuhyun datar.

“Apakah.. apakah KS adalah Kyuhyun-Sooyoung?” tanya Sooyoung lagi dengan wajah penuh penasaran.

“Mwo? Aku rasa kau telah salah paham” jawab Kyuhyun dengan cemas.

“Maksud oppa dengan salah paham, apa?” Sooyoung kali ini merasa jatuh dari ketinggian yang benar-benar membuatnya seakan mati.

“Aku membelikan cincin itu untuk orang yang aku sukai. K untuk Kyuhyun dan S untuk …” Kyuhyun tidak berani melanjutkan perkataannya karena dia baru tersadar, belum tentu So Eun mau menerimanya.

“Apakah S itu untuk So Eun?” tanya Sooyoung sambil menahan airmatanya. Kyuhyun tidak menjawab apa-apa dan sepertinya Sooyoung telah mengetahui jawabannya.

“Semua sepertinya berdampak padaku. Dulu aku pernah menyuruh dan memaksa oppa untuk menjadi artis karena oppa sangat tampan dan berbakat akting. Aku menyesal telah melakukan hal itu padamu” airmata Sooyoung kini membasahi pipinya.

“Kalau saja aku tidak jujur padamu, pasti sekarang kau tidak akan pernah mengenal So Eun-ssi” lanjut Sooyoung.

“Sooyoung-ah?” hanya kata itu yang dapat keluar dari mulut Kyuhyun.

“Oppa, aku sungguh sangat menyesal. Memang apa cantiknya So Eun-ssi dari aku? Apakah dia sudah merebut hatimu dalam waktu beberapa minggu? Sedangkan aku menyukai oppa sejak SMA. Namun oppa tidak pernah mengtehui hal itu kan?” Sooyoung kini berkata dengan nada agak membentak. Kyuhyun hanya terdiam sambil menatap Sooyoung.

“Sooyoung-ah, kau itu .. “ Kyuhyun mencoba memegangi tangan Sooyoung dan menjelaskan segalanya. Namun Sooyoung menepis tangan Kyuhyun.

“Mianhae oppa, aku terbawa emosi. Mungkin tidak seharusnya aku memaksakan perasaanmu. Semua ini sudah takdir Tuhan. Mian!” jawab Sooyoung mencoba tegar dan menghapus airmatanya. Sooyoung menarik panjang nafasnya. Suasana hening selama beberapa menit.

“Kenapa So Eun-ssi dan Hyung Jun-ssi begitu lama kembali kemari?” tanya Sooyoung mencairkan suasana.

……………….

Angin di malam hari benar-benar berhembus kuat. So Eun mencoba mengancingkan jaketnya agar merasa hangat. Kini Hyung Jun dan So Eun sudah terduduk bersebelahan di taman dekat kafe.

“Hyung Jun-ssi.. Maaf kalau aku lancang. Tapi aku menyukaimu” ucap So Eun dengan ragu-ragu.

“MWO?” Hyung Jun sangat kaget sampai-sampai dia menoleh ke arah So Eun.

“Keurae. Aku menyukaimu sejak kita di SMA. Sewaktu Hyung Jun-ssi pergi ke luar negeri untuk melanjutkan kuliah bisnis. Aku sedih dan akhirnya mengurungkan niatku yang semula ingin menjadi ahli fisika. Aku langsung melanjutkan kuliah di Akademi Sekretaris. Setiap malam aku berdoa agar suatu saat kita dipertemukan kembali. Ternyata Tuhan mengabullkan doaku. Saranghae Hyung Jun-ssi” jelas So Eun tanpa berani menatap mata Hyung Jun.

Hyung Jun masih berpikir flashback dan terdiam. Tak lama kemudian, Hyung Jun meraih tangan So Eun dan menarik nafasnya.

“So Eun-ssi, jeongmal gamsahamnida karena telah mencintaiku …” jawab Hyung Jun terpotong. Suaranya seperti tertahan di tenggorokannya.

………………….

“Kyuhyun oppa, sepertinya aku harus pulang duluan karena Siwon oppa menyuruhku untuk jangan pulang malam-malam” sahut Sooyoung berbohong.

“Perlukah aku antar?” tanya Kyuhyun yang sudah bersiap berdiri.

“Ani, tidak usah oppa. Aku bisa pulang naik taksi.hehehee Terima kasih karena sudah menyempatkan waktu untuk kemari ya, oppa” Sooyoung melambaikan tangannya dan kemudian pergi meninggalkan Kyuhyun. Sooyoung menghentikan langkahnya di depan pintu cafe dan menghapus airmatanya.

“Kyuhyun oppa, kau selama ini menganggapku hanya seorang adikkah? Aku kecewa! Kenapa kau memberikan harapan dan perhatian padaku selama ini?” gerutu Sooyoung sambil sesegukan di luar pintu kafe.

“Kau akan pergi kemana?” tanya seorang pria tepat di depan Sooyoung. Sooyoung buru-buru menghapus airmatanya dan mengangkat wajahnya untuk melihat pria di hadapannya.

“Hyung Jun-ssi?”

“Ne, kau ingin pulang kan? Ayoo aku antar” ucap Hyung Jun sambil menarik tangan Sooyoung ke dalam mobilnya.

“Shiroo.. aku akan pulang naik taksi” sahut Sooyoung sedikit membentak.

“Aku tahu, pasti kau ingin menangis di taksi kan? Sudahlah, kau tidak apa-apa kok kalau mau menangis di dalam mobilku. Cepat masuk!!” Sooyoung terdiam dengan perkataan Hyung Jun barusan. Darimana Hyung Jun tahu soal pikiran Sooyoung? Itulah yang sedang berada di pikiran Sooyoung sekarang hingga membuatnya berdiri mematung di pintu mobil Hyung Jun.

“Ayo cepat masuk!” Hyung Jun yang sudah masuk ke dalam mobil terlebih dahulu, langsung menarik tangan Sooyoung dari dalam agar seggera duduk di depan menemaninya menyetir.

“AADDUUHH” sahut Sooyoung karena kepalanya terbentur saat di tarik paksa oleh Hyung Jun.

“Sakit tahu!”

“Mianhae!” ucap Hyung Jun sambil tersenyum dan memasangkan sabuk pengaman Sooyoung.

……………….

So Eun kembali melangkah ke mejanya dengan lunglai.

“So Eun-ssi, kau melihat Hyung Jun-ssi?” tanya Kyuhyun sambil memasukkan PSPnya.

“Tadi Hyung Jun-ssi bilang kalau dia masih ada urusan. Jadi dia pulang duluan” jawab So Eun datar dan kemudian duduk di sebelah Kyuhyun.

“Sooyoung-ssi kemana?” tanya So Eun balik.

“Dia juga pulang duluan karena Siwon hyung menyuruhnya untuk tidak pulang telat” jawab Kyuhyun datar. Kini tangan Kyuhyun berada di dalam saku celananya.

“So Eun-ssi bolehkah aku bertanya sesuatu yang agak sedikit pribadi padamu?” tanya Kyuhyun dengan gugup.

“Kau, ingin bertanya apa?”

“Hmm.. Bagaimana perasaanmu setelah kiss di lokasi syuting waktu itu?” tanya Kyuhyun dengan ragu.

“MWO?” So Eun kaget setengah mati. Kalau sampai dia mengatakan itu adalah First Kissnya, pasti Kyuhyun mengira kalau So Eun tidak laku.

“Iya, soal itu. Itu adalah First Kissku. Bagaimana denganmu?”

“Aku? Hmm.. sebenarnya sama. Itu adalah First Kissku jg” jawab So Eun dengan malu-malu.

“Ternyata kita tidak laku ya..hahahahahaaa” tawa Kyuhyun meledak diikuti oleh tawa So Eun.

“Kau ini. Mencaci diri sendiri sekaligus mencaciku juga tau..”

………………..

Hyung Jun memarkirkan mobilnya ke pinggir jalan. Lalu pandangannya kini melihat ke arah Sooyoung.

“Sooyoung-ssi, kau kenapa menangis?” tanya Hyung Jun sambil mencoba menghapus airmata Sooyoung dengan tissu.

“Ani, kepalaku sangat sakit saat terbentur tadi” Sooyoung berbohong.

“Hah? Sebegitu sakitnya kah sampai kau menangis karena itu?” tanya Hyung Jun khawatir.

“Sudahlah, tidak usah pedulikan aku. Lanjutkan menyetir saja” suruh Sooyoung dengan nada lemah. Sooyoung kini meraih sapu tangan pemberian Hyung Jun dari dalam tasnya. Menghapus airmatanya dengan sapu tangan itu.

“Kau, masih menyimpannya?” tanya Hyung Jun pelan.

“Mwo? Kau berkata apa?”

“Ahh tidak, lupakan saja!”

Sooyoung mencoba menghubungi Siwon, namun malah inbox ponselnya yang sedang dilihatnya sekarang. Mata Sooyoung kembali berkaca-kaca membaca satu persatu sms dari Hyung Jun. Begitu banyak sms Hyung Jun yang tidak bergitu penting namun menaruh perhatian pada Sooyoung.

“Wae?” lirih Sooyung pelan yang kini sudah menangis memandangi ponselnya sendiri.

“Kau kenapa menangis melihat ponselmu sendiri?” tanya Hyung Jun sambil sesekali mencuri pandang melihat ke arah Sooyoung.

“Ahh, ani” jawab Sooyoung menatap Hyung Jun dengan dalam.

“Kau jangan melihatku seperti itu kalau memang kau menyukaiku” sahut Hyung Jun sambil tersenyum tanpa menoleh ke arah Sooyoung.

“Kau begitu percaya diri..huuuuu” Sooyoung menyoraki Hyung Jun dan mereka kemudian tertawa bersama. Suasana kembali hening untuk beberapa saat.

“Kenapa kau perhatian padaku? Kenapa kau mau menolongku melakukan kepura-puraan ini, nyatanya Kyuhyun oppa tidak menyukaiku. Kau tahu itu?” jelas Sooyoung pelan, dia tidak berani menatap Hyung Jun jadi pandangan Sooyoung kosong menghadap ke depan.

“Aku ingin kau bahagia. Aku ingin menjadi berarti untuk hidupmu kalau suatu saat nanti kau menikah dengan Kyuhyun. Meskipun itu bukan diriku. Namun pasti kau akan mengingat orang yang sudah berjuang untuk menyatukan cintamu dengan Kyuhyun. Ya kan?”

“Tapi kenyataannya Kyuhyun oppa tidak menyukaiku!”

“Kalau begitu lupakanlah dia dan buka hatimu untuk pria yang lain”

“Pria yang lain? Nugu?” tanya Sooyoung polos. Hyung Jun berdehem dan kemudian menyalakan kembali mesin mobilnya untuk melanjutkan perjalanan mengantar Sooyoung pulang.

…………………

“Kau memberikan cincin ini kepadaku?” tanya So Eun tidak percaya.

“Ne, aku sangat yakin sekali pada hatiku. Maukah So Eun-ssi menerima cincin itu. Kalau kau menerimanya, berarti kau resmi menjadi yeojachingu artis terkenal, Cho Kyuhyun!!” jelas Kyuhyun yang diakhiri dengan tertawa kecil.

“Hmm.. Seberapa yakin kau yakin dengan hatimu?”

“Aku yakin pada hatiku 70 % namun setiaku padamu adalah 100%” Kyuhyun tersenyum sangat manis pada So Eun. Semula So Eun agak kecewa dengan perkataan 70%, namun tersenyum simpul saat mendengar 100%.

“Jeongmal?” tanya So Eun memastian kesabaran Kyuhyun.

“Keurae, kau butuh bukti?” tanya Kyuhyun balik. So Eun mengangguk bersemangat.

Tiba-tiba Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke arah So Eun. So Eun kaget dan memejamkan matanya. Kyuhyun tertawa kecil dan kemudian mengecup dahi So Eun.

Setelah itu mata So Eun kembali terbuka, Kyuhyun sedang tertawa di hadapannya. So Eun langsung mengerucutkan bibirnya dengan kesal.

“Kau mencoba mempermainkan aku ya?” tanya So Eun kesal.

“Tidak, hanya saja. Kau harus memakai ini dulu” Kyuhyun memasukkan cincin ke jari manis kanan So Eun. So Eun memandangnya dengan mata berbinar-binar dan tersenyum.

“Mulai sekarang, hanya boleh aku yang ada dihatimu! Tidak boleh ada orang lain!!” suruh Kyuhyun dengan sedikit manja.

……………….

“Ini sudah sampai di rumahmu. Cepat turun!” sahut Hyung Jun sambil melepas sabuk pengamannya.

“Kau mengusirku? Jahat!!” jawab Sooyoung yang kemudian membuka pintu mobil. Hyung Jun mengikuti Sooyoung dan melangkah pelan mendekati Sooyoung untuk mengantarnya sampai ke gerbang rumah Sooyoung.

“Hyung Jun-ah, gomawo!” ucap Sooyoung dengan pelan.

“Mwo? Kau memanggilku apa?” tanya Hyung Jun, berharap Sooyoung mau mengulanginya lagi.

“Hyung Jun-ah” sahut Sooyoung kemudian mengecup pipi Hyung Jun kilat. Hyung Jun masih saja mematung berdiri melihat Sooyoung berlari kecil. Kini pipi mereka berdua seperti kepiting rebus, memerah menahan malu.

“Cheonmaneyo, chagiyaaaa..” teriak Hyung Jun bersemangat.

“Yesss.. akhirnya cintaku berbalas.hahahahahaaaaa” Hyung Jun menari-nari bahagia di depan gerbang rumah Sooyoung sambil terus tersenyum.

Note                : Maaf ya buat Kyuyoung shipper kalau kecewa sm endingnya..Author merubah endingnya jadi couple yang baru buat penyegaran.hahahaa

Soalnya author liat di star golden bell  episode 117 (SNSD dan SS501). Di situ setiap abis Sooyoung ngomong, eh tiba-tiba Hyung Jun nyaut+senyum ke arah Sooyoung, sebaliknya juga gitu. Jadi ngeliat ada feel gitu di antara mereka berdua meskipun sampe skrg ga ada kabarnya mereka berdua pdkt atau apalah.hehehee

*author sok tahu*

Janji deh ntar di ff selanjutnya bakal ada Kyu-Soo.. ^^v

Jadi gimana couple penyegarannya?

Mohon komennya ya dari readers. Gomawo dan Mianhae ya buat yg kecewa sm endingnya!! *bungkukkin badan lebih dr 90 derajat* (berasa lg sirkus nih authornya)

20
Jul
11

First Day in Spring

Title                : First Day in Spring (Part 4)

Author            : SarSay501

Rating             : PG-17

Main cast       : Choi Sooyoung [SNSD], Kim So Eun.

Other cast      : Kim Hyung Jun [SS501], Cho Kyuhyun [Suju]


Sooyoung terburu-buru melangkah menuju ruangan kerja Kyuhyun. Dia mengetuk pintu ruangan Kyuhyun namun tidak ada yg menjawab. Akhirnya dia nekat membuka pintu dan ternyata.. Deng deng..

“Oppa, kau ini kemana sih? Aku sebal. Kenapa kau selalu pergi saat makan siang? HAH?” gerutu Sooyoung di ruangan yang tanpa penghuni.

Hyung Jun yang sedang berjalan menuju parkiran, tiba-tiba menghentikan langkahnya tepat di depan ruangan Kyuhyun. Dia mengintip ke dalam ruangan Kyuhyun, ternyata ada seorang wanita yang berdiri membelakanginya sambil terus marah-marah.

“Dasar wanita aneh!” bisik Hyung Jun. Sooyoung merasa seperti ada yang memperhatikannya, dia langsung membalikkan badan.

“APA YANG KAU LAKUKAN DISITU?” bentak Sooyoung pada Hyung Jun. Continue reading ‘First Day in Spring’

11
Jul
11

First Day in Spring

Title                : First Day in Spring (Part 3)

Author            : SarSay501

Main cast       : Choi Sooyoung [SNSD], Kim So Eun.

Other cast      : Kim Hyung Jun [SS501], Cho Kyuhyun [Suju], Choi Siwon [Suju], Choi Minho [Shinee]

Note               : Di part 2, Sooyoung akan bertukar ponsel kembali dengan So Eun. Ada yang seru di part 3 ini. Bagaimana kelanjutannya? Baca lagi yukk!

~Toko Kue~

“Ini, aku kembalikan. Oh iya, sebelumnya Hyung Jun-ssi mengirimmu sms. Lalu aku membalasnya ..” belum sempat Sooyoung melanjutkan omongannya. So Eun langsung berteriak panik.

“Aaa.. Jeongmal?”  So Eun langsung mengecek ponselnya dan mengerucutkan bibirnya.

“Masalah kita sudah selesai. Baiklah, aku pergi dulu ya!” sahut Sooyoung yang buru-buru ke N-Grill untuk menyiapkan pesta ulang tahunnya yang ke-21.

“Tunggu dulu” teriak So Eun, hal itu membuat Sooyoung ketakutan dan menghentikan langkahnya. Continue reading ‘First Day in Spring’

03
Jul
11

First Day in Spring

Title                : First Day in Spring (Part 2)

Author            : SarSay501

Main cast       : Choi Sooyoung [SNSD], Kim So Eun.

Other cast      : Kim Hyung Jun [SS501], Cho Kyuhyun [Suju], Choi Siwon [Suju], Choi Minho [Shinee], akan terus bertambah di part selanjutnya. hehehee

Note               : Di part 1, Sooyoung bertemu dengan laki-laki menyebalkan secara tak terduga, begitu juga dengan So Eun. Bagaimana kelanjutannya? Baca lagi yukk! J

~Di dalam pesawat~

So Eun sudah tertidur dengan pulas tanpa membutuhkan waktu yang lama. Tanpa So Eun sadari, kini dia bersandar di bahu Kyuhyun.

“Apa-apaan wanita ini, baru 5 menit yang lalu memarahiku. Sekarang sudah tertidur seperti kerbau” sahut Kyuhyun cuek namun lama-kelamaan dia melirik memperhatikan wajah So Eun. Jarinya pun menekan tombol ‘off’ di PSPnya.

“Kau terlihat cantik kalau sedang tertidur” sahut Kyuhyun berbisik. Continue reading ‘First Day in Spring’

15
Jun
11

First Day in Spring (part 1)

Title : First Day in Spring (Part 1)

Author : SarSay501

Rating : PG

Main cast: Choi Sooyoung [SNSD], Kim So Eun.

Other cast : Kim Hyung Jun [SS501], Cho Kyuhyun [Suju], Choi Siwon [Suju], Choi Minho [Shinee], akan terus bertambah di part selanjutnya. hehehee

Note : Ini fanfict requestan Kikikyu, semoga Kikikyu dan readers lain suka ya dengan memberi komentarnya! ^^

~Kediaman Keluarga Choi~

(Sooyoung P.O.V)

Entah kenapa aku selalu merasa lapar, serasa perutnya tidak pernah kenyang dan tidak pernah penuh diisi oleh makanan.

Oppa, aku lapar lagi, ottokae?” tanyaku pada Siwon oppa.

Mwo? Noona, kau lapar lagi? Dasar perut karet!!” sahut Minho adikku yang menyebalkan. Aku adalah anak kedua, aku memiliki kakak laki-laki bernama Choi Siwon dan adik laki-laki bernama Choi Minho. Continue reading ‘First Day in Spring (part 1)’




RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

October 2017
M T W T F S S
« Aug    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 63,289 Lovers

Tweeted

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.