Archive for the 'Uncategorized' Category

14
Jul
11

Hiatus

Hello, Pea’s here

ehmm, cuma mau ngasih tahu aja kalo aku bakalan hiatus selama, well, 2-3 minggu, pokoknya setelah mood nulisku balik deh. kalau ditanya alasannya? aku lagi kehilangan mood buat nulis Fic, bener-bener terserang virus writer block yang parah banget. udah gitu serasa gak dapet feel buat ngelanjutin Fic, krisis percaya diri juga sih he he.

Selama hiatus aku mau fokus dulu ke study dan beberapa jadwal olimpiade. terus juga kayaknya pas comeback aku mau ngelanjutin Fic2 lama yang udah lama gak dilanjut.

1. Le Pattisier Love Story – part 5

2. Something happened to my heart – part 3

3. Princess Of The Night – Part 2 (end)

4. SHELTER – Chapter 03

5. Losing You – Oneshot

6. Daddy Honey Sweet – Chapter 02

7. Angelic La Cha DevilLovha

Wew, hutang FFku makin banyak huweeee….

semuanya doakan aku supaya dapat diberikan wangsit oleh tuhan untunk melanjutkan semua fic diatas *brughhh

oh iya, buat yang mau request poster fanfic, ‘postershop’ nya masih dibuka kok.  ^^

terakhir aku ucapkan, wasallam.

– Lovely dovey PEA *

ps: bonus photo Rainbow Hyunyoung XDDDDD *kaburr

04
Jul
11

I can’t be Yours (Part 2 ; chapter 3)

Author: Me (Minsaeng)

Genre: Melow Drama, Family

Cast :  – Jung Min (SS501)

– GyuRi (KARA)

– SooHyun (U-Kiss)

– JaeKyung (Rainbow)

– SooMi (Co:Ed)

– JungShin (C.N. Blue)

– KiBum (U-Kiss)

– Park Bom <as BoMi> (2NE1)

Length : Chaptered / Series Fic

Rating : T

Read this too: part 1_1 , part 1_2, part 2_1 , part 2_2 

Part 2 : Collage

Chapter : 3 

JungMin POV

Ada-ada saja nunna, tapi memang sih perutku sudah keroncongan. Tapi bagaimana bisa makan dengan mulut seperti ini?  Walau mkannya bubur, aku juga tidak yakin. Setelah sampai aku langsung mencari toilet untuk membersihkan mulutku. Aku tidak mau dikira korban pengeroyokan massa..

“Hyung, aku cari toliet dulu yah.”

“Iya. Tapi kau mau pesan apa?”

“Samain saja dengan pesananmu Hyung..”

Setelah selesai dari toilet, tidak sengaja aku menabrak seorang nunna. Aigoo… nunna itu lagi!

“Jaesonghamnida…” aku langsung meminta maaf sambil membungkuk 90o . Aku belum sadar siapa orang yang ku tabrak.

“Jaesonghamnida.. Eh.. JungMin?” Hagh? Kenapa suaranya berubah jadi ramah dan lembut bgini? Apa aku amnesia?

“JaeKyung nunna? Kenapa bisa di sini?”

“Baru selesai makan. Ya! Bibirmu kenapa?” Dia pduli??

“Tidak pa pa..”

“Masih berdarah.. Ayo aku obati, aku punya kapas dan obat merah.”

“Mwo?” Continue reading ‘I can’t be Yours (Part 2 ; chapter 3)’

22
May
11

Attention – Feel My SOUL

Welcome To Yestory – Feel My SOUL


  •  Hai all, ada kabar gembira nih buat kalian yang suka iseng-iseng ato bikin ARTWORK seperti wallpaper, icon, signature, banner, affiliate,  fanfic poster, ataupun yang gemar photography? ayo, sekarang waktunya buat tunjukin kreativitas kamu di sini. JOIN with Us, YESTORY -Feel My SOUL. yang suka bikin Fanfiction dan puisi juga jangan mau kalah, kami juga membuka apply for writers. yang mau join, silahkan baca ‘APLLY NEW STAFF’
  • Buat semua yang berkunjung ke sini, jangan lupa buat kembali lagi ya. tapi utamakan patuhi RULES yestory ya, agar IP kalian tidak saya Banned.
  • Pengunjung baru/lama, ayo kunjungi page  ‘ScrapBook’ . Disana kalian bisa promosiin Twitter/YM/FB/BLOG/Forum kalian, bisa juga buat ajang kenalan sekaligus berteman ^__^
  • Hey Silent Readers, saya tahu kok kalian ada. Bukannya tidak senang atau apa, tapi kalau kalian begini terus, saya terpaksa  akan MEMPROTECT beberapa Post-an.
  • Terima kasih atas perhatiannya ^^
21
May
11

[Wallpaper] Sweet White

DO NOT HOTLINK

DON’T CLAIM THIS AS YOURS

AND CREDIT TO Pea @yestory.wordpress.com

Joo & Leeteuk. Cute Couple, right? I feel started to love them… kyaa and the music video, so freakin’ sweet…

hmm, this time, I use sweet white theme

Click the image to Larger version

Image and video hosting by TinyPicAh, i really..really missed our SS Boys… when they’re get back together? anyways enjoy the wallpaper

Image and video hosting by TinyPic

19
Apr
11

Lost in School [Chapter 1]

Title       : Lost in School

Cast       :

  • KARA’s Han Seungyeon
  • SS501’s Kim Kyujong

Genre   : Romantic; Comedy; Other

Rate       : Teen

Type      : Short Story

*hauu..lagi-lagi aku buat cerita lepas, lagi seneng2nya buat cerita lepas. Habisnya, tiap buat ff paten saya (Confession [Clumsy Proposal], In My Dream, dll hoho) alur ceritanya makin sesat gara-gara jalan pikiranku lagi ga jelas bentuknya hahaha 😀 *author tdak bertanggung jawab tabokin ajaa!!* hehehe, maaf ya kalo alur ceritanya agak ga jelas miaan J, please enjoy!*

~~~

“Seungyeon-ah, jangan lupa barang-barangmu!” perintah Nicole

Aku hanya mengangguk, kucek barang-barangku sekali lagi di tasku. Hmm..aku rasa tidak ada barang-barangku yang tertiggal lagi. Yah, maklum saja sistem sekolahku ini adalah moving class. Artinya, tiap pergantian pelajaran, kelasnya berpindah sesuai dengan mata pelajaran yang akan dipelajari.

Selain itu, aku juga termasuk orang yang sangat ceroboh dengan semua barang-barang alias peralatan sekolahku. Gak heran berkali-kali aku kelupaan dengan barang-barang yang aku bawa ke sekolah.

“Gimana? Udah lengkap semua barang-barangmu?” tanya Gyuri

“Aku rasa begitu, yah mudah-mudahan sih..” ucapku sambil mengikuti Gyuri yang sudah menungguku didepan ruang Laboratorium Kimia

“Jangan sampai kamu kelupaan dengan barang-barangmu, aku tidak akan menemanimu untuk mencarinya, arasso?” ancam Gyuri

Aku mengangguk sambil tersenyum kecil, perasaanku terasa tidak enak rasa-rasanya aku meninggalkan sesuatu dilaci bangkuku. Apaa ya? Ah, sudahlah jangan diperdulikan paling-paling aku belum mengerjakan tugas yang menumpuk karena aku sangat malas untuk mengerjakannya.

“Aku harap kali ini kamu benar-benar tidak meninggalkan peralatan sekolahmu di laboratorium,” papar Nicole sambil berjalan denganku dan Gyuri

“Yah, aku harap begitu. Tapi aku merasa ada yang mengganjal, aku tidak tau apa itu..” jawabku dengan santai sambil melihat beberapa buku yang kubawa

***

“Gyuri-ah!!!! Omooo!!!!”  aku berteriak histeris melihat buku latihan matematika dan novelku tidak terlihat didalam tasku

“Tuh kan, sudah kubilang kamu ini harusnya lebih teliti sebelum menuju kelas ini. Alhasil barang-barangmu ada yang tertinggal bukan?” sindir Gyuri sambil tersenyum sinis padaku

“Hah..mianhae, aku memang orang yang ceroboh..” gumamku sambil menunduk dalam-dalam

“Sudah, tidak ada gunanya mengeluh sekarang, kita cari saja sekarang..” ajak Hara yang membawa setumpuk kertas-kertas hasil ulangan kemarin lusa

Aku tersenyum memandang Hara lalu memeluknya erat-erat,

“Gomawo Hara-ya, neon cheongmal johayo,” jawabku sambil tersenyum pada Hara

“Hajiman, kalau kamu ceroboh lagi kamu akan kulaporkan pada ommamu!” ancam Hara sambil menyeringai seram padaku

Aku melepas pelukanku untuk Hara, kemudian tertawa salah tingkah. Aigoo, aku mulai merasa seperti ada diujung tanduk gara-gara kecerobohanku! Apa jadinya kalau ommaku tau kalau aku anak yang ceroboh?! Pasti dia akan memarahiku habis-habisan!

“Jamkanmanyo..” seru Gyuri

“Waegeuraeyo?” tanyaku sambil melihat Gyuri yang bterdiam diposisinya

“Saat ini sedang pelajaran atau masih istirahat?” tanya Gyuri

“Masih istirahat kurasa, waeyo Gyuri-ah?” jawab Hara dengan tenang

“Kalau buku-buku Seungyeon-ah tertinggal di Laboratorium, yang pasti dia akan bertemu dengan Kyujong sonbaenim, keutchi?” seru Gyuri

“Mworago???? Aniya-aniya, itu tidak mungkin arasso?” balasku pada Gyuri

Aigoo, mengapa aku lagi-lagi harus berurusan dengan Kyujong sonbaenim? Ya aku tau aku diam-diam menyukainya setelah mengikuti kegiatan panahan, tapi tidak harus sampai digembor-gemborkan seperti ini! Apa jadinya kalau dia tau siapa aku? Selama ini aku menjadi salah satu murid Kendo yang paling pendiam, karena aku memang tidak berani bicara pada para sonbaenim.

Mungkin aku akan jadi mulai banyak bicara saat berkumpul dengan teman-teman sebaya, tapi akan kembali seperti semula ketika para sonbaenim mulai ikut pembicaraan. Paling-paling aku hanya tersenyum atau tertawa kecil saat bahan bercandaan dimulai.

“Seungyeon-ah, kamu ini salah satu murid dari 10 murid cewek yang mengikuti kegiatan panahan. Sedangkan 20 lainnya adalah murid cowok, bukankah seharusnya paling tidak kamu memiliki keberanian untuk berbicara? Itu hal yang sangat mudah, bukan?” ucap Hara sambil menggandeng tanganku

Aku hanya mengangguk kecil dan keragu-raguanku terlihat sekali. Yah, masuk ke dalam kegiatan yang banyak murid cowok ikuti belum tentu bisa membuatku lebih berani untuk menunjukkan diriku.

***

“Seungyeon-ah, ppalli kaja!” Hara menarik-narik tanganku

Aku menggeleng-geleng cepat, aku tetap tidak berani masuk ke dalam Laboratorium, tempat dimana buku-bukuku tertinggal. Padahal aku sudah didepan ruangan Laboratorium!

“Shirho!! Aku ga mau!!!” pintaku pada Hara

Hara melotot padaku, aku tetap menggeleng ketakutan. Sepertinya mataku sudah mulai mirip seperti anak anjing yang tersesat dan meminta pada orang-orang yang lewat untuk mengadopsinya.

“Wae aniya?” tanya Hara dengan nada agak menantang

“Aa~keuge,..eumm aniyo! Pokoknya aku ga mau masuk ke dalam Hara-ya! Chebal..” pintaku sambil memelas pada Hara

Bagaimana tidak?! Jam istirahat begini rata-rata anak cowok pasti sedang main baseball atau basket dan anak cewek pasti ke kantin atau ke perpustakaan. Mengapa Kyujong sonbaenim ada didalam kelas sambil tidur-tiduran didekat jendela Laboratorium?

“Jjinja shirheoyo?” Hara menanyakan keyakinanku

Aku mengangguk pelan tapi juga ragu-ragu, aku tidak mau mengganggu waktu dimana orang sedang tidur dengan nyenyaknya. Bisa dibilang Kyujong sonbaenim tidur diatas buku yang sepertinya sedang dibaca olehnya, mungkin dia kecapekan?

Hara mendengus pelan. Lalu dia masuk perlahan ke dalam Laboratorium. Namun..

“Ya! Hara-ya!” aku berseru cukup keras ketika Hara menarikku untuk masuk ke Laboratorium juga

[sreek..] beberapa kertas jatuh dari meja guru yang tepat disampingku. Kulihat Kyujong sonbaenim bergerak sedikit tapi tidur lagi. Omona..apakah dia menyukai tidur sampai tidak terbangunkan oleh seruanku dan bunyi kertas-kertas yang berjatuhan? Hebat sekali! Jjinja daebak!

“Apa yang kamu lakukan, Hara-ya? Neo jukullae?” ancamku mulai emosi

Hara tertawa kecil mendengar ancamanku yang terdengar seperti ancaman yang ada di film-film drama korea. Aisshh!!

“Nggh..”

Kyujong sonbaenim bergerak lagi, kali ini dia mulai mengangkat kepalanya dari bukunya. Apa dia mendengar ucapanku? Aigoo, otteohkaji? Mau ditaruh dimana mukaku?

Tak lama setelah itu Kyujong sonbaenim membuka kedua matanya, lalu menoleh ke arah kami. Sialnya lagi aku berada jauh didepan Hara-ya dan Kyujong sonbaenim melihat ke arahku. Praktis, aku hanya diam mematung karena dilihat olehnya

“Neo nuguya?” tanya Kyujong sonbaenim sambil menggosok-gosok kedua matanya

“Na, Han Seungyeon imnida. Bangapseumnida sonbaenim,” ucapku sambil membungkuk 900. Aku tidak sanggup unuk melihat matanya yang sangat tajam

“Geurae, apa yang kamu lakukan disini?” tanya Kyujong sonbaenim

“Ehmm..jogi, saya ingin mengambil buku-buku saya yang tertinggal diruangan ini sonbaenim,” jawabku tetap sambil menunduk

Kyujong sonbaenim masih melihatku, lalu mengambil beberapa buku yang ada dilacinya. Itu bukuku! Kenapa bisa ada dilacinya? Kan tadi aku duduk paling depan, bukan ditempatnya Kyujong sonbaenim.

“Apakah…ini buku-bukumu?” tanya Kyujong sonbaenim sambil menunjukkan buku-bukuku

“Aa~ye sonbaenim, cheongmal kamsamnida sonbaenim!” jawabku kemudian membungkuk 900 didepan Kyujong sonbaenim

Setelah aku membungkuk didepan Kyujong sonbaenim, aku melihat Kyujong sonbaenim yang melihatku tanpa ekspresi. Tetapi masih terlihat dimatanya kalau dia masih sangat ngantuk, matanya terlihat sayu. Atau memang model matanya seperti itu?

“Igeo, berhati-hatilah dengan peralatan sekolahmu. Tadi aku menemukan buku-bukumu terjatuh didekat meja guru, jadi aku ambil saja,” jawab Kyujong sonbaenim kemudian menyerahkan buku-bukuku

“Ye sonbaenim, algeissimnida..” ucapku agak terdengar canggung

“Jogi..apakah kita pernah bertemu sebelumnya? Sepertinya aku pernah melihatmu disuatu tempat..” tanya Kyujong sonbaenim

“Ngg..keuge..[kriiiiiing!!!!!]” ujarku namun terpotong oleh suara bel masuk kelas selanjutnya

“Seungyeon-ah, kaja! Kita akan terlambat masuk ke kelas,” ajak Hara yang mulai lari ditempat, sepertinya dia sudah bersiap-siap untuk berlari

“Mianhae sonbaenim,” ucapku terburu-buru,

Yang kemudian disambut anggukan dari Kyujong sonbaenim yang masih terlihat bingung dan mengantuk sekali. Aku hanya tersenyum kecil

Kemudian aku dan Hara berjalan secepat mungkin. Tidak mungkin kita berlari-larian dikoridor sekolah, selain menimbulkan keramaian, jika sampai ketahuan oleh guru tata tertib pasti akan diberi sangsi. Aigoo, ribet sekali ya?

“Ya, Seungyeon-ah! Mengapa kamu terlihat sangat nervous tadi?” tanya Hara

“Mollayo, hanya saja saat aku mulai berbicara dengan Kyujong sonbaenim rasanya waktu berjalan dengan lambat. Jadi, cara bicaraku terdengar sangat lambat, bukan?” tanyaku balik

“Ne, majayo.. aissh, sayang sekali Seungyeon-ah! Seandainya kamu bisa bersikap lebih biasa, mungkin Kyujong sonbaenim bakal basa-basi ke kamu,” jawab Hara setelah mengangguk-angguk

“Keuddae, tadi dia bilang padaku kalau dia merasa sebelumnya pernah melihatku. Yah, aku rasa karena aku jarang absen latihan, hahaha..” jawabku membanggakan diri

“Mwoyo? Hahaha..kamu ini, atau jangan-jangan sebenarnya dia mengamatimu dari kejauhan saat kegiatan panahan ya? Hahaha,..” tawa Hara menggelegar kemana-mana

Aku hanya berkata ‘Ssst!!!’ habisnya, aku merasa dia dilihat oleh guru yang ada diruangan lain. Omoo, Goo Hara memang anak ajaib! Hehehe..

***

…aisssh.., aku mati kutu di lapangan. Sendirian..gak ada siapa-siapa..sepi.., huaaahh!!!!! Katanya hari ini ada latihan panahan dan gak boleh terlambat, kenapa tidak ada yang datang tepat waktu?! Disaat aku ingin bersantai pada hari sabtu seperti ini malah disuruh datang ke sekolah.

Hanunim.., aku benar-benar mati kutu, mati menjamur disini. Sudah 30 menit aku tunggu kedatangan anggota yang lain, tapi mengapa belum ada yang datang?

“Arrrggghhhh!!!!! Aku mati kutu!!!!! Dimana yang lain????” teriakku sambil menghentak-hentakkan kakiku

“Museun mariya? Mati kutu?” eh, nugura?

Aku menoleh ke sampingku,..kyaa!!! Kyujong sonbaenim baru saja datang! Mana dia mendengar teriakanku yang benar-benar keras!? Pasti terdengar oleh penjaga sekolah dan anggota klub-klub lain.

“Kamu sudah datang daritadi?” tanya Kyujong sonbaenim sambil meletakkan tasnya

“Hmm..ne sonbaenim,” jawabku sangat singkat

Kyujong sonbaenim mengangguk mendengar jawabanku, lalu dia duduk disebelahku. Aku menjaga jarak sedikit, aku tidak mau berada didekatnya. Bukan berarti aku marah atau apa pada Kyujong sonbaenim hanya saja aku merasa canggung jika ada didekatnya. Pasti aku hanya bisa diam,

“Kamu anak baru ya?” tanya Kyujong sonbaenim setelah diam agak lama

“Aa? Aniyo sonbaenim, a-aku..” jawabku agak gugup

“Aniyo, maksudku kamu hoobaeku yang masuk klub panahan?” ujar Kyujong sonbaenim memotong jawabanku

Aku mengangguk agak janggal, sudah jelas daritadi aku memanggilnya sonbaenim mengapa dia masih menanyakan hal yang tidak perlu dipertanyakan lagi?  Yah, mungkin karena aku tidak terlalu aktif berbicara saat kumpul bareng anggota-anggota klub panahan yang lain.

“Aa..geuraesso,” ucap Kyujong sonbaenim

Diam lagi, suasana canggung lagi-lagi terasa diantara kami. Ppali Han Seungyeon! Kamu harus memulai bicara daripada terus menerus saling diam, ppalli marhae Han Seunyeon!!! Tapi mengapa aku tidak berani melihat wajahnya yang terus menerus memandangi langit?

“Neo..” [Kyujong] “Jogi..” [Seungyeon]

Aigoo, mengapa sampai bersamaan? Sekarang bukannya malah cair suasananya malah semakin canggung! Kyujong sonbaenim berdeham sedikit, aku menunduk agar tidak merasa semakin canggung.

“Sonbaenim saja yang duluan berbicara,” kataku memulai pembicaraan

“Aa, aniyo neo ppalli..” papar Kyujong sonbaenim, kulihat dia tersenyum sedikit

“Aniyo sonbaenim, tidak sopan jika aku yang hoobae nya sonbaenim memulai pembicaraan. Lebih baik sonbaenim yang berbicara duluan,” jawabku sambil tetap menunduk

“Geuronikka, apa kita sebelumnya pernah bertemu? Maksudku, bukan seperti saat kegiatan klub ini,” tanya Kyujong sonbaenim

Aku tertawa kecil, rupanya Kyujong sonbaenim menderita amnesia ringan. Padahal kemarin sudah gugup salah tingkah didepannya saat mengambil buku-bukuku yang tertinggal.

“Hmm..ne sonbaenim, kemarin saat di laboratorium aku mengambil buku-bukuku yang tertinggal. Saat itu kalau aku tidak salah, sonbaenim tertidur dikelas,” jawabku tetap tidak melihat Kyujong sonbaenim

“Hmm? Geuraeyo?” tanya Kyujong sonbaenim, mungkinkah dia sekarang menatapku tidak percaya?

“Ne, geuraeyo sonbaenim.. Mianhamnida,” jawabku berusaha untuk tetap tenang

“Hahaha, geuraesso.. Gwenchanta, kamu tidak perlu minta maaf hanya karena kamu melihatku tertidur dikelas. Lagipula saat itu sedang istirahat, keutchi?” papar Kyujong sonbaenim

“Aa.. ye sonbaenim,” ucapku tetap menunduk melihat tanah

“Waegeuraeyo? Mengapa kamu terdengar begitu canggung padaku?” tanya Kyujong sonbaenim, dia terlalu banyak tanya juga rupanya

“Ani-aniyo sonbaenim, hehehe..” aku menjawab semakin gugup, aigoo otteohkaji?

“Hahaha, tidak perlu canggung padaku. Karena kita sama-sama anggota klub panahan, kita tidak boleh canggung seperti ini, arayo?” ucap Kyujong sonbaenim lalu berdiri

“Ne sonbaenim, arasso..” jawabku kemudian mengangguk

Aku berusaha melihat wajahnya, degupan jantungku terasa semakin keras saat melihatnya memandang jauh ke arah klub baseball yang juga sedang berlatih. Entah mengapa suasana disekitarku terasa hangat, yah..memang waktu sudah menunjukkan jam 3 sore. Matahari juga menunjukkan cahaya orangenya

“Ya! Kyujong-ah, kamu darimana saja? Latihannya sudah dimulai 15 menit yang lalu!” panggil seseorang dari lorong aula

Rupanya Youngsaeng sonbaenim sudah datang daritadi juga, kenapa aku tidak menyadarinya?

“Mwo? Jjinjayo? Arasso arasso Youngsaeng-ah, aku akan kesana sekarang!” jawab Kyujong sonbaenim

Lalu Kyujong sonbaenim memanggul tasnya, aku juga ikut berdiri mengikutinya. Kucek lagi barang-barangku, aku khawatir ada barangku yang tertinggal. Karena tadi aku mengeluarkan sebagian barangku,

“Kaja, jangan sampai barang-barangmu tertinggal,” ajak Kyujong sonbaenim

“Ne sonbaenim, algeisseumnida..” jawabku sambil mengikuti jalannya

Hanunim, chongmal kamsahaeyo. Aku tidak mati kutu tadi, setidaknya ada yang menemaniku. Walaupun kehadirannya hanya membuat jantungku terus berdegup kencang, tapi aku senang bisa berbicara banyak dengan Kyujong sonbaenim

***

“Gyuri-ah, mengapa kamu tidak memberi tau ku jika latihan panahannya di lapangan yang lain?” tanyaku pada Gyuri yang juga mengikuti kegiatan panahan saat istirahat

“Neo, chongmal baboyeosso..~,” jawabnya sambil merapikan rambutnya yang berantakan

“Mwo? Museun soriya?” jawabku agak kesal

“Ternyata kamu benar-benar tidak melihatku saat lewat agak jauh didepanmu, habisnya kamu menunduk terus saat berbicara dengan Kyujong sonbaenim,” ujar Gyuri

Aku berkelejat kaget, kulihat wajah Gyuri yang sedang tertawa kecil. Lidahku terasa sangat kelu, padahal aku ingin mengucapkan banyak perkataan dan pertanyaan pada Gyuri. Aigoo hanunim, waegeuraeyo?

“Neo, nan boyeoyo?” tanyaku agak gugup

“Majayo! Kalian kayaknya asik banget ngomong-ngomongannya, sampai-sampai kalian berdua tidak melihatku saat lewat didepan kalian berdua,” goda Gyuri

“Ya!! Park Gyuri!!!” seruku

Semua orang melihat ke arahku, aku langsung menunduk malu. Aissh, chongmal! Mana Gyuri juga ikut-ikutan melihatku dengan pandangan yang jahil!

“Ya, sampai kapan kamu mau melototiku? Udahlah biasa aja,” jawab Gyuri

“Gyuri-ah, gojitmal! Kamu benar-benar tidak lewat didepanku, kan?” tanyaku untuk meyakinkan

“Kemarin kalian duduk didekat aula kan? Kemudian, Kyujong sonbaenim terus-terusan ngelihat ke arah anak-anak yang lagi main baseball, kan? Keurigo, kamu terlihat sangat malu-malu untuk melihat ke arah Kyujong sonbaenim yang sedang menatap jauh ke arah pemain baseball, kan?” ucap Gyuri

Aku hanya dapat menghela nafas, ternyata memang Gyuri melihat saat aku dan Kyujong sonbaenim sedang saling berbicara. Apakah benar-benar terlihat jelas di mukaku ketika saat aku ingin sekali melihat Kyujong sonbaenim?

“Ya! Gyuri-ah!” panggil seseorang dari kejauhan

“Aa~ ne Jungmin oppa, museun maritchi?” tanya Gyuri pada Jungmin sonbaenim

Jungmin sonbaenim melihat ke arahku, aku hanya tersenyum sambil menunduk menyapa Jungmin sonbaenim. Dia membalas senyumanku, dia terlihat sangat ramah.

“Apa dia anak baru?” bisik Jungmin sonbaenim, tapi aku masih bisa mendengar suaranya

“Mwo? Dia sudah lama disini oppa, hanya saja dia memang pendiam,” jawab Gyuri

Aku hanya tertawa kecil, mereka ini terlihat sangat cocok sekali. Sama-sama aktif berbicara, dan terlihat sangat lucu ketika berbicara satu sama lain.

“Aa~ annyeong!” sapa Jungmin sonbaenim padaku

“Ngg..a-annyeong sonbaenim..” balasku agak gugup, Jungmin sonbaenim terkekeh kecil

“Irumi mwoyeyo?” tanya Jungmin sonbaenim lalu duduk disamping Gyuri

“Han Seungyeon imnida, sonbaenim,” jawabku

“Aa~arayo. Hmm..tadi kalau tidak salah saat aku datang, aku melihatmu saling berbicara dengan Kyujong-ah. Kalian saling mengenal?” tanya Jungmin sonbaenim

[blush!!] Aigoo, aku kira cuma Gyuri yang melihatku ternyata tidak hanya dia! Bahkan teman dekat Kyujong sonbaenim juga melihatnya, aigoo ijen otteohkae?!

“A-a-animnida sonbaenim, a-aku hanya..”

“Geuronikka, kalian pacaran?” potong Jungmin sonbaenim sambil melihatku penasaran

“Hahahahahaha…” Gyuri tertawa sangat keras

Jantungku terasa sangat lemah untuk berdetak, badanku juga terasa sangat kemas. Rasanya sudah seperti aku akan pingsan, hanunim wae ireohke?

“Jadi kalian benar-benar pacaran?” lanjut Jungmin sonbaenim terlihat sangat bersemangat

“Animnida sonbaenim, aku hanya tidak sengaja saling bertemu dan saling mengobrol. Hanya kebetulan sonbaenim,” jawabku sambil mengatur nada bicaraku

“Haa..jjinjayo? Haa~ akkapta, aku kira dia akan punya yeojachingu untuk pertama kalinya. Habis dia terlalu sibuk dengan kegiatan panahan dan organisasi kesiswaan, selain itu dia juga kordinator bahasa inggris di sekolah ini,” keluh Jungmin sonbaenim

Aku terbatuk sangat keras, omo..yeojachingu yang pertama? Mengapa aku sampai tidak tau kalau Kyujong sonbaenim saking sibuknya tidak pernah berpacaran? Aa~aku juga tidak pernah pacaran sih, yang jelas aku hanya sering menyukai orang biasa. Tapi, aku rasa perasaanku tidak seperti itu pada Kyujong sonbaenim dari awal kelas sepuluh.

“Lho? Kyujong sonbaenim tidak pernah pacaran?” tanya Gyuri seakan-akan bisa membaca pikiranku

“Hmm..keurae, lebih seringnya hampir berpacaran. Entah mengapa ditengah-tengah perjalanan malah ngambang gak jelas, sampai akhirnya tidak ada hubungan lagi, padahal tinggal satu langkah lagi,” cerita Jungmin sonbaenim

“Mwo? Mengapa bisa begitu?” lanjut Gyuri

“Beberapa yeoja yang kenal dekat dengannya dan sepertinya memiliki perasaan padanya berusaha untuk mendekatinya lebih jauh, tapi yang ada mereka tiba-tiba berhenti. Sepertinya Kyujong-ah tidak begitu mengerti tentang cinta,” jelas Jungmin sonbaenim yang mulai overacting, hehehe

“Jjinjaro? Apa Kyujong sonbaenim benar-benar belum berpacaran sama sekali?” tanya Gyuri sekali lagi

Jungmin sonbaenim mengangguk pelan lalu memandang aneh ke arahku yang daritadi melihati mereka sambil melamun tidak pasti

“Apa Gyuri-ah menyukai Kyujong sonbaenim?” tanya Jungmin sonbaenim

“Uhuk..nee?” ulangku agak kaget

“Mworago? Kata siapa?” sentak Gyuri, wah dia berani juga menyentak seorang senior yang terpandang di SMA ini

“Habis, daritadi kamu terlihat bersemangat sekali jika bertanya tentang Kyujong-ah. Jangan-jangan kamu menyukainya, ya?” keluh Jungmin sonbaenim

“Aigoo Jungmin oppa, seharusnya yang dipertanyakan adalah Seungyeon-ah, habis daritadi dia hanya bisa diam. Padahal tadi kan dia berduaan dengan Kyujong sonbaenim,” sergah Gyuri

Sejenak diam saat Gyuri mengucapkan ‘Padahal tadi kan dia berduaan dengan Kyujong sonbaenim’, benar-benar hening disaat ramai-ramainya anak-anak beristirahat. Jungmin sonbaenim melotot marah pada Gyuri, Gyuri pura-pura tidak melihatnya

“Mianhae..,” bisik Gyuri padaku

“Neo!” ucapku geram,

Karena suasana istirahat ini bukannya tenang dan rileks, malah menjadi seperti sesi wawancara pers dan membuatku semakin gerah. Yang membuatku agak heran yang bertanya bukannya yeoja (ada sih cuma 3 anak), melainkan kebanyakan namja. Apa mereka homo ya? Ya! Andwae!

***

[tess..tess..tess]

Yah, hujan! Mana aku gak bawa payung lagi! Duh, benar-benar sial!

“Seungyeon-ah, kamu tidak pulang?” tanya Nicole yang sedang memakai jas hujan yang lucu

“Aniyo, aku tunggu sampai benar-benar reda, aku tidak ingin terkena flu,” jawabku sambil menggosok-gosok lenganku yang terasa dingin

“Hmm..keurae, oh iya tadi Hyori unni titip pesan padaku katanya kaligrafi tidak ada latihan, dia memintamu untuk membawakan absensi kaligrafi yang kemarin padanya,” ujar Nicole

“Ah ne, ara~,” jawabku sambil tersenyum

Nicole berlari-lari kecil seperti murid yang lain, aissh! Aku ingin pulang, tapi betapa bodohnya aku meninggalkan payungku diruang perpustakaan, sampai-sampai saat kucari sudah tidak ada. Aku benar-benar yeoja yang ceroboh!

“Seungyeon-ah!” panggil seorang namja yang terlihat cukup basah kuyup

“Aa~waeyo, Jungmin sonbaenim?” tanyaku agak bingung

“Apa kamu melihat Kyujong-ah?” tanya Jungmin sonbaenim benar-benar kelelahan

“Animnida sonbaenim, memang ada apa?” tanyaku balik agak khawatir

“Dia bilang, dia balik ke sekolah setelah pulang mendadak ke rumahnya, ada barang yang tertinggal,” ucap Jungmin sonbaenim

“Ne? Pulang mendadak?” ulangku agak kaget

“Ehmm..dia agak sakit, jadi kuantar dia pulang karena rumahnya tidak terlalu jauh dari sini. Tapi 45 menit setelah sampai dirumahnya, dia menelponku tentang hal tadi,” papar Jungmin sonbaenim

“Hajiman, aku benar-benar tidak melihatnya sonbaenim,..” kataku mulai hilang konsentrasi

“Jjinja? Aissh dia benar-benar merepotkan!” umpat Jungmin sonbaenim lalu menghentakkan kakinya

“Ne sonbaenim, apa kita cari saja?” usulku mulai kehabisan akal

“Aa! Majayo! Ayo kita cari saja dia,” ajak Jungmin sonbaenim

“Keunde, biasanya Kyujong sonbaenim ada dimana kalau mencari sesuatu?” tanyaku

“Hmm..eodi? Apakah dia ada di Laboratorium?” ucap Jungmin sonbaenim ragu-ragu

“Geuronikka, kita cari saja sonbaenim, kita berpencar saja,” paparku tanggap

Jungmin sonbaenim mengangguk. Lalu kita berjalan ke dua arah yang berbeda, aku berjalan sangat cepat. Entah perasaanku terasa sangat khawatir dan bingung, bagaimana tidak? Kyujong sonbaenim juga sedang sakit kok dibelain ke sekolah untuk mencari barangnya yang hilang?

Sampai dikoridor dekat kantin, tetap tidak ada siapa-siapa. Sepi, sore mulai menghilang berganti dengan malam. Aigoo, Kyujong sonbaenim! Eodiya?! Ppalli marhae!

Sekarang aku sampai didekat koridor penghubung aula dan perpustakaan, kulihat walaupun samar-samar ada bangku panjang yang agak basah. Mungkin sudah diduduki oleh Jungmin sonbaenim?

[duggh!! Bruuk!!!]

“Waaa!!!!!”

**~~To Be Continue~~**

02
Mar
11

I Can’t Be Yours (Part 2; chapter 1)

Author: Me (Minsaeng)

Genre: Melow Drama, Family

Cast :  – Jung Min (SS501)

– GyuRi (KARA)

– SooHyun (U-Kiss)

– JaeKyung (Rainbow)

– SooMi (Co:Ed)

– JungShin (C.N. Blue)

– KiBum (U-Kiss)

– Park Bom <as BoMi> (2NE1)

Length : Chaptered / Series Fic

Rating : T

Read this too : Part 1_1, Part 1_2 .

Part 2 : Collage

Chapter : 1

Musim gugur GyuRi dan kedua adiknya berlalu dengan hangat. Kini liburan musim gugur telah usai. Mereka kembali seperti semula, GyuRi sebagai desainer, dan SooHyun dengan JungMin sebagai seorang mahasiswa. Mengikuti jejak GyuRi, SooHyun memulai bisnis café bersama JungMin. Berkat bisnis café ini SooHyun dan JungMin akhirnya bisa membiayai iuran kuliahnya sendiri.

SooHyun kini memasuki semester terakhirnya di jurusan arsitektur. Sedangkan  JungMin yang baru memasuki semester keduanya di jurusan hukum menemukan sesuatu yang baru. Sesuatu yang membuatnya bahagia dan juga membwtnya harus bersaing dengan SooHyun.

Masa’ kuliah dimulai…

JungMin POV

“Hari ini sudah masuk kuliah lagi, psti bkal membosankan… Huft..” keluhku di dalam hati. Mau diapakan lagi? Kuliahku memang membosankan, nilai’ ku biasa’ saja, teman’ ku juga sdikit di sini. Apa memang atmosfernya yang aneh disini, ataukah aku yang tidak bisa beradaptasi?  Aku tidak bisa bertahan dengan semuanya yang berjalan sangat lancar skarang, sebaliknya, aku lebih menyukai banyak masalah  di sekolah dulu. Saat sekolah dulu aku sering dihukum karena kecerobohanku, atau karena keisenganku, tapi sekarang?? Tidak ada hukuman lari kliling lapangan, lompat kodok atau membersihkan kelas, membosankan bukan??

“Huft~ michigetta..” aku tiba’ berbicara sendiri smbil mengacak-ngacak rambut.

“Neon waegeure JungMin-ah?” tiba teman sebangku ku JungShin menanyaiku dengan wajah prihatin. Apa dia pikir aku kesurupan?

“Hmmh aniyo.. hehehe..” aku sdkit nyengir kpdnya, jelas sekarang pst dia mengira aku kesurupan.

Aku langsung pergi ke toilet meninggalkan JungShin yang kebingungan. Dia teman yang plg dkt dgnku skarang, dia lebih pintar drku dan kadang sering membantu ulanganku.  Dia anak yang baik tapi sangat pemalu,  terutama pada BoMi. Ya bgitulah, apalagi kalau bkan karena ad bnih’ asmara. Sebenarnya aku mau membantunya karena aku cepat bergaul dengan yeoja, tapi BoMi, dia terlalu populer di kampus. Dan lagipula aku tidak mau repot’ mengurusi urusan orang, aku sendiri saja blum dapat pasangan…

Temanku yang satu lagi JunHyung, hari ini tidak klihatan. Memang seingatku dia masih di Amrik hari ini. Aku lupa untuk apa dia ke sana, yang jelas kepulangannya msih 1 minggu lagi.

SooHyun POV

“Ahh.. hari ini sepi skali klas ini. Apa masih pada liburan?” aku bergumam sendiri lagi skarang. Kenapa tadi aku begitu terburu- buru? Masih ada 20 menit, harusnya tadi aku msih bisa santai’ di kamar.

“Sunbae..” seorang yeoja sepertinya memanggilku. Itu sepertinya BoMi.

“Nae??” aku bertanya smbil menunjuk diriku sendiri, aku tidak yakin dia memanggilku. Dia tidak menawabnya tapi hanya mengangguk smbi tersenyum kcil. Aku berjalan menuju ke luar kelas. Apa yang mau dia katakan? Kita blum sling knal sblumnya, aku hanya tau namanya dari tmanku.

“Wae BoMi –shi?”

“Hhhm.. Oppa, namamu SooHyun  kan?? SooHyun oppa??”

“Ne, wae?”

“Dongsaeng mu JungMin kan? Ehmm.. maksudku JungMin yang sekelas dgnku. Dia adikmu kan?”

“Geurae.. Maljayo.. Waeyo BoMi –shi?”

“Mianhae, aku blum memperknalkan namaku. Aku buru’, aku mau titip ini untuk JungMin. Gomapseumnida.. bye..”

BoMi menarik tangan kananku dan menaruh sbuah kotak biru. Lalu pergi.. Ada apa dengan anak ini?? Aneh.. Dan terlebih lagi ini untuk JungMin. Apa ini tandanya dia naksir dengan adikku?? Wahh JungMin jinjja daebak.. Perempuan secantik BoMi bisa bertekuk lulut dgnnya. BoMi juga baik dan pintar setahuku, tapi knpa slama ini JungMin tidak crita apa-apa pdaku? Apa dia blum tau? Mungkin..

Aku penasaran dengan isi kotak ini, apa aku buka saja?? Ahh tidak, tidak, pst BoMi akan marah kalau dia tau. Lagipula tidak sopan kalau aku buka seenaknya. Hahh.. beruntung skali kau JungMin..

JungMin POV

Haahhh knapa kantin hari ini ramai skali?? Benar-benar mengurangi nafsu mkanku.. Kalau antriannya sepanjang ini bisa kburu mati klaperan aku.. Huft..

“Heii… JungMin-ah..!!” dari jauh seseorang melambai- lambai pdku. JungShin rupanya. Sepertinya dia memberi isyarat untuk ke mejanya. Tapi antrianku?? Sudahlah, lagipula aku malas mengantri. Mungkin dia membelikan makanan untukku.

“Wae?” aku menghampirinya dan langsung duduk di sbelah kanannya. Ada 1 paket makanan kantin disitu. Spertinya untukku. Beruntungnya..

“JungMin ini untukmu saja. Aku tidak nafsu makan.” Dia berkata sambil mendorong nampannya ke arahku.

“Huh?? Baiklah.. gomawo .. J Eh, tapi knapa? Oddie ampha?” sepertinya aku tralu sadis, tapi mau bgaimana lagi perutku sudah meraung-raung.

“Hobshi… Na tu moreugeseo..”

“Ada masalah?? Critalah pdku mungkin aku bisa membantu.”

“Emhh, ani..”

“Lalu??”

“Sudahlah lupakan.. Makan saja..”

“Ne, gomawoyo.. Nan jinjja paegopa.. hehehe.. tapi kalau ad apa-apa cari aku saja, Ok? “

“Tentu, makanlah yang banyak.. hahaha..”

“Nanti aku ke rumahmu ya? Rumahku membosankan.. Boleh kan?”

“Ehmm aku tak yakin. Lain kali saja ya.”

“Wae? “

“Andwaeyo.“

“Waeeee..?? JungShin-ah chebal…”

“Mothaeyo, jinjja mothae.. Mian..”

“Hmmhh… Ye, ye,ye. Gwaenchana…”

Kenapa ya akhir’ ini JungShin selalu melarangku ke rumahnya? Memangnya ada apa dengan rumahnya?  Rumahnya besar, sejuk, juga rapi. Apa salahnya mampir ke rumahnya sesekali? Pasti ada sesuatu… Huh.. JungShin-ah knapa kau tidak mau crita pdku? Apa mungkin itu masalah pribadi? Mungkin. Kalau iya, berarti aku tak boleh mengungkitnya lagi. Ya, lebih baik bgitu. Dia temanku, pasti dia akan crita kalau membutuhkanku.

Brarti aku harus menyusun rencana lain supaya tidak pulang cepat hari ini. Oya… !! Mampir saja ke café dulu. Hehehe.. btul-btul…

15:20 =>Bubaran kampus.

SooHyun POV

“Aigoo.. aku lupa hari ini ada janji interview dengan pegawai baru di café”  aku baru sadar stelah melihat surat lamaran kerjanya yang ada di tasku. Langsung aku buru’ memasukkan barang’ku ke tas dan bergegas ke café.

“Ahh spertinya hampir telat..” Bagaimana ini aku tidak mau di cap sebagai pemimpin yang tidak disiplin, walau kadang kenyataanya memang bgitu..Stelah sdikit ngebut , akhirnya sampai, dan belum terlambat. Untunglah, selamat sudah image ku.

Kantorku / lebih pantas disebut ruanganku ada di lantai dua. Di sana ad sbuah meja, laptop , 2 kursi biru dan 1 set sofa putih. Sederhana skali bukan? Sesuai dengan pekerjaanku. Karna sebenarnya aku tidak melakukan apapun di sini. Tugasku dan JungMin hanya mengontrol konsep luar café ini saja. Sedangkan urusan lainnya diurus oleh General Manager Wang.

Smbil menunggu pegawai itu datang, aku duduk di sofa dan membaca surat lamaran kerjanya. Namanya Kim JaeKyung , umurnya 2tahun lebih muda drku, pernah bekerja sebagai pegawai restoran, pegawai butik, cashier minimarket, guru les, penjaga perpustakaan. Hebat juga yeoja ini. Karna dia sudah sering jadi pegawai toko apa langsung aku terima saja? Ahh jangan, nanti pasti pegawai lain mengira aku tidak adil. Hahh susah skali mengmbil kputusan di sini..

Tiba-tiba ad ssorg masuk ke ruanganku, dan ternyata.. JungMin. Knapa dia bisa datang ke sini?

“Jung Min!!”

“Hehehe… Hyung..” dia spertinya tersenyum pahit padaku.

“Kenapa kau datang ke sini? Bukannya langsung pulang malah mau nongkrong di sini??”

“ Ah.. aniyo, aku bosan di rumah jadi aku ke sini. Lagipula kau juga di sini.”

“Hah aku memang ada urusan jadi ke sini. Ada pegawai baru yang harus di interview.”

“Bnarkah? Namja atau Yeoja??”

“Yeoja.. Dasar kau ini bukannya sudah punya BoMi?”

“BoMi????”

“Ia, tadi dia menitip ini utkmu. Bukalah, aku pnasaran dengan isinya.”

JungMin POV

Hagh.. Apa-apaan ini? Masa BoMi naksir dgnku? Lalu apa yang hrus kujelaskan pada JungShin nanti? Ahh semoga saja hadiah ini tak ada maksud apa-apa..

“Ne” sambil kubuka pita’ yang mengikat kotak biru ini, hati dan otakku benar-benar jadi cemas. Kubuka perlahan tutup kotaknya dan berharap kalau isinya kosong. Tapi aku malah menemukan spasang  gelang, spertinya gelang couple. Juga bertuliskan “JungMin-nie ” dan satunya lgi “ BoMi-nie ”. Ottokhae??

“Ahh.. yeppeun.. “ SooHyun berakata seraya mengambil kedua gelang tsb. Lalu ada terlihat ada sebuah surat tersisa di kotak itu. Aku membuka dan membacanya.

Kau pasti sudah tau aku BoMi dr SooHyun sunbae. Kau pasti mengerti maksud gelang ini. Aku suka padamu dr pertama melihatmu saat masuk kampus. Mungkin kau terkejut dengan smua ini, tapi perlu kau tau, perasaanku ini tulus. Jadi pakailah gelang ini besok kalau kau menerima perasaanku. Namun kalau kau tidak menerimanya, buang saja gelang ini dan pakai pita tadi di tasmu bsk. Arasseo?? Aku sangat berharap pdmu.

Saranghaeyo,

BoMi

Duhh, Ottokhae? Ottokhae?? Ottokhae??? Hahh BoMi-ah apa yang kau suka drku?? Kau seharusnya memberikan ini pada JungShin.. Bagaimanapun walau BoMi baik, cantik dan tulus, tetap saja aku tidak punya perasaan apa-apa pdnya. Jadi lebih baik aku menolaknya saja, memang ini pasti akan menyakiti perasaannya. Tapi, perasaan JungShin lebih penting.

Aku langsung merobek kertas it kcil’ dan membuangnya di tong sampah di dktku. Aku tak mau SooHyun tau soal ini. Kalau dia tau, pasti akan lebih rumit lagi. Lagipula dia bukan babysiter ku kan? Tidak semua masalahku hrus dibantu olehnya. Dan utunglah tiba-tiba calon waitress it datang dan mengalihkan perhatian SooHyun dari gelang itu.

“Annyonghaseyo..” yeoja itu berkata seraya tersenyum kecil.Aku hanya melihat wajahnya sekilas dan langsung menyimpan gelang itu. Semoga saja Hyung akan lupa..

SooHyun POV

“Ne, annyonghaseyo…” Aku tiba” menoleh ke arah pintu dan yeoja waitress itu ternyata. “Ah, yeppeun. Jinjja yeppeun. Ahhhh, phabo.. dia di sini untuk bekerja bukan untuk jadi pcarmu SooHyun … sadarlahh..” Sekarang aku sedang bergumam pda diriku sendiri sambil melangkah menuju mejaku yang letaknya hanya bbrapa ubin dari sofa ini. Lagipula kenyataannya mna mungkin yeoja putih , polos, lucu dan secantik dia blum punya pacar?

“Anjuseyo, JaeKyung-shi”

“Ne, gamsahamnida..”

“Bisa aku mulai skarang interviewnya?”

“Ne”

“Aku sudah tau pengalamanmu menjadi seorang waitress sudah banyak. Jadi aku hanya ingin bertanya, knpa menurutmu pekerjaan ini sangat penting?”

“Tentu, karna hidupku bergantung  pada pekerjaan ini. Aku butuh uang untk membiayai adikku. ”

“Orang tuamu tidak bekerja??”

“Ani, aku yatim piatu sejak 3thn yang lalu.”

“Mianhae, nan moreugeseo..”

“Gwenchana, apa aku diterima?”

“Emhh… Geurae… Kau kan sangat membutuhkan pekerjaan ini, lagipula kau sepertinya pekerja keras.”

“Ne, gomaseupnida..”

Dia langsung tersenyum lebar saat itu, matanya juga berseri-seri. Entah knapa aku menjadi merasa sangat phabo, dari tadi aku hanya melamun sambil memandang wajahnya. Apalagi jantungku. Jantungku jadi “gila” skarang, seperti habis dikejar king kong. Apa ini yang namanya “Love at first sight”? Spertinya, ya. Dan sekarang, malahan aku jadi bertatapan dgnnya. Ttpi untunglah sbelum aku terhipnotis lebih dalam, JungMin telah menyelamatkanku.

“Hyung, knpa nunna ini tidak membawa ijazah SMA nya? Nunna, apa kau elum lulus SMA?”

“Ne, bgitulah…”

“Mwo?? Jinjja?? Hyung, bagaimana bisa kita menerimanya kalau SMA saja dia belum lulus?”

“JungMin-ah.. Pelankan suaramu. Tidak sopan..” aku berbicara dengan sdikit berbisik pada JungMin. Aku juga tidak tahu harus berkata apa, karena kenyataannnya aku juga sdikit terkejut di sini.

“Aku tidak punya waktu dan uang untuk sekolah.  Aku yatim piatu dan tidak pny warisan apa-apa. Bagaimana aku bisa meneruskan sekolah? Aku juga harus membiayai adikku dan membantu perekonomian kakek dan nenekku di desa. Jadi ,aku putuskan untuk berhenti sekolah dan mulai bekerja.”

“Baiklah, aku mengerti. Dengan pengalamanmu saja aku sudah yakin kau bisa bekerja dengan baik.”

“Mianhae, harusnya aku jelaskan dari tadi.”

“Chihhh… Phabo.” Itulah apa yang kudengar dari JungMin. Entah ia mengatai siapa. Yang jelas aku sadar aku benar-benar phabo.

“Ya, bocah! Memang aku ini phabo. Tapi setidaknya aku tidak pernah menghina orang yang lebih bodoh drku. Aku tidak sombong seperti kau.”

“Ohh.. Ada yang marah rupanya.. Mianhae…. puas? Becanda saja tidak bisa..”

“Sudah-sudah… Jgn dipermasalahkan..”

JaeKyung POV

Aigoo… Anak ini sombong skali. Brani”nya dia mengatakan aku phabo. Memang’a dia lebih pintar drku? Kalau aku kuliah skarang , pzt juga aku bakal lebih pintar dari dia. Hahh.. siapa peduli? Yang penting aku sudah mendapatkan pekerjaan ini. Heii.. tunggu…. jadi kalau mereka bersaudara, brarti aku juga jadi bawahannya sekarang. Menyedihkan skali pny atasan seperti dia. Huuhh bocah ini mana bisa jadi manajer? Terlihat skali dia masih kekanak-kanakan. Tapi dia benar-benar berbeda dari kakaknya. SooHyun? Apa benar namanya SooHyun? Dia baik skali pdaku, dan dari matanya saja aku tau dia orang yang baik dan tulus. Ahh.. ye ye.. Dia juga lebih tampan dari adiknya. Ahhh  phabo ya, JaeKyung-ah… Ireonabwayo.. Kau disini untuk bekerja bukan untuk blind date.

Dan ternyata hanya aku disini yang sedang melamun. Tapi untunglah tak ada yang menyadarinya, SooHyun sdg melihat” surat lamaranku dan adiknya sdg tiduran di sofa sambil mendengarkan Ipodnya.

“Jadi besok aku sudah mulai kerja?” aku kembali memulai pembicaraan dengan SooHyun.

“Ye, kalau perlu hari ini kau sudah bisa mulai. Kalau kau mau…”

“Ehm. Choa.. Aku harus banyak belajar disini. Karena kelihatannya hanya aku yang belum lulus SMA” aku sengaja meninggikan intonasi untuk mengganggu si sombong JungMin itu.

“Ya!! Nunna nol waeire?  Bukannya tadi aku sudah bilang mian?”

“Oh , mianhae JungMin-shi. Aku cuman bicara kenyataan, bukan mau mengungkit kejadian tadi.  Tapi kalau kau merasa, Ottokhajwo?”

“Ohh, geurae… Nunna, nol  jinjja daebak…Daebak,daebak…”

JungMin POV

Nunna ini benar-benar menyebalkan. Memangnya salahku apa?  Aku kan sudah bilang mian pdnya. Lagipula memang knyataan’a dia lebih phabo dari ku… Ahh.. SooHyun hyung lebih lagi, dari tadi terus membela nunna ini. Memangnya dongsaeng’a itu dia atau aku?

Oh.. ya… Geurae… Pasti hyung ku yang phabo ini sudah terhipnotis dengan nunna ini. Dari tatapan matanya saja sudah ketahuan. Jadi itulah sbabnya, “Love at First Sight” yah rupanya. Ckckck… Sebenarnya selera mu itu yeoja yang sperti apa? Yeoja berantakan ini bisa memikat hatimu? Aigoo.. Lihatlah dandanan yeoya ini, rambut kuncir  kuda, jeans panjang, t-shirt dan jaket. Aku bahkan tidak yakin dia seorang yeoja korea…

Tapi mungkin saja yeoja ini sebenarnya baik. Lagipula aku ini bukan adik seperti ahjjumma” tetanggaku yang bawel dan selalu ikut campur. Stidaknya aku akan ‘keep silent’ selama yeoja ini tidak menyakiti perasaan SooHyun.

Dari tadi selama aku melamun, nunna itu sudah pulang ternyata. SooHyun masih duduk di depan laptopnya dan aku masih berbaring di sofa smbil mendengar lagu dari Ipod ku. Lalu tiba-tiba terlintas di pkiranku untuk menanyakan perasaan SooHyun kpd nunna itu.

“Hyung, nunna itu, kau menyukainya kan?”

“Hmmm…mungkin iya. Kenapa?”

“Ani.. Tapi kok bisa? Bukannya dulu kau suka wanita yang feminim? Sedangkan nunna itu? Tomboy , dan berantakan.”

“Ah.. Gwaenchana. Seleraku sudah berubah. Kekeke..”

“Geurae, sekarang kau sudah 100% terhipnotis..”

“Baguslah kalu kau mengerti.”

SooHyun POV

Memangnya ada yang slah jika aku suka dengan yeoja itu? Memang, dia mungkin sdikit melenceng dari yeoja korea biasanya. Tapi itu tidak berarti apa-apa bagiku. Cinta itu buta, aku benar-benar mengerti pepatah itu sekarang.

Aku tak mengerti apa yang sedang ku pikirkan sekarang. Yang ada hanya yeoja itu, JaeKyung. Dan tanpa waktu yang lama, otakku sudah dipenuhi bermacam- macam pertanyaan ttg JaeKyung. Apa dia sudah punya pacar? Apa dia suka dgnku? Apa dia juga memikirkanku? Rumahnya di mana? Apa dia kesepian sekarang? Apa yang sdng dia lakukan sekarang? Apa dia sudah makan? Agh.. Molla.. Nan jinjja phabo…

Akhirnya aku terbangun dari lamunanku berkat suara jam antik di dekatku yang kedengaran smakin kencang karena ruangan ini yang smakin sepi. Ku menoleh ke arah jam 7.30. Omo!! Sekarang sudahjam 7, nunna pasti sudah pulang. Gawat!

Memang untuk seumuran kami ini masih dlm batas normal. Tapi nunna kami adalah orang yang mudah khawatir dan tidak biasanya kami pulang malam” tanpa perberitahuan dulu. Jadi aku langsung bergegas merapihkan barang”ku, dan ternyata JungMin sudah tertidur pulas berkat Ipodnya dan sofa empuk itu. Setelah selesai, lekas ku tepuk paha JungMin. Untunglah dia langsung terbangun.

“Ehm.. waeyo hyung?”

“Ppali irona.. Sekarang sudah hampir jam 8.”

“Mwo?? Jinjja?”

“Ne. Ayo cepat pulang, nanti nunna pasti khawatir..”

“Ye ye ye”

# Sesampainya di rumah…

Sudah kami duga nunna sdah menunggu kami di ruang tamu. Kami tidak biasa mengendap – ngendap, jadi kami menyapanya dengan bersemangat…

“Nunna, kami pulang…!”

“Ya!! JungMin-ah, SooHyun-ah.. Kenapa baru pulang?” nunna berkata seraya memukul lengan kami.

“Aw.. Nunna, ini kan baru jam 8.”

“Iy juga sih.. Hehe.. mian. Tapi aku bisa gila sendirian terus di rumah.. Memangnya kalian dari mana saja?”

“Kami dari Café”

“Oh, jeongmal? Bagaimana usaha kalian?”

“Lancar” saja.”

“Baiklah cepat mandi. Sudah malam.”

“Ne”

GyuRi POV

Apa benar tadi mereka ke Caffe? Mungkinkah mrk prgi ke tmpt yang aneh”? Huhh… Sangsangjima.. sangsangjima.. Ad apa yah dengan JungMin? Dia klihatan lesu. Tapi sbaliknya SooHyun mlah sngat berseri-seri. Aneh…

Lalu setelah mereka melangkahkan kaki trakhirnya di tangga, aku pun bangun dari lamunan ku. Aku melangkah ke arah sofa di ruang tengah. Kuraih laptop hitam yang tadi ku letakkan di meja. Aku langsung masuk ke web butik online milikku. Pengunjungnya 2000 hari ini. Aku tersenyum puas, memang awalnya web ini sdikit berantakan, tapi akhirnya kini smua terkendali dan pengunjungnya terus meningkat.

Lma” suara jangkrik di taman bertambah berisik. Tapi ini bukan salahnya, malam ini memang benar-benar sepi. Biasanya JungMin dan SooHyun menonton TV bersama di sini, tapi malam ini aku benar-benar sndiri. Karna pekerjaanku masih menumpuk, aku belum mau bergegas tidur. Karna takut tenggelam dlm kesunyian ini, akumemutuskan memutar lagu “pop dance” dari speaker portable Ipod ku. Memang cukup berisik untuk mengganggu tidur dongsaeng” ku. Tapi aku yakin mereka belum tidur.

Setelah hampir 3 jam mengedit ini itu, juga menambah beberapa baju-baju baru, aku memutuskan untuk tidur. Mataku memang sudah berair dari tadi dan sekarang aku tidak berniat menahannya lagi.

###################################

07
Feb
11

Confession (Clumsy Proposal) – Chapter 4

*readeers..annyeong!! oraenmaniyeyo? ehehehe, malu sndiri deh udh hmpir sbulan ga posting sama sekali. <udah getak aja gih!> ehehe, mian nunggu lama, apalagi aku pertama posting di fb dulu. mian ya, btw buat in my dream jg nyusul sptinya. tugas sekolah numpu -w-!.. ekeke, sudahlah basa-basinya enjoy ya! 🙂 *

Title:

  • Confession (Clumsy Proposal)

Cast :

  • Park So Ra (OC);
  • Heo Young Saeng (main chara);
  • Park Jung Min (main chara);
  • Kim Kyu Jong, Kim Hyun Joong, Kim Hyung Joon (Cameo); And Other Cameo

Author : Kiko Otter

Genre : Comedy + Romance + Others

Rating : T

aku kan cuma tidak sengaja bertemu dengan So Ra.

“Saengie, kamu sudah memikirkan gimana cara menjelaskannya pada media?” tanya Hyun Joong-ah yang daritadi duduk seperti orang tertidur dimobil,

“Molla, aku masih bingung mau menjelaskannya seperti apa. Kalau aku sih ga masalah, tapi bagaimana dengan So Ra?” tanyaku yang benar-benar mulai membingungkan,

“Itu dia masalahnya, aigoo~kamu sih tadi malam pakai acara keluar dari apartemen, kalu tau gini jadinya aku bakal ngelarang kamu pergi!” ujar Hyun Joong-ah lalu mengacak-acak rambutnya,

Jung Min-ah daritadi hanya mengeluh tanpa jelas.

“Jung Min-ah, kamu ada ide gimana ngatasinya ga?” tanyaku alih-alih mencari topik pembicaraan dengannya,

“Pikir saja hyung, pokoknya aku ga mau ikut campur!” jawab Jung Min-ah lalu menutupi mukanya dengan boneka wortelnya,

Hyung Joon-ah sudah tertidur lelap aku harus apalagi ya?

“Gini aja supaya jaga – jaga, aku yang bakal kesana. Kalau Young Saeng hyung yang kesana malah makin jadi pemberitaannya!” sambung Jung Min-ah sambil menghadapku,

“Haa~kamsamnida Jung Min-ah, kamu baik sekali. Tolong bantu aku dan So Ra, ya?” jawabku sangat senang

Jung Min-ah mengangguk dengan sopan sekali, akhirnya ada yang mau membantuku.

*Young Saeng PoV end*

[Restoran tempat So Ra bekerja]

*Jung Min PoV*

“Otteohke oppa?” keluh So Ra,

So Ra mulai putus asa sejak aku masuk ke restoran ini, dia ternyata kepikiran sejak pertemuannya dengan Young Saeng hyung. Aku mulai kesal pada hyung, karena dia seenaknya sendiri melepaskan begitu saja tanggung jawabnya pada So Ra. Padahal, Young Saeng hyung yang membuat masalah karena keluar malam–malam, mana ketemuan dengan yeoja lagi?!

“So Ra, kayaknya mulai sekarang supaya tidak ada kesalahpahaman, kamu ga boleh jauh–jauh dari kami. Takutnya, makin banyak salah paham. Kita tinggal bilang aja kalau kamu itu asisten manajer kita, supaya tidak menjadi pemberitaan yang membuat Young Saeng hyung kebingungan,” jawabku berusaha menenangkan So Ra yang mulai gugup,

“Tapi oppa, otteohke? Maksudnya ga boleh jauh–jauh dari oppa apa?” jawab So Ra sambil menenggak air putihnya,

“Kamu  tinggal dengan kami!” pikiranku secara tiba–tiba mencuat ke permukaan, aiggoo~apa yang dipikirkan So Ra dengan perkataanku barusan ya? Continue reading ‘Confession (Clumsy Proposal) – Chapter 4’




RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

June 2017
M T W T F S S
« Aug    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 63,167 Lovers

Tweeted

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.