Posts Tagged ‘Hyun Seong

09
Jun
12

Chingu? Sarang? (Part 5)

Title        : Chingu? Sarang?    

Author      : SarSay501

Rating       : PG-15

Main cast    : Park Jiyeon [T-Ara]

Other cast : Park Sanghyun/Thunder [MBLAQ], Eunhyuk [Suju], Choi Sooyoung [SNSD], Bang Minah [Girls Day], Cho Kyuhyun [Suju], Kim Sang Bae, Yoon Bora [Sistar], Park Sandara [2NE1] akan terus bertambah di part selanjutnya..

Note        : Maaf ya readers semua, aku baru update part 5nya sekarang u,u

Karena sekarang udah mulai liburan kuliah, jadi baru bisa update deh..Hehehehehee

Sampai part akhir udah kepikiran outlinenya, tinggal di ketik dan diperluas dg percakapan aja. Setia ngebaca dan menunggu di Feel My Soul ya! ^^

HAPPY READING!!!!

~Universitas Nasional Seoul~

“Minah-ya, aku takut untuk menghadapi UAS pertama besok, otteoke?” Jiyeon seperti biasa menggigiti kukunya disaat merasa panik. Minah menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut.

“Tenanglah Jiyeon-ah, kita pasti bisa melewati UAS kali ini!!!!!!! Hwaiting!” ucap Minah dengan tangan mengepal yang sedikit diangkat ke udara sambil mengedipkan sebelah matanya. Jiyeon ikut mengepalkan tangannya juga namun dengan ekspresi yang agak ragu-ragu.

“Ayooo kita cari buku referensi disini” ajak Minah dengan langkah kaki yang mantap memasuki ruangan yang penuh dengan bau tumpukan buku yang khas.

……………………….

Jam berapa ya sekarang? Thunder mengintip jam tangannya dengan menaikkan sedikit lengan kanan baju labnya. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 12 tengah malam. Thunder mencoba memalingkan pandangannya dari mikroskop yang ada dihadapannya.

“Jiyeon-ah, kenapa telponnya tidak diangkat?” gerutu Thunder kesal. Dia pun segera melepaskan pakaian lab dan sarung tangannya.

“Sang Bae-ya, aku pergi sebentar ya, nanti aku akan kembali. Oh iya, bolehkah aku meminjam mobilmu sebentar?” sahut Thunder sambil melangkah keluar dari lab.

“Siiippp, kuncinya ada di meja situ. Jangan lama-lama ya, kita harus menyelesaikan tugas ini hari ini juga!” Sang Bae berbicara sambil tetap memperhatikan objek dari lensa okuler mikroskopnya.

“Tentu!” jawab Thunder singkat dan kemudian terdengar samar lari Thunder.

Thunder mengetahui dari Minah sebelumnya kalau mereka akan menghadapi UAS mereka besok, maka Thunder pun berpikir kalau mereka sedang berada di perpustakaan.

Thunder melangkahkan kakinya menuju kumpulan buku sastra. Dengan pelan dia mendekatkan diri ke arah seorang wanita yang sedang menunduk, kemungkinan wanita itu tertidur saat membaca buku tebalnya. Dia mengeluarkan dua kaleng sedang cola yang dingin dan menempelkannya ke leher wanita itu. Dengan kaget wanita itupun terbangun dari tidurnya.

“Ahhh, oppa. Apa yang membuatmu datang kemari?” tanya Jiyeon smabil mengucek matanya.

“Kau” jawab Thunder sambil tersenyum dan memberikan kaleng cola yang berada di tangan kanannya kepada Jiyeon.

“Oppa..” Jiyeon tersenyum malu dan sedikit menunduk.

“Kau sudah makan?” tanya Thunder sambil membuka kaleng cola yang berada di tangan kirinya. Jiyeon hanya menggelengkan kepalanya.

“Kalau begitu, jangan minum cola ini dulu, kau harus makan nasi dulu” Thunder mengambil kembali kaleng cola yang sudah dia berikan untuk Jiyeon dan menarik tangan Jiyeon untuk segera makan malam. Jiyeon menghentikan langkahnya dan melihat ke arah Minah yang sedang belajar keras sambil menutupi telinganya dengan headset.

“Ayoo kita cari tempat makan yang masih buka disekitar sini” ajak Thunder yang masih menggenggam erat tangan Jiyeon.

“Keurae” Jiyeon berjalan bersama Thunder yang melangkah dengan tempo yang cepat menuju mobil yang dia pinjam dari Sang Bae.

Setelah sampai di tempat parkir mobil, Jiyeon tidak mau mendekat ke arah mobil itu.

“Wae, Jiyeon-ah?” tanya Thunder yang kini melihat wajah Jiyeon yang sedikit ketakutan.

“Bisakah kita menggunakan sepeda saja?” jawab Jiyeon masih dengan ekspresi ketakutan.

“Kau kenapa? Kau memiliki trauma jika menaiki mobil?” tanya Thunder dengan khawatir. Jiyeon tidak bergeming.

“Aku akan berhati-hati dalam mengendarainya, tenang saja!” ucap Thunder meyakinkan Jiyeon. Jiyeon tetap menggelengkan kepalanya.

“Aku sungguh-sungguh akan berhati-hati” Thunder kembali meyakinkan Jiyeon.

Jiyeon tetap mengelengan kepalanya, kini terlihat dia menggeleng sambil airmata mulai menetes pipinya. Thunder menarik tubuh Jiyeon ke arahnya.

“Aku akan menjagamu, kau boleh memegang tanganku selama di dalam mobil, bagaimana? Tetap tidak mau naik?” ucap Thunder lembut. Jiyeon menganggukkan kepalanya dan mulai masuk ke dalam mobil. Mereka berdua berpegangan tangan selama di dalam mobil. Mereka sudah berkeliling di daerah luar sekitar kampus, namun sudah tidak ada lagi kedai yang buka. Akhirnya Thunder mencoba mencari kedaerah yang sedikit jauh dari kampus.

“Itu dia kedai ada kedai yang masih buka, ayo kita turun” ajak Thunder, namun tidak ada jawaban dari Jiyeon ternyata tertidur di bangku sebelahnya.

“Jiyeon-ah, kita sudah sampai, ayoo kita turun” ucap Thunder mendekat ke arah Jiyeon. Jiyeon tetap tidak membuka matanya.

“Jiyeon-ah” ucap Thunder lagi, kali ini dia menatap dalam wajah Jiyeon yang sedang tertidur. Dia mengelus lembut wajah Jiyeon yang putih dan mulus seperti bayi.

Kau begitu murni, sepertinya aku mulai mencintaimu. Thunder berkata dalam hatinya, hatinya tergerak untuk lebih mendekatkan wajahnya ke wajah Jiyeon.

“Aku tidak boleh melakukan hal ini, belum tentu Jiyeon juga menyukaiku” ucap Thunder pelan dan kembali duduk seperti semula.

Jiyeon perlahan membuka matanya.

“Kita sudah sampai?” tanya Jiyeon.

“Ye, ayo kita turun” mereka berdua pun makan malam bersama atau lebih tepatnya makan tengah malam bersama.

Dari kejauhan, ada sepasang mata sedang memperhatikan mereka dari dalam mobil yang sedang terparkir dari arah yang berlawanan.

“Bastard!!! Dia mencuri Jiyeonku. Tak akan aku biarkan!” orang itu melihat kejadian seakan Thunder sudah mencium Jiyeon. Hatinya panas dan geram.

……………………

(Jiyeon P.O.V)

“Waaahhhh,aku tidak menyangka UAS kita sudah terlewati” ucap Minah dengan lega di luar kelas.

“Kau benar Minah-ya, aku juga merasakan hal seperti itu!” ucapku menimpali Minah. Tiba-tiba Eunhyuk sunbae datang dan merangkul kami berdua.

“Kalian donsaeng-donsaeng ku yang manis sudah lega ya, UASnya sudah selesai” ucap Eunhyuk sunbae seakan seperti bos minyak. Minah nampaknya risih dirangkul seperti itu, dia pun melepaskan rangkulan Eunhyuk sunbae.

“Hei Jiyeon-ah, kau tidak risih apa dirangkul monkey seperti dia?” sahut Sooyoung sunbae yang berada di belakang kami berdua. Aku menoleh kebelakang dan tersenyum.

Eunhyuk sunbae melepaskan rangkulannya dari bahuku dan mendekati Kyuhyun sunbae.

“Hei Kyuhyun-ah, jaga mulut yeojamu itu, kenapa sih dia selalu berkata kasar kepadaku?” ucap Eunhyuk sunbae dengan wajah memelas.

“Katakan saja pada Sooyoung sendiri” jawab Kyuhyun singkat.

“Aiiisshhh,kalian berdua ini, pantas saja kalian menjadi pasangan” Eunhyuk sunbae nampaknya kesal.

“Sunbae, aku pergi duluan ya, aku sedang ada urusan” ucapku pada Kyu, Soo dan Eunhyuk sunbae. Mereka bertiga mengangguk secara bersamaan.

“Annyeong Jiyeon-ah, hati-hati ya” sahut Minah sambil melambaikan tangan kepadaku. Aku pun melambaikan tangan kepada mereka semua.

“Yoboseyo oppa, bisakah kita bertemu sekarang, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat” ucapku melalui pembicaraan di ponsel.

“Keurae, aku akan menunggu di halte fakultasku” aku pun menuju halte bus di depan fakultasku. Entah kenapa hari ini aku ingin selalu tersenyum, mungkin karena UAS telah selesai. Tak lama kemudian, sebuah mobil berhenti tepat di depan halte bus.

“Jiyeon-ah, ayoo masuk” ucap seseorang yang berada didalam mobil sambil membuka kaca mobilnya. Setelah aku masuk ke dalam mobil, Thunder menawarkan tangannya untuk aku genggam selama perjalanan. Aku pun tersenyum ke arah Thunder.

(Jiyeon P.O.V end)

…………………….

“Hahahahahahahaa.. Jiyeon-ah kau makan sangat berantakan seperti bebek” Thunder menertawai Jiyeon yang sedang makan donat gula, banyak gula halus yang menempel di sekitar mulut Jiyeon.

“Oppa, cobalah donat ini, sangat enak lhoo” Jiyeon menyuapi Thunder untuk mencoba donat yang sama yang sedang dia makan. Setelah satu gigitan donat gula tersebut, ternyata gula halus juga menempel banyak disekitar mulut Thunder.

“Oppa, kau makan sangat berantakan, banyak sekali gula menempel dimulutmu” Jiyeon menyeka gula halus yang berserakan di mulut Thunder dengan tangannya.

“Kau juga” Thunder juga menyeka gula halus yang berada di sekitar mulut Jiyeon. Mereka kemudian tertawa kecil bersama.

Suasana berubah menjadi hening saat Thunder menggenggam tangan Jiyeon.

“Jiyeon-ah, aku rasa aku mulai mencintaimu” ucap Thunder sambil memegang tangan kanan Jiyeon erat. Jiyeon membelalakkan matanya, kaget bercampur senang kini berada di hatinya. Jiyeon tersenyum sambil menunduk.

Braakkkk, sebuah nampan yang berisi makanan tergebrak paksa diatas meja yang sedang ditempati oleh Jiyeon dan Thunder. Thunder langsung melepaskan genggaman tangannya dari Jiyeon.

“Bora-ya?” sahut Thunder ke arah wanita yang baru saja datang. Jiyeon memasang wajah kesal karena seeorang telah mengganggu momen indahnya.

“Bolehkah aku bergabung untuk makan bersama kalian?” tanya Bora dengan wajah innocentnya.

“Sunbae, bukankah ada banyak meja di sini, kenapa harus bergabung dengan kami?” ucap Jiyeon dengan kesal dan tiba-tiba.

“Kalau kau keberatan, baiklah, aku akan pindah tempat” Bora bangun dari duduknya. Namun Thunder menahannya dan kini Bora duduk di samping Thunder. Dia menggeser bangkunya mendekati Thunder. Jiyeon merasa bahwa dirinya sedang ditantang, maka dia juga menarik bangkunya mendekat ke arah Thunder. Thunder hanya diam saja saat Bora menggeser bangkunya, namun Thunder tertawa kecil saat Jiyeon juga menggeser bangku mendekat ke arahnya.

“Kalian ini seperti anak kecil” ucap Thunder.

………………….

“Hong Min-ssi, aku ke toilet sebentar ya!” sahut Sang Bae meminta izin kepada asisten lab medisnya. Sang Bae keluar dari lab medis, saat dia berjalan menuju toilet pria, dia harus melewati pintu toilet wanita. Ada sesuatu hal yang membuat Sang Bae berhenti tepat di depan toilet wanita.

“Tapi tuan muda, bagaimana caranya aku harus …” belum sempat wanita itu menyelesaikan omongannya, dia langsung terdiam mendengarkan lawan bicaranya di ponsel.

“Keurae tuan muda, aku akan mencoba sebisaku untuk membuatnya terluka”

Setelah dirasa wanita di dalam toilet itu selesai bicara, Sang Bae langsung masuk ke toilet pria dengan sedikit mengintip dari pintu.

“Dara sonsaengnim? Apa yang akan dilakukannya?” ucap pelan Sang Bae tidak percaya.

………………………..

“Chagi, kenapa kita hanya membeli satu es krim saja? Kau pelit” ucap Sooyoung sambil mengerucutkan bibirnya.

“Bukan pelit chagi, tapi aku ingin agar kita semakin dekat..hehehehee” jawab Kyuhyun sambil menjilati es krim di tangannya.

“Gantian-gantian, aku juga mau memegang es krimnya” rengek Sooyoung. Mereka berjalan tanpa melihat ke depan.

Brruuuukkk

“Es krimnyaaaaaa” teriak Sooyoung menangisi es krimnya yang terjatuh ke tanah.

“Choesonghamnida” ucap wanita yang telah menabrak Kyuhyun dan Sooyoung.

“Gwaenchana. Hmmm,aku sepertinya mengenalmu. Apakah tebakanku benar?” tanya Kyuhyun sambil membantu wanita itu berdiri. Sooyoung terlihat berapi-api.

“Kau sepertinya salah orang” jawab wanita itu yang kemudian mencoba melangkah pergi. Namun Kyuhyun menahannya.

“Aaaa, aku ingat siapa kau” jawab Kyuhyun sambil menjentikkan jarinya.

“Sudah aku bilang, sepertinya kau salah orang, aku tidak mengenalmu” jawab wanita itu kemudian melangkah dengan cepat meninggalkan Kyuhyun dan Sooyoung.

“Chagi, siapa wanita yang kau kenal itu?” tanya Sooyoung menyelidik.

“Hmm..aku juga sebenarnya tidak yakin, tapi saat aku melihat kakinya, ada tanda di kaki wanita itu yang membuatku mengenalnya” Kyuhyun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

Sooyoung dari kejauhan melihat tiga orang yang sedang berjalan bersama namun satu orang diantaranya ada yang dia kenal.

“Jiyeon-ah” teriak Sooyoung kearah mereka. Kyuhyun berbalik badan dan kini melihat ke arah yang sama seperti Sooyoung.

“Sunbae, kenapa kalian disini?” ucap Jiyeon menghampiri mereka dengan langkah kaki kecil.

“Aku hanya sedang lewat dan mampir ke kantin FK (Fakultas Kedokteran) untuk mencoba mengunjungi toko es krim yang hanya ada di fakultas ini” jelas Kyuhyun sambil melihat ke arah Thunder.

“Aku sepertinya mengenalmu, apakah aku benar kali ini?” tanya Kyuhyun sambil berjalan mendekati Thunder. Bora yang berada di samping Thunder melihat Kyuhyun seperti orang bodoh yang sok kenal.

“Keurae, kau Kyuhyun kan?” tanya Thunder balik.

“Ahhhh,kau benar, aku Kyuhyun dan kau Sang Hyun kan? Park Sang Hyun?” Kyuhyun mencoba memastikan ingatannya.

“Kau benar, apa kabar teman lama? Sudah lama kita tidak bertemu” ucap Thunder sambil memeluk Kyuhyun.

“Mereka berdua adalah teman yang lama sudah tidak bertemu. Aku tidak percaya hal itu,sunbae” bisik Jiyeon ke arah Sooyoung.

“Na ddo” jawab Sooyoung yang masih terpaku melihat Thunder dan Kyuhyun yang saling mengenal.

“Jadi kau berkuliah disini juga? Fakultas apa?” tanya Kyuhyun sambil menjabat tangan Thunder erat. Thunder menjawab sambil menghentakkan kakinya ke tanah, menandakan jawaban dari pertanyaan Kyuhyun.

“HAH? Kedokteran? Aku tidak percaya hal itu.hahahahahahaaa” Kyuhyun tertawa keras membuat Bora, Sooyoung dan Jiyeon sedikit malu karena kini banyak orang yang melihat ke arah mereka.

“Kalau kau?” tanya balik Thunder.

“Aku berada disebelahmu” jawab Kyuhyun yang masih menyisakan tawanya.

“Engineering?” ucap Thunder dengan ragu.

“Ani, aku di fakultas Sastra” jawab Kyuhyun dengan mantap. Bora menatap Jiyeon dengan pandangan merendahkan, Sooyoung langsung melindungi Jiyeon dengan balik memelototi Bora. Bora langsung berdehem.

“Aku permisi pergi duluan” sahut Bora sambil membungkukkan sedikit badannya dan kemudian berjalan cepat meninggalkan mereka semua.

“Chagi, aku dan Jiyeon juga pamit duluan ya, kami ada urusan” sahut Sooyoung kemudian.

Jiyeon dan Sooyoung membungkukkan sedikit badannya dan kemudian pergi bersama menuju fakultas mereka.

“Oh iya Sang Hyun-ah, apa kabar keluargamu?” tanya Kyuhyun yang membuat Thunder menjadi bermuram durja.

“Sebenarnya Kyuhyun-ah, ada sesuatu yang mengenaskan terjadi pada keluargaku” jawab Thunder sambil menatap dalam Kyuhynun seakan beban itu sangat berat.

………………….

(Malam hari)

Jiyeon sibuk dengan hobinya yaitu membuat hiasan dari manik-manik. Di meja belajarnya telah berserakan kotak-kotak kecil yang berisi berbagai macam bentuk manik-manik yang akan dia tempelkan ke sebuah tempat pulpen.

Dreeettt dreeettt

“Yoboseyo” jawab Jiyeon saat mengangkat panggilan di ponselnya.

“Jiyeon-ah, ini aku Thunder. Bisakah kita keluar sebentar sekarang?” jawab Thunder.

“Tapi, pukul 10 malam asramaku sudah tutup”

“Tenang saja, ini baru pukul 7. Ayoolah, aku sudah menunggumu di luar asrama. Coba tengok kalau kau tidak percaya”

Jiyeon bangkit dari duduknya dan membuka sedikit tirai jendelanya, ternyata benar kalau Thunder sudah menunggu di bawah.

“Keurae, aku akan segera ke bawah, aku ganti pakaian dulu ya” ucap Jiyeon sambil tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Thunder dan menutup tirai jendelanya lagi untuk segera berganti pakaian.

Thunder membukakan pintu mobil untuk Jiyeon yang pada malam itu sangat cantik bagaikan seorang putri.

“Kita akan kemana?” pertanyaan itu terlontar saat Thunder mulai menyalakan mesin mobilnya.

“Ke suatu tempat yang pastinya akan sangat kau sukai” jawab Thunder sambil tersenyum manis ke arah Jiyeon dan menawarkan tangannya untuk digenggam. Selama perjalanan, Jiyeon hanya terdiam, entah apa yang dia pikirkan. Berbeda dengan Thunder, dia terus tersenyum. Sesekali Jiyeon melirik ke arah Thunder, tanpa disadari oleh orang yang sedang sibuk menyetir itu.

“Nah, kita sudah sampai. Ayooo kita turun!” ajak Thunder yang kini sudah membukakan pintu mobil untuk Jiyeon.

“Oppa, bolehkah kita tetap berpegangan tangan?” tanya Jiyeon malu-malu sambil menundukkan kepalanya, tidak berani menatap Thunder.

“Tidak!” ucap Thunder singkat, membuat Jiyeon mengangkat kepalanya dan menatap Thunder dengan kecewa.

“Aku tidak bisa menolak hal itu” lanjut Thunder sambil meraih tangan kanan Jiyeon dan menggenggamnya erat. Kedua pipi Jiyeon terlihat memerah, Thunder pun segera mencubit pipi merah Jiyeon dengan tangan yang satunya.

Mereka pun segera melangkah memasuki gerbang sebuah istana bagaikan di dalam negeri dongeng. Jiyeon tersenyum riang melihat keadaan di dalam istana itu, terdapat berbagai pertunjukkan boneka yang mengulas kisah tentang jaman kerajaan dahulu kala.

“Oppa, boneka teddy yang gendut itu seperti dirimu” usai Jiyeon berbicara dan menunjuk salah satu boneka teddy yang gendut dan berkacamata, dia tertawa terbahak-bahak.

“Yang itu juga seperti dirimu, Jiyeon-ah” Thunder tak mau kalah membalas dengan menunjuk sebuah badut berbentuk bebek yang sedang membagi-bagikan snack untuk anak-anak.

Jiyeon langsung mengerucutkan bibirnya sebal. Thunder menarik Jiyeon untuk menelusuri lebih jauh istana tersebut.

………………………

Pembicaraan dua orang di dalam sebuah kafe di malam hari yang semula membicarakan hal ringan, kini menjadi pembicaraan yang berat.

“Dara sonsaengnim, aku tidak mengerti maksudmu” ucap Bora sambil terus menggenggam erat tas tangan kecilnya.

“Ya, aku hanya sekedar membantumu untuk dapat menjauhkan dia dengan wanita aneh itu” jawab Dara sambil menyeruput moccacino dihadapannya yang terlihat masih mengeluarkan sedikit asap.

“Tapi sonsaengnim, aku tidak ingin sampai terlalu begitu, aku sedikit tidak yakin dengan rencana sonsaengnim barusan” sahut Dara setelah berpikir agak lama, suara bergetar sambil terus menggenggam erat tas tangannya.

……………………

“Waaahhh” itulah kata-kata Jiyeon yang selalu diucapkannya ketika sampai di ujung menara Seoul.

“Kau menyukainya, Jiyeon-ah?” bisik Thunder di telinga Jiyeon dengan lembut. Jiyeon menganggukkan kepalanya sambil melihat ke arah Thunder.

“Kau kedinginan, tidak?” tanya Thunder tiba-tiba. Jiyeon masih terdiam tersihir dengan suguhan malam yang indah dari atas N.Seoul Tower. Thunder pun berinisiatif untuk melepas jaket yang dia kenakan, namun tertahan karena posisi tangannya masih bergandengan tangan dengan Jiyeon. Thunder mencoba melepaskannya agar dia bisa memberikan jaketnya kepada Jiyeon.

“Oppa” ucap manja Jiyeon sambil menyenderkan kepala di bahu Thunder. Thunder mengerti maksud Jiyeon, dia pun tersenyum ke arah Jiyeon.

Setelah puas melihat langit gelap yang sempurna di taburi bintang dan lampu malam kota, mereka berdua turun kembali ke bawah untuk menyeruput segelas kopi hangat.

“Oppa, terimakasih untuk hari ini” ucap Jiyeon sambil menghabiskan segelas kopi hangat digenggaman tangannya dan bersiri berhadapan dengan Thunder.

“Cheonmaneyo, Jiyeon-ah” jawab Thunder sambil membuang gelas kopi yang ada di genggaman tangannya ke tempat sampah kecil di sebelahnya. Kali ini genggaman tangan mereka sudah terlepas.

“Ayoo kita ke mobil” ajak Thunder, Jiyeon langsung membuang gelas kosongnya ke tempat sampah yang sama.

“Oppa, kau jam berapa ini kalau aku boleh tahu” tanya Jiyeon khawatir, dia baru ingat kalau asramanya ditutup pukul 11 malam.

“Masih jam setengah 11, kenapa?” Thunder menyelidik jam tangannya.

“Ani, ayoo kita segera pulang, sudah malam” Jiyeon sekarang melangkah mendahului Thunder. Thunder langsung meraih bahu Jiyeon dari belakang, setelah Jiyeon membalikkan badannya, Thunder langsung mencium bibir Jiyeon dan kemudian menutup matanya. Jiyeon membalakkan matanya karena kaget.

Thunder memeluk tubuh Jiyeon, namun Jiyeon masih tidak bergeming, badannya masih berdiri kaku. Tak lama kemudian, Thunder membuka matanya dan melepaskan tubuh Jiyeon dari pelukkannya.

“Ayoo segera masuk ke dalam mobil dan pulang, sudah malam” ucap Thunder sambil menarik tangan Jiyeon karena Jiyeon berdiri mematung sejka tadi.

Seseorang di dalam mobil yang sejak tadi memperhatikan mereka berdua kini terlihat menitikkan air matanya.

“Jiyeon-ah, sebegitu gampangnyakah kau melupakan aku? Apaah aku tidak berarti untukmu” gerutunya di dalam mobil yang berAC dingin, sedingin udara di luar yang membekukan.

~To Be Continued~

24
Aug
11

Chingu? Sarang?

Title        : Chingu? Sarang?

Author      : SarSay501

Rating       : PG-15

Main cast    : Park Jiyeon [T-Ara]

Other cast : Park Sanghyun/Thunder [MBLAQ], Hyunseong [Boyfriend], Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Eunhyuk, akan terus bertambah di part selanjutnya..

Note        : Author iseng liat page “Pairing [Need Ur Idea]” trs liat sebuah komentar minta pairing Jiyeon-Thunder. Akhirnya terbentuklah ide untuk fanfict ini ^^

Oh iya,pas pertama ngepost ada banyak kesalahan.Author minta maaf ya! Baru sekarang bisa dibenerin 🙂

Semoga readers pada suka ^^v

              Makasih buat readers yang udah menyumbangkan aspirasinya ya..

Buat yang lain,ditunggu jg lhoo ide pairingnya.hehehee

HAPPY READING!!!!

~Universitas Nasional Seoul~

Seperti biasa, Jiyeon selalu berlari pagi karena telat ke kampusnya. Jiyeon adalah mahasiswa baru di Universitas Nasional Seoul, sungguh berat pengorbanannya agar bisa masuk ke universitas ternama, meskipun Jiyeon ternyata hanya diterima di jurusan Seni dan Budaya (termasuk grade yang menengah ke bawah dibandingkan dengan Teknik, Natural Science dan Kedokteran).

“Aku terlambat. Ottokhaji?” ucap Jiyeon sambil berlari terengah-engah membawa banyak bawaan, yaitu tas ransel dan tas tangan yang lumayan besar.

“Jadi begitu cara mengetahui kerusakan organ dalam. Aku baru sadar!” ucap seseorang yang berjalan berlawan arah dengan Jiyeon, orang itu membaca sambil berjalan sehingga tidak melihat keadaan di depannya sedang ada seorang wanita berlari bagaikan banteng di matador yang siap menubruk apa saja yang ada didepannya.

BBBRRRUUUKKK..

“Choesong hamnida” sahut Jiyeon sambil mencoba merapikan barang-barangnya yang keluar semua dari tas tangannya. Tak ada jawaban dari orang yang ditabrak Jiyeon, orang itu sibuk mengambil kembali buku yang semula dia baca dan kembali berdiri.

Seusai Jiyeon merapikan bawaannya, dia mencoba melihat ke arah pria yang ditabrak di tabraknya tadi.

“Omo, ganteng sekali dia. Seperti malaikat!” sahut Jiyeon dalam hati. Pria itu langsung berubah memiliki sayap dan wajahnya benar-benar bersinar meskipun sedang menunduk membaca buku.

Pria itu kemudian kembali melangkahkan kakinya.

“Oh iya, gwaenchana” sahut pria itu sambil menoleh ke arah Jiyeon selama 5 detik dan kembali berjalan menjauhi Jiyeon. Jiyeon benar-benar terpaku dengan wajah orang tersebut, sampai-sampai dia lupa akan kelasnya yang sebentar lagi dimulai.

“OMO!!! AKU HARUS SEGERA KE KELAS!!!!” teriak Jiyeon panik dan kembali berlari.

……………………

(Thunder P.O.V)

“Hmm..anda ingin mengembalikan buku ya? Silahkan tunjukkan kartu identitas mahasiswa anda” ucap penjaga perpusatakaan pusat dengan lembut.

“Tunggu sebentar, tadi aku menaruh Kartu Tanda Mahasiswaku di antara halaman buku ini. Tapi kenapa …” menghilang ya? Lanjutku dalam hati.

Kemana perginya KTM milikku? Haduhhh,mana harus ada banyak buku yang aku baca dan pinjam untuk materi hari ini. Bagaimana ini?

“Hmm.. sebentar ya, aku ingin melanjutkan membaca disini saja” sahutku asal, berniat untuk mencarinya dengan aman di dalam perpustakaan yang nyaman ini.

“Baiklah, silahkan” sapa penjaga perpustakaan dengan baik.

Huhhhhf keringat dinginku keluar semua, sampai KTM itu hilang. Bisa gawat, aku harus meminjam buku memakai KTM, melihat hasil ujian dengan KTM, ikut tes dengan KTM.

“Huhhff, jangan panik Sang Hyun. Kau pasti akan menemukan KTM itu nantinya. Kalau memang apa yang seharusnya milikmu, pasti akan kembali padamu kok!” ucapku pelan mencoba menenangkan diri dan kembali membaca buku yang telah aku pinjam setelah frustasi mencari KTM yang tidak ketemu-ketemu.

(Thunder P.O.V end)

………………….

(Jiyeon P.O.V)

“Sunbae, aku telah membawa peralatan musik yang kemarin sunbae suruh” teriakku sambil berlari ke arah kantin mendekati Sooyoung dan Kyuhyun sunbae setelah kelas usai.

“Wahh, donsaengku yang satu ini memang sangat rajin ya! Seperti aku” sahut Sooyoung.

“Apanya yang seperti kau. Kau itu pemalas” sahut Kyuhyun sambil tertawa kecil.

“Chagi, puji aku sedikit di depan adik kelas dong..huhf” ucap Sooyoung sambil memonyongkan bibirnya. Kyuhyun pun mencubit pipi Sooyoung gemas.

“Sunbae, pacarannya nanti saja ya! Sekarang bantu aku menyelesaikan ini semua” ucapku agak membentak dan mengeluarkan isi tas tanganku. Sooyoung sunbae pun ikut membantuku.

“Hai, kalian sedang apa? Sepertinya sibuk.hehehee Butuh bantuanku?” sahut Eunhyuk sunbae mendekati kami bertiga.

“ANI!!!” teriak Sooyoung dan Kyuhyun sunbae bersamaan. Aku langsung terdiam dan menoleh ke arah Eunhyuk sunbae setelah mendengar teriakan Sooyoung dan Kyuhyun sunbae.

“Kalian jahat sekali menolak tawaranku.huhf” Eunhyuk kali ini duduk dengan lemas di samping Kyuhyun dan menyandarkan kepalanya ke bahu Kyuhyun, dengan sigap Kyuhyun langsung bergeser ke kanan yaitu mendekati Sooyoung.

“Kau tahu, terakhir kali kau membantu kami. Yang ada semuanya menjadi rusak. Kau memainkan gitar Kyuhyun dengan semangat sampai senarnya putus 2. Lalu saat kau mengajariku bermain drum di ruang musik, stick drum itu sampai patah dan aku yang kena marah oleh penjaga ruang musik. Sedangkan kau kabur entah kemana” Sooyoung nyerocos marah sambil melihat sinis ke arah Eunhyuk.

“Sudah, sudah.. para sunbaeku ini kenapa malah jadi bertengkar? Hehehehee” ucapku menjadi penengah.

“Iya, sudahlah chagi.. Ayoo kita urus Jiyeon-ah dulu” sahut Kyuhyun yang kemudian mengeluarkan satu persatu alat musik di dalam tas tangan Jiyeon.

“Hah? Apa ini?” tanya Sooyoung.

“Ini crecekan,sunbae. Aku bingung harus menyebutnya apa. Habis kata sunbae aku harus membawa alat yang ada di rumahku. Ya aku bawa itu” jawabku polos.

“Ini gendang? Haduh, Jiyeon-ah, kau itu akan pentas musik. Mainkanlah musik yang sewajarnya dan enak di dengar saat pentas nanti” Kyuhyun terlihat emosi.

“Aku bisa bermain piano, tapi piano itu terlalu besar untuk aku masukkan ke dalam tas tangan ini, sunbae” semua langsung menjadi hening. Tiba-tiba keluar seseorang dari dalam kelasku dan mataku langsung menatap orang tersebut dengan serius.

“Hyunseong-ah..” teriakku sambil berlari kecil mendekati Hyunseong dan meninggalkan para sunbae.

“Wae Jiyeon-ah?” jawab Hyunseong malu-malu karena dia baru dekat denganku setelah pembagian tugas pentas musik tadi pagi.

“Kita kan sekelompok pentas musik. Kau akan memainkan alat musik apa? Biar nanti aku ikut menyelaraskan” ucapku sambil tersenyum.

“Hmm.. mungkin aku akan bermain saxophone. Kau mau bermain apa?” jawab Hyunseong dengan terbata-bata.Apakah dia malu atau kenapa?

“Aku pikirkan dulu ya.. masih ada waktu 1 bulan lebih untuk kita pentas kan? Hehehee”

“Ne”

“Baiklah kalau  begitu. Kapan kita bs berlatih bersama?” tanyaku bersemangat karena aku tak sabar tampil diatas panggung.

“Mungkin akan aku kabari lagi nanti. Gwaenchana?”

Aku langsung mengangguk sambil tersenyum lebar.

“Gwaenchana Hyunseong-ah. Aku akan mulai berlatih melancarkan main piano agar bisa mengimbangi seorang pemain Saxophone handal. Annyeong!” sahutku sambil melambaikan tangan kearahnya dan berlari kembali mendekati sunbae-sunbaeku.

“Jiyeon-ah. Ini KTM siapa? Kenapa ada di dalam tas tanganmu?” tanya Sooyoung sunbae. Aku langsung panik dan seakan mataku keluar membaca nama yang tertera di KTM tersebut.

“Park Sang Hyun? Kedokteran?” ucapku setengah teriak panik dan kaget. Fotonya seperti aku kenal. Itukan foto namja yang tadi tertabrak denganku tadi pagi.

“Kau harus mengembalikan KTM itu pada pemiliknya!” sahut Sooyoung dan Kyuhyun sunbae bersamaan.

“Tapi.. aku tidak mengenal siapa orang ini” jawabku mengelak.

“Ayoo aku bantu cari siapa orangnya. Lagipula, tinggal berjalan mengitari danau, sudah sampai ke Fakultas Kedokteran” ajak Sooyoung sunbae sambil menarik tanganku.

(Jiyeon P.O.V end)

…………………..

(Hyun Seong P.O.V)

“Hyun Seong-ah.. kau terus melamun sejak tadi. Kau mendengarkan hasil diskusi rapat atau tidak?” tegur salah seorang sunbae Hyun Seong dalam organisasi.

“Choesonghamnida!” sahutku yang sadar dari lamunanku.

Sungguh menyebalkan berada di ruang rapat tanpa konsentrasi sama sekali.huhf

“Hyun Seong-ah, kau tadi sedang memikirkan apa selama rapat?” tanya Dong Hyun padaku.

“Ani, Dong Hyun sunbae.hehehehehee” jawabku sambil tertawa kecil mencoba menyembunyikan kebohonganku.

“Dasar kau ini, sudah besar masih saja berbohong padaku. Anggap aku adalah kakakmu yang selama ini sudah pergi meninggalkanmu. Jadi kau bisa cerita segalanya padaku tanpa khawatir aku akan membongkarnya. Arraseo?” jelas Dong Hyun sambil mengusap-usap kepala Hyun Seong.

“Ne, sunbae. Gomapsumnida” jawabku. Sebenarnya selama rapat aku terus membayangkan senyum Jiyeon. Aku baru sadar kalau senyumnya adalah yang terindah yang pernah ada di dunia ini.

(Hyun Seong P.O.V end)

…………………….

“Sunbae, kau ikut mengantarku juga kan?” tanya Jiyeon sambil terus mengintip seseorang dari balik pintu perpustakaan.

“Kau sendirilah yang mengembalikannya. Dia adalah mahasiswa berprestasi di kampus ini. Orang-orang menyebutnya Thunder. Jadi kau panggil dia Thunder Sunbae. Ingat itu!! Sudah, cepat sana masuk” bisik Sooyoung sambil mendorong Jiyeon masuk ke dalam perpustakaan. Jiyeon agak kaget saat terdorong dan dia dengan cepat menahan tubuhnya agar tidak tersungkur di atas tanah.

Semua orang diperpustakaan melihat kearahnya, tak terkecuali Thunder. Jiyeon mencoba mengendalikan keadaan, seolah tidak ada apa-apa yang terjadi.

“Ehhemm” Jiyeon berdehem sambil melangkah pelan mendekati tempat duduk Thunder. Thunder sedang sibuk membaca buku sambil mendengarkan ipodnya.

“Annyeonghasimnikka, sunbae” sapa Jiyeon ramah, namun tidak ada jawaban dari Thunder. Lalu Jiyeon memberanikan diri mencopot salah satu earphone di telinga kiri Thunder.

“Apa yang kau lakukan disini, hah?” tanya Thunder kesal. Baru kali ini ada orang yang mengganggunya saat membaca buku dan mendengarkan Ipod.

“Choesonghamnida, sunbae. Aku hanya ingin mengembalikan ini” jawab Jiyeon pelan sambil menyodorkan KTM milik Thunder.

“Kau menemukannya dimana? Jeongmal Gomawo” Thunder langsung merebut KTM miliknya dari tangan Jiyeon dan memasukkannya dalam dompet. Setelah itu kembali memasang earphone-nya.

Jiyeon sejak tadi berdiri di samping Thunder bagaikan patung. Lalu tanpa berkata sepatah katapun, Jiyeon pergi meninggalkan Thunder.

Beberapa saat setelah Jiyeon pergi.

“Ohh iya, namamu siapa? Mau aku traktir makan siang nanti?” tanya Thunder sambil melepas sendiri earphonenya, namun sayang. Sosok wanita yang diajak bicaranya telah pergi.

…………………..

“Hyun Seong-ah.. Kau sudah selesai rapat?” tanya Jiyeon berdiri di depan ruang rapat Hyun Seong untuk mendapatkan jawaban kepastian dari Hyun Seong.

“Jiyeon-ah? Kau sejak kapan menungguku disini?” tanya Hyun Seong kaget melihat kehadiran Jiyeon seusai dia rapat.

“Hmm.. sekitar 2 jam yang lalu. Jadi kapan kita bisa latihan?” tanya Jiyeon dengan wajah memelas.

“Baiklah, sepertinya hari ini. Tapi aku ada 1 kelas kuliah lagi. Kalau mau, silahkan kau ke rumahku duluan atau makan siang dulu lalu ke rumahku terlebih dahulu. Aku akan menyusul pulang. Gwaenchana?”

“Ne, lagipula rumah kita kan tidak begitu jauh.hehehee Annyeong, gomawo Hyun Seong-ah”

“Cheonmaneyo Jiyeon-ah”

Hyun Seong masih saja tersenyum sambil melihat Jiyeon berlari kecil meninggalkannya.

“Hyun Seong-ah. Apakah kau memikirkan dia selama rapat tadi? Jujur padaku! Hahahahahaa” sapa Dong Hyun sambil menepuk pundak Hyun Seong.

“Ahh sunbae. Ani” jawab Hyun Seong yang kemudian melangkah menuju kelas kuliahnya.

…………………….

(Jiyeon P.O.V)

“Ne, lagipula rumah kita kan tidak begitu jauh.hehehee Annyeong, gomawo Hyun Seong-ah” ucapku sambil pergi meninggalkanya

“Cheonmaneyo Jiyeon-ah” jawabnya.

Aku sekarang bingung harus kemana dulu, apakah aku harus makan siang dulu? Atau pergi pulang ke rumah sendirian?

“Ahhh, tau gitu tadi aku bareng Sooyoung dan Kyuhyun sunbae untuk pulang bareng. Kan lumayan naik mobil gratis.huhf” gerutuku sambil berjalan ke gerbang kampus.

“Hei kau. TUNGGU!!!!” teriak seseorang. Aku merasa tidak terpanggil, jadi aku meneruskan langkahku.

Tiba-tiba orang yang aku sudah kenal dengan sepedanya menghadang di hadapanku.

“Thunder sunbae?” sapaku pelan karena dia terkenal dengan sikap dinginnya.

“Kau jangan menatapku seperti itu. Kau sudah makan siang? Ayoo kita makan bersama. Aku yang traktir. Ottokhae?” perkataan Thunder sunbae barusan membuatku menganga lebar. Apa benar ini Thunder yang aku kenal dingin di perpustakaan tadi?


……………………

(Hyun Seong P.O.V)

“Kyuhyun sunbae, apakah kau melihat Jiyeon disekitar sini?” tanyaku pada seorang sunbae yang sedang berjalan melewatinya sambil bermain pspnya. Yang aku tahu, dia sangat dekat dengan Jiyeon.

“Ahh? Kau bicara denganku?” tanya Kyuhyun mencoba memastikan dan mulai mematikan pspnya.

“Keurae, sunbae!” jawabku yakin.

“Setahuku, Jiyeon sudah pulang bersama seorang namja. Sekitar 1 jam yang lalu. Entahlah mereka pergi kemana? Mungkin makan siang bersama” jawab Kyuhyun sekenanya tanpa disaring terlebih dahulu.

“Chagiii… Kau disini rupanya, aku mencarimu sejak tadi” teriak seorang wanita dari kejauhan yang kini sedang berlari mendekati Kyuhyun sunbae. Sepertinya itu adalah Sooyoung sunbae, pacarnya.

“Ohh, kau habis ada kelas? Aku juga mencarimu. Ayoo kita pulang sekarang!” ajak Kyuhyun sambil menggandeng Sooyoung.

“Gamsahamnida, Kyuhyun sunbae” sahutku sebelum akhirnya mereka pergi meninggalkanku di lorong kampus.

“Baiklah kalau begitu. Aku harus buru-buru pulang sekarang!!” gerutuku sendirian dengan bersemangat.

(Hyun Seong P.O.V end)

…………………..

~Depan restorant~

“Sunbae, aku baru tahu kalau ada mahasiswa yang menggunakan sepeda untuk kuliah” ucap Jiyeon memperhatikan sepeda milik Thunder dengan seksama.

“Oh, aku hanya ingin membakar kalori.hehehee” jawab Thunder yang diakhiri tertawa kecil.

“Membakar kalori ya? Aku merasa gemuk akhir-akhir ini. Bagaimana kalau untuk pulang aku saja yang menggonceng sunbae?” tawaran Jiyeon sedang dipikir-pikir oleh Thunder. Wajah Thunder benar-benar datar saat berpikir.

“Kau yakin kuat mengayuh sepeda dengan beban yaitu aku?” tanya Thunder yang sepertinya tidak yakin kalau tubuh mungil Jiyeon dapat membawanya ke suatu tempat.

“Kan tadi sunbae janji untuk menemaniku ke rumah temanku. Jadi untuk mengucapkan rasa berterima kasihku, biarkan aku yang menggonceng sunbae” jelas Jiyeon sambil tersenyum indah. Thunder memperhatikan senyum Jiyeon dan akhirnya mengangguk pasrah.

“Ingat, kalau kau merasa berat. Bilang ya, supaya kita gantian!” suruh Thunder yang kini sudah menaiki sepeda di bagian belakang tempat duduk Jiyeon.

Jiyeon mulai mengayuh sepeda milik Thunder, terasa berat. Ya pasti karena Jiyeon lebih keil dibandingkan Thunder!!

Aku pasti bisa, ucap Jiyeon dalam hatinya. Thunder merasa kalau sepedanya berjalan sangat lama.. lama sekali..

“Jiyeon-ah, kalau tidak kuat. Jangan memaksakan!” sahut Thunder.

“Tenang saja sunbae” jawab Jiyeon sambil bersusah payah mengayuh sepeda.

Beberapa menit kemudian.

“Jiyeon-ah, baju bagian belakangmu mulai basah karena keringatmu. Kita gantian saja, apalagi jalannya agak menanjak” sahut Thunder kembali dengan khawatir.

Kini Jiyeon tidak menjawab pertanyaan Thunder, wajahnya sudah merah karena keringat dan capek.

Thunder pun mengerem kayuhan Jiyeon dengan menurunkan kakinya dan akhirnya sepeda pun berhenti. Thunder melangkah ke depan Jiyeon.

“Jiyeon-ah.. Wajahmu sangat merah dan penuh keringat. Kau lelah? Mian!!” ucap Thunder sambil memberikan tissue pada Jiyeon.

“Aku rasa, kaloriku benar-benar sudah terbakar” jawab Jiyeon sambil tertawa kecil.

Thunder hanya tersenyum simpul dan segera berganti posisi. Kini Thunder yang akan mulai mengayuh sepeda sedangkan Jiyeon yang akan diboncenginya.

10 menit telah berlalu, kini mereka berdua hampir sampai rumah Hyun Seong, teman Jiyeon yang tidak diketahui oleh Thunder.

“Sunbae, terus kayuh. Kita tinggal sebentar lagi sampai” sahut Jiyeon sambil membiarkan angin meleraikan tiap helai rambutnya. Semenjak Thunder yang mengayuh sepeda, sepeda berjalan cepat.

“Stop stop stop.. Berhenti disini. Ini adalah rumah temanku itu” Jiyeon setengah berteriak menyuruh Thunder berhenti. Jiyeon turun dari sepeda dan memencet bel rumah di hadapannya sedangkan Thunder tetap duduk di sepedanya dengan kedua kaki menapak tanah. Setelah itu keluarlah tuan rumah yang sebelumnya sudah diberitahu oleh Hyun Seong kalau temannya akan datang.

“Annyeonghasimnikka, ajussi” sapa Jiyeon sambil menundukkan badannya. Ajussi itu mulai berjalan mendekati Thunder dan Jiyeon. Thunder membenahi kacamatanya, mencoba melihat lebih jelas siapa ajussi tersebut.

“Ajussi itu pun membukakan gerbang rumahnya dan pandangannya langsung menuju ke arah Thunder. Begitu pula yang terjadi dengan Thunder, mata mereka seperti mengeluarkan setrum listrik.

“Hmm.. Ajussi, ini kakak kelasku. Namanya …” belum selesai Jiyeon bicara untuk mencairkan suasana. Thunder sudah kembali mengayuh sepedanya tanpa berkata apa-apa. Jiyeon dan ayah Hyun Seong hanya bisa menatap perginya Thunder dari depan gerbang rumah.

~TO BE CONTINUED~




RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

August 2017
M T W T F S S
« Aug    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 63,238 Lovers

Tweeted

  • نصيب برحمتنا من نشاء ۖ ولا نضيع أجر المحسنين -- سورة يوسف #Quran 10 hours ago
  • لقد كان في قصصهم عبرة لأولي الألباب ۗ ما كان حديثا يفترى ولكن تصديق الذي بين يديه وتفصيل كل شيء وهدى ورحمة لقوم يؤمنون ﴿١١١﴾ -- سورة يوسف 13 hours ago
  • #تويت_حديث #صورة twitpic.com/dso0ij #ﷺ 16 hours ago
  • كان رسول الله - صلى الله عليه وسلم - لين الجانب ليس بفظ ولا غليظ ولا صخاب ولا فحاش يعفو ويصفح ويحلم على من يجهل عليه. #نشر_سيرته #ﷺ 19 hours ago
  • اللهم إني أمسيت (أصبحت)أشهدك وأشهد حملة عرشك وملائكتك وجميع خلقك،أنك أنت الله لا إله إلا أنت وحدك لا شريك لك، وأن محمدا عبدك ورسولك #أذكار 1 day ago