Posts Tagged ‘SS501

07
Aug
12

Naui Namja Chingu is a Star (Part 3 End)

Title        : Naui Namja Chingu part 3-3

Rating       : PG

Main cast   : Yuko, Kim Hyun Joong SS501

Other cast : Yoon Eunhye, Kim Kyu Jong, Goo Hara.

Note        : Di  part 2, Kim Hyun Joong menebak sosok misterius itu adalah Eunhye, dengan tergesa-gesa akhirnya mereka pun pacaran. Kyu Jong dan Hara sedang dalam pencariannya.

Oh iya, Mian banget buat readers.. Aku lupa kl blm ngepost part 3 nya :””(

Untung ada Siska Evry yg mengingatkan.. (prokk prokk) Gomawo, chingu ^^v

Buat yg blm baca part 1 dan part 2 nya bisa di klik aja..

Okehh ga usah byk iklan lg.. HAPPY READING !!!!!!!!!!!! 🙂

*Perusahaan Keyeast*

Kyu Jong dan Hara datang bersama Kim Hyun Joong, namun mereka berdua pergi ke ruangan OB sedangkan Kim Hyun Joong pergi ke ruangannya sendiri untuk memeriksa kotak ungu misterius itu.

“Kyu Jong oppa, kita tanya orang ini saja” feeling Hara untuk bertanya ke seseorang adalah tepat.

“Annyeonghaseyo Ajeossi, kami ingin bertanya. Siapa orang yang bertugas membersihkan ruangan Kim Hyun Joong setiap harinya?” tanya Hara, Ajeossi itu terlihat ketakutan karena selama seminggu ini dia tidak melakukan tugasnya itu.

“Saya, memang ada apa?”  jawab Ajeossi itu.

“Mwo? Tidak mungkin, pasti yang membersihkan adalah seorang wanita” sahut Kyu Jong. Hara mencubit tangan Kyu Jong dengan harapan Kyu Jong bersabar dalam menginvestigasi orang.

“Oh kalau begitu Ajeossi tahu soal kotak ungu yang biasa di atas meja Hyun Joong-ssi?” tanya Hara lemah lembut.

Ajeossi mengingat-ingat kejadian tadi pagi saat datang bersama Yuko, dia melihat Yuko membawa sebuah plastik yang isinya kotak dengan pita putih diatasnya.

“Apakah kotak itu dengan pita putih di atasnya?” tanya balik Ajeossi, Kyu Jong dan Hara mengangguk semangat.

“Kalian pergilah mencari orang itu di Universitas Nasional Seoul” jawab Ajeossi yakin.

“Tapi kan Universitas sedang libur, penerimaan mahasiswa baru nanti bulan …” sahut Kyu Jong, belum sempat menyelesaikan perkataannya, lagi-lagi Hara mencubit tangannya.

“Baiklah kalau begitu, terima kasih Ajeossi”. Mereka berdua pun pergi ke Universitas Nasional Seoul.

“Kenapa kau mencubitku?” tanya Kyu Jong sambil mengendarai mobilnya.

“Mianhae, oppa. Habis kau menyebalkan dan tidak sabaran” jawab Hara.

“Habis aku takut Ajeossi itu berbohong. Kau tahu kan kalau Universitas …” Hara langsung memotong pembicaraan Kyu Jong.

“Tapi apa oppa sadar, berarti kita lebih mudah mencari orang itu, pasti hanya ada sedikit orang yang datang” jelas Hara.

Kyu Jong sadar kalau ternyata Hara adalah pacar yang pintar. Kyu Jong pun tersenyum bangga pada Hara.

…………………..

*Universitas Nasional Seoul*

Setelah Yuko selesai bertanya-tanya soal Universitas tujuannya itu, dia mengambil sebuah brosur dan duduk di taman universitas itu.

“Mungkinkah aku bisa masuk disini?” tanyanya ragu dalam hati.

Drrrrttt..drrrrttt..

“Yoboseyo, Eonni. Waeyo?” sapa Yuko melalui ponselnya.

“Oh iya bagaimana mengecek soal Universitasnya? Yuko-ah, kau tahu kalau aku sekarang sudah mempunyai pacar?” tanya Eunhye dengan nada bahagia.

“Aku agak kurang yakin bisa masuk Universitas ini habis nilainya harusnya tinggi, sedangkan otakku begini keadaannya. Aku belum tahu kalau Eonni punya pacar, siapa dia? Ceritakan!” jawab Yuko dengan nada suara yang membingungkan.

“Kim Hyun Joong-ssi, kau pasti mengenal dia” Yuko langsung berdiri karena kaget mendengarnya. Jantungnya terasa tak berdetak sama sekali, air matanya dia tahan di pelupuk mata.

“Ah, Jeongmal? Chukhahae, Eonni” Yuko mencoba menyembunyikan perasaan sedihnya.

“Eonni, bus yang aku tunggu sudah datang. Ceritanya dilanjutkan di apartemen saja ya” lanjut Yuko berbohong.

Yuko pun memutuskan untuk tidak berkuliah di Korea karena dia takut kalau nantinya dia akan sakit hati setiap melihat Hyun Joong dan Eunhye berpacaran.

“Kau sedang menunggu bus?” sahut seseorang di belakang Yuko, Yuko terdiam dan berjalan menjauhi orang itu tanpa menoleh ke belakang.

“Hei Hara-ya, kau ternyata disitu. Oh ada Yuko-ssi juga. Annyeonghaseyo” sapa Kyu Jong yang sejak tadi berpencar dengan Hara untuk berkeliling kampus mencari seseorang. Kyu Jong pun berlari kecil mendekati Hara dan Yuko, “Yuko-ssi, kau sedang apa disini?” tanya Kyu Jong.

“Aku, aku hanya sedang berjalan-jalan. Hehehee Aku pergi duluan ya. Annyeong” Yuko pun melangkah cepat meninggalkan Kyu Jong dan Hara.

“Oppa, apakah kau curiga pada Yuko-ssi? Aku hanya menemukan satu orang di kampus ini dan dia adalah Yuko-ssi” jelas Hara.

“Aku tidak bertemu siapa-siapa, memang sedikit curiga. Ya sudah, ayo kita pulang. Kita ceritakan hasil investgasi kita besok kepada Hyung” ajak Kyu Jong sambil menggenggam erat tangan Hara.

…………………

*Apartemen Eunhye*

“Hyun Joong-ssi, ayo mampir dulu?” tanya Eunhye.

“Baiklah kalau begitu, namun aku hanya bisa sebentar saja” akhirnya Hyun Joong pun masuk ke dalam apartemen Eunhye.

“Aku ambilkan minum dulu ya di belakang”, Hyun Joong hanya mengangguk saja dan menunggu Eunhye di ruang tamu.

Bel ruangan Eunhye berbunyi, pertanda ada tamu juga yang datang. Hyun Joong pun menengokkan kepalanya ke arah pintu, ternyata itu adalah Yuko. Yuko kaget melihat ada Hyun Joong di apartemen Eunhye, sebisa mungkin dia mengendalikan perasaannya.

“Annyeonghaseyo Hyun Joong-ssi. Sudah lama?” tanya Yuko basa-basi.

“Ya baru saja” jawab Hyun Joong.

“Chukhahamnida” ucap Yuko sambil menyalami tangan Hyun Joong.

“Untuk apa?” tanya Hyun Joong bingung yang kemudian menyambut tangan Yuko.

“Karena kau telah menjadi pacar Eunhye eonni. Kalian yang awet ya” senyum Yuko membuat hati Hyun Joong bergetar. Setelah itu, Eunhye muncul sambil membawa segelas sirup untuk Hyun Joong. Mereka terlihat mesra, Yuko yang memang tidak mau mengganggu mereka berdua, langsung pergi ke kamarnya. Hyun Joong hanya dapat memperhatikan Yuko berjalan kamarnya dari ruang tamu.

***

            Yuko selesai berkemas-kemas tasnya, kini dia telah membulatkan tekad untuk tidak melirik Korea Selatan untuk melanjutkan studinya. Dia sekarang ada di dalam taksi menuju Bandara Incheon.

“Yuko-ah, kau yakin akan pulang ke Jepang sekarang? Tidak jadi kuliah di Universitas Nasional Seoul?” tanya Eunhye dengan sedikit kecewa lewat ponselnya.

“Sepertinya tidak, eonni. Nilai untuk masuk ke situ harus tinggi. Sama seperti universitas di Jepang. Jadi lebih baik aku di Jepang saja dan bersama orangtuaku” jawab Yuko.

“Baiklah kalau begitu, aku akan menyusulmu ke Incheon setelah pemotretanku selesai” Eunhye mau menyempatkan waktunya untuk mengantar adik sepupunya kembali ke Indonesia.

“Terserah Eonni saja” jawab Yuko lesu.

………………

*Di Kafe milik Hara*

            Hyun Joong, Kyu Jong dan Hara berkumpul di Kafe Hara untuk memberitahu hasil investigasi mereka kemarin. Setelah menjelaskan panjang lebar, Hyun Joong masih saja berwajah datar dan sesekali menengok jam tangannya.

“Sebenarnya aku sudah mengetahui siapa orang itu, dia adalah Eunhye-ssi” jawab Hyun Joong.

“Mian kalau aku lancang, tapi aku tidak yakin kalau Eunhye-ssi yang melakukan itu semua. Silahkan kau lihat tabloid ini” sahut Hara sambil menaruh tabloid remaja yang berisi berita selebritis di atas meja.

“Lihat bagian ini, ada OfficeBoy bertopi biru dan bercelana jeans biru muda yang tidak sengaja terambil kamera saat sedang keluar dari ruanganmu padahal seharusnya seragam OfficeBoy adalah celana bahan biru muda, bukan jeans. Ya kan Kyu Jong oppa?” jelas Hara, Kyu Jong pun mengangguk. Kemudian Hara membuka beberapa halaman berikutnya.

“Lihat juga yang ini, Na Young-ssi sedang diwawancarai di parkiran, terlihat seorang wanita memakai tas kecil berwarna merah menyala, kemeja hitam dan celana jeans yang sama terambil kamera. Lalu saat kami menemui Yuko di kampus, dia memakai pakaian yang sama” jelas Hara dengan yakin.

“Aku juga melihat dia memakai pakaian yang sama kemarin setelah aku mengantar Eunhye ke apartemennya” sahut Hyun Joong bersemangat. Akhirnya dia mengetahui segalanya sebelum terlanjur lama berpacaran dengan Eunhye.

“Terima kasih banyak. Aku harus menjemput cintaku yang sesungguhnya” Hyun Joong pun pergi dari Kafe Hara menuju ke tempat pemotretan Eunhye.

……………….

*Taman belakang tempat pemotretan Eunhye*

            “Eunhye-ssi, mianhae kalau selama ini sepertinya aku salah mencintai orang” jelas Hyun Joong di sebuah taman.

“Mwo?” tanya Eunhye bingung.

“Aku kira yang memberikanku coklat, puisi dan boneka alien ini adalah kau” Eunhye makin bingung dengan ucapan Hyun Joong.

“Aku tidak pernah melakukan itu” sahut Eunhye.

“Iya, aku baru tahu hal itu tadi. Saat aku memergokimu di ruanganku, aku kira kau yang selama ini menaruh barang-barang itu. Aku sudah bertekad akan mencintai gadis yang memberikan barang-barang ini padaku. Oleh sebab itu, pada hari itu juga aku berkata cinta padamu. Ternyata orang yang aku maksud bukan kau” seperti halilintar yang menyambar hati Eunhye, Eunhye langsung mengetahui bahwa dirinya akan merasa sakitnya cinta hari ini.

“Memang siapa wanita itu?” tanya Eunhye menahan tangisnya.

“Dia adalah sepupumu, Yuko-ssi. Aku tidak suka membohongi orang lain, apalagi mengenai perasaan, aku takut kalau aku makin lama membohongi diri sendiri, akan menambah luka untukmu”, hati Eunhye sekarang seperti Kulit Pohon Ek yang terkelupas selama musim dingin, memiliki retakan yang amat dalam. Namun semuanya harus dia terima, bagaimanapun memang kejujuranlah yang terpenting.

“Apakah selama kita berkencan, kau tidak memiliki rasa untukku?” tanya Eunhye menahan isak tangisnya. Hyun Joong perlahan menggelengkan kepalanya.

“Hyun Joong-ssi, cepatlah jemput Yuko sekarang di Bandara Incheon. Dia akan kembali ke Jepang hari ini di penerbangan pukul satu. Semoga kau tidak telat bertemu dengannya” jelas Eunhye.

“Kau yakin?” tanya Hyun Joong.

“Gwaenchanayo, mian aku tidak bisa menemanimu karena aku ada janji dengan seseorang” jawab Eunhye berbohong.

“Baiklah, aku akan menyusul Yuko-ssi ke Incheon. Gamsahamnida, Eunhye-ssi” Hyun Joong pun memeluk Eunhye untuk terakhir kalinya sebagai tanda perpisahan. Setelah Hyun Joong pergi, Eunhye menangis dengan derasnya di taman.

“Haruskah berakhir dengan begini?” tanyanya dalam hati yang kemudian semakin menundukkan wajahnya.

………………..

*Bandara Incheon*

            Sesampainya Hyun Joong di Bandara, dia langsung berlari mencari Yuko di dalam. Dia melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul satu lebih lima menit,  dari dinding kaca yang menghadap ke tempat berkumpulnya pesawat, ternyata sudah ada pesawat yang lepas landas.

“Mungkinkah itu Yuko-ssi? Aku telat? Apakah aku telat? Arrghh” sesalnya yang kemudian menghentikan langkahnya dan memandang kosong ke arah pesawat yang kini semakin terlihat mengecil.

“Kenapa kau tidak mengaku saja secara terang-terangan kalau kau menyukaiku? Awal bertemu, aku merasakan ada yang berbeda darimu. Saranghae, Yuko-ssi” hal itu terucap begitu saja oleh Hyun Joong.

Hanya berbataskan pot berisi ilalang tinggi, ternyata Yuko ada di sebelah Hyun Joong berdiri. Yuko sadar bahwa dia harus segera pergi dari tempat itu, namun saat pergi mengendap-endap, tepat sekali Hyun Joong sudah berbalik badan.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa masih disini?” sapa Hyun Joong yang kemudian tersenyum kecil.

Yuko langsung terdiam dan mencoba kabur, namun sayang Hyun Joong menggenggam tangannya dan langsung memeluknya.

“Jangan pergi, aku akan membahagiakanmu. Tolong jangan pergi” ucapan Hyun Joong membuat jantung Yuko seakan berhenti berdetak.

“Mwoyeyo? Bagaimana dengan Eunhye eonni?” tanya Yuko.

“Dasar kau anak bodoh, masih saja memikirkan perasaan orang lain padahal kau terluka. Aku sudah putus dengannya, ternyata aku salah paham, orang yang sebenarnya aku cintai adalah kau” Hyun Joong dan Yuko saling tersenyum.

“Oh iya, ini punyamu kan?” tanya Hyun Joong sambil memperlihatkan gantungan yang bergambar wajahnya tapi setengah rusak karena telah diinjak-injak orang.

“Ne, kau menemukannya dimana? Itu buat kau saja, aku sudah membeli yang baru..hehehee” jawab Yuko sambil memperlihatkan gantungan yang sama persis dengan yang di pegang Hyun Joong namun masih baru dan terbungkus plastik. Hyun Joong pun mencium dahi Yuko dan kembali memeluknya.

“Jeongmal saranghae, Yuko-ah” pelukan Hyun Joong semakin erat, Yuko pun membalasnya.

*The End*

Advertisements
14
Aug
11

Rainy Heart (SongFic)

Author      : SarSay501

Rating       : PG-17

Main cast    : Heo Young Saeng [SS501],

Other cast    Kim Taeyeon [SNSD]

Note        : Ini adalah versi SongFic dari lagu Rainy Heart-Saengi. Jangan lupa sambil denger mp3-nya ya pas baca ff ini ^^

Ini pertama kalinya author bikin SongFic. Menurut readers gimana? heheheheee

Semoga pada suka ^^

Hey, you never know.. this is my story

On one rainy day

Hiding tears

 

Suara gemuruh tetes hujan yang saling bersahutan, gaduh.. Aku membenci saat titik air itu turun ke bumi. Menabrakkan dirinya dengan tanah.

Aku hanya dapat memandangi hujan dari balik kaca besar. Andai aku bisa memberhentikan hujan! Ya, andai saja.

Kalau saja setiap tetes hujan dapat mewakili kesedihanku. Suasana selalu berubah menjadi dingin saat hujan turun. Syal coklat muda dan kaos putihlah yang menemaniku saat ini. Namun sayang, mereka tidak bisa menggantikan kehangatan yang aku sangat nantikan dan mungkin tidak akan pernah kembali aku rasakan lagi.

 

Heaven is showering rain on me

as if it is mocking at me

On one rainy day

 

“Oppa, aku sangat menyukai desain apartemenku yang baru ini. Sama persis seperti desain apartemenmu” sahut Taeyeon yang sedang memperhatikanku dari tempat tidurnya. Aku hanya dapat tersenyum bahagia saat melihatnya bahagia.

“Oppa, kau lihat. Semua barang-barang ini kita membelinya bersamaan dan kembar. Jadi kalau aku merindukanmu, aku tinggal menatap semuanya ini.hehehee” sahut Taeyeon lagi, kini dia dalam posisi duduk di atas tempat tidurnya. Aku merasakan hatiku benar-benar gembira saat melihatnya riang seperti itu. Suatu saat nanti aku pasti akan merindukan hangatnya senyum itu. Aku tidak mau melepaskan pandanganku dari senyum yang manis itu.

Lost in thoughts

Longing for that memorable day

Rainy day

 

Sayang, senyuman itu kini terhempas begitu saja dari hidupku. Kini aku tak akan dapat melihat senyum hangat itu lagi. Senyum yang mengingatkanku pada musim semi, sekarang menjauh dan menghilang dariku.

While looking at the rain

Tears rolling down unknownly

Why does my heart cries whenever it rains

 

Aku melirik Taeyeon yang sedang membaca buku di genggaman tangannya.

“Oppa, kau selalu memperhatikanku? Waeyo?” tanya Taeyeon sambil melihat ke arahku. Kini tatapan mata kami bertemu.

“Adakah sesuatu yang lebih menarik dari pada aku?” ucapku manja. Taeyeon tertawa kecil mendengar ucapanku barusan. Aku pun ikut membalas tawanya.

“Kau benar-benar mengacuhkanku karena sebuah buku? Aku mau liat tandinganku itu. Apa gantengnya buku itu denganku, hah?” sahutku sambil mencoba menurunkan buku di genggaman tangan Taeyeon. Susah payah aku melakukan itu, karena Taeyeon menyembunyikan isi buku tersebut dari pandangan mataku.

“Oppa, kau tidak mau mencobanya lagi?” tanya Taeyeon seakan menantangku. Aku berpura-pura marah padanya.

“Oppa, jangan marah. Kalau begitu, ayo kita baca berdua buku ini” Taeyeon pun menaruh buku itu terbuka di atas meja. Kami membaca buku itu bersama, ternyata itu adalah buku catatan kecil milik Taeyeon yang berisi hal-hal konyol yang kami lakukan setiap harinya. Dia mencatat semua peristiwa itu dalam buku miliknya.

“Jadi ini.. Kenapa kau menulis kejadian konyol dalam buku ini?” tanyaku sambil menahan tawa karena saat membaca buku itu, aku membayangkan banyak sekali kejadian aneh yang kami telah kami alami selama kami berpacaran.

“Ini menyenangkan, oppa! Ya kan? Hahahahaa” tawa kami meledak bersamaan memenuhi seisi ruangan apartemen baru Taeyeon.

 

Who am i missing?

Today just passed by like that day

 

Tawa itu juga ikut menghilang seperti tetes hujan yang akhirnya memenuhi selokan dan mengalir entah kemana.

Sofa coklat ini adalah saksi bisu cintaku. Aku sungguh merindukannya.

“Aku merindukanmu” itulah ucapku pelan sambil membelai sisi sebelah kiriku. Aku ingat sekali, kalau Taeyeon sangat suka duduk di sebelah kiriku. Sofa ini memang dirancang hanya untuk dua orang.

Dia mengangkat kedua kakinya dan mendekap lututnya lalu menyandarkan kepalanya di bahuku. Aku pun meregangkan tangan kiriku dan menyambutnya.

“Semua sudah berakhir” lanjutku lemah.

On one rainy day

Walking on the streets alone

My heart said to me as if it is making cry

 

Hujan di luar terlihat sedikit menyiksa hati Taeyeon.

“Oppa, sejujurnya aku sangat merindukanmu” ucap Taeyeon terduduk di sofa coklat yang sama persis dengan milik Young Saeng. Dia membelai sisi kosong dari sofa itu.

Taeyeon kembali mendekap lututnya dan mengacak pelan rambutnya sebagai wujud dirinya yang tengah hampa.

On one rainy day

Lost in thoughts

The farewell approaching me

 

Taman di antara apartemen kami adalah yang terbaik. Pohon-pohon merambat dijadikan dinding seperti sebuah labirin di ruang terbuka. Aku dan Taeyeon sangat senang sekali berada di taman itu.

Aku melangkahkan kakiku sambil melihat ke sisi kiri. Kalau seseorang melihat kami dari atas, yang kami lakukan adalah melangkah bersama namun terbatasi oleh dinding pohon merambat.

“Taeyeon-ah, coba cari aku kalau kau bisa” ucapku sambil tertawa kecil. Mata Taeyeon mencariku dengan seksama. Aku kembali melangkah mundur untuk bersembunyi, namun sayang, Taeyeon telah melihatku.

“Oppa, aku menemukanmu! Sekarang giliran oppa yang mencari dan mengejarku” sahut Taeyeon sambil melambaikan tangannya seakan menyuruhku untuk menangkapnya.

“Oppa tidak akan bisa menemukanku.hehehee” ucap Taeyeon yang kini menjauhiku.

“Aku pasti akan menemukanmu” jawabku sambil terus malangkah santai mendekati tempat Taeyeon bersembunyi.

“Sudah cukup acara petak umpetnya!” aku sedikit memberikan nada membentak sambil menarik Taeyeon untuk keluar dari taman.

“Oppa kalah karena aku yang paling lama ditemukan” Taeyeon terus menganggap dirinya menang. Kami berpegangan tangan dan keluar dari taman bersamaan. Pemandangan kami disekitar mulai berubah menjadi hutan bambu. Aku menggenggam erat tangan Taeyeon.

Rasanya hanya ada kedamaian dihatiku.

Kami berdua kini saling berhadapan, aku mendekatkan wajahku ke wajahnya. Sebuah ciuman mendarat di dahi Taeyeon.

Aku melihatnya tertunduk malu sambil tersenyum simpul. Aku terus menatapnya dan tersenyum ke arahnya. Lucu sekali melihat Taeyeon tersenyum malu seperti itu.

I’ll forget that it remains deep in my heart

That love is true

But remains deep in my heart like a hurricane

I’m alone, drunken again

 

Aku menutup mata Taeyeon dari belakang, dia memegangi pergelangan tanganku dan menurunkan tanganku yang sepertinya menghalangi pandangannya.

“Oppa, kau menghalangi pandanganku untuk melihat matahari senja” sahut Taeyeon.

“Mianhae, Taeyeon-ah” sahutku sambil memeluk pundaknya dari belakang. Taeyeon memegangi tanganku yang melingkar di sekitar pundaknya seakan tak mau melepaskan pelukanku.

Looking at the rain

If i listen to this song, baby maybe i cry again

If i get in the rain now

Crying together with the rain

Aku dan Taeyeon berbicara serius soal hubungan kami ke depannya di sebuah tempat yang memiliki banyak anak tangga. Taeyeon duduk jauh di belakangku..

Aku tak ingin melihat wajah Taeyeon karena aku benci yang namanya perpisahan dan menangis. Aku sangat menghargai keputusannya untuk berpisah kalau itu memang maunya.

In such a day .. Why is my heart crying?

Who am i missing?

“Oppa, aku belum berfoto ria di apartemen baruku. Fotokan aku ya!” sahut Taeyeon sambil mengalungkan kamera di leherku.

“Hana.. dul.. set.. Smile!” ucapku yang kemudian kamera itu memancarkan cahaya blitz.

“Sekarang foto berdua. Aku lelah memotretmu, kau itu sangat narsis.hehehee” sahutku jahil. Taeyeon kemudian mengambil kameranya dan bersiap berfoto yang akan diambil dari arahnya.

Aku dan Taeyeon berpose sama yaitu membuat bentuk huruf V dari jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan kami. Aku mendekatkannya tepat di samping mata kananku, sedangkan Taeyeon mendekatkannya di samping pipinya yang merah merona.

“Foto ini aku terlihat ganteng sedangkan kau terlihat chuby” sahutku sambil menunjuk-nunjuk layar kamera yang memperlihatkan hasil sementara foto yang telah kami ambil sambil tertawa melihat ekspresi kami masing-masing barusan.

“Oppa, aku imut sedangkan kau berpose cantik.hehehee” sahut Taeyeon yang gantian tertawa bahagia setelah mengejekku.

Rainy day

While looking at the rain

Tears rolling down unknownly

Aku hanya dapat memperhatikan jejak langkah Taeyeon yang menjauh meninggalkanku sendirian. Apakah aku dapat memberhentikan jejak langkah itu?

Tanpa aku sadari, Taeyeon masih memperhatikanku dari puncak anak tangga ini. Aku tak ingin menoleh ke arahnya. Aku tak ingin menangis karena kehilangannya dan juga aku tak mau melihatnya pergi meninggalkanku sendirian disini. Hatiku masih belum siap!

Why does my heart cries whenever it rains

Who am i missing?

Today just passed by like that day

Apartemenku yang lama sepertinya akan selalu mengingatkanku pada Taeyeon. Kini aku pindah tempat tinggal. Melupakan semuanya, tentang kenangan bersama Taeyeon. Aku harap ruangan kecil ini dapat membantuku untuk segera melupakan Taeyeon.

…………..

Jauh dari tempat tinggal Young Saeng, Taeyeon juga melakukan hal yang sama. Yaitu pergi meninggalkan apartemennya dan menyewa tempat tinggal baru.

Jujur saja, semua kenangan itu tidak dapat menghilang dengan cepat dari pikiran Taeyeon. Hujan itu membuat Taeyeon mengingat semua kenangan dengan sangat jelas. Kini dia merebahkan badannya di atas tempat tidur berukuran 2,5×1,5 meter. Airmatanya menetes membasahi sprei miliknya. Semua kenangan itu tiba-tiba hadir kembali saat hujan tiba.

Huhh.. It’s raining, maybe i’m crying again

Heyy.. you hear me?

My heart..rainy heart..

“Aku pasti akan merindukan semua barang-barang ini nantinya. Annyeong oppa dan sofa yang nyaman ini” ucap Taeyeon sebelum pergi ke tempat tinggalnya yang baru. Dia menangis di sofa itu untuk beberapa lama sambil terus mendekap lututnya. Airmata mengalir deras di pipi Taeyeon, seperti hujan yang sedang turun deras di luar sana.

……………

“Taeyeon-ah.. Aku berharap setelah hujan ini reda, semua hal tentangmu, sudah menghilang dari ingatanku dan tak akan kembali lagi” ucapku tanpa mau memandang sisi kosong sofa yang berada di sebelahku ini.

~The End~

01
Aug
11

First Day in Spring

Title                : First Day in Spring (Part 5-end)

Author            : SarSay501

Rating             : PG-17

Main cast       : Choi Sooyoung [SNSD], Kim So Eun.

Other cast      : Kim Hyung Jun [SS501], Cho Kyuhyun [Suju], Choi Siwon [Suju]

Note : Readers cari tempat yg PW dulu ya buat baca ini..Biar feelnya dapet.wkwk

Oh iya buat yang ketinggalan baca part sebelumnya ,ini yang part 1 , part 2 , part 3 , part 4 ^^

IKLAN SUDAH HABIS, HAPPY READING!!

 

~Kediaman Rumah Choi~

Sooyoung sejak tadi berpandangan kosong ke depan, dia duduk di sebuah tempat duduk ayunan mini di taman belakang rumahnya.

“Soo, apa yg kau lakukan? Sejak tadi melamun.. Nanti kerasukan setan Yesung lhoo!” sapa Siwon jahil yg kini berdiri di hadapan Sooyoung.

“Oppa, kau mengagetkanku saja! Apa kau bilang tadi? Setan Yesung?? Ahhh,aku tak mau! Lebih baik aku gila krn virusku sendiri daripada kerasukan” jawab Sooyoung yang diakhiri dengan tertawa.

“Oppa, kau bisa jelaskan padaku yang namanya berjuang demi cinta?”

Pertanyaan Sooyoung benar-benar membuat Siwon bingung dan akhirnya berpikir.

“Hmm apa ya? Aku sendiri juga bingung! Aku sampai sekarang belum punya pacar ya karena aku tidak melakukan itu” ucap Siwon ragu. Kini mereka berdua duduk di ayunan.

“Kau menyesal telah merelakan orang yang suka untuk meninggalkanmu, oppa?” tanya Sooyoung lagi. Sekarang Siwon hanya menjawabnya dengan anggukan.

“Kalau kau punya cinta, cinta yang kuat. Lakukan apa saja demi cinta itu!! Sebelum kau menyesal karena kehilangannya” jawab Siwon yakin dengan suara yang tergetar.

“Oppa, darimana aku tahu kalau cinta itu kuat?”

“Kau selalu memikirkannya karena dia selalu hadir dalam pikiranmu”

Sooyoung menghembuskan nafasnya.

“Kau kenapa? Sedang dalam 2 pilihan?” tanya Siwon yang kemudian memasang senyum jahil.

“Oppa, kau ini bicara apa?”

……………..

~Kediaman Rumah Kim~

“So Eun-ah,kau tidak bekerja?” tanya eomma So Eun sambil mengaduk masakannya di dapur.

“Ani eomma, ini kan libur.hehehehee” jawab So Eun sambil berkutat dengan cucian kotor di hadapannya.

“Kau tidak jalan-jalan keluar? Udara yang bagus di musim semi”

“Eomma mengusirku?” tanya So Eun dengan manja.

“Bukan itu maksudku So Eun!! Kau ini kan sudah 23 tahun. Tidakkah kau memiliki pacar untuk jalan-jalan keluar?”

So Eun terdiam, meskipun eommanya menyenggol sikutnya. Dia masih saja terdiam berpikir.

“Ahh, eomma.. Aku kan masih terlalu muda! Hehehehee” jawab So Eun ngeles.

“Kau kebanyakan alasan. Pokoknya berikan aku cucu sebelum aku meninggal!!” perintah maksa dari eomma So Eun membuat So Eun membelalakkan matanya.

“Eomma, kau ini bicara apa? Pertama, jangan memaksaku, karena aku pun tak tahu kapan punya pacar lalu menikah lalu punya anak. Kedua, eomma pasti berumur panjang! Sampai kita berdua nenek-nenek.hehehee”

“Adduuhhh” kepala So Eun baru saja dijitak eommanya dengan pengaduk sup dari kayu. So Eun meringis kesakitan.

“Kau kira kita seumuran? Aku ini sudah tua! Sekarang saja sudah nenek-nenek! Umurku sudah 46 tahun. Sewaktu aku seumuranmu, aku sudah menikah dan memiliki anak” jelas eomma So Eun.

“Ya itu jaman eomma, coba lihat jamanku. Banyak artis yang sudah 30 tahun tapi belum menikah. Lihat tetangga kita saja deh eomma, sudah 35 tahun masih single”

“Kau itu, pintar sekali mencari alasan!! Dasarr! Hah,terserah kau sajalah! Anak jaman sekarang susah sekali disuruh menikah. Padahal menikah itu gampang” gerutu eomma So Eun. So Eun kembali mencuci piring dengan memanyunkan bibirnya.

…………………

(Sooyoung P.O.V)

“Kyuhyun oppa.. Kau sudah datang. Sini duduk di hadapanku” ucapku sambil tersenyum ke arah Kyuhyun oppa yang baru datang untuk makan malam bersama.

“Ye, gomawo Sooyoung-ah. Oh iya, ini kan meja untuk 4 orang. Memang kita akan makan malam dengan siapa lagi?” tanya Kyuhyun padaku setelah dia duduk. Aku hanya terdiam sambil tersenyum. Kyuhyun oppa sepertinya tidak puas akan jawabanku. Nanti juga oppa akan tahu sendiri kalau semuanya sudah berkumpul.

“Hmm..oppa, boleh aku bertanya sesuatu?” tanyaku dengan lembut.

“Ye, apa yang ingin kau tanyakan?” jawab Kyuhyun oppa.

“Oppa, kau tahu kan kalau aku bukan tipe orang yang basa-basi dan pintar berbohong?” tanyaku sambil menatap Kyuhyun oppa dengan serius.

“Ne.. aku tahu itu sejak lama. Memang ada apa, Sooyoung-ah?”

“Oppa.. hmm.. Aku ingin bertanya. Selama ini kau menganggapku seperti apa?”

“Kau bertanya hal ini padaku?” tanya Kyuhyun sambil tertawa kecil. Aku mengangguk dengan semangat. Begitu lama Kyuhyun oppa menutup bibirnya dan suasana menjadi hening di antara kami berdua. Aku benar-benar sangat membutuhkan jawaban oppa.

“Kau seperti …” baru saja Kyuhyun oppa akan menjawab, dari kejauhan aku melihat sosok yang ku kenal melangkah menuju meja kami.

“Hmm.. nanti saja deh, oppa! Kita telah kedatangan tamu lagi” ucapku sambil berdiri menyambut So Eun dan Hyung Jun.

“Apakah kami terlambat?” tanya Hyung Jun memulai pembicaraan. Aku dengan cepat menggelengkan kepala.

Kini aku duduk di sebelah Hyung Jun dan Kyuhyun oppa duduk di sebelah So Eun.

“Semua akan dimulai sekarang. Ini bisa pertanda awal dan akhir untukku” ucapku dalam hati.

(Sooyoung P.O.V end)

(So Eun P.O.V)

“Hyung Jun-ssi, kau tidak bilang kalau kita akan makan malam bersama mereka berdua” bisikku pelan namun sayang Hyung Jun hanya tersenyum dan tidak berkata apa-apa.

“Aku sudah memesan makanan dan minuman untuk kita berempat” ucap Sooyoung tiba-tiba.

Tak lama makanan pun datang ke meja kami. Steak dan jus jeruk.

“Kyuhyun oppa, kau mau aku membantumu untuk mengiris daging itu?” tanya Sooyoung halus.

“Aku rasa tidak perlu” jawab Kyuhyun sambil memotong makanannya. Aku masih tidak mengerti maksudnya aku diajak kemari.

“Sini oppa, biar aku bantu!” Sooyoung berkata agak memaksa. Aku melihat kejadian itu hanya menyunggingkan senyum kesal dalam keadaan menunduk.

(So Eun P.O.V end)

(Sooyoung P.O.V)

Kenapa Kyuhyun oppa ini? Menolak bantuanku? Huhhff

Tiba-tiba kakiku seperti ada yang menendang dari arah kanan. Aku menoleh ke arah Hyung Jun, kemudian Hyung Jun tersenyum ke arahku dan berbisik.

“Kau mau memulainya sekarang?” tanyanya pelan di telingaku. Aku terdiam sebentar mencerna perkataan Hyung Jun barusan.

“Hyung Jun-ssi, kau mau aku bantu?” tanyaku pada Hyung Jun yang duduk di sampingku.

“Boleh saja” jawab Hyung Jun sambil tersenyum manis. Entah ini hanya senyum pura-pura atau ada maksud yang lain. Aku langsung tersadar dari pikiranku.

“Kalian nampaknya serasi” sahut Kyuhyun oppa datar menatapku dan Hyung Jun.

Nampaknya ini tidak berhasil, ottokhaji??

Setelah membantu Hyung Jun, aku langsung memasukkan sesuap steak ke mulutku dengan kesal.

“Sooyoung-ssi, saus steaknya belepotan di mulutmu. Sini aku bantu bersihkan” sahut Hyung Jun membersihkan di sekitar mulutku. Dia begitu lama menatap bibirku, apa yang dia lakukan? Ini sudah berlebihan dari rencana. Tampaknya Kyuhyun oppa malah semakin cuek padaku.

“SHIROO!” ucap So Eun refleks. Kenapa malah So Eun-ssi yang berteriak? Bukan Kyuhyun oppa?!

Aku, kyuhyun oppa dan Hyung Jun-ssi melihat ke arah So Eun yang kini sudah menunduk.

“Choesong hamnida..” sahut So Eun dan kemudian mengurus makanannya sendiri. Aku menatap Hyung Jun bingung, namun Hyung Jun juga mengangkat kedua bahunya seakan menjawab pertanyaanku.

“So Eun-ssi, gwaenchana?” tanya Kyuhyun saat mendengar So Eun tersedak. So Eun langsung meneguk jus jeruk di samping piringnya dan ijin ke toilet.

 (Sooyoung P.O.V end)

………………………

Dreeeet.. dreeeet

“Sebentar ya, aku ingin mengangkat telepon dulu” ucap Hyung Jun yang kemudian berjalan menjauhi meja yang berisi Sooyoung dan Kyuhyun.

“Oppa, sekarang hanya ada kita berdua disini” ucap Sooyoung tiba-tiba.

“Oh iya, kau ingin membicarakan apa denganku?” tanya Kyuhyun yang sekarang sudah siap mendengarkan Sooyoung.

………………….

So Eun melangkahkan kakinya keluar dari toilet. Dia menghentikan langkahnya saat melihat Hyung Jun berdiri membelakanginya sambil memasukkan ponsel ke saku celananya.

“Hyung Jun-ssi. Chakaman!!” sahut So Eun menahan Hyung Jun pergi.

“Waeyo?”

“Ada hal yang ingin aku bicarakan denganmu” jawab So Eun dengan ragu-ragu.

“Jeongmal? Kita keluar sebentar lewat pintu belakang cafe ini saja ya!” ajak Hyung Jun.

…………………

“Oppa, kau ingat waktu aku mencuci jasmu?” tanya Sooyoung dengan ragu.

“Ne, wae?”

“Aku menemukan sebuah kotak dan aku sebenarnya lancang membuka isi kotak itu”

“Itu cincin untuk seseorang”

“Jeongmal?” sahut Sooyoung agak bahagia.

“Aku melihat ukiran di balik cincin itu KS, apa artinya itu, oppa?” lanjut Sooyoung bersemangat.

“Ohh itu..” jawab Kyuhyun datar.

“Apakah.. apakah KS adalah Kyuhyun-Sooyoung?” tanya Sooyoung lagi dengan wajah penuh penasaran.

“Mwo? Aku rasa kau telah salah paham” jawab Kyuhyun dengan cemas.

“Maksud oppa dengan salah paham, apa?” Sooyoung kali ini merasa jatuh dari ketinggian yang benar-benar membuatnya seakan mati.

“Aku membelikan cincin itu untuk orang yang aku sukai. K untuk Kyuhyun dan S untuk …” Kyuhyun tidak berani melanjutkan perkataannya karena dia baru tersadar, belum tentu So Eun mau menerimanya.

“Apakah S itu untuk So Eun?” tanya Sooyoung sambil menahan airmatanya. Kyuhyun tidak menjawab apa-apa dan sepertinya Sooyoung telah mengetahui jawabannya.

“Semua sepertinya berdampak padaku. Dulu aku pernah menyuruh dan memaksa oppa untuk menjadi artis karena oppa sangat tampan dan berbakat akting. Aku menyesal telah melakukan hal itu padamu” airmata Sooyoung kini membasahi pipinya.

“Kalau saja aku tidak jujur padamu, pasti sekarang kau tidak akan pernah mengenal So Eun-ssi” lanjut Sooyoung.

“Sooyoung-ah?” hanya kata itu yang dapat keluar dari mulut Kyuhyun.

“Oppa, aku sungguh sangat menyesal. Memang apa cantiknya So Eun-ssi dari aku? Apakah dia sudah merebut hatimu dalam waktu beberapa minggu? Sedangkan aku menyukai oppa sejak SMA. Namun oppa tidak pernah mengtehui hal itu kan?” Sooyoung kini berkata dengan nada agak membentak. Kyuhyun hanya terdiam sambil menatap Sooyoung.

“Sooyoung-ah, kau itu .. “ Kyuhyun mencoba memegangi tangan Sooyoung dan menjelaskan segalanya. Namun Sooyoung menepis tangan Kyuhyun.

“Mianhae oppa, aku terbawa emosi. Mungkin tidak seharusnya aku memaksakan perasaanmu. Semua ini sudah takdir Tuhan. Mian!” jawab Sooyoung mencoba tegar dan menghapus airmatanya. Sooyoung menarik panjang nafasnya. Suasana hening selama beberapa menit.

“Kenapa So Eun-ssi dan Hyung Jun-ssi begitu lama kembali kemari?” tanya Sooyoung mencairkan suasana.

……………….

Angin di malam hari benar-benar berhembus kuat. So Eun mencoba mengancingkan jaketnya agar merasa hangat. Kini Hyung Jun dan So Eun sudah terduduk bersebelahan di taman dekat kafe.

“Hyung Jun-ssi.. Maaf kalau aku lancang. Tapi aku menyukaimu” ucap So Eun dengan ragu-ragu.

“MWO?” Hyung Jun sangat kaget sampai-sampai dia menoleh ke arah So Eun.

“Keurae. Aku menyukaimu sejak kita di SMA. Sewaktu Hyung Jun-ssi pergi ke luar negeri untuk melanjutkan kuliah bisnis. Aku sedih dan akhirnya mengurungkan niatku yang semula ingin menjadi ahli fisika. Aku langsung melanjutkan kuliah di Akademi Sekretaris. Setiap malam aku berdoa agar suatu saat kita dipertemukan kembali. Ternyata Tuhan mengabullkan doaku. Saranghae Hyung Jun-ssi” jelas So Eun tanpa berani menatap mata Hyung Jun.

Hyung Jun masih berpikir flashback dan terdiam. Tak lama kemudian, Hyung Jun meraih tangan So Eun dan menarik nafasnya.

“So Eun-ssi, jeongmal gamsahamnida karena telah mencintaiku …” jawab Hyung Jun terpotong. Suaranya seperti tertahan di tenggorokannya.

………………….

“Kyuhyun oppa, sepertinya aku harus pulang duluan karena Siwon oppa menyuruhku untuk jangan pulang malam-malam” sahut Sooyoung berbohong.

“Perlukah aku antar?” tanya Kyuhyun yang sudah bersiap berdiri.

“Ani, tidak usah oppa. Aku bisa pulang naik taksi.hehehee Terima kasih karena sudah menyempatkan waktu untuk kemari ya, oppa” Sooyoung melambaikan tangannya dan kemudian pergi meninggalkan Kyuhyun. Sooyoung menghentikan langkahnya di depan pintu cafe dan menghapus airmatanya.

“Kyuhyun oppa, kau selama ini menganggapku hanya seorang adikkah? Aku kecewa! Kenapa kau memberikan harapan dan perhatian padaku selama ini?” gerutu Sooyoung sambil sesegukan di luar pintu kafe.

“Kau akan pergi kemana?” tanya seorang pria tepat di depan Sooyoung. Sooyoung buru-buru menghapus airmatanya dan mengangkat wajahnya untuk melihat pria di hadapannya.

“Hyung Jun-ssi?”

“Ne, kau ingin pulang kan? Ayoo aku antar” ucap Hyung Jun sambil menarik tangan Sooyoung ke dalam mobilnya.

“Shiroo.. aku akan pulang naik taksi” sahut Sooyoung sedikit membentak.

“Aku tahu, pasti kau ingin menangis di taksi kan? Sudahlah, kau tidak apa-apa kok kalau mau menangis di dalam mobilku. Cepat masuk!!” Sooyoung terdiam dengan perkataan Hyung Jun barusan. Darimana Hyung Jun tahu soal pikiran Sooyoung? Itulah yang sedang berada di pikiran Sooyoung sekarang hingga membuatnya berdiri mematung di pintu mobil Hyung Jun.

“Ayo cepat masuk!” Hyung Jun yang sudah masuk ke dalam mobil terlebih dahulu, langsung menarik tangan Sooyoung dari dalam agar seggera duduk di depan menemaninya menyetir.

“AADDUUHH” sahut Sooyoung karena kepalanya terbentur saat di tarik paksa oleh Hyung Jun.

“Sakit tahu!”

“Mianhae!” ucap Hyung Jun sambil tersenyum dan memasangkan sabuk pengaman Sooyoung.

……………….

So Eun kembali melangkah ke mejanya dengan lunglai.

“So Eun-ssi, kau melihat Hyung Jun-ssi?” tanya Kyuhyun sambil memasukkan PSPnya.

“Tadi Hyung Jun-ssi bilang kalau dia masih ada urusan. Jadi dia pulang duluan” jawab So Eun datar dan kemudian duduk di sebelah Kyuhyun.

“Sooyoung-ssi kemana?” tanya So Eun balik.

“Dia juga pulang duluan karena Siwon hyung menyuruhnya untuk tidak pulang telat” jawab Kyuhyun datar. Kini tangan Kyuhyun berada di dalam saku celananya.

“So Eun-ssi bolehkah aku bertanya sesuatu yang agak sedikit pribadi padamu?” tanya Kyuhyun dengan gugup.

“Kau, ingin bertanya apa?”

“Hmm.. Bagaimana perasaanmu setelah kiss di lokasi syuting waktu itu?” tanya Kyuhyun dengan ragu.

“MWO?” So Eun kaget setengah mati. Kalau sampai dia mengatakan itu adalah First Kissnya, pasti Kyuhyun mengira kalau So Eun tidak laku.

“Iya, soal itu. Itu adalah First Kissku. Bagaimana denganmu?”

“Aku? Hmm.. sebenarnya sama. Itu adalah First Kissku jg” jawab So Eun dengan malu-malu.

“Ternyata kita tidak laku ya..hahahahahaaa” tawa Kyuhyun meledak diikuti oleh tawa So Eun.

“Kau ini. Mencaci diri sendiri sekaligus mencaciku juga tau..”

………………..

Hyung Jun memarkirkan mobilnya ke pinggir jalan. Lalu pandangannya kini melihat ke arah Sooyoung.

“Sooyoung-ssi, kau kenapa menangis?” tanya Hyung Jun sambil mencoba menghapus airmata Sooyoung dengan tissu.

“Ani, kepalaku sangat sakit saat terbentur tadi” Sooyoung berbohong.

“Hah? Sebegitu sakitnya kah sampai kau menangis karena itu?” tanya Hyung Jun khawatir.

“Sudahlah, tidak usah pedulikan aku. Lanjutkan menyetir saja” suruh Sooyoung dengan nada lemah. Sooyoung kini meraih sapu tangan pemberian Hyung Jun dari dalam tasnya. Menghapus airmatanya dengan sapu tangan itu.

“Kau, masih menyimpannya?” tanya Hyung Jun pelan.

“Mwo? Kau berkata apa?”

“Ahh tidak, lupakan saja!”

Sooyoung mencoba menghubungi Siwon, namun malah inbox ponselnya yang sedang dilihatnya sekarang. Mata Sooyoung kembali berkaca-kaca membaca satu persatu sms dari Hyung Jun. Begitu banyak sms Hyung Jun yang tidak bergitu penting namun menaruh perhatian pada Sooyoung.

“Wae?” lirih Sooyung pelan yang kini sudah menangis memandangi ponselnya sendiri.

“Kau kenapa menangis melihat ponselmu sendiri?” tanya Hyung Jun sambil sesekali mencuri pandang melihat ke arah Sooyoung.

“Ahh, ani” jawab Sooyoung menatap Hyung Jun dengan dalam.

“Kau jangan melihatku seperti itu kalau memang kau menyukaiku” sahut Hyung Jun sambil tersenyum tanpa menoleh ke arah Sooyoung.

“Kau begitu percaya diri..huuuuu” Sooyoung menyoraki Hyung Jun dan mereka kemudian tertawa bersama. Suasana kembali hening untuk beberapa saat.

“Kenapa kau perhatian padaku? Kenapa kau mau menolongku melakukan kepura-puraan ini, nyatanya Kyuhyun oppa tidak menyukaiku. Kau tahu itu?” jelas Sooyoung pelan, dia tidak berani menatap Hyung Jun jadi pandangan Sooyoung kosong menghadap ke depan.

“Aku ingin kau bahagia. Aku ingin menjadi berarti untuk hidupmu kalau suatu saat nanti kau menikah dengan Kyuhyun. Meskipun itu bukan diriku. Namun pasti kau akan mengingat orang yang sudah berjuang untuk menyatukan cintamu dengan Kyuhyun. Ya kan?”

“Tapi kenyataannya Kyuhyun oppa tidak menyukaiku!”

“Kalau begitu lupakanlah dia dan buka hatimu untuk pria yang lain”

“Pria yang lain? Nugu?” tanya Sooyoung polos. Hyung Jun berdehem dan kemudian menyalakan kembali mesin mobilnya untuk melanjutkan perjalanan mengantar Sooyoung pulang.

…………………

“Kau memberikan cincin ini kepadaku?” tanya So Eun tidak percaya.

“Ne, aku sangat yakin sekali pada hatiku. Maukah So Eun-ssi menerima cincin itu. Kalau kau menerimanya, berarti kau resmi menjadi yeojachingu artis terkenal, Cho Kyuhyun!!” jelas Kyuhyun yang diakhiri dengan tertawa kecil.

“Hmm.. Seberapa yakin kau yakin dengan hatimu?”

“Aku yakin pada hatiku 70 % namun setiaku padamu adalah 100%” Kyuhyun tersenyum sangat manis pada So Eun. Semula So Eun agak kecewa dengan perkataan 70%, namun tersenyum simpul saat mendengar 100%.

“Jeongmal?” tanya So Eun memastian kesabaran Kyuhyun.

“Keurae, kau butuh bukti?” tanya Kyuhyun balik. So Eun mengangguk bersemangat.

Tiba-tiba Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke arah So Eun. So Eun kaget dan memejamkan matanya. Kyuhyun tertawa kecil dan kemudian mengecup dahi So Eun.

Setelah itu mata So Eun kembali terbuka, Kyuhyun sedang tertawa di hadapannya. So Eun langsung mengerucutkan bibirnya dengan kesal.

“Kau mencoba mempermainkan aku ya?” tanya So Eun kesal.

“Tidak, hanya saja. Kau harus memakai ini dulu” Kyuhyun memasukkan cincin ke jari manis kanan So Eun. So Eun memandangnya dengan mata berbinar-binar dan tersenyum.

“Mulai sekarang, hanya boleh aku yang ada dihatimu! Tidak boleh ada orang lain!!” suruh Kyuhyun dengan sedikit manja.

……………….

“Ini sudah sampai di rumahmu. Cepat turun!” sahut Hyung Jun sambil melepas sabuk pengamannya.

“Kau mengusirku? Jahat!!” jawab Sooyoung yang kemudian membuka pintu mobil. Hyung Jun mengikuti Sooyoung dan melangkah pelan mendekati Sooyoung untuk mengantarnya sampai ke gerbang rumah Sooyoung.

“Hyung Jun-ah, gomawo!” ucap Sooyoung dengan pelan.

“Mwo? Kau memanggilku apa?” tanya Hyung Jun, berharap Sooyoung mau mengulanginya lagi.

“Hyung Jun-ah” sahut Sooyoung kemudian mengecup pipi Hyung Jun kilat. Hyung Jun masih saja mematung berdiri melihat Sooyoung berlari kecil. Kini pipi mereka berdua seperti kepiting rebus, memerah menahan malu.

“Cheonmaneyo, chagiyaaaa..” teriak Hyung Jun bersemangat.

“Yesss.. akhirnya cintaku berbalas.hahahahahaaaaa” Hyung Jun menari-nari bahagia di depan gerbang rumah Sooyoung sambil terus tersenyum.

Note                : Maaf ya buat Kyuyoung shipper kalau kecewa sm endingnya..Author merubah endingnya jadi couple yang baru buat penyegaran.hahahaa

Soalnya author liat di star golden bell  episode 117 (SNSD dan SS501). Di situ setiap abis Sooyoung ngomong, eh tiba-tiba Hyung Jun nyaut+senyum ke arah Sooyoung, sebaliknya juga gitu. Jadi ngeliat ada feel gitu di antara mereka berdua meskipun sampe skrg ga ada kabarnya mereka berdua pdkt atau apalah.hehehee

*author sok tahu*

Janji deh ntar di ff selanjutnya bakal ada Kyu-Soo.. ^^v

Jadi gimana couple penyegarannya?

Mohon komennya ya dari readers. Gomawo dan Mianhae ya buat yg kecewa sm endingnya!! *bungkukkin badan lebih dr 90 derajat* (berasa lg sirkus nih authornya)

20
Jul
11

First Day in Spring

Title                : First Day in Spring (Part 4)

Author            : SarSay501

Rating             : PG-17

Main cast       : Choi Sooyoung [SNSD], Kim So Eun.

Other cast      : Kim Hyung Jun [SS501], Cho Kyuhyun [Suju]


Sooyoung terburu-buru melangkah menuju ruangan kerja Kyuhyun. Dia mengetuk pintu ruangan Kyuhyun namun tidak ada yg menjawab. Akhirnya dia nekat membuka pintu dan ternyata.. Deng deng..

“Oppa, kau ini kemana sih? Aku sebal. Kenapa kau selalu pergi saat makan siang? HAH?” gerutu Sooyoung di ruangan yang tanpa penghuni.

Hyung Jun yang sedang berjalan menuju parkiran, tiba-tiba menghentikan langkahnya tepat di depan ruangan Kyuhyun. Dia mengintip ke dalam ruangan Kyuhyun, ternyata ada seorang wanita yang berdiri membelakanginya sambil terus marah-marah.

“Dasar wanita aneh!” bisik Hyung Jun. Sooyoung merasa seperti ada yang memperhatikannya, dia langsung membalikkan badan.

“APA YANG KAU LAKUKAN DISITU?” bentak Sooyoung pada Hyung Jun. Continue reading ‘First Day in Spring’

11
Jul
11

First Day in Spring

Title                : First Day in Spring (Part 3)

Author            : SarSay501

Main cast       : Choi Sooyoung [SNSD], Kim So Eun.

Other cast      : Kim Hyung Jun [SS501], Cho Kyuhyun [Suju], Choi Siwon [Suju], Choi Minho [Shinee]

Note               : Di part 2, Sooyoung akan bertukar ponsel kembali dengan So Eun. Ada yang seru di part 3 ini. Bagaimana kelanjutannya? Baca lagi yukk!

~Toko Kue~

“Ini, aku kembalikan. Oh iya, sebelumnya Hyung Jun-ssi mengirimmu sms. Lalu aku membalasnya ..” belum sempat Sooyoung melanjutkan omongannya. So Eun langsung berteriak panik.

“Aaa.. Jeongmal?”  So Eun langsung mengecek ponselnya dan mengerucutkan bibirnya.

“Masalah kita sudah selesai. Baiklah, aku pergi dulu ya!” sahut Sooyoung yang buru-buru ke N-Grill untuk menyiapkan pesta ulang tahunnya yang ke-21.

“Tunggu dulu” teriak So Eun, hal itu membuat Sooyoung ketakutan dan menghentikan langkahnya. Continue reading ‘First Day in Spring’

22
Jun
11

Naui Namja Chingu is a Star (Part 2)

Title : Naui Namja Chingu part 2-3

Rating : PG

Main cast : Yuko, Kim Hyun Joong SS501

Other cast : Yoon Eunhye, Goo Hara, Kim Kyu Jong [SS501], Park Jungmin [SS501], Kim Hyung Jun [SS501], Heo Young Saeng [SS501].

Note : Di part 1, Kyu Jong memperkenalkan pacarnya Goo Hara. Lalu Yuko yang tidak diketahui namanya oleh Hyun Joong sejak tadi,langsung memperkenalkan dirinya. Setelah itu Yoon Eunhye dan sepupunya, Yuko, berjalan pulang menuju apartemen Eunhye.

(Yuko P.O.V)

“Eonni, apartemenmu dimana?” tanyaku saat perjalanan pulang. Aku bahagia sekali bisa bertemu dengan idolaku selama ini, Kim Hyun Joong. Namun sayang, pertemuan kami tidak bergitu berkesan di awal. Aku membentak idolaku, pasti dia marah sekali dan tidak akan memaafkanku. Huhhh

Kau akan tahu sebentar lagi” jawab Eunhye. Sekerumunan orang menghalangi jalan kami, kami pun ikut mendekati kerumunan itu dan ternyata ada seorang korban kecelakaan, darah banyak mengalir dari korban itu.

Kalian kenapa diam saja? Cepat panggil ambulans!” perintahku panik.

Yuko-ah, aku tidak suka melihat peristiwa kecelakaan, aku pulang duluan ya! ” terlihat wajah Eunhye eonni pucat pasi ketika melihat darah Continue reading ‘Naui Namja Chingu is a Star (Part 2)’

15
Jun
11

First Day in Spring (part 1)

Title : First Day in Spring (Part 1)

Author : SarSay501

Rating : PG

Main cast: Choi Sooyoung [SNSD], Kim So Eun.

Other cast : Kim Hyung Jun [SS501], Cho Kyuhyun [Suju], Choi Siwon [Suju], Choi Minho [Shinee], akan terus bertambah di part selanjutnya. hehehee

Note : Ini fanfict requestan Kikikyu, semoga Kikikyu dan readers lain suka ya dengan memberi komentarnya! ^^

~Kediaman Keluarga Choi~

(Sooyoung P.O.V)

Entah kenapa aku selalu merasa lapar, serasa perutnya tidak pernah kenyang dan tidak pernah penuh diisi oleh makanan.

Oppa, aku lapar lagi, ottokae?” tanyaku pada Siwon oppa.

Mwo? Noona, kau lapar lagi? Dasar perut karet!!” sahut Minho adikku yang menyebalkan. Aku adalah anak kedua, aku memiliki kakak laki-laki bernama Choi Siwon dan adik laki-laki bernama Choi Minho. Continue reading ‘First Day in Spring (part 1)’




RULES

Image and video hosting by TinyPic

Imagination Day

October 2017
M T W T F S S
« Aug    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Fiction Categories

Looking For My Lovers

  • 63,289 Lovers

Tweeted

  • من السنن التي تقال في الصباح ( بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء وهو السمـيع العليم ) ثلاث مرات #نشر_سيرته #ﷺ 13 hours ago
  • بعث رسول الله صلى الله عليه وسلم لأربعين سنة فمكث بمكة ثلاث عشرة سنة يوحى إليه ثم أمر بالهجرة فهاجر عشر سنين ومات وهو ابن ثلاث وستين #Hadith 15 hours ago
  • سمع النبي صلى الله عليه وسلم رجلا يثني على رجل ويطريه في المدحة فقال أهلكتم أو قطعتم ظهر الرجل --صحيح البخاري:باب ما يكره من التمادح #Hadith 16 hours ago
  • قال النبي صلى الله عليه وسلم بئس ما لأحدهم أن يقول نسيت آية كيت وكيت بل نُسَّيَ واستذكروا القرآن فإنه أشد تفصيا من صدور الرجال من النعم ﷺ #ﷺ 20 hours ago
  • قال رسول الله ﷺ : بدأ الإسلام غريبا وسيعود كما بدأ غريبا فطوبى للغرباء #صحيح_مسلم #تويت_حديث https://t.co/dlzea4W1nY #ﷺ 23 hours ago